NovelToon NovelToon
Crazy Obsession

Crazy Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Romansa / Identitas Tersembunyi / CEO
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: xyniee

Berbagai cara telah dilakukan Angelica Jane untuk kabur dari neraka yang disebut sebagai rumah itu dan ribuan kali pula dirinya gagal dalam usaha pelarian. Tak sekali dua kali, bahkan berkali-kali. Vincent Federico-- iblis berkedok paras malaikat itu merenggut kebebasannya.

Sampai ketika, seorang pria misterius tiba-tiba datang dan membawanya pada sebuah kenyataan yang tak terduga. Kenyataan tentang rahasia masa kecilnya yang selama ini tidak diketahuinya sama sekali.

Memori serta ingatan asing perihal kejadian di masa lalunya mulai bermunculan, seolah ingin mengungkap dan mengingatkannya akan suatu hal yang selama ini dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xyniee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34. Pulang?

Hari demi hari terus berganti, tetapi kesehatan Jane masih tak ada kemajuan sama sekali. Gadis itu nampak nyaman dalam tidur panjangnya, seolah enggan untuk bangun walau sekedar menggerakkan seujung jarinya. Ada saat dimana detak jantungnya tiba-tiba melemah tanpa alasan, menjadikan David bekerja keras selama lima jam tanpa henti untuk membuat detak jantungnya kembali stabil.

Nicholas yang mendengar kabar bahwa adiknya kritis langsung pergi ke mansion Vincent, kakinya melangkah terburu-buru guna memasuki ruangan tepat dimana David baru saja selesai menangani Jane. Pria itu cukup pening dibuatnya, lagi-lagi tubuh gadis tersebut seolah menolak semua obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh. Seakan pemiliknya sudah menyerah, memilih untuk mati perlahan.

Namun, sebagai seorang dokter tentunya David berusaha semaksimal mungkin hingga pada akhirnya berhasil membuat kondisi Jane stabil kembali. Nicholas memandang adiknya yang terbaring di kasur tanpa bisa melakukan apapun, matanya senantiasa tertutup menyembunyikan binar hitam miliknya yang mempesona.

“Ada apa dengan Adikku?” tanyanya panik.

David sejenak terdiam.

“Aku juga tidak mengerti, itu terjadi secara tiba-tiba diikuti oleh daya tahan tubuhnya yang melemah.”

Nicholas mengelus rambut adiknya dengan halus, memandang Jane penuh kekhawatiran yang menumpuk. Berbagai pikiran negatif selalu menghantuinya, terutama dengan kondisi sang adik yang masih dalam keadaan kritis. Tidak ada kepastian yang menjamin bahwa Jane bisa segera bangun dari koma, hal ini yang menyebabkan Nicholas berpikir apakah dia bisa membawa adiknya pergi untuk melakukan pengobatan lain dengan caranya sendiri.

Sayangnya hal itu tidak bisa, keadaan Jane sangat tidak memungkinkan jika berada dalam kendaraan terutama di waktu yang lama. Bisa saja ketika di jalan ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti kondisi yang memburuk, tetapi tak ada cukup peralatan medis yang lengkap dan hal itu bisa sangat membahayakan nyawanya.

Nicholas hanya bisa menunggu dan menunggu, dia juga diam-diam melakukan pencarian terhadap ayahnya yang berhasil lolos kemarin. Hutan tersebut ditelusuri olehnya tanpa terlewat sedikit pun, sayangnya Jason benar-benar pesembunyi yang handal. Tampaknya, untuk saat ini kondisi adiknya lebih yang menjadi utama. Dia bisa mengurus Jason nanti.

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ***

David melangkah masuk ke dalam ruang kerja Vincent, pria itu sedikit kebingungan karena adiknya tiba-tiba ingin bicara empat mata dengannya.

“Sampai kapan kau akan menyembunyikannya?” celetuk Vincent.

Hal itu sontak membuat David kebingungan dengan pertanyaan yang dilontarkan.

“Apa maksudmu?”

Vincent tersenyum tipis.

“Aku bukan anak-anak yang bisa kau bodohi lagi,” ujarnya.

David masih tak paham, tetapi detik berikutnya dia mulai menyadari sesuatu. Namun, dia tak yakin tentang hal itu. Jika pun memang benar, bagaimana Vincent mengetahuinya? Dia bahkan belum mengatakan tentang apapun pada sang adik, jadi rasanya tidak mungkin. Sayangnya David melupakan satu hal, sebesar apapun usahanya dalam menyembunyikan sesuatu, pasti akan terungkap dikemudian hari cepat atau lambat.

Vincent mendongak, “Hari ini perusahaan kedatangan tamu. Mereka sepasang suami istri, keduanya datang ke V.F holding corp dengan santainya dan mengaku-ngaku sebagai orang tua kita.”

David membeku.

Mata elang pria itu memindai raut wajah kakaknya, lalu tersenyum sinis menyadari perubahan ekspresinya yang terlihat jelas. Vincent bangkit dari kursi, melangkahkan kakinya menghampiri David dan berdiri tepat di sampingnya.

“Aku tidak tahu alasan apa yang akan kau gunakan saat memberi penjelasan nanti, tapi sekarang lebih baik kau ikut aku pergi ke perusahaan.”

Vincent segera pergi dari sana, meninggalkan David yang masih dalam keterdiaman. Pria itu melihat punggung adiknya yang menghilang di balik pintu.

“Jadi benar, kau sudah mengetahuinya.” Sejenak dia menghela napas.

“Vincent, bagiku kau masih Adik kecilku. Ada banyak hal yang tidak kau ketahui, selama ini aku memang menyembunyikannya demi kebaikan kita bersama. Sebab kau belum tahu, bagaimana mereka yang sebenarnya.”

