Pahitnya kehidupan selalu dialami Kate apalagi saat dia dijebak oleh kakak tirinya sewaktu menjalankan misi di Las Vegas, Kate hanyalah anak haram dan dia adalah pencuri profesional.
"Aku akan menghancurkan hidupmu dan membuatmu menderita untuk seumur hidupmu, Kate."
Karena sebuah tragedi membuat kakak tirinya membenci Kate dan menyalahkannya telah membunuh tunangannya, hal itu membuat Casey sangat membencinya.
Malam yang kelam menghancurkan segalanya, harga diri dan bahkan merubah semuanya.
Dia memutuskan untuk pergi karena ayahnya benci padanya, saat dia pergi dia dibantu oleh sahabat baiknya dan demi membalas budi Kate rela mencuri di rumah Albert Smith, dia bahkan rela menyamar untuk mendekati Albert.
Hidupnya dan anaknya mulai terancam saat Casey mengetahui keberadaannya dan mengancam akan melenyapkan anaknya!
Mampukah Kate menyelamatkan anaknya dari Casey? Bisakah dia mencuri dari Albert Smith untuk membalas budi, sedangkan rencana demi rencana jahat Casey terus mengancamnya dan anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah firasat
"Mommy, kami sudah menemukan daddy jadi kami mau ikut dengan daddy dan tinggal dengan daddy." ujar Matthew.
"Tidak, jangan tinggalkan mommy sayang."
"Bye mom, nanti kami akan datang menjenguk mommy." ujar Michael pula.
"Matthew, Michael jangan tinggalkan mommy, mommy butuh kalian sayang."
"Bye bye mommy, daddy sudah datang menjemput."
Matthew dan Michael berlari kearah seorang pria yang sudah menunggu mereka disebuah mobil mewah dan memeluk pria itu.
Kate berlari mengejar anak-anaknya dan terus memanggil nama kedua putranya.
"Matthew, Michael, tunggu! Jangan tinggalkan mommy." teriaknya sambil berderai air mata.
Si kembar masuk kedalam mobil pria itu dan tampak bahagia, Kate ingin mendekati mobil itu tapi beberapa orang menahannya sedangkan seorang pria berjalan mendekatinya, mata Kate membulat, Albert.
"Albert, kembalikan anak-anakku, kembalikan." pintanya dengan air mata terus mengalir dari kedua matanya.
"Tidak Kate, mereka putraku dan sekarang mereka akan tinggal denganku! Aku tidak akan mengijinkan mereka untuk menemuimu lagi dan aku tidak akan membiarkan kau menemui mereka untuk seumur hidupmu!" setelah berkata demikian Albert berjalan pergi dan masuk kedalam mobilnya.
Sebelum pintu mobil ditutup, Kate dapat melihat kedua putranya yang tampak begitu bahagia bersama dengan ayah mereka.
"Tidak Albert, jangan ambil mereka dariku, jangan!" teriaknya dengan pilu tapi Albert tidak perduli dan meminta supir pribadinya untuk menjalankan mobilnya.
"Tidak, Matthew, Michael, jangan pergi! Jangan ambil anakku, jangan!" teriak Kate sambil melihat mobil yang membawa kedua putranya berlalu pergi.
"Tidak!! tidak!!" teriaknya histeris dan pada saat itu juga Kate terbangun dari tidurnya dan duduk diatas ranjang, nafasnya terengah-engah sedangkan keringat membanjiri dahinya dan air mata mengalir dari kedua matanya.
Dengan kasar Kate mengusap air matanya dan melihat sekelilingnya, kamarnya! Dia berada dikamarnya dan sepertinya dia hanya bermimpi.
Kenapa dia bermimpi seperti itu? Dia merasa mimpinya seperti nyata dan dia benci akan hal itu.
Kate turun dari atas ranjang dan keluar dari kamarnya, dia berjalan menuju kamar kedua putranya dan masuk kedalam sana.
Dia segera naik keatas ranjang, merebahkan dirinya disamping Michael dan memeluknya. Tanpa terasa air matanya kembali mengalir dan dalam hatinya sangat takut, takut saat Albert mengetahui kebenarannya maka Albert akan mengambil kedua putranya darinya, bagaimana jika mimpinya tadi menjadi nyata?
Dia kembali menghapus air matanya menggunakan punggung tangannya, jika hal itu terjadi apa yang harus dia lakukan?
"Mommy." Michael terbangun dari tidurnya dan memandangi ibunya yang menangis.
"Kenapa mommy menangis?"
"Oh, im sorry honey, mommy hanya bermimpi buruk."
"Are you oke mom?" Matthew juga terbangun dari tidurnya dan segera mendekati ibunya.
Dengan tangan kecil mereka, Matthew dan Michael mengusap air mata ibunya dan menciumi pipi ibunya sambil berkata:
"We love you mom."
"Oh my boy, i love you too."
Kate memeluk kedua putranya dengan erat, apa maksud mimpi yang di alaminya barusan? Apa itu sebagai sebuah pertanda?
Dia segera menepis ketakutan dalam hatinya, selama dia tidak membiarkan Albert bertemu dengan kedua putranya maka dia sangat yakin mimpinya tidak akan pernah menjadi nyata.
"Matthew, Michael, jika suatu hari kalian bertemu dengan daddy, apakah kalian akan mengkutinya dan meninggalkan mommy?" tanya Kate pada kedua putranya.
