NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Pria Tua Buruk Rupa

Suamiku Bukan Pria Tua Buruk Rupa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Beda Usia / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:502.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Harsie Alive

SEOLAH SEMUA INI MIMPI!!
YA, INI PASTI HANYA MIMPI!
Aku terbangun dari tidurku dan mendapati bahwa aku sudah berubah status dari gadis biasa menjadi seorang istri pria tua buruk rupa yang lebih pantas kupanggil paman atau bahkan ayah!!
Namun sial!
Nasibku sejak lahir tidak sebaik nasib kedua kakakku yang cantik jelita dan disayang Ayah dan Ibu. Kelahiran ku tidak pernah direncanakan. Katanya saat aku lahir seluruh bisnis keluarga kami hancur berantakan. Padahal bukan kesalahanku, tapi mereka (ayah,ibu, kedua kakak bahkan sampai nenek buyutnya pamanku) menyebut aku sebagai anak pembawa sial.
Selama tujuh belas tahun hidup, aku diasingkan di gubuk tua yang jauh di belakang rumah. Dan hebatnya, saat aku diasingkan, bisnis keluarga kami kembali membaik. Apa mungkin aku benar benar seorang pembawa sial?
Kesialan itu tidak berakhir, hingga aku dipaksa menikahi seorang pria tua yang datang ke rumah untuk melamar. Kenapa aku dipaksa? padahal aku anak kandung mereka juga!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34 Anak Baru

Pelajaran Ruby di hari pertama berjalan dengan begitu baik. Dan hebatnya, sang suami menemaninya seharian penuh. Gama melakukan pekerjaannya di dalam ruang kelas Ruby sambil mengawasi guru yang masuk dan mengajar di kelas khusus itu.

Karena pertanyaan Ruby tentang reproduksi saat di mobil tadi, Gama merasa khawatir dan merasa dirinya perlu menemani gadis yang terlalu polos itu.

Jangan sampai ada yang berniat jahat padanya dan Ruby tidak tahu kalau hal itu jahat .

Hingga jam istirahat berbunyi, Akhirnya setelah melewati semua mata pelajaran dan perkenalan dengan guru baru, Ruby bisa beristirahat sejenak.

"Huwaahhhh... Errgkhhh... "

Krak.. Krak...

Terdengar bunyi tulang belulang yang di renggangkan, sangat renyah dan gurih seperti goreng pisang!

"Akhirnya istirahat, kepala Ruby panas!! Sepertinya mulai rusak!!" celetuk gadis itu seraya bersandar di kursinya.

Ruby menghela nafas, lalu dia berbalik dan ditatapnya Gama di belakangnya. Pria itu tampak serius bekerja dengan dokumen-dokumen di laptopnya.

Seketika Ruby teringat kejadian pagi tadi, instingnya yang kuat didukung teman-teman hewannya membuat dia menyadari pria misterius yang mengawasi mereka d kediaman Gama pagi itu dan juga tingkah laku aneh beberapa orang lainnya.

Ada orang mencurigakan yang mengawasi mereka dan tentu berniat jahat pada mereka, lebih tepatnya pada Gama.

"Paman, sebenarnya sebanyak apa musuhmu? Kasihan kau menderita seperti itu," batin Ruby.

Ruby merasa dirinya harus memberitahu hal itu pada Gama, agar Gama lebih waspada.

"Paman!" panggil Ruby.

Gama hanya melirik dengan tatapan datarnya.

"Hmm.. Apa?" jawabnya.

"Tadi di rumah ada orang aneh, dia mengawasi kita semua, Ruby gak tahu apa yang dia bicarakan dengan benda kecil seperti paku yang tertempel di telinganya!" celetuk Ruby membayangkan earphone nirkabel yang dicuri oleh burung Pipit kecilnya.

"Tadi burung Pipit yang menemani Ruby mencuri ini dari meja pria itu!" ucap Ruby menyerahkan earphone itu.

"ini paku ya? Kok bentuknya aneh, gak tajam sama sekali!!" celetuk Ruby sambil memutar-mutar benda itu.

Gama menatap Ruby dengan tatapan terkejut, bagaimana bisa Ruby menyadari pria misterius pagi tadi!?

Dia sampai menatap Ruby tanpa berkedip saking terkejutnya mendengar ucapan Ruby.

"Bagaimana kau bisa tahu!?" tanya Gama sambil menutup Laptopnya. Dia lebih tertarik dengan topik ini sekarang.

"Insting!" jawab Ruby begitu saja.

"Ada tiga orang paman, berhati-hatilah, mereka sepertinya orang jahat!" tutur Ruby.

Gama tidak habis pikir. Semakin dia mengenal Ruby, semakin banyak hal mengejutkan yang dia dapatkan dari gadis itu.

Di mulai dari cara dia hidup dn bertahan hidup di hutan, kawanan para hewan, fenomena alam yang menyambut Ruby, burung Pipit yang terus mengikuti Ruby, hewan Liar yang menurut padanya bahkan hari ini, insting bagai hewan liar yang begitu kuat.

