Kisah ini masih belum banyak di revisi. Masih amburadul apa adanya seperti dulu. Sudah mulai konsisten di bab. 82 ya.... semoga dapat mengambil hikmah dari kisah ini.
Seorang gadis biasa yang di temukan oleh sepasang Kakek Nenek di emperan toko ketika hujan. Yang mereka beri nama Vera Kania Putri. Telah tumbuh menjadi sosok gadis yang tangguh, baik hati, pekerja keras. Mendambakan cinta dari seorang guru magang bernama Fatih, namun harus rela kehilangan cintanya karena ditinggal untuk selama-lamanya dan ia harus menikah dengan kakak yang di cintainya bernama Rey, dan cinta mereka akan terus berlanjut ketika badai memisahkan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 34
Kania kembali dari kamar mandi dan meminum minuman yang sudah Sena beri obat pembangkit gairah. Bahkan tak menaruh rasa curiga sedikitpun pada minuman itu, sedangkan rasanya juga sedikit berubah.
"Bagus Kania, terus minum jus itu, setelah itu kita akan nge fly berdua" Batin Sena dengan senyuman licik.
"Ayo dimakan lagi, aku pesan khusus untuk kamu loh" Kata Sena.
Kania sangat menikmati makanan yang Sena pesan, obat itu dosisnya sangat tinggi, namun Kania belum juga bereaksi. Sena pun memancing Kania dengan pertanyaan yang sedikit menggodanya.
"Kamu malam ini cantik deh, biasanya cantik juga, tapi malam ini kamu spesial" Kata Sena.
Kania hanya tersenyum tipis, obat itu belum bereaksi kepada Kania. Kania ini sangat tidak nyaman ketika berdua dengan Sena, karena ia tahu, Sena itu tidak sebaik yang ia lihat sebebelumnya.
"Di luar hujan tuh, dingin-dingin gini enak nya ngapain ya?" Sambung Sena.
"Minum jahe anget, ada kan di menu? Itu bisa membuat badan hangat, jadi kita nggak gampang masuk angin." Kata Kania sinis.
"Sialan nih cewek, berani-beraninya dia nyuekin gue. Sabar Sena, sabar.... Sebentar lagi dia akan menjadi milikku, setelah ini buang jauh-jauh" Batin Sena kesal.
Sikap Kania sudah mulai aneh, suhu badannya seperti mulai panas,jantungnya berdebar debar, dan tangannya sudah mulai tak nyaman. Ia juga seperti melihat kearah kanan dan kekiri, tubuhnya menggeliat-liat.
"Kania? Kamu kenapa? Kok kringetan gitu?" Tanya Sena.
"Hmm nggak papa kok Kak, tiba-tiba aja nggak enak badan" Kata Kania.
"****** gue, nih minuman pasti ada apa-apanya, gue pernah ngarasaain begini saat Kakak angkat gue mau jual gue ke Om-om hidung belang" Batin Kania.
"Kita istirahat aja gimana? Maksudnya kamu yang istirahat, di belakang cafe ini ada mess yang di sedia in buat karyawan" Ajak Sena.
"Kania (Suara Rey)" Teriak Rey dari luar.
"Kak Rey?" Kata Kania.
"Lo ngapain di sini, ini acara gue sama Kania, main teriak-teriak aja lo. Sebaiknya Lo pergi deh" Kata Sena mendorong Rey.
"Lo diem, kalau nggak, gue akan ngratain cafe Lo ini. Ayo Kania pulang!"Kata Rey menarik tangan Kania dengan kasar.
Kania terus meronta ronta kesakitan, namun Rey tak menghiraukannya. Ia terus saja menarik tangan Kania dengan cepat dan memasukkan ke mobil. Rey mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang dan membawa Kania ke rumah miliknya sendiri. Di dorongnya tubuh Kania di sofa.
"Aw" Jerit Kania.
"Beraninya kamu kencan dengan laki-laki lain Kania, kamu anggap aku ini apa ha?" Teriak Rey.
Kania hanya diam saja dan berusaha menahan nafsunya yang sudah bangkit ketika Rey menyentuh tangannya. Tubuhnya menggeliat, kakinya ia tahan-tahan seperti mencengkram.
"Kania kamu kenapa sih? Denger gak aku ngomong apa? Kania !! Kamu kenapa sih, tubuh kamu panas gini" Tanya Rey kebingungan.
Kania tiba-tiba melepas baju dressnya di depan Rey dan kini hanya menggunakan dalam an saja. Tanpa memikirkan apapun, Kania melakukan itu, ia sudah tidak tahan lagi.
"Kania kamu ngapain sih? Pakai baju kamu lagi" Kata Rey memakaikan dress Kania lagi.
"Aku nggak tahan lagi Kak Rey, ayo kita lakukan itu" Tiba-tiba suara Kania bergetar.
"Maksud kamu apa sih? Lakukan apa?" Tanya Rey semakin bingung.
"Kita lakukan adegan saat kita di Singapure waktu itu, ayo Kak aku udah nggak tahan lagi" Kata Kania terus merayu Rey.
"Apa? Kamu ini kenapa sih?" Tanya Rey.
"Aku di beri perangsang oleh Sena, aku nggak tau kalau minuman itu ada obat laknat itu. Aku nggak tahan lagi Kak ayo stttt" Kata Kania menyentuh bagian sensitif Rey.
"Enggak Kania, Aku, eh Kita sudah berjanji akan melakukan hubungan intim itu lagi setelah ada pernikahan kan?Aku nggak akan lakukan itu, nggak!"Tolak Rey menjauhi Kania.
"Aku udah nggak tahan lagi Kak, ayolahh" Pinta Kania dengan pose menggoda.
"Enggak, lebih baik kamu mandi saja!" Kata Rey menarik tangan Kania ke kamar mandi.
Rey menyiramkan banyak air ketubuh Kania. Setelah sekian liter air yang Rey siramkan, tiba-tiba Kania pinsan. Rey membawa nya ke kamar dan mengganti baju Kania dengan menutup matanya.
lanjutt thor🆙💖💪💪💪💪