“ Girls first love”
(Cinta pertama anak perempuan)
Novel ke dua, Girl’s first love - Batista Dela Sale…
Follow instagram : @coretandella_
Mengisahkan tentang dua anak perempuan yang mencari sosok cinta pertamanya.
Dania Rayanza (17) dan Rania Rayanza (4) Keduanya hidup bertiga dengan sang ibu yang kini sakit-sakitan. Hidup yang sulit membuat ibu Rianti tidak bisa berobat dengan baik.
Suatu hari, ibu Rianti tiba-tiba saja mengalami penurunan. Sebelum dirinya pergi meninggalkan kedua putrinya, Ibu Rianti berpesan kepada putri sulungnya untuk pergi mencari keberadaan ayahnya yang diketahui merantau di kota J.
“Dania, tolong jaga adikmu Rania… Pergilah kalian ke kota J. Carilah ayahmu yang pergi merantau disana, temui dia dan hiduplah bersama ayah dan adikmu. Bunda sudah tidak kuat lagi, tolong jaga Rania… “ ucapnya tersendat.
“Rania… putri bunda, maaf bunda tidak bisa menjagamu hingga dewasa. Bunda sayang Rania, bunda sayang Dania… jaga diri kalian baik-baik… “
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dlbtstae_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar bohongan
Setelah perdebatan yang panjang, akhirnya Dania mengalah dan masuk ke dalam mobil sport milik Jeon.
Jeon yang melihat itu tentu tersenyum tipis, ia mengambil sebuah paper bag yang ada di dasbor, lalu memberikannya kepada Dania saat Dania sudah menggunakan seatbelt.
“Apa ini ? “ tanya Dania bingung.
“Ambil ! Nanti kamu gunakan setelah kita sampai di tujuan “ ujar Jeon dan langsung menjalankan mobil sportnya.
“Bapak mau jual saya ? “ ujar Dania membuat Jeon mengerem dadakan.
Dania yang tak siap pun terpental, untung saja Dania menggunakan seatbelt sehingga ia tak terbentur apapun.
“Aaaaaa bapakkkkk !!! Menyetir yang benar dong !! “ Pekik Dania kesal.
Jeon menatap Dania tajam. “ Lo manggil gue apa tadi ? “
“Bapak.. “ jawab Dania pelan.
“Terus lo bilang gue apa tadi, Jual lo ? “ Dania mengangguk.
“Pertama ! Stop panggil gue bapak ! yang kedua ! Gue tampan ! Gue kaya raya ! Gue punya segalanya ! Dan gue juga nggak bakal jual lo ! Paham ! “ tegas Jeon kesal.
“Ya mana tahu kan ya… “ sahut Dania santai.
“Kamu !!! “
Tin !!! Suara klakson mobil membuat Jeon kesal. Tak ingin terjadi kebisingan, Jeon segera menancap gas membuat Dania kembali tersentak.
“Bawa mobil pelan dikit bisa nggak sih !! “ Namun, ucapan Dania tak ditanggapi oleh Jeon. Dania yang merasa ucapannya tidak ditanggapi memilih diam dan menatap ke kaca jendela.
Beberapa menit kemudian, Dania dan Jeon telah sampai di sebuah restoran mahal. “Lo ganti pakaian sekarang, gue tunggu diluar dan jangan lupa dandan yang cantik ! “ ujar Jeon.
“Semuanya ada di paper bag ! “ ucapnya lagi dan berlalu keluar mobil.
“Lo menyemenyemenyemenye !! Apa tadi dia bilang dandan yang cantik ? Kode ? Antara jual gue sama jadiin gue kambing untuk jadi bahan percobaan ? gitu maksudnya ? “ ucap Dania kesal.
Dania mengobrak abrik isi paperbag, di dalamnya terdapat satu gaun, peralatan make up dan sepasang high heels serta tas mini. Dania yang melihat itu membulatkan matanya.
“WOWWWW !! INI BARANG MAHAL !! TAPI INI BUKAN KW KAN YA MAKE UP NYA !! “ ujar Dania kaget.
Tak ingin berlama-lama lagi, Dania mulai mengaplikasikam make up yang diberikan Jeon padanya setelah itu menggantikan pakaian kuliahnya dengan gaun di dalam paper bag berserta heels dan tas mini.