Kejutan apa lagi yang dimiliki gadis muda itu!?

"Paman, Ruby mau keliling sekolah, boleh!?" tanya Ruby dengan mata berbinar-binar.

Gama diam sejenak, sebaiknya di tidak membahas hal ini pada Ruby, karena risiko bahaya yang mereka hadapi lebih tinggi.

"Baiklah, masalah pagi tadi jangan beritahu siapapun!" ucap Gama.

"Ruby tahu Paman, ini pasti berhubungan dengan kematian mendiang istri paman kan? " Ucap Ruby dengan nada menyelidik.

Gama tidak menjawab, dia hanya diam dan menatap gadis itu dengan tatapan dingin.

"Hahh... Baiklah... Baiklah," Ruhy memasang wajah kecut.

"Ruby akan jaga rahasia, kalau begitu Ruby keluar dulu!!" ucapnya dengan penuh semangat, bersiap untuk mengeksplorasi sekolah itu.

"Ruby tunggu," Gama memanggil istrinya.

"Ada apa paman?" tanya Ruby.

Gama mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah terang dari dompetnya," Pakai ini untuk jajan, pelajaran mu hari ini sudah selesai, setelah beristirahat kau boleh melihat-lihat ekstrakulikuler yang ingin kau ikuti," terang Gama.

"Ekstrakulikuler? Apa itu paman?" tanya Ruby.

"Kegiatan di luar pelajaran sekolah, seperti menari balet, basket, sepak bola, musik, melukis atau kegiatan lain, sekolah ini menyediakan ekstra kulikuler, kau bisa mengikutinya!" ucap Gama.

Mata Ruby langsung berkilauan, semangatnya membuncah, kepalanya yang mumet gara gara pelajaran tadi seolah mendapatkan pencerahan.

"Huwahhh... Ada kegiatan seperti itu!!!!?" Ruby melompat bahagia.

"Asiiikkkk.... Ruby mau ..... Ruby akan pilih yang paling menantang!!!" seru gadis itu dengan senyuman manis dan mata berbinar-binar.

Gama geleng-geleng kepala dengan sikap Ruby, dia tersenyum," pergilah, kau bisa sendiri atau harus kutemani?" tanya Gama.

"Ruby sendiri saja Paman, sepertinya pekerjaan paman masih banyak," ucap Ruby.

"Hmmm... Pergilah, " ucap Gama.

Ruby dengan penuh semangat keluar dari dalam ruangan itu. Sedangkan Gama melanjutkan penyelidikan nya pada setiap anggota di kediamannya.

Hal mencurigakan pagi tadi tidak membuatnya tenang, belum lagi Ruby sudah mengetahui hal tersebut. Melihat sikap Ruby yang serampangan, bisa saja gadis itu langsung melabrak orang itu, dan semua ini berbahaya bagi rencana Gama.

Dan lagi, pelakunya ada tiga!! Bisa-bisanya Gama tidak menyadari hal itu.

Sementara itu, dengan senyuman lembutnya, si gadis bak boneka itu berjalan di sepanjang lorong.

"Selamat siang Ruby, mau ke mana?" sapa salah satu guru yang mengajar Ruby.

"Selamat siang Ibu Sev, Ruby mau keliling sekolah," jawabnya dengan sopan.

"Kamu bisa keliling sendiri? Perlu Ibu temani?" tawar Ibu Sev.

"Terimakasih Bu, biar Ruby sendiri saja," balasnya sambil tersenyum manis.

Ibu Sev juga tersenyum lalu meninggalkan Ruby di sana.

Gadis itu melangkah menyusuri sekolah. Semua hal baru yang dia lihat di sana dengan cepat dia serap ke dalam otak kecilnya yang cerdik.

Gadis itu menjadi bahan perhatian setiap siswa yang lewat, selain karena parasnya yang begitu lucu bagai boneka, tubuhnya yang pendek dan kecil juga membuat semua orang tertarik padanya.

"Kak Ruby!!!" suara teriakan Angel terdengar. Gadis itu segera menoleh begitu mendengar suara adik iparnya.

Dapat dia lihat, Angel sedang berjalan bersama teman-teman sekelasnya menuju kantin sekolah.

"Angel!" balas Ruby sambil melambai dengan senyuman manis.

Angel berlari dan menghampiri gadis itu. Siapa yang tidak mengenal Angel di sekolah itu, dia adalah salah satu primadona di sana.

"Mau ke mana kak!?" tanya Angel yang menghampiri Ruby bersama teman-temannya.

"Baru keliling, Angel sendiri?" tanya Ruby.

"Mau ke kantin, oh iya, ini teman-teman sekelas Angel, "

"kalian, ini Ruby teman dekat yang baru pindah ke sini," tutur Angel.

"Hay Ruby, senang bertemu denganmu," sapa mereka.

