NovelToon NovelToon
Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:245k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hasna_Ramarta

Dipertemukan secara tidak sengaja dengan mantan suaminya yang dulu pernah disia-siakan lewat anaknya yang ditolong karena masuk got.

Lalu apa yang akan terjadi setelah tragedi masuk got itu? Akankah ada cinta di hati kedua mantan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Kecewa Lagi Marisa

     Marisa segera bangkit dan mengenakan bajunya yang tadi sudah terlucut karena perintah Raka. Hatinya semakin dilanda sedih dan tentunya malu. Malu, sebab setelah kejadian ini pastinya Raka akan dengan mudah mempermalukannya. Marisa kembali ke kamar mandi menumpahkan lagi kesedihannya di sana. Marisa merutuki dirinya yang mau dibodoh-bodohi Raka. Tapi, tidak ada yang salah sebetulnya dengan hal tadi, Raka merupakan suaminya, anggap saja hal tadi bentuk rasa patuhnya Marisa pada Raka.

     Marisa keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sembab, kali ini dia benar-benar sakit hati dan berjanji tidak mau terlalu percaya diri dulu dengan ajakan Raka.

     Marisa segera keluar dari kamar untuk membangunkan Cila yang sejak tadi mash tidur, sementara waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.

     Raka masuk kamar pas ketika Marisa keluar. Marisa melewati Raka begitu saja tanpa menyapa atau menolehnya. Dia langsung ke kamar Cila. Di sana Marisa masih melihat Cila tidur dengan nyenyak, tapi Marisa harus membangunkannya sebab ini sudah mau Maghrib.

     "Cila Sayang, ayo bangun, Nak. Ini sudah mau Maghrib," bisik Marisa seraya menggoyang-goyang bahu Cila pelan. Cila perlahan bergerak dan menggeliat-geliatkan tubuhnya. Marisa bersyukur, Cila tidak begitu susah dibangunkan.

     "Bunda," ucapnya seraya menatap Marisa sendu ciri khas orang baru bangun tidur. Matanya masih kelihatan sayu dan ngantuk.

     "Ayo, bangun. Ini hampir waktu Maghrib, kita harus ke kamar mandi ambil wudhu dan melaksanakan sholat Maghrib," ujar Marisa seraya mengangkat tubuh Cila ke dalam pangkuannya dan membawanya ke kamar mandi. Akhirnya mau tidak mau Cila patuh karena Maris sudah membawanya ke kamar mandi.

     Kumandang Adzan telah diperdengarkan, Cila dan Marisa kini telah siap dengan mukenanya , mereka berdua akan melaksanakan sholat Maghrib.

     Raka yang sejak tadi tidak melihat Marisa masuk kamar lagi, penasaran. Lalu dia mencoba mencari tahu dengan membuka pintu kamar penghubung antara kamarnya dan kamar Cila. Ternyata Raka melihat sebuah pemandangan yang syahdu dan menyejukkan jiwa. Marisa dan Cila sedang melaksanakan sholat Maghrib.

     Raka menutup kembali pintu kamar penghubung itu, dia sedikit tersentuh dengan pemandangan barusan, ternyata Marisa mampu mengarahkan Cila untuk sholat, biasanya Raka membiarkan sebab merasa Cila masih dibawah usia tujuh tahun.

     Selesai sholat Maghrib, Cila langsung berlari menuju kamar Raka, Cila berteriak ingin menemui Papanya untuk diajak jalan-jalan malam ini.

     "Papaaa, ayo, kita jalan-jalan ke alun-alun kota. Cila pengen lihat robot super hero," teriaknya sambil menarik-narik lengan Raka yang baru saja selesai menjalankan ibadah sholat Maghrib.

     "Ya ampun, Cila. Papa kaget, Sayang. Kamu mau jalan-jalan kemana?" tanya Raka penasaran.

     "Alun-alun, Pa. Kata teman-teman Cila di sana ada robot super hero. Semua ngumpul di sana," cerita Cila antusias.

     "Sebentar, Papa siap-siap dulu," ucap Raka setuju.

     "Cila kasih tahu Bunda juga, ya, supaya siap-siap," tukasnya seraya menuju kamarnya. Raka sedikit tersentak saat Cila akan mengajak Marisa. Tapi mau bagaimana lagi, Cila kini selalu ingin bersama Marisa. Bahkan tiada hari tanpa Marisa.

     "Ayo, Bunda, cepat bersiap-siaplah. Kita sama Papa akan jalan-jalan ke alun-alun kota melihat superhero." Cila menarik lengan Marisa menuju kamarnya, dan membawanya ke depan lemari pakaian.

     "Ayo, Bunda segera bersiap dan memakai baju yang cantik juga dandan yang cantik, supaya Papa tidak bisa digaet sama tante yang di taman kota itu," celotehnya terdengar oleh Raka. Raka melihat ke arh cila sambil geleng-geleng kepala.

     Cila segera ke kamarnya, sepertinya dia juga akan bersiap mengganti baju tidurnya untuk pergi.

     "Mas, aku terpaksa ikut karena Cila yang ajak," ujar Marisa dengan wajah yang tidak berani menatap lama-lama Raka seraya menuju meja rias dan sedikit memoles wajahnya pucat.

     "Kamu memang harus ikut karena permintaan dia," tukas Raka seraya menuju lemari bajunya dan bersiap. Marisa segera menuntaskan dandanannya serta menyisir rambutnya dengan rapi. Cantik dengan polesan tipis tidak bisa dipungkiri lagi, meskipun dalam hati Marisa mengakui kecantikan almarhumah Mamanya Cila tidak bisa ditandingi.

