Seorang ibu tiri tega menjual anaknya untuk di jadikan persembahan tumbal demi kekayaan, sang ibu tiri melakukan perjanjanjian dengan raja vampire yang di kenal sebagai raja predator paling berkuasa.
Callista, dia adalah gadis cantik yang akan di persembahkan, dan ternyata dia terpaksa harus menikah dengan Sang Predator
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ELLIOT TIBA DI MANSION LUCAS
"Tok... Tok... Tok...!!"
"Tuan Lucas, Lazarus kembali dengan membawa Elliot. Kondisi Elliot tidak baik." Kata Zelom.
Lucas melihat ke arah pintu yang tertutup, dan melihat ke arah Callista, ia menjadi gusar, dengan semua keadaan dan peristiwa yang juga membuatnya cemas.
Kemudian, Lucas pun keluar, dengan melihat ke arah istrinya lebih dulu. Callista meringkukkan tubuhnya karena ketakutan.
Ketika Lucas keluar dari kamar Callista, ia melihat Seina dan Tifani masih berada di depan kamar Callista, saat itu pun ada Zelom.
"Callista... Dia... Sudah sadar." Kata Lucas.
"Benarkah Pangeran!!!" Seina dan Tifani memekik senang.
"Tapi dia kehilangan ingatannya dan tak mengenaliku, tolong jaga Callista dulu. Katakan bahwa kalian manusia." Kata Lucas.
"Baik Tuan." Kata Seina dan Tifani.
Zelom yang mendengar itu terkejut, ia melihat ke arah Lucas, wajah itu sangat sedih dan seperti putus asa.
"Dimana Elliot." Tanya Lucas.
"Ada di kamar Tuan." Zelom pun membawa Lucas menemui Elliot.
Sedangkan Seina dan Tifani, perlahan ia masuk ke dalam kamar, mereka melihat Callista yang meringkuk ketakutan.
"Nona Callista... Ini kami." Kata Seina.
"Nona Callista... Apa anda mengingat kami? Saya Tifani dan ini Seina. Kami adalah manusia, kami selalu melayani anda." Kata Tifani.
Perlahan Callista mengangkat kepala dan melihat ke arah kedua wanita yang ada di hadapannya.
"Kalian... Manusia? Benarkah?" Tanya Callista.
"Benar Nona... Kami manusia... Kami selalu melayani anda... Apakah anda mengingat kami?" Tanya Tifani perlahan mendekati Callista.
Seina mengangguk cepat pertanda mengiyakan kalimat Tifani, ia masih berdiri, Seina khawatir membuat Callista ketakutan.
"Jadi... Apakah benar... Saya... Sudah menikah? Dengan..." Tanya Callista.
"Benar Nona... Ada banyak tragedi dan kejadian besar, sehingga membuat anda lupa ingatan, tapi saya pastikan, anda sangat mencintai Tuan Lucas Nona... Anda bahkan rela mengorbankan diri anda untuk Tuan Lucas, saya berani bersumpah demi apapun....!!!" Kata Seina menangis.
Callista menggigit bibirnya, ia melihat ke arah Tifani yang berlutut di tepi ranjang dengan kedua tangan Tifani memegangi tepian ranjang, terlihat Tifani begitu sedih dan terpukul melihat kondisi Callista yang tak mengingat siapapun.
Perlahan Seina juga mendekat kini, Seina berlutut di sebelah ranjang di sisi lain.
"Nona Callista, kami adalah manusia, percayalah pada kami. Anda sangat mencintai Tuan Lucas, meski Tuan Lucas Vampire, dia... Tidak meminum darah manusia..." Kata Seina.
"Lalu, jika mereka tidak meminum darah manusia, apa yang para Vampire minum?" Tanya Callista.
"Hanya Tuan Lucas serta para Ksatria setia nya, Vampire yang tidak meminum darah manusia, dan mengganti dengan darah hewan, dan untuk Vampire yang lain masih tetap sama."
"Aku... Masih tidak bisa mengingat apapun....!" Kata Callista mencengkram rambut pajangnya.
"Nona Callista... Jangan menyakiti diri anda..." Kata Seina.
Tifani juga langsung tersentak dan meraih tangan Callista.
"Nona, pelan-pelan, kami akan menceritakan semuanya, anda percaya pada kami bukan?" Tanya Seina.
"Aku... Sebenarnya... Masih belum bisa percaya, tapi aku ingin mendengar semua ceritanya... " Kata Callista.
Seina dan Tifani menganggu dengan mata berbinar dan senyuman lebar, meski mata mereka basah karena air mata.
Perlahan demi perlahan, Seina dan Tifani bercerita, sedikit demi sedikit, Callista mulai mendengarnya, meskipun terkadang kepalanya sakit karena ia memaksa untuk mengingat, dan tak ada ingatan apapun ya g terekam dalam memorinya.
Di kamar Elliot, Lucas sudah melihat keadaan Ksatrianya yang begitu ia sayangi bagaikan adik sendiri.
"Elliot... " Panggil Lucas.
"Pangeran... Tuanku... Maaf... Saya... Ter.. Luka." Kata Elliot.
Lucas mengangguk dan meraih tangan Elliot, ia menggenggamnya sedikit, tangan Lucas yang hangat kemudian menjadi sedingin es.
Suhu dingin itu lalu merembet melalui lengan Elliot, dan kemudian menyebar pada tubuh Elliot, otot-otot urat syaraf Elliot di seluruh tubuh sudah menghitam, awalnya hanya ada di leher dan wajah karena Alaric hendak memutar kepala Elliot namun kemudian menjalar ke seluruh tubuh Elliot, itu adalah pertanda jika sel-sel syaraf vampire nya telah terluka dan akan meledak.