"Tentu tidak mom, walaupun kami bertemu dengan daddy tapi kami akan selalu bersama dengan mommy dan akan selalu menyayangi mommy." jawab putranya yang lebih tua.
"Oh boy, ingatlah sayang, kalian adalah segalanya untuk mommy dan mommy akan selalu menyayangi kalian."
"Thank you mom" ujar si kembar secara bersama-sama dan kembali menciumi pipi ibu mereka dengan lembut.
Kate mengajak kedua putranya untuk bangun dari tidur mereka dan memerintahkan mereka untuk mandi, dia juga menyiapkan baju kedua putranya dan setelah itu Kate mengecek tas kedua putranya.
Pagi itu dia lalui seperti biasa dan melepas kepergian kedua putranya seperti biasa pula, dia pergi bekerja dan berusaha melupakan mimpi buruk yang dialaminya tapi tidak dipungkiri jika suatu perasaan aneh tumbuh didalam hatinya.
Entah mengapa dia merasa sesuatu akan terjadi dan dia tidak tahu apa, walau begitu Kate melakukan pekerjaannya seperti biasanya.
Saat siang, Alice datang ke sekolah Amelie seperti yang diucapkannya. Dia datang kesana bersama dengan suaminya tentu untuk bertemu dengan kedua anak yang diceritakan oleh cucunya.
Dia tampak sudah tidak sabar dan dia berharap jika dia bisa bertemu dengan kedua anak itu untuk memastikan ucapan cucunya.
Saat lonceng berbunyi, Amelie mendekati Matthew dan Michael, dia mengajak kedua sahabatnya itu untuk keluar bersama.
Tentu hal itu dilakukan oleh Amelie karena dia telah diperintahkan oleh neneknya, mereka berjalan bersama keluar dari sekolah itu sedangkan Alice sudah menunggu dengan tidak sabar didepan gerbang sekolah.
Dia bahkan turun dari mobilnya ditemani oleh suaminya, ini sungguh menegangkan dan dia sungguh sudah tidak sabar.
"Nenek, kakek!" teriak Amelie saat melihat kakek dan neneknya didepan gerbang.
Alice dan Jacob melihat kearah cucunya dan mata mereka melotot tidak percaya saat melihat dua orang anak kecil yang berjalan disamping Amelie.
"Albert." gumam mereka secara bersama-smaa.
"Nenek, kakek, ini teman yang Amelie ceritakan." ujar Amelie dengan ceria.
Alice tampak tidak percaya dengan apa yang dia lihat, sungguh dia seperti melihat putranya sedang berdiri dihadapannya.
"Hallo aunty, uncle." sapa sikembar secara bersamaan.
Pada saat mendengar suara sikembar, suatu perasan aneh mengalir didalam hati Alice. Dia lansung berjongkok dan tanpa basa basi lagsung memeluk sikembar.
Si kembar sangat heran dan pada saat itu aunty Debora menghampiri mereka untuk mengajak mereka pulang.
"Nak, siapa nama kalian?" tanya Alice pada sikembar.
"Aku Matthew dan ini adikku Michael, umur kami hanya beda beberapa menit saja." jawab Matthew.
"Kalian, siapa ibu kalian?"
"Mommy sedang bekerja."
"Daddy kalian?"
"Kami tidak punya." jawab sikembar secara bersamaan.
"Ya ampun Jac!" Alice bangkit berdiri sedangkan Jacob memegangi tubuh istrinya yang tampak limbung.
"Honey, ajak mereka kerumah dan aku akan meminta Albert pulang."
Alice mengangguk dan kembali berjongkok didepan si kembar.
"Michael, Matthew apa kalian mau bermain dirumah Amelie?"
"Maaf nyonya, kami harus pulang." sela aunty Debora.
Alice kembali bangkit berdiri dan melihat Debora, dia juga berkata:
"Tolong katakan padaku, siapa ibu mereka?"
"Kate." jawab Debora.
"Bisakah aku mengajak mereka kerumahku?"
"Maaf nyonya, aku hanya pengasuh untuk menjaga mereka."
"Oh ayolah, tolong hubungi ibu mereka dan katakan padanya Amelie mengajak Michael dan Matthew bermain bersama, hanya sebentar."
Debora tampak berpikir tapi tidak lama kemudian dia menganguk, dia segera menghubungi Kate dan mengatakan jika Sikembar diajak temannya bermain dirumahnya.
Tanpa curiga Kate mengijinkannya dan berpesan agar cepat pulang sebelum sore, tentu Alice sangat senang, dia kembali berjongkok untuk membujuk sikembar.
Karena sudah mendapat ijin dari ibunya tentu si kembar mau bermain dirumah Amelie.
Alice dan Jacob membawa si kembar yang mereka yakini adalah cucu mereka pulang kerumah dan yang pasti saat Albert pulang dia akan sangat kaget saat melihat si kembar dan dia juga akan menerima akibatnya!
emang org kyak casey jgm dikasih ampunn
oeeekkk 🤮🤮
duhh si.kembar nihh 😅😅🤣
sandra ini siapaa yaa lupita aku
ibunya pasti bahagia bs melihat pernikahan Kate
Hanya sayang banyak typo.
Kalau boleh saran, diakhir setiap cerita kasih info judul berikutnya.
Krn saya pertama kali baca kisah Max & Xera terus lanjut ke anak2nya. Baru sekarang baca kisah para tetua Smith. Dan kl bisa cerita Darla, & Terpaksa menikahi mafia cacat S3 jgn digantung terlalu lama.