NovelToon NovelToon
LEON'S SECRET GIRLFRIEND

LEON'S SECRET GIRLFRIEND

Status: tamat
Genre:Ketos / Dikelilingi wanita cantik / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: aufaerni

Rebbeca Alisia, atau yang akrab disapa Becca, adalah gadis berbadan besar yang sering menjadi sasaran ejekan teman-temannya di sekolah. Dia adalah kekasih tersembunyi dari Leonardo, siswa populer di sekolahnya yang biasa dipanggil Leon. Pria playboy dengan banyak pesona ini, harus berpacaran dengan Becca selama sisa masa sekolah mereka, satu setengah tahun, hanya karena kalah dalam taruhan yang dia dan tiga sahabatnya lakukan.

Apakah Becca bisa bertahan dalam hubungan dengan Leon, yang hanya menganggapnya sebagai gadis simpanan, Ataukah dia akan memilih untuk pergi, meninggalkan Leon dan semua kesedihan yang ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aufaerni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMUAN

Tidak lama setelah Rebecca pergi, Justin pun tiba di toko buku miliknya dan Salma. Pria itu berjalan masuk ke toko dengan tatapan datarnya.

"Dari mana, sih, lo?" tanya Salma, menatap Justin dengan pandangan penasaran.

"Ya, dari rumah. Mau dari mana lagi!" jawab Justin, suaranya datar sambil meletakkan beberapa buku mata kuliahnya di atas meja.

Salma tampak kesal. Andai saja tadi Justin datang lebih cepat, mungkin sepupunya itu bisa bertemu dengan Rebecca.

"Harusnya lo datang lebih cepat," ujar Salma, suaranya penuh penyesalan.

"Kan ada lo, Sal. Ngapain gue harus buru-buru datang," balas Justin, nada suaranya menunjukkan ketidakpeduliannya.

"Tadi ada Rebecca, tapi sayangnya Leon juga ada," ucap Salma, suaranya sedikit bergetar saat memberi tahu kehadiran Rebecca.

Justin, yang awalnya tidak peduli, seketika menatap Salma dengan wajah serius, matanya memancarkan rasa penasaran.

"Lo gak lagi bercanda, kan?" tanya Justin, nada suaranya penuh kecurigaan.

"Emang tampang gue kayak lagi bercanda?" balas Salma, nada suaranya menunjukkan rasa kesal karena dikira bercanda.

Justin sungguh tidak menyangka bahwa Rebecca berkunjung ke toko buku mereka. Pria itu terdiam, merasakan keterkejutannya. Dia sungguh senang mendengar kabar itu. Dia tak perlu mencari Rebecca lagi, tapi wanita itu yang pergi ke mari.

"Gue dan Becca bertukar nomor handphone. Jadi, kalo lo mau, bisa minta sama gue," ucap Salma sebelum pergi.

"Kirim gue nomor handphone miliknya," jawab Justin, suaranya penuh harap saat meminta Salma.

Salma pun pergi, memberi tanda 'OK' pada sepupunya itu dengan senyum lebar.

Justin berencana menghubungi Rebecca segera. Dia tidak sabar, antusiasme terpancar dari matanya saat membayangkan mendengar suara wanita yang sangat dia rindukan.

Rebecca tengah duduk sendiri di taman, menunggu jam kelasnya dimulai. Wanita itu tengah asik membuka handphone miliknya dan membuka akun media sosial milik sang ayah yang sangat dia rindukan.

"Aku sungguh merindukan Ayah, Ibu, dan juga Nayla. Lama sekali tidak mendengar omelan dan juga tatapan sinis mereka padaku," ucapnya seorang diri.

Sudah satu setengah tahun berlalu sejak Rebecca meninggalkan rumah itu. Banyak sekali kenangan yang dia lalui, walau isinya lebih banyak buruk. Namun, di sisi lain, ada beberapa momen yang akan selalu dia ingat, seperti saat-saat bersama Bi Asih, wanita yang telah merawatnya dari dia baru dilahirkan sampai usianya menginjak 17 tahun.

