NovelToon NovelToon
I Love U! Suami Dadakan 2

I Love U! Suami Dadakan 2

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Aliansi Pernikahan / Obsesi / Beda Usia / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:254.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: unchihah sanskeh

Angkasa, seorang Kapten tentara Angkatan Udara yang tegas dan dingin berusia 28 tahun, sangat malas berhadapan dengan wanita. Namun dengan karakternya yang rumit itu, ia justru harus menikah dengan seorang gadis cerewet, ceplas-ceplos dan kekanakan bernama Aina Maura; Kekasih dari adik kembarnya sendiri, Samudera.

Pernikahan paksa tersebut terjadi ketika Samudera mengemban tugas penyelamatan sandera di Tongo, dan mewasiatkan agar Angkasa menikahi kekasihnya jika ia tak kembali lagi. Beban yang diemban Angkasa, perasaan duka serta kasih sayangnya pada adik kembarnya itu akhirnya mendorong Angkasa mengucapkan kata nikah di hadapan ayah Aina.

"Saya akan menikahinya, sekarang!"

Karakter Aina yang tidak cocok untuk Angkasa, membuatnya bersikap dingin bahkan mengacuhkan istrinya sendiri, "Saya tidak pernah mencintai kamu, semua terjadi karena permintaan adik saya dan mendiang ayah kamu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon unchihah sanskeh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 - Menjemput Istri ku

Saat tengah malam tiba, dengan diantar Santos, Angkasa tiba di rumah miliknya. Semangatnya membara meski telah menerima banyak masalah dan tekanan di tempat kerja hari ini, tapi berkat pesan Aina---ia bergerak menembus gelapnya malam seperti orang kesurupan.

Dengan ponsel di tangan, Angkasa mulai masuk ke rumah dan mencari istrinya di segala tempat, mulai dari kamar, namun anehnya tidak ada. Di dapur, di kamar mandi, berharap bisa segera melepas rindunya, tapi lagi-lagi---istrinya itu tidak ada di sana, di rumah mereka.

Angkasa mulai gelisah, ia dapat merasakan ketidakhadiran Aina di rumahnya. Padahal pesan tadi pagi sudah jelas, seharusnya Aina berada di sini sekarang.

"Coba ku telepon," bisik Angkasa, dan dengan cepat merayapi layar ponselnya mencari kontak Aina. Tapi tak ada jawaban apa pun, bahkan setelah kedua dan ketiga kali panggilan itu ia ulangi justru malah berakhir tak bisa dihubungi sama sekali. Angkasa semakin gusar, tiba-tiba ia mulai merasa peka, bahaya tengah terjadi pada istrinya.

Ia bergerak dengan lincah dan mantap; mengendarai motornya secepat mungkin, menjadi bagian dari malam, melawan kekuatan angin yang menerpanya dari depan. Angkasa tak berhenti, walau entah kemana ia akan mencari.

"Lihat istri saya?" tanyanya pada tetangga yang satu.

"Tidak, kapten."

Lalu ia mulai menaiki motornya kembali dan berhenti di depan rumah tetangga yang lain.

"Saya tidak lihat, tapi tidak tahu kalau istri saya; coba saya panggilkan dulu---" Kata penghuni rumah seraya memekik memanggil istrinya.

"Oh, Mbak Aina," kata sang istri. "Tadi pagi ketemu waktu saya mau belanja sayur, dia lagi nunggu taksi online. Setelah itu tidak ketemu lagi, sore ini juga tidak kelihatan, biasanya ada siram tanaman."

Angkasa mendengus, tak sanggup menenggelamkan rasa cemas dan kecewanya. Kali ini sungguh, pasti telah terjadi sesuatu pada istrinya itu. Dia menyalakan kembali mesin motornya sambil berpikir kemana lagi harus pergi, terakhir yang ia ingat hanyalah Dian, orang terakhir yang ditemui oleh Aina.

"Mungkinkah mereka masih mengobrol?" Katanya pelan. Kemudian tak lama langsung menggelengkan kepala, saat teringat pesan yang dikirim Aina padanya terakhir kali.

Mbak Dian kemarin minta Aina untuk pisah dari Kakak kalau tidak sanggup untuk mempertahankan. Semua itu karena Mbak Dian mencintai Kak Asa.

"Dian...." Angkasa menggeram ke arah kegelapan, mengangkat wajahnya tinggi-tinggi dengan pandangan kejam dan angin malam menyambut kemarahannya dengan gelisah. "Tidak ku maafkan jika kamu berani macam-macam pada Aina!"