Ruby menatap mereka sambil tersenyum manis, "Hai juga, senang bertemu kalian," balasnya penuh semangat.

"Ke kantin bareng yuk, " ajak mereka. Angel juga setuju, dia menggandeng tangan Ruby dengan erat.

"Ayo kak," ajaknya pada Ruby.

Gadis itu akhirnya dibawa ke kantin bersama Angel dan teman-temannya.

Kantin yang begitu luas dengan berbagai menu makanan elit tersusun rapi di sana menyambut kedatangan Ruby si penyuka makanan.

"uwahahhh...... Megah sekali, makanannya banyak Angel!!" seru Ruby dengan mata berbinar-binar.

Angel tertawa geli melihat kepolosan kakak iparnya, demikian teman-temannya yang lain.

Mereka mulai berbaris dengan wadah makanan masing-masing, dengan wajah penuh semangat, Ruby menatap semua makanan itu.

"Apa ini semua bisa di makan pak!?" tanya Ruby dengan lantang sambil menunjuk jejeran daging lezat di depannya.

"Hahahah... Baru kali ini ada siswa cantik yang tertarik dengan makanan, semua bisa dimakan," jelas koki pengurus makanan utama siswa.

"Anak baru ya, ini menu utama dan ini sudah disediakan sekolah, untuk menu tambahan boleh di beli di bagian sana," jelasnya dengan senang hati.

Pasalnya, para siswa elit itu selalu membatasi porsi mereka dengan alasan diet, terutama para gadis. Dan seringkali makanan kebanyakan sisa, sungguh sayang dan juga rugi pastinya.

" Uwahhhh.... Angel... Ini surga, akhirnya Ruby bisa makan bebas!!" bisik Ruby dengan penuh semangat.

"Hahahaha.... Makan saja kak, nikmati semuanya, gak ada yang larang kok!" ucap Angel sambil tertawa, demikian teman-teman Angel yang juga gemas dengan sikap Ruby.

Gadis itu menatap nanar semua makanan itu, dengan semangat dia mengangkut daging, roti, minuman dan apa saja yang bisa dia bawa dalam wadah makanannya.

"Yeyeyyee.... Huwahahaha... Makan besar!!" seru Ruby penuh semangat sampai membuat anak-anak lain di kantin itu menatap Ruby dengan tatapan melongo.

Mulailah para siswa berbisik-bisik, terutama para gadis yang selalu merasa tersaingi dengan kepopuleran Angel.

Ada yang menatap Ruby gemas, dan ada yang menatapnya dengan tatapan ejekan, maklumlah para manusia dengki yang masih jadi beban orangtua, selalu merasa dirinya lebih hebat padahal masih bergantung pada orangtua.

"Anak baru kampungan, di kelas khusus pula! Anak SD ngapain masuk SMA hahahahha.... Malu-maluin keluarga!!!" teriak salah satu siswa di sana yang mengundang tawa beberapa orang dan juga mengundang tatapan tak senang di kubu yang lain.

1
herma0ne
Luar biasa
Delita Nirayana
ini Gama bodoh apa oon ya
Dardi Mauza
/Curse//Curse/aku ikut dndng Thor JD ktw sdnir
Dardi Mauza
selmtkn Ruby thor/Sob//Sob/
Ririn Alfathunisa
semoga cepet sehat kakak author dan semangat berkarya lagi
Halimatus.s
Luar biasa
arlyn1709
semngat trus thor,,tetap berkarya🥰
As Lamiah
semangat tour semoga selalu diberikan kesehatan yg prima sehat lahir batin 🤲🤲🤲🙏
Ibelmizzel
oh begitu,itupun tetap salah besar orang tuany emang Ruby mau lahir dari hasil pemerkos kan dak,seandainy tak mampu liat mukany kasi keorang diam2 dari pada disiksa dan dikasi makanan tak layak semua serba tak layak😠😠😠😠
Ibelmizzel
oorang tua gila seandainy dia kena perkos emang salah ruby kalau Ruby ada betul2 sinting
Ibelmizzel
ya ampun nagis aku😭😭😭😭hatiku yg sakit sesak bacany
Ibelmizzel
sesak,coba Ruby keluar Bali sianida kasi kemereka atau racun tikus pun dak apa
Ibelmizzel
ini sih ibu tiri,mampir Thor 💪
Evy
satu lagi musuh dalam selimut... Jesica...
Evy
siapa yang berkhianat ya ..apakah dokter pribadi keluarga nya...
Widyawulandarii Widi
ternyata uda kebelet kawin 😅😅
Widyawulandarii Widi
ini baru cerita novel yg seru bikin ngak🤣🤣
Ri_na
ini ga pernah up malah bikin karya baru
Widyawulandarii Widi
suka ceritanya ,seru ada sedi ada lucu bikkin terhibur sma sikap bar2nya ruby 😄😆😇
Widyawulandarii Widi
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!