Tak lupa rambutnya yang terurai ia sisir dan dirinya sulap menjadi yang terbaik ala Dania.
“Nah gini aja keren kok ! Parfum mana parfum ! “ ucap Dania kembali mengobrak-abrik paper bag yang masih tersisa beberapa make up yang tak ia gunakan.
“Nggak ada nih, mana ya ? “ ucapnya lagi plenga-plengo sampai tangannya membuka dasbor mobil.
“Nah ini dia.. “ Dania langsung menyenmprotkan beberapa kali di badannya.
“Wanginya enakkk banget !! “ ucapnya menghirup aroma parfum.
Tok! Tok! Tok! Jeon mengetuk pintu mobil, Dania yang di dalam segera keluar mobil tersebut.
“Ayo ! “ ucap Dania saat dirinya sudah berada di dekat Jeon.
Jeon langsung mengalihkan pandangannya saat mencium aroma familiar. Degh! Sesaat jantung Jeon berdetak lebih cepat. Tanpa sadar tangannya memegang dada kirinya.
Ia terpaku melihat sosok gadis cantik di hadapannya. Dania terlihat salah tingkah saat ditatap sedemikian rupa oleh pria tampan di hadapannya.
“A–ada yang salah ? “ tanya Dania setelah lama bungkam.
Jeon menggeleng sadar, “ tidak ! tapi tunggu… “ Jeon mengendus-endus bau parfume miliknya.
“Jangan bilang…
“Jangan bilang apa ? “ tanya Dania polos.
“LOOOO PAKE PARFUME GUE KAN !!!! NGAKU LOOOO !! “ pekik Jeon tiba-tiba membuat Dania terkejut bukan main.
Dania mengelus dadanya, dengan tampang polosnya Dania mengangguk. “ Nemu di dasbor tadi, soalnya di paper bag nggak ada.. “
Jeon mengusap wajahnya, dan segera menarik Dania untuk masuk ke dalam restoran dimana seluruh keluarganya menunggu.
“iiii pelan dikit napa sih ! Sakit tahu ! “ ujar Dania kesal.
“Keluarga gue udah nunggu ! Oh, ya ! Nanti lo bilang kalo lo pacar gue ! okey ! “
“Haaa… “ Otak Dania berhenti mendadak saat mendengar ucapan pria tampan itu.
Sedangkan di ruangan VVIP mereka sedang menunggu kedatangan Jeon. Jena sudah pusing mendengar rengekan wanita di hadapannya itu.
“Wanita perengek ! “ umpat Jena kesal.
Mama Jevanka segera menegur putrinya, akan tetapi cucu perempuan turut ikut menimpali ucapan aunty-nya Jena.
“Wanita pelengek !! “ ucap Nora kesal.
“hust ! “ tegur Mama Jevanka.
“Omaaaaa… telingana Nola kecumbat nih dengel cualana wanita pelengek !! “ rengek Nora menutup telinganya seakan-akan suara rengekan wanita itu mengganggu indera pendengarannya.
Papa Jordan menggelengkan kepalanya, ia mengelus pucuk rambut cucunya. Nora menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan bertingkah seolah dirinya sedang bosan.
“Cemoga Papa Ceon nda jadi datang, bial acalana bubal. Bica pulang deh ke lumah.. “ doanya dalam hati.
“Piiiihhhh… Jeon lama banget datangnya ! “ rengek seorang wanita cantik dan seksi kepada papinya.
“Cih.. “ desis Jena jengah.
“Mam, pulang aja yuk ! Lagian abang juga dari tadi nggak datang ! “ rengek Jena kesal.
Wanita cantik itu menoleh dan menatap tajam Jena. “ Kamu kalau mau pulang, ya pulang aja ! “ ketusnya membuat Papa Jordan menghela nafas jengah.
Kedua orang tua wanita itu, tampak biasa saja dengan rengekan dan ketus dari putri mereka membuat Mama Jevanka menatap sebal.
“Wanita kayak gini dijadikan menantu ?? ooo tidak mungkin !! Bisa, kerutan saya ! “ ucapnya dalam hati.
“Wanita kayak gini jadi istri putra gueee ?? ooo tidakkkk !! bangkrut duluan perusahaan gue. Gue yang laki aja milih-milih nyari bini ! Lah modelan bini kayak gini, tabungan sehari terkuras.. “ gumam Papa Jordan dalam hati, bahkan menatap ngeri dengan tingkah laku ketiganya.