"Sendiri aja, Neng," sapa Daniel, yang tiba-tiba ada duduk di samping Rebecca.

Rebecca yang menyadari kehadiran Daniel pun buru-buru menyembunyikan handphone miliknya dengan memasukkannya ke dalam tas.

"Sedang apa kau kemari?" tanya Rebecca, tampak heran.

"Gue lagi bosan nunggu kelas. Pas gue jalan, liat lo disini, ya gue samperin deh," jawab Daniel dengan santainya.

"Kau tidak takut dengan Leon?" tanya Rebecca, tampak heran.

"Apa? Hahaha, ya gak lah, mana mungkin Leon cemburu. Lagian, lo bukan tipe gue, Becca. Jadi, santai aja, gak usah tegang," jawab Daniel sambil bergelak tawa.

Rebecca pun menjadi salah tingkah. Ucapan Daniel ada benarnya juga. Mana mungkin Daniel mau merebut wanita jelek seperti dirinya. Bahkan Leon saja hanya menganggapnya sebagai mainan saja, walaupun mereka secara hukum telah sah menjadi suami istri.

"Lo ngapain sendiri di sini? Gak takut sama pohon beringin itu?" tunjuk Daniel pada salah satu pohon beringin yang berada di dekat mereka.

"Tidak ada hantu di siang hari seperti ini. Kau ada-ada saja," ucap Rebecca, menggelengkan kepalanya.

"Yakin? Bukannya cowok lo hantu, ya? Hahaha," balas Daniel, tertawa lagi.

Rebecca hanya tersenyum saja mendengar lelucon yang baru saja dilontarkan oleh Daniel padanya. Tidak ada sedikitpun keinginannya untuk tertawa karena hal itu tidaklah lucu tapi dia mencoba mengapresiasi lawakan Daniel yang tidak lucu itu.

Sejauh ini, Daniel dan Fano adalah orang yang paling ramah dari geng Leon. Mereka berdua beberapa kali menyapa Rebecca dengan ramah. Walau saat SMA, Daniel termasuk orang yang paling sering membully-nya, tapi seiring berjalannya waktu, Daniel sudah sedikit berubah, walau jahilnya masih ada.

"Lo termasuk lama sih, menurut gue, pacaran sama Leon," ucap Daniel, suaranya penuh keheranan, yang masih mengira Rebecca dan Leon berpacaran.

"Ehem, Daniel, aku pergi dulu ya. Kelasku akan dimulai lima menit lagi. Sampai jumpa," ucap Rebecca, pamit pergi, suaranya lembut dan bersemangat.

"Eh, kok lo pergi sih? Gue baru datang nih!" ucap Daniel, memanggil Rebecca dengan nada kecewa.

Tapi Rebecca terus saja pergi menjauhi Daniel. Gadis itu tidak mau membicarakan tentang hubungannya dengan Leon pada orang-orang di sekitarnya. Dia takut salah bicara dan membuat Leon marah padanya.

Rebecca memilih pergi ke perpustakaan. Menghindari Daniel adalah keputusan yang tepat baginya. Wanita itu mencari tempat yang tenang untuk dirinya membaca buku yang baru dibeli tadi pagi di toko milik Salma.

Saat tengah asyik membaca buku, tiba-tiba handphone miliknya bergetar. Rebecca pun mengambil dan melihat satu pesan masuk dari orang yang tidak dia kenal.

"Nomor siapa ini?" ucapnya pelan, suaranya penuh kebingungan.

"Tidak mungkin ini nomor handphone Salma. Dia bilang nomor handphone miliknya sudah disimpan," gumam Rebecca, suaranya penuh keraguan saat kembali mengecek kontak miliknya.

