NovelToon NovelToon
PEMURNIAN MUTLAK

PEMURNIAN MUTLAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Takindomaru

Lin Fan, seorang pemuda dari Clan Lin yang hampir punah, dilahirkan dengan meridian tertutup—cacat bawaan yang membuatnya dijuluki "Sampah Klan" selama 16 tahun. Dihina oleh tunangannya, dicampakkan oleh kerabat, dan dipaksa bekerja sebagai pelayan, Lin Fan hidup dalam bayang-bayang rasa malu.
Namun, nasib berubah ketika ia secara tidak sengaja menemukan sebuah Manik Giok Hitam berdarah di reruntuhan kuno keluarganya. Manik itu tidak memberinya kekuatan instan, melainkan kemampuan terlarang: "Pemurnian Mutlak". Ia bisa mengubah limbah qi menjadi esensi murni, menyempurnakan pil sampah menjadi obat dewa, dan melihat kelemahan setiap teknik musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Takindomaru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Sidang Darah dan Bayangan Masa Lalu

Matahari pagi menyinari Kota Qingyun dengan cahaya yang cerah, kontras tajam dengan kegelapan intrik semalam. Namun, udara di kota ini terasa berat. Warga berbisik-bisik di jalanan, mata mereka tertuju pada kediaman Clan Zhao yang gerbang utamanya dibuka lebar. Pasukan bersenjata lengkap berjaga di setiap sudut, bukan untuk menahan warga, tapi untuk menjaga ketertiban selama sidang Clan darurat.

Lin Fan berjalan memasuki kota melalui gerbang utama. Kali ini, ia tidak menyelinap. Ia mengenakan jubah sutra biru tua pemberian pelayan Zhao, dengan Token Perunggu Level Emas tergantung jelas di pinggangnya. Para penjaga yang biasanya akan menangkapnya tanpa ampun kini membungkuk hormat saat melihat token itu.

"Silakan lewat, Tuan Muda Lin," kata kapten penjaga dengan suara ragu-ragu namun penuh penghormatan. Status Lin Fan telah berubah drastis dalam semalam: dari buronan kelas teri menjadi tamu kehormatan Klan Zhao.

Bai Yun mengikuti di belakangnya, wajahnya masih tertutup tudung, tapi langkahnya lebih ringan. Beban rahasia yang dipikulnya selama bertahun-tahun akhirnya terangkat.

Mereka menuju Aula Utama Clan Zhao. Di sana, ratusan anggota klan, para tetua, dan perwakilan dari klan-klan kecil lainnya telah berkumpul. Suasana hening mencekam. Semua orang tahu bahwa hari ini akan menentukan nasib pewaris Clan dan arah politik Kota Qingyun.

Di tengah aula, terdapat sebuah panggung tinggi. Di atasnya, duduk Patriark Clan Zhao, seorang pria paruh baya dengan wajah tegas namun terlihat lelah. Di sisi kanannya, berdiri Zhao Tian dengan ekspresi datar. Di sisi kirinya, Zhao Wei diikat erat dengan rantai besi berukir rune penekan Qi, wajahnya bengkak dan matanya kosong karena shock.

Dan di barisan depan, sebagai saksi undangan, duduk Elder Mo dari Clan Lin. Wajahnya tenang, tapi Lin Fan bisa melihat ketegangan halus di rahangnya. Elder Mo tahu permainan telah berakhir. Rencananya untuk memecah belah dua Clan besar telah gagal total.

"Pengadilan dimulai!" seru seorang elder tua dengan suara lantang.

Zhao Tian melangkah maju. Dengan suara yang menggema, ia memaparkan semua bukti: surat-surat komunikasi dengan Elder Mo, catatan transaksi keuangan ilegal, dan kesaksian Bai Yun yang telah diverifikasi oleh ahli sihir Clan.

"Zhao Wei," kata Zhao Tian dingin, "telah mengkhianati kepercayaan klan, berkonspirasi dengan musuh, dan secara tidak langsung menyebabkan kematian saudara kandungnya sendiri, Zhao Feng. Hukumannya adalah pencabutan status kebangsawanan, penyitaan seluruh aset, dan pengasingan seumur hidup ke Tambang Batu Hitam di Utara."

Kerumunan bergumam kaget. Tambang Batu Hitam adalah neraka di bumi; hampir tidak ada yang bertahan hidup lebih dari lima tahun di sana.

Zhao Wei tidak mampu berbicara, hanya meneteskan air mata ketakutan.

Patriark Zhao mengangguk setuju. "Keputusan ini final. Bawa dia pergi."

Para penjaga menyeret Zhao Wei keluar. Tangisannya terdengar hingga jauh.

Setelah kekacauan reda, Patriark Zhao menatap ke arah kerumunan. Matanya mencari seseorang.

"Lin Fan," panggilnya.

Semua kepala menoleh. Lin Fan melangkah maju dari barisan belakang, berjalan dengan tenang menuju panggung. Tatapan ratusan orang tertuju padanya—ada kebencian, ada rasa takut, ada kekaguman, dan ada kebingungan.

"Kau telah membantu Clan Zhao menemukan kebenaran," kata Patriark Zhao. "Atas nama klan, aku menyatakan namamu bersih dari segala tuduhan. Selain itu, sebagai tanda terima kasih, Clan Zhao menawarkanmu posisi sebagai Tamu Penghormat (Guest Elder) tingkat rendah. Kau akan memiliki akses ke fasilitas klan dan perlindungan hukum penuh."

Ini adalah tawaran yang menggiurkan bagi siapa pun. Menjadi bagian dari Clan besar berarti sumber daya tak terbatas.

Tapi Lin Fan menggelengkan kepala pelan.