“Amit-amit deh, punya ipar kayak gini.. “ ucap Jena bergidik ngeri.
“Maaf tuan, putra anda kapan sampainya ? “ tanya Tuan Joko kepada Papa Jordan.
“Maaf tu—
“ Maaf kami terlambat ! “ ucap seorang pria tampan memasuki ruangan VVIP membuat mereka semua menatap sepasang kekasih yang baru datang.
Dania berjalan menunduk karena ia sangat gugup, bahkan sebelum masuk tadi keduanya sempat berdebat karena Dania tak percaya diri yang mana membuat Jeon kesal setengah mati.
“Lo cukup ikuti gue ! udah gitu doang beres !! “ ucap Jeon kesal.
Saat Jeon memegang handle pintu, Dania menariknya membuat Jeon kesal teramat kesal. Apalagi Dania mencak-mencak tak jelas.
“Apalagi !!!!! “ ucap Jeon kesal.
“Ya udah buka pintunya, pegal ni kaki ! “ sahut Dania pelan.
Tahukah Dania saat ini kepala Jeon sudah mengeluarkan dua tanduk ?
“Siapa gadis itu ? “ tanya wanita paruh baya menatap tajam Dania.
“Angkat wajahmu ! Jangan nunduk terus ! “ bisik Jeon ke telinga Dania. Membuat tubuh Dania meremang, mencium aroma maskulin yang sangat wangi.
Jeon dengan kesal mengangkat wajah Dania dengan jari telunjuknya membuat wajah Dania terangkat.
Semua orang terpana dengan kecantikan Dania, bahkan mereka sama sekali tidak mengenal Dania sosok gadis yang jarang menggunakan alat make up.
“Busettt !! Cewek nemu dimana bang ? “ ujar Jena terpukau melihat kecantikan Dania.
Mendengar suara Jena, Dania mengalihkan pandangannya, “JENAA !! “ pekik Dania heboh saat melihat Jena yang mengenakan gaun seperti dirinya.
Jena yang juga mendengar namanya dipanggil mengerutkan keningnya. Lama terdiam, Jena kembali menatap Dania.
“Siapa sihhhh.. “
Dania dan Jeon memilih duduk di sebelah Jena karena kursi tersebut kosong. Namun, hal terjadi, wanita yang merengek itu, mengambil posisi kursi Dania membuat Jena kesal.
“Biar gue yang duduk di sini ! “ ketusnya pada Dania, namun sayang Jeon menarik Dania untuk duduk di kursinya sedangkan Jena berdiri dan berjalan ke kursi di sebelah mama Jevanka.
Wanita itu tak terima, namun saat melihat pelototan mata mama Jevanka akhirnya ia duduk kembali di kursi sebelumnya.
Nora yang melihat kursi di sebelah Dania kosong, segera turun lalu meminta Dania untuk mengangkat dirinya agar duduk di sebelah Dania. Sedangkan Jena, cepat-cepat menduduki kursi Nora keponakannya.
“Yaaalaaahhhh… mau makan aja harus pindah-pindah kursi… “ ucap Mama Jevanka kesal.
*
*
*
*
*
*
“Cudah tidak panas ! “ ucap seorang bocah tampan yang menempelkan telapak tangannya di kening Rania.
“Kan benel kataku ! Ayo, kita jaga cembako ! Lania bocan di dalam kamal ! “ seru Rania yang mana mendapatkan ketokan dari Gares selaku tertua di sana.
“Kau balu tulun dikit panas, sudah mau buka sembako ! “ gerutu Gares. “ Helan, ot4kmu nda belpungci kalo lagi sakit ! “ ucapnya lagi membuat Rania semakin badmood.
“Kalo nda gitu, Lania ndaa ada duit buat nabung !! Apalagi dua hali Lania nda jaga walung ntal ndaa ada pemacukanna ! “ pekik Rania kesal walau dirinya masih sangat lemas.
“Kau jadi pelempuan jangan nyucahin olang. Sakit ya sakit aja ! Jangan sakit nyalikna sakit lagi !! “ sahut Gares.
“Isss napa kau sekalang jadi celewet !! Ndaaa cuka Lania !! Nda cuka punya abang celewet melebihi Lania pelempuan !! “
Kaka cerita Rania ga di lanjut sih??🤔 konsisten dunk KA.