Setelah dia cek, nomor handphone itu bukanlah milik Salma, karena ternyata nomor Salma sudah dia simpan di dalam kontak.

Merasa penasaran, Rebecca pun mencoba membalas pesan singkat itu.

"Halo kamu siapa, dan mendapatkan nomor handphone ku dari siapa?" isi pesan Rebecca bertanya.

Tidak lama, pesan balasan masuk, "Jika kau penasaran dengan ku, ayo kita bertemu di Cafe Rembulan, tepat pukul 18.00."

Rebecca yang mendapatkan pesan singkat itu merasa semakin heran. Dengan rasa penasaran yang luar biasa, wanita itu mencoba menghubungi nomor tersebut, tapi kemudian nomor itu tidak aktif, hingga membuatnya semakin penasaran, siapa gerangan yang menghubunginya.

"Siapa dia? Tidak mungkin itu Salma. Apakah itu Justin?" ucapnya, penuh dengan kebingungan dan keraguan.

Pada sore harinya, Rebecca pun pergi ke tempat di mana orang itu mengajaknya untuk bertemu. Tiba di tempat tersebut, Rebecca pun duduk di salah satu tempat yang kosong sambil menunggu orang itu datang.

Seorang pelayan datang menghampiri Rebecca dan menyodorkan buku menu. Rebecca pun memesan jus jeruk saja, karena kebetulan sebelum datang ke sini, dia sudah makan di kantin kampusnya.

"Maaf telah lama membuatmu menunggu," ucap seseorang pria yang sangat Rebecca kenal suaranya.

Wanita itu menoleh dan mendapati Justin tengah menatapnya dengan senyum sumringah. Pria itu pun lalu duduk di depannya dan merebut buku menu dari tangan Rebecca.

"Nona, tambahkan jus jeruk satu lagi dan nasi gorengnya dua," ucap Justin pada pelayan tersebut.

"Ada lagi?" tanya pelayan itu.

"Kau ingin memesan lagi?" tanya Justin pada Rebecca.

Rebecca yang awalnya diam tertegun, akhirnya kembali sadar. "Ah, tidak! Itu saja," jawab Rebecca, sedikit gugup.

Pelayan itu pergi dan sekarang hanya menyisakan Rebecca dan Justin. Kedua orang itu diam sejenak, mencoba menyesuaikan situasi yang ada.

"Lo apa kabar? Lama ya kita gak ketemu?" tanya Justin, memecah keheningan.

"Aku baik, Justin. Kau sendiri kabarnya bagaimana? Aku sungguh bahagia mendengarmu dan Salma sudah memiliki bisnis bersama," ucap Rebecca sambil tersenyum.

Justin pun tersenyum mendengar kabar Rebecca yang baik. Selama ini dia sangat penasaran dengan kabar wanita di depannya. Karena setelah lulus SMA, Rebecca benar-benar menghilang.

Justin pernah mencari ke apartemen itu, tapi ternyata mereka sudah pindah. Hingga sekarang dia bertemu dengan Rebecca lagi, rasanya berjuta-juta bahagia, apalagi memandang senyuman Rebecca yang tidak pernah berubah masih malu-malu.

Situasi yang awalnya canggung pun segera mencair ketika Justin melontarkan lelucon-lelucon yang dia miliki.

Tidak lupa, pria itu menceritakan awal mula bagaimana dirinya dan Salma bisa memulai bisnis bersama.

Hingga ke topik yang kembali membuat suasana yang sempat cair kembali canggung saat Justin mengungkit nama Leon, pria yang telah menjadi suaminya. "Gue gak nyangka, lo sama Leon masih pacaran. Gue kira dia bakal mutusin lo setelah kelulusan waktu itu," ucap Justin, mencoba memaksakan senyumnya.

Rebecca yang tengah menyantap makanan pun hanya bisa tersenyum simpul. Tadi pagi dia menghindari Daniel, malah sekarang Justin yang kembali memulainya.

