Entah dari mana kekacauan ini berasal, kita mengenal zombie hanya didalam film film barat, tak menyangka hal itu benar benar ada di dunia nyata.
Awal kisah ini adalah dari pesta pantai anak anak muda disebuah pulau indah milik salah satu anak konglomerat ternama.
Pesta itu tidak hanya pesta miras, tapi juga pesta sex. Penuh gairah, nafsu, juga musik keras membuat monster tidur yang ada di pulau itu terbangun.
Dengan tertatih tatih mahkluk itu menuju asal suara, menuju ke tempat yang dipenuhi gairah.
Disalah satu tenda berwarna merah,terlihat samar sepasang sejoli sedang memadu kasih, saling membelit satu sama lain, tubuh yang saling menyatu. Penutup tenda tidak tertutup dengan benar, mahkluk itu dengan mudah menerobos masuk dan langsung menerkam pria yang sedang memadu kasih tersebut. Wanita yang berada dibawahnya menjerit ketakutan melihat prianya dirobek dan dikunyah oleh orang yang tidak dikenal. Teriakannya tidak ada yang mendengar, ditelan suara musik yang keras. Dengan susah payah wanita itu ingin melepaskan diri, tapi apa daya,tubuhnya terhimpit oleh dua orang manusia, satu oleh kekasihnya yang kemungkinan sudah tiada dan yang satunya lagi orang gila yang sedang menyantap kekasihnya. Tidak lama kemudian sang kekasih bergerak, wanita itu terkejut dan memanggil kekasihnya, tapi ternyata kekasihnya malah menerkamnya dan menyobek lalu memakannya. Musik terus menghentak tidak menghiraukan kejadian aneh di dalam pulau itu sampai pagi menjelang,semua orang hilang entah kemana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rajaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian akhir: MANUSIA SUPER
Dimas memandang ke arah Dina dan Erick yang sedang duduk diteras kontrakan gadis itu. Wajahnya terlihat kesal memandang kearah mereka, sambil mengunyah sesuatu dengan bosan. Kemudian dia menggigit daging yang ada ditangannya, kaki anak kecil, dari ukurannya seperti kaki anak balita. Dikunyah nya pelan, darah muncrat sedikit diujung bibirnya.
"berani sekali dia merebut makananku, mereka ada dua, rakus banget kalau mau disantap keduanya. Awas kau, tunggu pembalasanku" Dia terjun dari tempat pengintaian nya, dari puncak tower Telkom yang berada jauh dari kontrakan si kembar. Terjun bak kelelawar, kemudian hinggap kesebuah pohon rindang dan meluncur pelan ketanah, berjalan santai lalu dengan sekejap menghilang, berlari ke arah hutan pinus.
...💀💀💀💀💀...
"Erick, kamu jadi manusia super" seru Dini kagum.
"tidak, ini sangat menyiksa" jawab Erick kalem.
"bagaimana dengan Cecil" tanya Dina.
"entahlah, sudah lama kami tidak bertemu. Kalau tidak bertemu dengannya, aku sudah meledakkan diri waktu itu"
"syukurlah umurmu masih panjang" celoteh Dini.
"hati-hatilah kalian, masih banyak orang yang seperti Dimas. Apalagi kalian memiliki aroma ini, aku tidak bisa berlama-lama disamping kalian. Aku bisa berubah menjadi pemakan manusia seperti Dimas" Erick terlihat sangat pucat dan berkeringat.
"aku takut, bila sudah merasakan daging dan manusia, aku tidak bisa berhenti dan menjadi mahkluk-makhluk itu". lanjutnya.
Si kembar mengangguk mengerti, kemudian Erick permisi, tidak ingin berlama-lama lagi.
Setelah kepergian Erick, si kembar menghubungi ayahnya dan menceritakan semua yang di katakan oleh Erick. Pak Budi sangat cemas, dan menyarankan kalau ke dua putrinya harus segera kembali ke kota mereka, dan kuliah mereka bisa di urus belakangan.
