NovelToon NovelToon
Hey You, I Love You !

Hey You, I Love You !

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Trauma masa lalu / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: ade eka

Benny Callary
Pria eksentrik dengan topi koboi itu telah melepaskan cinta pertamanya. Lalu seorang teman lama membuat sebuah permintaan. Sebuah permintaan yang akan menuntun bibirnya untuk menyatakan cinta.

Rose Benneth
Seorang wanita muda yang melarikan diri dari kisah kelam keluarganya. Ia membangun kembali dirinya yang ceria dan apa adanya. Lalu kenyataan pahit membawanya ke sebuah jembatan menuju cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dragon Night

"Ikut aku!", tangannya kembali ditarik oleh pria itu. Mungkin saat ini pergelangan tangannya sudah memerah karena ditarik secara paksa sejak tadi. Tapi Rose sungguh penasaran akan dibawa kemana lagi dirinya kali ini.

Rose pikir kali ini ia sudah akan dibawa pulang. Nyatanya tidak, Rose malahan ditarik oleh pria itu ke lantai atas dimana banyak pintu-pintu kamar berbaris di kanan dan kiri lorong itu. Rose tidak bisa menebak apa yang ingin dilakukan oleh pria ini karena sejujurnya, dirinya belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di tempat seperti ini. Dulu hari-harinya hanya dihabiskan dengan mengerjakan pekerjaan rumah. Kala malam datang, yang ingin ia lakukan hanyalah pergi beristirahat karena pekerjaannya selama seharian itu sangat melelahkan.

Pria itu terus menariknya tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya di belakang. Sambil berjalan, wanita itu meringis merasakan tangannya yang sudah terasa sakit karena Ben selalu menariknya sejak tadi. Keduanya terus melewatinya lorong-lorong itu kemudian berbelok ke kanan dan kiri. Sayangnya pikiran Rose terlalu linglung untuk menghafalkan arah mereka masuk barusan.

Tiba-tiba Ben menghentikan langkahnya saat mencapai ujung lorong itu. Ia menghempas tangan Rose dengan kasar hingga wanita itu terbawa ke arah depan. Mereka kini berhadapan.

"Kau tau! Kau sudah menguji kesabaranku sejak tadi", Ben berbicara sambil merapatkan giginya menahan amarah yang ada.

"Aku Benny Callary! Tak pernah memberikan belas kasihan kepada siapapun kecuali adikku, Ana! Tapi kau, aku sudah merasa iba dan berempati kepada dirimu atas semua luka yang kau derita. Tapi apa?? Tapi kau malahan tetap keras kepala. Ingat, kesabaranku terbatas. Jika kau masih ingin mengujinya maka kau akan mendapatkan yang lebih dari ini! Maka lihat baik-baik! Bagaimana sebenarnya wanita hina dan kotor yang sebenarnya!", Ia terus melangkahkan kakinya mendekati Rose dengan aura suram yang sangat mendominasi.

Selangkah Ben maju, maka selangkah pula Rose mundur ke belakang. Ia sangat takut dan khawatir dengan apa yang pria eksentrik ini akan lakukan. Ia terus mundur sampai akhirnya punggungnya membentur tembok di belakangnya. Itu adalah dinding paling ujung lorong panjang dimana mereka berdiri saat ini.

Ben kembali mencengkeram pergelangan tangan Rose lalu ia membawanya ke depan pintu pertama.

brrak

Ben menendang pintu itu hingga terbuka. Di sana terdapat seorang pria paruh baya tengah bermain-main dengan dua wanita yang hanya menggunakan pakaian dalam saja. Rose kagetnya bukan main, bahkan ia sempat menutup matanya karena malu sendiri dengan perbuatan mereka.

"Lihat!", bentak Ben pada Rose.