     "Mas, aku sudah siap. Aku tunggu di bawah," ujar Marisa seraya bermaksud menuju pintu.

     "Tunggu dulu," tahan Raka seraya memepet tubuh Marisa di balik pintu.

     "Mas, ada apa? Lepas tangan aku," pinta Marisa sembari menepis tangan Raka yang kuat mencengkram tangannya.

     "Kamu bersikap dingin seperti ini karena masalah tadi, bukan? Kamu tidak jadi aku sentuh, padahal kamu sudah bersiap dan memasrahkan diri kamu, iya, kan?" tuding Raka seraya memperdalam tatapan wajahnya seraya menyentuh wajah Marisa yang glowing dengan sentuhan tipis make up yang tadi dia gunakan. Raka mengakui kecantikan Marisa, bibir yang sempurna tidak tebal atau tipis, hidung yang bangir serta mata yang teduh dengan bulu mata lentik dan alis yang tebal, serta kulit yang kuning langsat, menambah kecantikan yang eksotis ciri khas orang Asia Tenggara.

     Raka semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Marisa. Spontan tubuh bagian atas Marisa menggelinjang akibat sentuhan Raka. Raka tersenyum penuh kemenangan. Saat hampir saja bibirnya akan menyentuh bibir Marisa, dengan cepat Raka melepaskan cengkeramannya dan menjauh, dia tersenyum melihat Marisa kecewa. Lagi-lagi Marisa dipermalukan Raka, dia menunduk malu membuka pintu kamar dan segera meninggalkan Raka di sana.

     Marisa malu dan sedih, betapa jahatnya Raka memperlakukannya. "Bunda, Papa, ayo. Aku sudah siap," teriak Cila menyusul Marisa ke bawah tangga. Raka segera menyusul dengan mata masih tertuju ke arah Marisa. Raka tiba-tiba terbayang dengan gelinjangan Marisa, saat itu hasratnya sebetulnya membara. Raka seperti menginginkan sesuatu yang harus disalurkan. Selama ini dia selalu menyalurkan hasratnya dengan caranya sendiri, yang jelas masih aman dan untungnya bukan dengan cara yang salah.

     "Tidak, aku tidak boleh menyalurkan hasratku padanya sebelum dia benar-benar bisa dipercaya bahwa Marisa yang sekarang adalah Marisa yang sudah berubah lebih baik." Raka membatin dengan pikiran yang masih melayang-layang pada kejadian tadi.

     Cila dan Marisa masuk ke dalam mobil duluan, Raka segera menyusul dan melajukan mobilnya keluar pintu gerbang setelah pintu dibukakan Mang Raga. Mobil bergerak sedang menuju alun-alun kota yang tidak terlalu jauh dari sana.

     Tidak berapa lama mobil Raka sampai di alun-alun kota. Marisa dan Cila segera turun. "Awasi anakku jangan sampai lepas," peringat Raka sebelum Marisa turun.

     "Papa, ayo, Pa. Kita ke sana, kata teman aku superheronya ada di sana dekat air mancur itu," tunjuk Cila meraih tangan Raka dan Marisa layaknya keluarga yang utuh. Raka mengikuti kemana Cila mau. Cila menghentikan langkahnya saat dia sudah menemukan pencariannya. Beberapa superhero ada di sana. Cila ingin di foto bertiga dan mengabadikan fotonya bersama sang super hero.

1
Ririn Nursisminingsih
udah djhina, dicaci kok masih berthan tinggali. ajalah risa pusing bacanya
Ririn Nursisminingsih
minggat ke hotel ke marissa ini kok bodiingggg
Ririn Nursisminingsih
dasar raka dodol kmu laki2 kok ndak jelas bikin kesel
tak gibengae
Ririn Nursisminingsih
ayo digetok rame2 kepalae raka biar otaknya konek
Ririn Nursisminingsih
mulutmu raka klau ngomong
Ririn Nursisminingsih
ya allah risa kasian a bacanya pingin nangis marisa udah berubah raka jg kejam kmu
ayu cantik
suka
Nasir: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Muna Junaidi
😍😍😍
Suyatno Galih
ini gak kebalik apa ya dlm poin syarat permintaan, yg mt pernikahan anak siapa???? yg di ksh syarat siapa. wahhh bapak sianak mabok kecubung
ay Susie
piye tow kihhh ,,, dr awal p bab ini kok gitu trs sikap si gandul nie
Atip Suryana
sebesar apapun rasa dendam mu kepada Marisa tapi lebih besar lagi rasa cintamu kepada nya rakaa
Atip Suryana
mampir MBK hasnaa
Nasir: Wahhh trmksh byk Kak, smg suka.
total 1 replies
Nur Hidayah
udah gedhe hukumnya diranjang bikin adiknya cila tp dohalalkan dulu ya
Nur Hidayah
klu dl gagal sekarang bs gol gak ya
Nasir: Lanjut Kka...
total 1 replies
Mustarika
mf kk thor, wa tau sms kk
Nasir: SMS Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
ku tampolll juga niich mulutnya c'raka 😡
Nasir: Hehhehehe... kesel ya Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
sabar ea , Marisa 🤗
Vitriani
Lumayan
Nasir: Makasih byk....
total 1 replies
Indriani Kartini
Ah baru baca novel ini mengapa mata ini ga berhenti menangis sedih bngt, Pi suka dengan ceritanya
Nasir: Makasih Kak...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!