Bahkan, syaraf-syaraf otot bagian leher milik Elliot yang tadinya berwarna hitam pekat kini sudah berubah menjadi merah seperti bara api yang siap membakar dan meledak.
Namun, karena para Ksatria telah bersumpah dan mencampur darah mereka dengan darah Lucas, maka hanya Lucas yang menjadi Tuan mereka, yang dapat menyembuhkannya.
Suhu dingin itu membuat tubuh Elliot di tutupi oleh es-es yang seperti salju, Lucas masih menggenggam sedikit tangan Elliot, dan terus menyalurkan suhu dingin tersebut.
Pada akhirnya tubuh Elliot pun tertutupi oleh es dan akan membuatnya pada suhu minus.
"Dia akan sembuh, kita tunggu, Elliot adalah medis Vampire yang sangat hebat, dia tidak akan semudah itu kalah dan mati." Kata Lucas menyentuh es yang menutupi seluruh tubuh Elliot.
"Tuan, lalu bagaimana dengan Putri Callista." Tanya Zelom.
Lucas tak tahu harus menjawab apa dan harus bagaimana, pada kenyataannya, Callista bahkan tak mengingat dirinya bahkan jika itu ingatan sekecil apapun.
"Dia kehilangan ingatannya." Kata Lucas.
"Seperti kata Ratu Elizabeth, itu karena Putri Callista terlalu lama terjebak di dua dunia, dan tersegel dengan darah Alaric." Kata Lazarus.
"Semoga Putri Callista mengingat kembali." Kata Felom.
"Saya khawatir Putri Callista akan pergi." Kata Zelom.
"Dia tidak akan pergi, dan tak akan ku biarkan pergi, ketakutanku adalah, aku dan Alaric memiliki wajah yang sama persis." Kata Lucas.
"Pangeran, saya juga memikirkan hal yang sama." Kata Lazarus.
"Jadi jangan biarkan Alaric menemukan kita, kalian harus memasang pelindung dan terus memperbaiki pelindung nya, agar lokasi kita tak terbaca oleh Alaric serta Petrus." Perintah Lucas.
"Baik Pangeran Lucas." Kata semua Ksatria.
"Jaga Elliot, dan panggil para pengawal kita yang masih ada untuk berjaga di sekitar Mansion. Selama kita menunggu para pengawal kita datang, pastikan untuk berjaga 24 jam di luar Mansion, kalian bisa bergantian." Kata Lucas.
"Baik Tuanku, kami mengerti."
Para Ksatria mengangguk paham.
Lucas pun kemudian keluar, dan pergi menuju kamar Callista.
Ternyata saat itu Callista sudah tertidur, Seina dan Tifani menunggu Callista dengan sabar dan menemani Callista.
Lucas perlahan masuk.
"Dia tidur?" Tanya Lucas dengan suara rendah.
"Benar Tuan Lucas." Kata Seina.
"Pangeran ada yang harus kami sampaikan." Kata Tifani berbicara dengan intonasi serendah mungkin.
Sebelum pergi meninggalkan kamar Callista, Lucas cukup lama melihat Callista tertidur pulas, istri kecilnya terlihat begitu cantik namun juga terlihat begitu sedih, hal itu membuat Lucas merasa sangat bersalah dengan semua hal yang sudah terjadi.
Kemudian Lucas keluar dan bertemu dengan Seina serta Tifani setelah menutup pintu kamar.
"Pangeran, mmm... Maaf sebelumnya tapi, sepertinya anda tidak bisa tidur satu kamar dengan Putri Callista. Putri masih dalam suasana hati yang tidak baik." Kata Tifani takut Lucas akan marah.
"Benar Pangeran, maafkan kami, kami khawatir dan takut karena Putri Callista sepertinya memiliki keinginan untuk melarikan diri, jadi saya harap, pangeran mau menahan diri, agar Putri Callista percaya pada anda lebih dulu." Kata Seina menjelaskan dengan menutup mata dan menundukkan kepala karena takut pada Lucas.
"Aku mengerti. Kalian tidak perlu takut, laporkan saja semuanya padaku, aku tidak ingin membuat Callista ketakutan, dan kalian bekerja dengan baik."
Seina dan Tifani kemudian merasa lega dan saling berpelukan.
"Terimakasih Pangeran..." Kata mereka.
"Aku juga berterimakasih, jaga istriku dengan baik."
"Pasti pangeran!!!"
Lucas pun pergi ke ruangan nya sendiri, Vampire memang tidak selalu tidur, mereka hanya akan tidur 1 kali dalam 3 hari, Lucas memilih melihat beberapa berkas miliknya yang ada di meja kerja.
Itu adalah perjanjian-perjanjian kontrak, dan ia melihat perjanjian kontrak hitamnya dengan Abigail, dan sebentar lagi adalah malam purnama, Abigail harus menyerahkan hewan ternak, seperti kerbau hitam atau sapi putih.
Hal itu membuat Lucas mengingat tentang bulan purnama yang selalu menyiksa dirinya, setiap malam purnama, rasanya akan seperti berabad-abad lamanya, karena setiap bulan purnama, Lucas akan mengalami gejolak birahii yang tinggi, tentu saja itu juga akan terjadi pada Alaric, karena mereka sama-sama di kutuk.
Bersambung~
udah baca 3 karya othor tadi happy ending nya kurang😌 cuma 1 bab trus