"Hamba menghormati tawaran Yang Mulia," kata Lin Fan dengan suara jelas. "Namun, hamba lebih memilih kebebasan. Hamba tidak ingin terikat oleh aturan klan. Tapi hamba menerima persahabatan klan Zhao. Jika suatu hari klan Zhao membutuhkan bantuan, hamba akan mempertimbangkannya."

Keheningan menyelimuti aula. Menolak tawaran Clan Zhao? Orang ini gila atau sangat percaya diri?

Patriark Zhao terkejut sejenak, lalu tertawa renyah. "Baiklah. Kebebasan adalah hak setiap individu. Mulai hari ini, Lin Fan adalah sahabat klan Zhao. Siapa yang berani menyentuh rambutnya, berarti menyatakan perang dengan kami."

Sorak-sorai tepuk tangan terdengar, meski sebagian besar berasal dari faksi Zhao Tian.

Lin Fan membungkuk hormat, lalu berbalik. Saat ia berbalik, matanya bertemu dengan mata Elder Mo.

Elder Mo tersenyum tipis, senyuman yang tidak mencapai matanya. Dia mengangkat tangannya sedikit, seolah-olah memberi salam, tapi jari-jarinya membentuk tanda tersembunyi: Awas.

Lin Fan membalas dengan tatapan dingin. Tunggu saja.

Sidang berakhir. Kerumunan mulai bubar. Lin Fan tidak tinggal lama. Ia memiliki tujuan lain.

Ia meninggalkan aula, diikuti oleh Bai Yun.

"Ke mana sekarang?" tanya Bai Yun.

"Perpustakaan Rahasia klan Zhao," jawab Lin Fan. "Zhao Tian sudah memberikan izin akses. Aku perlu mempelajari sesuatu sebelum menghadapi Elder Mo."

Perpustakaan Rahasia Clan Zhao terletak di menara tertinggi kediaman, dijaga oleh formasi sihir kompleks. Dengan token emas dan izin khusus, Lin Fan diizinkan masuk sendirian.

Di dalamnya, ribuan gulungan jade dan buku kuno tersusun rapi. Lin Fan tidak mencari teknik pertarungan. Ia mencari informasi tentang Elder Mo.

Setelah satu jam pencarian, ia menemukan sebuah buku catatan sejarah Clan yang tua dan berdebu. Di bab tentang "Konflik Internal Abad Lalu", terdapat sebutan singkat tentang seorang anak ajaib bernama Mo Han.

Mo Han, jenius alkimia dan kultivator elemen es. Dihukum mati karena dituduh mencuri artefak Clan. Keluarganya diusir. Namanya dihapus dari catatan resmi.

Lin Fan membeku. Mo Han? Nama yang sama dengan Patriark Sekte Es Langit yang warisannya ia temukan di gua?

Apakah mungkin Elder Mo adalah keturunan dari Mo Han yang selamat? Dan dendamnya terhadap dunia kultivasi, khususnya terhadap Clan-clan besar yang menindas keluarganya, adalah motivasi di balik semua intriknya?

Jika benar, maka Elder Mo bukan sekadar politikus licik. Dia adalah pembalas dendam yang telah menunggu puluhan tahun. Dan Lin Fan, dengan memiliki warisan Sekte Es Langit, adalah simbol hidup dari masa lalu yang ingin dilupakan atau dihancurkan oleh Elder Mo.

Atau... apakah Elder Mo justru ingin merebut warisan itu kembali?

Lin Fan menutup buku itu. Potongan puzzle mulai menyatu. Elder Mo mengetahui Lin Fan memiliki Manik Giok atau kemampuan pemurnian karena itu mirip dengan teknik kuno keluarga Mo. Dia ingin menggunakannya, atau menghancurkannya jika tidak bisa dikendalikan.

Lin Fan menyadari bahwa pertemuannya dengan Elder Mo nanti bukan sekadar konflik pribadi. Ini adalah benturan takdir sejarah.

Ia mengambil beberapa gulungan jade tentang teknik pertahanan mental dan ilusi, lalu keluar dari perpustakaan.

Saat ia keluar dari menara, langit mulai mendung lagi. Angin berhembus kencang, membawa daun-daun kering yang berterbangan seperti hantu.

Lin Fan tahu waktunya telah tiba.

Dia tidak akan menunggu Elder Mo datang. Dia akan mendatangi sarang singa.

"Bai Yun," kata Lin Fan saat bertemu temannya di halaman bawah. "Aku butuh bantuan terakhir."

"Apa itu?"

"Buatkan keributan di pasar utama siang ini. Sebuah ledakan kecil, asap, kekacauan. Tidak perlu korban jiwa. Hanya cukup untuk menarik perhatian semua penjaga kota dan Elder Mo keluar dari kediaman Clan Lin."

Bai Yun mengerutkan kening. "Itu berbahaya. Jika ketahuan..."

"Aku akan menyelesaikannya sebelum mereka sadar apa yang terjadi," potong Lin Fan yakin. "Percayalah padaku."

Bai Yun menatap Lin Fan lama, lalu mengangguk. "Baik. Aku akan melakukannya. Hati-hati, Lin Fan. Elder Mo bukan lawan biasa."

"Aku tahu," kata Lin Fan, tangannya mengepal erat. "Tapi kali ini, aku tidak sendirian. Aku punya masa lalu, aku punya kekuatan, dan aku punya alasan untuk menang."

Lin Fan berbalik, mengarahkan langkahnya menuju Kediaman Clan Lin. Menuju perpustakaan tua. Menuju pertemuan akhir dengan gurunya yang palsu.

1
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
✅️
Daryus Effendi
masih lai bosan baca nya jarna mulai bab ini mulai bertele tele.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!