April mengalami patah hati karena lelaki yang selama ini dia taksir justru menjalin kasih dengan sahabatnya sendiri.
Karena kesal April ingin menghabiskan malam dengan pria bayaran di bar tempatnya bekerja.
Namun, siapa sangka pria yang dibayarnya itu justru mengajaknya menjadi kekasih kontrak.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Skakmat
Adam segera menuju perusahaan pusat Bamantara, dia ingin berbicara pada Yoga. Kalau sang papa ingin Adam mundur dari posisinya, lelaki itu sudah sangat siap.
Asalkan April diterima menjadi menantu keluarga Bamantara seperti Dara.
Saat menuju ke ruangan presiden direktur, Adam berpapasan dengan Ken di sana.
Lelaki itu dengan angkuh berjalan ke arah Adam karena merasa kemenangan. Ken yakin akan mendapat posisinya kembali dan sejumlah saham.
"Untuk ke depannya, kau harus membiasakan diri memanggilku dengan sebutan pak!" Ken berkata dengan tidak tahu malu.
Adam tersenyum miring, dia sangat muak dengan orang seperti Ken.
"Kita lihat saja nanti," balas Adam.
"Presiden direktur mengadakan rapat dewan direksi, kita sangat tahu hasil rapatnya nanti, bukan?" Ken masih sangat percaya diri.
Adam enggan menanggapi karena dia tidak tahu tentang rapat darurat ini, seolah dia tidak dilibatkan oleh Yoga.
"Tuan..." panggil asisten Rio.
"Kita tetap akan ikut dalam rapatnya," ucap Adam.
Ketika Adam memasuki ruangan rapat, Yoga tampak terkejut karena anak laki-lakinya datang tanpa konfirmasi.
Namun, tidak ada waktu lagi untuk berbicara karena semua dewan direksi sudah berkumpul.
Seperti biasa, rapat dimulai dengan pembahasan tentang nilai saham.
Ken duduk di pojokan menunggu momen di mana Yoga akan mengembalikan jabatan dan akuisisi sejumlah saham atas nama dirinya.
Tentu saja, semua itu akan dibayar dengan dokumen asli perjanjian kontrak Adam dan April.
Rapat sudah berlangsung selama satu jam tapi tidak ada tanda-tanda Yoga memanggil Ken.
Ken jadi gusar, kalau sampai Yoga tidak menuruti permintaannya. Dia akan mempermalukan Adam di rapat itu.
Dan benar saja, Yoga mulai menutup rapat tanpa memanggil Ken.
"Tunggu!" Ken berteriak seraya berdiri dari tempatnya.
Sepertinya Yoga mengira jika dia bermain-main, kesabarannya sudah habis.
Ken melempar dokumen perjanjian yang berada di tangannya.
"Ada hal yang terlupakan dan hal ini pasti akan mempengaruhi nilai saham perusahaan," ucap Ken yang masih percaya diri. Dia melirik ke arah Yoga sejenak untuk melihat ekspresinya.
"Sial!" umpat Ken dalam hatinya karena Yoga hanya diam saja.
Baiklah, Yoga berarti menginginkan semua ini.
Sementara Adam sendiri juga hanya diam, dia tahu kalau sang papa sudah punya rencana sendiri.
Di sana Ken membuka dokumen perjanjian kontrak antara Adam dan April.
"Lihatlah, calon presiden direktur selanjutnya melakukan perjanjian kontrak untuk menutupi kelainan pada dirinya," ucap Ken berusaha meyakinkan.
Para dewan direksi saling melihat satu sama lain, mereka sudah melupakan rumor tentang Adam yang gay semenjak ada April tapi sekarang mereka mendapat faktanya.
"Apa semua ini benar, Tuan?" tanya salah satunya pada Yoga.
Masih dengan gaya santainya, Yoga hanya bisa tersenyum miring menanggapi pertanyaan itu.
Sekarang Yoga sudah mempunyai senjata ampuh untuk mematahkan semua rumor tentang Adam. Dia mengeluarkan foto USG bayi Adam dan April yang Yoga dapatkan dari rumah sakit sebelumnya.
"Mungkin ini akan menjawab semuanya," ucap Yoga seraya meletakkan foto USG itu di atas meja.
Baru kali ini dia merasa bangga anaknya menghamili seorang wanita, mungkin memang salah karena kehamilan itu tanpa adanya ikatan pernikahan tapi untuk sekarang kehamilan April sungguh menguntungkan.
"Adam Bamantara menghamili kekasihnya, terlepas itu kekasih kontrak atau bukan, rumor mengenai kelainan Adam tidaklah benar! Jika tidak percaya kalau bayi itu adalah anak Adam, ketika lahir nanti bayi itu siap untuk di tes DNA!" Yoga berkata dengan tegas.
Dan Ken langsung mendapat skakmat.