Ketiga orang yang berada di dalam juga sama terkejutnya dengan Rose. Pria paruh baya itu sudah akan memaki-maki Ben yang tanpa ijin sudah mendobrak paksa pintu kamarnya, Manajer Toni yang baru datang pun segera menjelaskan siapa Ben sebenarnya, hingga akhirnya pria bertubuh gempal itu malahan menawarkan wanita-wanita yang sedang bersamanya kepada Ben. Pria itu tak menanggapinya, lalu membawa Rose lagi ke pintu sebelahnya.

brrak

Kembali pintu didobrak paksa oleh pria eksentrik itu. Kali ini yang berada di dalam adalah seorang pria muda sedang berada di atas wanita yang bisa dibilang lebih cocok menjadi ibunya. Rose sudah mulai tidak tahan.

brrak

Pintu ketiga, kali ini seorang pria dan wanita sedang saling mencumbu dengan hanya selimut yang menutupi tubuh mereka. Si pria akan marah-marah tapi Manajer Toni ada di samping mereka untuk menenangkan pelanggannya. Ia juga sempatkan untuk memberitahu sedikit identitas mengenai siapa Ben sebenarnya, hingga ia bisa mempunyai otoritas untuk berperilaku seenaknya.

"Cukup!", Rose berteriak keras sambil melepaskan tangan Ben yang mencengkeramnya. Ia menutupi kedua telinganya dengan mata terpejam yang sudah jelas penuh dengan air mata.

"Lihatlah, lihat! Masih ada banyak contoh lagi yang bisa aku tunjukkan padamu!", ucap Ben dengan nada kejam.

Tapi menurutnya memang harus begini menangani wanita keras kepala seperti Rose ini. Wanita itu hanya hampir dilecehkan, dia masih utuh sampai saat ini. Rose masih suci bahkan jika itu hanya bibirnya yang telah terkontaminasi. Itu tidak berarti. Ben ingin wanita itu bangun dari pikiran bodohnya yang selalu menganggap dirinya rendah. Ben juga ingin Rose lebih terbuka tentunya, agar tak menyimpan bebannya sendirian lagi. Karena pada akhirnya Ben mulai peduli dengan wanita itu.

"Cukup,,, cukup,,, cukup!", Rose berteriak sambil berlari. Yang jelas ia ingin menjauh dari Ben dan situasi saat ini.

Bagaimanapun juga Rose masih seorang wanita polos dan lemah. Perlakuan kasar yang Ben berikan, semua tontonan tak senonoh yang Ben tunjukkan, semuanya membuat Rose kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Ia hanya ingin berteriak dan menangis saat ini. Kacau, sudah sangat kacau, badai telah menembus pertahanan hatinya yang sudah ia buat dengan sangat kokoh.

Apa tujuan Ben memperlihatkan ini semua? Apakah menurutmu pria itu Rose sama dengan mereka yang ada di sana? Dan Ben ingin memperjelas hal itu? Sungguh kejam, Rose membenci Ben sekarang, Rose sangat membencinya saat ini.

Ia menangis tanpa melihat kemana arah langkah kakinya membawanya. Rose terus menitihkan air matanya sampai ia tanpa sengaja menabrak seorang pria yang tida begitu tua. Di belakangnya juga berdiri dua orang bertubuh kekar, sepertinya mereka adalah pengawal orang itu.

"Maaf, Tuan! Maaf!", Rose menundukkan tubuhnya beberapa kali sambil meminta maaf. Ia menyeka air matanya, kemudian bermaksud untuk melanjutkan langkahnya lagi.

Tapi sayangnya, pria itu tak melepaskan Rose begitu saja. Ia memerintahkan salah satu pengawalnya untuk menangkap dirinya, pria itu bahkan menghalangi jalannya. Rose bergeser ke kanan pengawal itu mengikutinya, Rose bergeser ke kiri maka dia mengikutinya lagi. Awalnya Rose pikir itu adalah sebuah ketidaksengajaan, tapi setelah ia mengangkat kepala dan melihat ekspresi mengerikan pria itu beserta pengawalnya, Rose memiliki firasat buruk di hatinya. Tapi ia harus tetap berusaha tenang.

"Maaf, bisakah Tuan memberi saya jalan?", ucap Rose masih berusaha tenang.

"Sayangnya, tidak bisa!", pria tua itu menyeringai. Ia menatap Rose seakan-akan wanita itu adalah makan malam lezatnya. Bagaimana tidak, pemandangan bahu Rose yang terbuka membuat pria itu hampir saja meneteskan air liurnya. Matanya seperti serigala yang kelaparan.

