NovelToon NovelToon
Duda Terpaksa Turun Ranjang

Duda Terpaksa Turun Ranjang

Status: tamat
Genre:Obsesi / Duda / Konflik etika / Tamat
Popularitas:331k
Nilai: 5
Nama Author: Kirana Pramudya

"Dewa, sebaiknya kamu menikahi Gita saja. Supaya tidak memutus kasih sayang dari Mamanya yaitu mendiang Tya. Kalau wanita lain, belum tentu dia bisa menyayangi Qinan."

Suara Bu Endang terdengar dan meminta Dewa untuk menikahi adik iparnya sendiri yaitu Gita. Dewa yang baru saja menjadi duda terpaksa Turun Ranjang.

Apakah tragedi turun ranjang ini akan berakhir bahagia? Atau hanya formalitas semata untuk memberikan kasih sayang dan membersamai tumbuh kembang Qinan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan yang Dewa Tunggu

Beberapa hari berada di Bintan membuat Dewa benar-benar merindukan Gita. Ada kalanya di malam hari, Dewa tidak bisa tidur. Terbiasa memeluk Gita, dan sekarang tidur sendiri rasanya sungguh tidak enak.

Bahkan beberapa malam, Dewa juga mendengus kesal. "Aku kangen kamu, Yang. Menunggu sampai hari Jumat rasanya begitu lama."

Dewa terlihat mengusap-usap wajahnya. Begitu merindukan Gita. Terlebih ketika berjauhan, rasa rindu seolah kian menggelora di dalam dada. Namun, Dewa tetap harus bekerja terlebih dahulu.

Hingga akhirnya, pada hari Rabu Malam. Ada pesan yang dikirimkan oleh Gita untuknya.

[Mas, besok aku akan susul ke Bintan. Sebaiknya, aku naik kapal jam berapa?]

[Bisa jemput di Pelabuhan kan?]

Pesan yang membuat wajah Dewa tersenyum cerah. Akhirnya, Gita mau untuk menyusulnya. Lagipula Kamis, pekerjaannya tidak banyak dan tinggal bersiap pulang hari Jum'at. Ketika Gita hendak menyusul, tentu Dewa sangat senang.

[Kapal jam 10.00 aja, Yang. Nanti aku jemput di Tanjung Pinang yah.]

[Makasih. Aku tunggu esok di pelabuhan.]

Agaknya pesan dari Gita membuat Dewa berbunga-bunga. Tak sabar segera esok supaya bisa bertemu dengan Gita. Walau sudah satu tahun menikah dengan Gita, baru sekarang Dewa merasakan bahagianya. Hatinya selalu membuncah dengan rona kebahagiaan.

...☘️☘️☘️...

Keesokan Harinya ....

Siang hari, Dewa sudah menunggu di pelabuhan Sri Bintan Pura, kota Tanjung Pinang. Setiap ada pasien yang turun dari kapal ferry, dia lihat satu per satu. Berharap ada Gita di sana.

Beberapa saat Dewa menunggu, akhirnya sosok yang dia tunggu-tunggu akhirnya keluar dari pintu kedatangan di Pelabuhan Sri Bintan Pura. Pria itu tersenyum cerah dan melambaikan tangannya, memiliki Gita dalam hidupnya membuat Dewa bahagia sekarang.

"Akhirnya, kamu mau nyusul aku. Mana, tasnya biar aku saja yang bawa."

Dewa segera mengulurkan tangannya, meminta tas yang Gita bawa. Padahal tas itu tidak besar. Hanya tas jinjing yang berisikan tiga potong pakaian saja. Gita juga berpikir tidak membawa pakaian terlalu banyak karena esok sudah akan kembali ke Batam lagi.

"Mabuk enggak selama di Ferry, Yang?" tanya Dewa.

"Enggak kok, Mas. Aku terbiasa ke Tanjung Pinang. Ke Bintan, ya walau untuk nge-chill aja. Chill bersantai aja loh, Mas. Bukan macam-macam, jangan salah paham lagi," balasnya.

Seolah Gita teringat dengan awal pernikahan mereka dulu, Dewa salah menafsirkan kata nge-chill. Gita yang hanya ingin minum kopi dengan temannya saja dituduh yang tidak-tidak. Padahal Gita juga tidak aneh-aneh, dulu memang dia sering ngopi dan nonton bersama temannya.

"Iya, aku tahu. Maaf yah, dulu aku negative thinking terus sama kamu."

Gita menganggukkan kepalanya. "Iya, tidak apa-apa."