Malam itu si kembar tidak bisa tidur saking cemasnya, padahal tanpa sepengetahuan mereka berdua, Erick sedang mengawasi mereka.
Menjelang subuh, pak Budi datang menjemput.
"Ayah tidak mau membuang-buang waktu dan menyesal nanti, setelah tahu apa yang terjadi. Dugaan ayah benar, keadaan ini belum berakhir" kata pak Budi ketika di tanya oleh Dini, kalau ayahnya itu cepat sekali datangnya.
Tanpa banyak barang bawaan, mereka kembali ke kota asalnya. Rumah mereka yang asri, kebun bunga ibu yang indah dan tertata rapi dan wangi.
...💀💀💀💀💀...
"akhirnya kembali lagi ke habitat kalian, khe khe khe" kekeh Eno, mereka dikampus yang sama dan jurusan yang sama bersama Diky yang sibuk makan kuaci. Mereka sedang duduk santai di taman, di depan jurusan mereka.
"Gue lebih penasaran dengan Erick, sehebat itu kah dia" tanya Diky.
"indera dia semakin tajam, seperti juga Zombie, tapi dia masih tetap manusia kan? kelebihannya tuh dia mempunyai pirasat Zombie juga" tutur Dina.
"betapa sulitnya hidup yang dijalaninya beberapa tahun terakhir" komentar Dina.
"ah,, gak juga" tiba-tiba terdengar suara dibelakang mereka. Ternyata Icha yang berbicara, cewek yang di taksir Diky, otomatis membuat cowok itu salah tingkah.
"sejak kapan Lo ada disitu" ujar Eno tidak suka.
"baruuuu aja" kemudian Icha duduk disamping Eno, membuatnya bergeser sedikit karena Eno tidak menyukai Icha yang menurutnya sok kenal sok akrab.
"apa maksud ucapanmu tadi" tanya si kembar serempak.
"Erick tidak akan kesulitan menjalani kehidupannya yang super, dia menjadi manusia yang kebal, indera perasa yang meningkat dari manusia normal lainnya, dan juga dia tidak akan menua"
"kok tau" tanya Eno, yang bertekad tidak akan mengajak cewek itu bicara
"karena aku mendengar kalian dari atap itu" tunjuknya kebangunan di disamping kampus mereka, hotel berlantai lima.
"ja,,jadi, jadi, Elooo" gagap Diky.
"yap, aku sama dengan Erick"
"kamu kenal sama Erick?" tanya Dina.
"tidak, tapi aku baru saja mendengar kalian membicarakannya, dan aku sangat paham dengannya kenapa tidak mau berlama-lama dengan kalian. Bau sikembar sangat menggiurkan, bahkan aku sekarang hampir meneteskan air liur" seringainya licik. Sikembar dan Eno kaget, kemudian kabur menjauhi Icha, sedangkan Diky terdiam terpaku.
"BUMMM!!" teriak Icha mengagetkan, membuat Diky terjatuh lalu kabur menyusul teman-temannya. Icha terbahak-bahak melihatnya, kemudian dia menatap keatap yang ditunjuknya tadi, tersenyum. Ada seorang pria yang memperhatikannya dari tadi, dia adalah Erick.
...THE END...
Erick dan Icha alias Cecelia, berjalan santai menuju sebuah gang gelap. Walaupun tempat itu gelap karena saat itu tengah malam, dan tidak ada satu pun lampu di sekitarnya, tapi dengan jelas mereka melihat ada seorang pria yang menyantap manusia dengan lahapnya. Pria itu adalah Dimas, untuk membunuh orang-orang seperti mereka, waktu seperti ini lah yang pas. Ketika mereka sedang makan dengan lahap, mereka sedikit lengah. Dengan mudah Erick menebas kepalanya sampai putus kemudian Cecil menginjaknya sampai hancur, itulah pekerjaan mereka. Keliling kota, bahkan negri, untuk membasmi monster yang bersembunyi.
ya kk
smgt terus..brjg ...
dada
kkk ee..ditggu loo kmntnya😆😆😆