"Permisi!", Rose sudah ketakutan bukan kepalang. Ia berusaha menerobos pengawal yang berusaha menghalanginya, namun gagal karena postur dan kekuatan mereka sungguh jauh berbeda.

"Kenapa terburu-buru, Nona? Bermain-mainlah dulu denganku!", pria tua itu mencoba meriah tangan Rose sambil menampilkan senyum genitnya.

"Ti,, tidak! Aku tidak mau!", Rose berusaha menepis tangan lancang pria itu. Tapi dari belakang ia sudah didorong oleh salah satu pengawalnya hingga ia harus masuk ke dalam dekapan pria itu.

"Ayolah, sayang! Ayo bermain dulu denganku!", pria itu merapatkan dekapannya sambil tersenyum penuh kemenangan ke arah dua anak buahnya.

"Lepas! Lepaskan aku!", Rose meronta-ronta dengan hujan air mata. Ia memukul-mukul dada pria itu dengan keras.

"Jadi Nona ini terlalu bersemangat rupanya!", pria itu mengeluarkan seringainya lagi ke arah dua pengawalnya yang membalas dirinya dengan senyuman juga.

Pria itu berusaha menciumi bibir Rose. Tapi wanita itu selalu memalingkan wajahnya untuk menghindar. Lalu seseorang menepuk bahu pria itu dari belakang.

"Hentikan, Tuan!".

-

-

-

-

-

baca juga ya novel perdana aku yang judulnya

🌹wanita pertama presdir 🌹

karena dari sana kisahnya ben dan rose dimulai. dan lagi ada beberapa part yang berhubungan antara cerita yang di sana dengan ceritanya ben dan rose di sini

oke kalau begitu terimakasih teman-teman buat dukungannya selama ini, yuk follow instagram aku biar kita bisa nambah temen di @adeekasuryani,, nanti kalian aku folback pasti 😊

**jangan lupa tinggalin like, vote sama komentar kalian di sini dan di sana ya 😁

love u teman-teman 😘

keep strong and healthy ya

1
Anik Ekawati
lanjutan nya dong
Lenny Marlina
kayaknya tdk adil nih thor, masa mira dan anaknya mengutan, dan menikmati enaknya masa iya rose yg jdi pembatar utang, awas ya Thor😏
Erni Fitriana
mampir
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus
Sukses bwt karyanya
Qothrun Nada
karya baru mbk Eka,siap meluncur ke sana👍👍
Nurull_ •
Buaguss
Ernadina 86
akibat ngeyel rasakan kamu Rose harus ngalamin hal sperti ini lagi
Ernadina 86
ya ampun lucu banget mereka 😁😁😁😁
Ernadina 86
oh gitu ceritanya..tapi knapa gak di buang aja minumannya kalo memang curiga malah diminum..coba minuman itu racun koit km
Ernadina 86
kebetulannya banyak y
Ernadina 86
ya memang harus sadar diri Baz kamu tuh pencipta kepedihan Rose dapet maaf itu udah lebih dari cukup jangan ganggu hub Ben dan Rose
Ernadina 86
😂😂😂😂😂pergi dg watados nya
Ernadina 86
gemesh banget kyak ABG 😁😁
Ernadina 86
saking bodohnya kamu Baz aku sampe pengen nampol kamu pake centong
Ernadina 86
mafia drama..harusnya langsung libas cepat ngapain maen2 sm pengawal
Ernadina 86
gak ada anak buah si Ben ini?
Ernadina 86
ayah yg B*go
mis dona
rose ini kok gak pinter ya... gak pikir panjang klo bertindak. gemes banget
🌼ᴍᴇᴀᴍᴏʀ_ᴍʏʀᴀɴᴅʜᴀ🇲🇾
Kalau ketahun oleh bos mu. Habislah kau Relly 😝
🌼ᴍᴇᴀᴍᴏʀ_ᴍʏʀᴀɴᴅʜᴀ🇲🇾
Pamannnnn! Ganggu suasana aja 😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!