Dewa kemudian menggandeng tangan Gita melewati jembatan untuk keluar dari pelabuhan. Angin dari semenanjung bertiup sepoi-sepoi, hingga menerbangkan untaian rambut Gita. Sungguh, itu justru membuat Gita kian cantik saja di mata Dewa.

"Sudah makan? Mau aku beliin kopi?"

Di depan pelabuhan memang ada toko kue yang sekaligus menjual cokelat atau kopi, sehingga Dewa menawarkan itu kepada Gita. Setidaknya Dewa ingin membahagiakan Gita karena Gita mau datang untuk menemaninya.

"Boleh, Es Latte aja, Mas," pintanya.

Dewa membelikan Es Latte yang Gita mau dan juga membeli beberapa roti juga untuk camilan Gita. Kemudian, mereka masuk ke dalam mobil. Dewa sendiri yang mengemudikan mobilnya.

"Ninggalin tim dulu enggak apa-apa, Mas?" tanya Gita.

"Gak apa-apa. Udah izin kok. Aku juga sudah selesai kerja. Tinggal nanti makan malam sama mitranya."

Gita menganggukkan kepalanya, dia menikmati jalanan di kota Tanjung Pinang. Jalanan kecil, di tepi pelabuhan itu memiliki beberapa gedung yang sudah tua usianya. Namun, itulah yang membuat area Tanjung Pinang selalu etnik. Aroma otak-otak ikan yang dibakar di pinggir-pinggir jalan menjadi hal yang menggugah selera untuk mencicipi hidangan itu.

Hampir satu jam berkendara, barulah mereka tiba di hotel yang memiliki panorama pantai itu. Dewa segera mengajak Gita memasuki kamar. Baru menutup pintu kamar, Dewa sudah mendekap erat istrinya itu.

"Aku kangen banget," katanya dengan mengecup pipi Gita.

"Baru juga empat hari. Aku bela-belain nitipin Qinan kepada Oma loh."

"Makasih, aku senang banget. Besok kita sudah pulang dan bertemu Qinan lagi."

Usai mengatakan itu, Dewa mencium bibir Gita dengan napas yang memburu. Dia sangat rindu dengan istrinya itu. Saking rindunya, dia segera mencium bibir Gita dengan hasrat yang bergelora. Lidahnya mendobrak masuk dan menggelitik rongga mulut Gita.

Keduanya seolah saling menyalurkan rindu. Baru empat hari, tapi bagi Dewa, empat hari itu terasa begitu lama. Dia sangat senang ketika akhirnya bertemu dengan Gita lagi.

1
Ni Wayan Sudarni
aduhhh, aku jadi kangen dg Batam sempet tinggal dan kerja di Batam View Beach resort selama 2 th dan ketemu suami kerja di sana sama2 orang Denpasar Bali, jodoh ku di Batam mungkin kalo di jadiin novel yaa wkwkwk, mksh thor
Alissia
/Facepalm/
Alissia
/Smirk/
Alissia
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eli Maliani
bagus ceritanya
dina
Luar biasa
A Z I Z A H
makan hati banget jadi gita, hrs memaklumi sepanjang hidup
capek bangeeeettt
capek badan ngurus ponakan sekalian hamil
capek hati, terpaksa memaklumi suami yg selalu membanding2kan dg almh sang kk
A Z I Z A H
kenapa kesan nya gita yg mau banget nerima pernikahan ini
dih laki bersyukur
tau gitu, rawat aja anaknya ga usah kawinin bapaknya
Yus Warkop
udah tamat atau gimna belum up
Idha Giatno
Luar biasa
hasimnely
kang modus
Yani Hendrayani
bagus
Kirana Pramudya: Terima kasih💗💞
Baca karya yg lain juga yuk, Kak.
Asmaradhana Putri Ningrat juga bagus loh, Kak. 🤗🤗
total 1 replies
suharlina
extrapart anaknya
Enisensi Klara
terima kasih kisahnya apik KK ,ditunggu kisah lainnya 🥰
Enisensi Klara
lope lope deh utk kalian bahagia sepanjang masa 🥰🥰🥰🥰
Enisensi Klara
Ah nyebelin emang dewa 😳
Enisensi Klara
welcome baby boy ❤️😙❤️
Enisensi Klara
aduh aku ikutan mules ini 😳😳
Enisensi Klara
harusnya tau kan udah pengalaman waktu Tya hamil dulu 😤
Enisensi Klara
Dulu suami ku aja nolak kerja luar kota pas kehamilanku udah besar ,harusnya dewa gitu lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!