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ***

Iris hitamnya mengedar, dengan bingung memperhatikan tempat apa ini. Perlahan kakinya melangkah maju, melihat lantai yang dipijaknya berubah warna menjadi putih. Jane cukup terkejut, jari jemari kakinya sedikit mengerut merasa agak aneh dengan lingkungan di sekelilingnya.

Gadis itu tiba-tiba menghentikan langkahnya, menundukkan kepala sembari melihat kedua tangannya yang pucat dan sedingin es. Kepalanya terangkat, menatap jalan lurus di hadapannya yang seperti memberi arah untuk mengikuti jalan tersebut.

Sayangnya Jane hanya diam, ia tak berniat bergerak dari tempatnya sama sekali. Gadis itu hanya menatap jalanan tersebut tanpa ekspresi, seolah sudah tahu kemana ia akan diarahkan. Hatinya berkata untuk pergi mengikuti jalan itu, tetapi akalnya mengatakan agar mengabaikannya dan berpikir lebih baik tidak pernah kembali lagi.

Jane berada diambang kebingungan, ia tak tahu harus berbuat apa. Jiwanya seperti terkurung di tempat ini, hanya ada satu jalan keluar. Namun, hati dan pikirannya tidak selaras dalam mengambil keputusan. Menjadikan dirinya berdiri di sana seperti orang bodoh, menatap kosong tanpa bergerak sedikit pun.

“Maafkan aku.”

Jane kaget mendengar suara tersebut, kepalanya menoleh mencari dimana sumber suara itu berasal. Namun, ia tidak melihat apapun. Hening menyelimuti keterdiamannya, hatinya merasa hampa dan kosong disaat bersamaan. Hingga suara yang sama kembali terdengar, Jane dibuat kebingungan.

“Aku sangat ingin membawamu pergi, tapi kondisimu sangat tidak bagus untuk perjalanan jauh.”

Ia merasa seperti mengenal suara itu, rasanya sangat tidak asing dan pernah mendengarnya. Akan tetapi, Jane tak dapat mengingat siapa pemilik suara tersebut. Kepalanya kembali menunduk, diikuti tubuhnya yang perlahan merosot ke bawah dan duduk di tengah-tengah sorot cahaya putih yang mengenai tubuhnya.

“Aku Kakak yang buruk, benar begitu?”

Jane mengernyit bingung, kakak?

“Aku tidak bisa menjagamu dengan baik, kau sudah terlalu lama hidup dalam kesendirian dan tekanan dari pria brengsek itu.”

Siapa yang dimaksud dengan pria brengsek? Jane masih tak mengerti, kedua kakinya ditekuk sejajar lalu memeluk kakinya dengan wajah ditenggelamkan dalam lipatan tangan.

“Kau Adik dan keluargaku satu-satunya, kau tak mungkin akan meninggalkanku sendirian di sini bukan?”

Lagi, suara itu terus berlanjut dan seperti ingin mengajaknya berbicara meski Jane tidak merespon. Mulutnya terasa kelu untuk bicara, rasanya sangat berat mengeluarkan sepatah kata dari bibirnya. Gadis itu hanya ingin diam seperti ini, merenung dan melamun dengan pikiran kosong.

“Pasti rasanya sangat sakit, 'kan? Tolong maafkan Kakakmu ini karena telah lalai dalam menjagamu, aku ... aku benar-benar minta maaf.”

Jane tak mengerti, mengapa orang itu terus mengucapkan kata maaf berulang kali.

“Ah, apa aku terlalu banyak bicara? Namun, ini yang harus aku lakukan untuk membuatmu sadar. Aku harus meyakinkanmu agar segera bangun, aku berjanji saat kau membuka matamu nanti aku akan berada di sampingmu dengan senyuman hangat. Menantimu dalam kesunyian, tak peduli berapa lamanya itu.”

1
Rendy
baguss banget alur cerita nya bagusss
ayfujoakut
Lumayan
ayfujoakut
Biasa
SK
lanjut thor
arafaq_9
semangat thor ❤
SK
alur yg sangatttttttt tidak membosankan,,, luar biasa sekali.terus up ya thor
xyniee_: thank youuuuu🥹🥹💗
total 1 replies
SK
ayooo kak up lagi
xyniee_: malam ini up yaaa💗
total 1 replies
Nia
semangat thor...lanjut
xyniee_: tunggu yaa!
total 1 replies
YAMEROO
semangat thor
xyniee_: terima kasih banyak atas dukungannya! tetap ikuti cerita ini yaa!✨
total 1 replies
meymey
maaf kepijit
xyniee_: waduh, kenapa bisa kecewa nih kak?🙏
total 1 replies
meymey
Buruk
xyniee_: aduh kenapa nih kak, boleh tolong jelaskan kenapa buruknya?😐
total 1 replies
Yaniesulis Ahlame
aduuh jangan deh Thor.. suka bgt sama y posesif thor
Yaniesulis Ahlame
kasihan vincent
xyniee_: nanti kita buat dia lebih kasihan gimana?😂
total 1 replies
miaMalaysia
to long bagi tajuk novel heroin dia nama Thalia plsssssss , kalau tahu laa;)
xyniee_: eh gimana gimana?
total 1 replies
Yaniesulis Ahlame
tak menunggu Jane merasa cemburu ke vincent/Drool//Drool//Drool/
xyniee_: dia penasaran aja itu kok/Chuckle/
total 1 replies
xyniee_
/Drool/
xyniee_: terima kasih banyak! terus ikuti cerita ini ya, dukunganmu sangat berharga!
total 2 replies
Teriablackwhite
iblis kek Vincent gak papa sih Thor, aku mah ikhlas sumpeh
Teriablackwhite
Bibir berkata Angelica Jane, otak mengatakan Angelina Joly 😭 mian thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!