NovelToon NovelToon
Menikah Karena Tekanan Keluarga

Menikah Karena Tekanan Keluarga

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Cut Asmaul Husna

Anya Clarissa, seorang Arsitek Lanskap yang terbiasa menata keteraturan dari kekacauan tanaman, menemukan hidupnya sendiri berantakan. Ibunya, Mama Clarissa, terjerat hutang miliaran setelah ditipu oleh rekan bisnis butiknya. Di tengah keputusasaan, sebuah tawaran datang dari Keluarga Arkatama, penguasa industri logistik laut yang legendaris.Devan Arkatama, CEO muda yang dingin, angkuh, dan efisien, sedang dalam posisi terhimpit. Sang ayah, Papa Arkatama, mengancam akan mencopot jabatannya dan mengalihkan warisan kepada sepupunya jika Devan tidak segera menikah dan memperbaiki citranya yang dikenal sebagai "Playboy Tak Berperasaan."Pertemuan pertama mereka di sebuah acara peresmian taman kota berakhir dengan bencana. Anya menganggap Devan adalah pria sombong yang tidak menghargai seni, sementara Devan menganggap Anya adalah wanita kelas menengah yang mencoba mencari perhatian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Asmaul Husna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 21 : WANITA DARI MASA LALU

Jakarta menyambut kepulangan Devan dan Anya dengan kemacetan yang luar biasa di sepanjang jalan tol menuju Menteng. Namun, di dalam mobil mewah yang kedap suara itu, suasana masih terasa sangat manis. Anya menyandarkan kepalanya di bahu Devan, sementara jemari Devan sesekali membelai rambut Anya dengan lembut.

"Rasanya aku ingin memutar balik mobil ini dan kembali ke Bali," gumam Devan, suaranya rendah dan penuh kerinduan.

Anya tertawa kecil. "Dan membiarkan Papa Arkatama mengamuk karena jadwal rapat direksimu berantakan? Tidak, terima kasih. Aku masih ingin hidup tenang, Tuan CEO."

"Tenang adalah kemewahan bagi seorang Arkatama, Anya," balas Devan sambil mencium kening istrinya.

Namun, ketenangan itu benar-benar menguap saat mereka melangkah masuk ke dalam lobi rumah mereka. Di sana, di tengah ruang tamu yang luas, duduk seorang wanita dengan kaki jenjang yang disilangkan dengan elegan. Wanita itu mengenakan gaun merah maroon ketat yang sangat mahal, rambut pirang asbak yang tertata sempurna, dan aroma parfum J'adore yang memenuhi seluruh ruangan.

Valerie. Mantan tunangan Devan yang dulu meninggalkan Devan tepat tiga hari sebelum pertunangan mereka karena memilih mengejar karier model di Paris.

"Selamat datang kembali, Devan," ucap Valerie dengan suara yang mendayu, seolah ia adalah pemilik rumah tersebut. Ia berdiri perlahan, mengabaikan keberadaan Anya di samping Devan.

Anya merasakan genggaman tangan Devan mengeras. Wajah suaminya yang tadi ceria seketika berubah menjadi sedingin es. "Valerie? Apa yang kamu lakukan di rumahku? Bagaimana kamu bisa masuk?"

Valerie tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh dengan manipulasi. "Mama Arkatama yang memberiku akses. Dia bilang kamu baru saja pulang dari... liburan kecil dengan wanita ini. Aku datang karena ada urusan bisnis yang sangat penting antara keluarga kita dan keluarga asalku di Prancis."

Valerie akhirnya melirik Anya dengan tatapan menilai yang sangat meremehkan. "Oh, jadi ini arsitek yang sedang ramai dibicarakan itu? Manis juga. Tapi sayang, seleramu menurun ya, Devan? Dari model runway Paris ke... penanam pohon?"

Anya baru saja akan membalas saat Bi Inah muncul dari arah dapur membawa nampan berisi jus sayuran hijau yang sangat pekat—resep sehat dari Mama Arkatama untuk Devan.

Bi Inah, yang rupanya sudah tidak suka dengan kesombongan Valerie sejak tadi, berpura-pura tersandung karpet. "Aduh! Gusti!"

BYURRR!

Gelas berisi jus sawi, apel hijau, dan seledri itu tumpah dengan sukses tepat di bagian depan gaun merah mahal milik Valerie.

"AAAKKKH! BAJU-KU! INI CUSTOM-MADE DARI DIOR!" teriak Valerie histeris sambil mencoba membersihkan noda hijau pekat yang kini mengalir di dadanya.

Anya harus menggigit bibir bawahnya sekuat tenaga agar tidak tertawa terbahak-bahak. Sementara Devan hanya menatap datar, seolah melihat tumpahan jus itu adalah hal yang lebih menarik daripada wajah Valerie.

"Aduh, Nona! Maaf pisan! Habisnya Nona duduknya terlalu mepet ke jalan lewat saya!" ucap Bi Inah dengan wajah polos yang sangat meyakinkan. "Ayo Nona, ke kamar mandi pembantu saja di belakang kalau mau cuci!"