"Kau sudah memiliki kekasih?" tanya Rebecca, mengalihkan pembicaraan.

"Calon kekasih gue lagi sama kekasihnya, Becca. Dia belum putus, mana bisa gue ambil," balas Justin sembari terkekeh, berusaha mencairkan suasana lagi.

Tapi kali ini sepertinya gagal, karena suasana malah semakin canggung saat Justin berbicara seperti itu.

Tampak jelas dari wajah Rebecca bahwa dia sedikit tidak nyaman dengan topik pembicaraan ini. Setelah itu, tidak ada pembicaraan lagi antara mereka berdua. Nampak Rebecca terlihat buru-buru menyelesaikan makan malam mereka berdua.

Justin pun menyadari ketidak nyaman Rebecca hingga dia merutuki kebodohannya,"Justin bego, ngapain juga lo bahas si singa!!" ucapnya dalam hati.

"Makasih ya, Justin, atas traktirannya," ucap Rebecca sebelum pulang.

"Lo yakin gak mau gue antar?" tanya pria itu, menawarkan tumpangan untuk Rebecca.

Rebecca menggeleng, menolak. "Terima kasih, Justin, atas tawaranmu, tapi aku sudah memesan taksi online," jawab Rebecca.

Justin pun mengerti. Pria itu pun membiarkan Rebecca pergi.

"Hati-hati ya. Next pertemuan kita semoga bisa lebih cair lagi suasana," ucap Justin pada Rebecca.

Rebecca mengangguk dan tersenyum. Tidak lama, taksi online-nya pun tiba. Rebecca pun menghampiri Justin dan memeluknya sebelum wanita itu masuk ke dalam mobil.

Justin pun membalas pelukan Rebecca dengan begitu eratnya. Setelah itu, Rebecca melepaskan pelukan mereka dan masuk kedalam mobil tersebut. Dia pergi, meninggalkan Justin yang masih berdiri di depan cafe tempat mereka pertama bertemu setelah sekian lama tidak bertemu.

Pria itu memandang dengan tatapan nanar kepergian Rebecca. Dia masih memiliki cinta untuk wanita itu dan sampai sekarang pun rasa cinta padanya tidak pernah luntur sedikitpun.

1
Vindy swecut
karya novel nya akak keren2 👍🏻👍🏻❤️
D Mamie...
luar biasa
Rahman Padaka
becanda kasihan 😭😭
Bian
Please kalian balikan ya
Bian
Bilangnya gk mau terlibat lagi tapi nyuruh Nayla culik ashley 🤬
zeykiera
jadi sedih/Sob/
Bian
Knp jadi asing padahal dulu sahabatnya 🤧
zeykiera
/Good/
Rafika Adami
buat leo myesal
Bian
Gitu bngt emaknya
Bian
Knp harus di jahit sih
PutraNajwa
🤣🤣🤣
mampus... itu baru peringatan loh buat loe nathan.
tunggu pembalasan berikut karmanya ya.
oh si leon juga tunggu jatah loe.😈😈😈
joyji
Nathan saiko
joyji
Nathan jahat bnget
PutraNajwa
ya ampun.
iblis banget ya so nathan itu.
lagi nunggu karma untuk orang2 yg udah jahatin rebecca thor
Ria Nasution: kapan Nathan dapat balasan atas perbuatannya gitu thoor dah terlalu gregetan liat tingkah nya
total 1 replies
@long-distance
klo stefano d bikin berubah jahat suatu saat.. mari kita santet online kkak othor nya...😆😆😆😆😆
Ria Nasution
semoga Stefano tidak berubah ke depannya dan tulus dengan Rebecca
@long-distance
sulap si becca jd cantik dong thorr.. jngan dekil mulu... masa udah hidup d luar pnampilan tk berubah..
joyji
lnjut thor
Yarni Manao
karma di bayar tunai Leon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!