Angkasa bergerak maju dengan cepat dan pesat, setiap laju roda motornya sangat tak terukur. Dan setiap hembusan napasnya seolah merupakan hembusan janji pembalasan. Angin meniup rambutnya dan menyarangkan butiran pasir jalanan ke wajah dan matanya, tapi Angkasa tak peduli soal itu, ia terus melanjutkan perjalanannya, dengan penuh keyakinan kali ini.

Dia kembali membayangkan sosok istrinya, ketakutan serta segala hal yang menakutkan di pikiran Angkasa. Aina tidak kembali ke rumah, padahal kabar terakhir yang ia terima bahwa istrinya itu sudah berada di mobil dan akan berangkat kembali ke rumah saat itu juga.

Dan Asa menjadi semakin cemas dan marah. Sungguh telah terjadi sesuatu pada Aina, dan Angkasa sangat yakin tentang itu. Dan pelakunya sudah pasti, siapa lagi kalau bukan kawannya sendiri. Orang yang terakhir kali ditemui istrinya dan memiliki sedikit masalah yang sensitif antara mereka berdua.

Walau sahabat sekali pun, ia harus tetap menemukan istrinya. Tetapi semoga apa yang dipikirkan Angkasa ini hanyalah ketakutannya semata.

Sambil menyipitkan mata, lampu sorot motor Angkasa akhirnya fokus pada sebuah gerbang kayu yang kokoh kecoklatan. Gerbang rumah Dian.

"Aku sudah datang Na, aku jemput kamu pulang, sayang." Angkasa bersumpah sambil melangkah memasuki gerbang. Merasakan angin malam meniupnya begitu panas dan melepuhkan dadanya.

Tangis dan erangan hebat dari dalam rumah menyambut kedatangan Angkasa dengan sangat hebat. Seolah yang di dalam itu jauh lebih hebat amarahnya dibanding yang dirasakan Angkasa sekarang.

Brengsek!

Sial!

Angkasa itu cuma milikku!

Kenapa harus ketemu kamu! kenapa harus Sam pergi dan mewasiatkan hal bodoh itu?! Aku benci!

Teriakan Dian begitu dahsyat memekakkan telinga, dibarangi dengan pecahan beling di lantai. Dian masih belum bisa berlapang dada, dan kejadian hari ini sungguh telah menyakiti hatinya.

Sementara dari luar Angkasa masih menyimak dengan dengus napas yang kuat, hingga kemudian ia meyakinkan diri untuk mengetuk pintu rumah.

Mata Dian melebar sempurna saat mendapati sosok Angkasa setelah ia membuka pintu depan. Dia membisu, senyumnya melebar seolah tengah bermimpi. Emosinya mulai turun, tapi Angkasa masih memandangnya penuh kekecewaan.

"Asa? Angkasa? kamu ke sini? ke rumahku?" Kata Dian dengan wajah berantakan. Namun seketika itu pula senyumnya mulai mengambang.

"Dimana istri ku?" Kata Angkasa dingin dan cepat.

Senyum Dian langsung menghilang. Sambil mengusap kelopak matanya, dia berkata; "Maksudmu?"

"Aina belum pulang ke rumah sampai sekarang," Angkasa mulai mengepalkan tangan. "Terakhir dia mengabari aku untuk bertemu denganmu, kamu tahu istri ku, di mana?"

Dian membalas tatapan tajam itu dengan sangat berani, seolah ia membenci dengan sangat hari Rabu saat itu. "Aku tidak tahu!"

1
Siti Aisyah
Biasa
Siti Aisyah
Kecewa
Bigo S
Buruk
Jumi Eko
bagus
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kenapa kisah sam & berlian digantung, kak thor?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
akhirnya cinta masa kecil itu bertahan
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
baik author, ditunggu ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
oke asa sudah dengan aina. nicolo belum ada hilal jodohnya. sam sudah menikah dengan berlian. tapi kenapa belum up lagi, kakak author?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸: oke kak. tapi lapak nikolo dimana? 🤔🤔🤔
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
dahlah Nico, biarin aja mereka kumpul keluarga dulu. kamu urus laras & the ganks aja ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
oke. lanjutkan
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
lalu siapa itu?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
laras sakit jiwa juga berisik. gak mungkin asa ceraikan aina demi kamu
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
laras bilang apa?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
obsesi laras pada asa & keluarga nya sungguh merugikan
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
laras
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
aina disekap dimana ya?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semua mengira dian lah yg menculik aina. padahal....
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
aina pasti selamat. apakah sam akan muncul di moment ini?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
inikah momen aina diculik laras
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
aina sudah cukup tegas, dian harus paham ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!