"Kamar mandi pembantu?! Are you kidding me?!" Valerie meradang, wajahnya yang tadi cantik kini penuh dengan amarah.

Melihat Valerie yang mulai kehilangan kendali, Anya melangkah maju. Ia melepaskan tas tangannya dan berdiri tegak tepat di depan Valerie. Jika Valerie menggunakan kecantikannya untuk mengintimidasi, Anya menggunakan kecerdasannya.

"Nona Valerie, pertama-tama, saya sarankan Anda segera membersihkan noda itu. Sawi hijau sangat sulit dihilangkan jika sudah kering, apalagi di kain sutra," ucap Anya dengan nada tenang namun tajam.

"Kamu—"

"Kedua," potong Anya dengan suara yang lebih otoriter. "Rumah ini adalah milik saya dan suami saya. Jika Anda punya urusan bisnis, silakan hubungi sekretaris Devan di kantor Arkatama pada jam kerja. Datang ke rumah pribadi orang lain tanpa undangan resmi adalah tindakan yang sangat tidak beretika, terutama bagi wanita 'berkelas' seperti Anda."

Valerie mendengus sinis. "Kamu hanya istri kontrak, Anya. Jangan berlagak seperti ratu. Aku dan Devan punya sejarah yang tidak akan pernah bisa kamu hapus dengan tanaman-tanaman konyolmu itu."

Anya tersenyum manis, sebuah senyuman yang membuat Devan merasa bangga sekaligus ngeri. "Sejarah adalah masa lalu, Valerie. Dan dalam arsitektur, bangunan lama yang ditinggalkan tanpa perawatan biasanya akan dirobohkan untuk membangun sesuatu yang lebih kokoh dan baru. Devan sudah merobohkan masa lalunya bersama Anda. Dan sekarang, dia sedang membangun masa depannya bersama saya."

Anya menoleh ke arah Devan. "Sayang, bukankah kita harus mandi? Aku merasa rumah ini tiba-tiba menjadi sangat... sesak dan bau parfum murahan."

Devan menarik napas panjang, lalu melingkarkan lengannya di pinggang Anya, menariknya mendekat. "Benar, Istriku. Bi Inah, tolong antarkan tamu ini keluar. Dan pastikan kuncinya diganti besok pagi."

Valerie berdiri mematung dengan wajah merah padam dan gaun yang berbau jus sayuran. Ia melihat Devan dan Anya berjalan menaiki tangga tanpa menoleh lagi padanya.

Begitu sampai di dalam kamar dan pintu tertutup, Anya segera melepaskan tangan Devan. Ia duduk di pinggir tempat tidur, napasnya sedikit memburu.

"Jadi, dia Valerie?" tanya Anya tanpa melihat Devan.

Devan berlutut di depan Anya, memegang kedua tangan istrinya. "Anya, dengarkan aku. Dia adalah masa lalu yang ingin kulupakan. Aku tidak tahu Mama akan membiarkannya masuk. Aku bersumpah, tidak ada lagi perasaan apa pun untuknya."

"Dia cantik, Devan. Dan dia tahu duniamu jauh lebih baik daripada aku," bisik Anya.

Devan mengangkat dagu Anya, memaksa mata mereka bertemu. "Dia cantik, tapi dia tidak punya jiwa sepertimu. Dia pergi saat aku membutuhkannya, sedangkan kamu... kamu bertaruh nyawa untuk melindungiku bahkan saat kita masih saling benci. Jangan pernah bandingkan dirimu dengan dia."

Anya terdiam sejenak, lalu sebuah ide jahil muncul di kepalanya. "Kalau begitu, sebagai hukuman karena mantanmu mengotori ruang tamuku, kamu harus membersihkan tumpahan jus di lantai tadi sendiri. Tanpa bantuan Bi Inah."

Devan melongo. "Aku? CEO Arkatama mengepel lantai?"

"Kenapa? Kamu keberatan, Tuan Budi?" goda Anya, mengingatkan Devan pada penyamaran konyol mereka tempo hari.

Devan akhirnya tertawa dan menarik Anya ke dalam pelukannya. "Baiklah, Nyonya Arkatama. Apa pun untukmu."

Namun, di balik tawa itu, Anya tahu bahwa Valerie tidak akan menyerah begitu saja. Di luar sana, Valerie sedang menelepon seseorang dengan amarah yang meluap. "Aku ingin semua data tentang butik ibunya Anya. Kita akan lihat seberapa kuat dia bertahan saat sumber kebahagiaannya dihancurkan satu per satu."

Babak baru persaingan dimulai. Bukan lagi soal kontrak, tapi soal mempertahankan cinta dari gangguan masa lalu yang licik.

1
Emily
ada ada aja orang jahat
Emily
😂😂😂jus pare satu ember ...ada aja mama sarah
Emily
Valerie otak kriminal
Emily
memang kampret si valerie
Emily
Valerie Mak lampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!