S 1
Menikah dengan laki-laki yang dicintai adalah impian setiap wanita. Tetapi, pernikahan impian yang diharapkan Aruna justru membawanya pada penderitaan lantaran dendam yang dimiliki sang suami pada kakaknya yang Aruna tidak ketahui. Namun, karena cinta, Aruna tetap bertahan dengan segala perlakuan suaminya.
Sebuah fakta akhirnya membuat pertahanan Aruna runtuh. Dengan segala cara Aruna melarikan diri dari rumah yang sudah seperti neraka untuknya. Aruna pergi dengan membawa cinta yang telah berubah menjadi kebencian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RM. BAB 33
Jane nampak kesulitan meraup udara segar ketika mobil yang membawanya itu singgah didepan sebuah rumah kosong, rumah yang merupakan tempat dimana dulu laki-laki itu memperkosanya.
"Ayo turun!" Titah Jack setelah membuka pintu mobilnya seraya menodongkan p!sau lipatnya.
Dengan takut-takut Jane pun turun dari mobil Jeep itu, ia menoleh kebelakang berharap Juna dan yang lainnya juga telah sampai ditempat ini. Namun, nyatanya mobil milik Farhan maupun dokter Adam belum juga terlihat sehingga membuatnya benar-benar ketakutan. Bagaimana kalau kakaknya tidak berhasil mengikutinya?
"Hei, apa yang kau lihat disana!?"
Jane tersentak kaget, "Sebelum ia mengatur nafasnya yang memburu, lagi-lagi ia dikejutkan oleh laki-laki itu yang tiba-tiba saja menariknya tangannya masuk kedalam rumah kosong itu. Persis seperti dulu saat laki-laki itu memperkosanya.
Setelah berada didalam rumah itu, Jack langsung mengikat Jane disebuah kursi kayu. Ia tertawa pelan melihat Jane yang nampak ketakutan.
"Tenang saja, aku tidak akan melakukan apa yang dulu aku lakukan padamu di rumah ini. Tapi, aku akan melakukan lebih daripada itu!" Jack menyeringai tipis lalu merendahkan tubuhnya sejajar dengan Jane. Ia mencengkram erat wajah gadis malang itu serta menatapnya dengan tajam.
"Kau pikir aku tidak tahu kau berada di taman untuk memancing ku datang, huh! Aku juga tahu sebentar lagi Juna dan Farhan pasti akan datang kemari untuk menangkap ku. Tapi, sebelum mereka sampai kesini, kau akan lebih dulu aku lenyapkan!" Jack menghempaskan wajah Jane dengan kasar kemudian berdiri.
"Selamat tinggal Jane!" Dengan tersenyum menyeringai, Jack kembali mengeluarkan p!sau lipatnya dan mengarahkan pada Jane.
Bertepa dengan itu, pintu rumah kosong itu didobrak dari luar dengan keras sehingga pintu yang sudah rapuh itu terguling dilantai.
Membuat Jack dan Jane terkejut, Jack menoleh kebelakang dan ketika melihat Juna dan Farhan telah berdiri diambang pintu iapun dengan cepat berlari ke belakang Jane yang masih terikat di kursi, lalu menodongkan p!sau tepat di leher Jane.
"Jack? Jadi selama ini kau adalah orang yang telah memperkosa Adikku, brengsek! Aku tidak akan mengampuni mu, Jack!" Dengan kemarahan yang memuncak Juna berjalan cepat untuk menghabisi Jack, namun langkahnya terhenti ketika Jack memberinya ancaman.
"Jika kau berani maju, p!sau ini akan menancap di leher Adik kesayanganmu ini!" Ancam Jack.
Jane sudah benar-benar ketakutan, terlebih merasakan mata p!sau itu menempel di kulit lehernya.
"Jack, aku tidak akan mengampuni mu jika sedikit saja kau melukai Adikku. Aku akan menghabisi mu!"
Jack tertawa renyah mendengar ancaman Juna. Setelah tawanya mereda, ia memotong tali yang mengikat tubuh Jane lalu menarik gadis itu dan memeluknya dari belakang. Dan kali ini Jack benar-benar nekat menggores kulit leher Jane.
"Aaa... Kak Juna!" Jane berteriak kesakitan.
Membuat Juna benar-benar murka. "Jack, aku bilang lepaskan Adikku! Hadapi aku sesama laki-laki, jangan menjadi pecundang dengan menyakiti wanita yang tidak berdaya." Jika tidak memikirkan keselamatan adiknya, Juna pasti sudah akan maju memberi Jack pelajaran yang akan disesalinya seumur hidup.
Jane tidak mampu berkata-kata lagi, ia hanya dapat menatap kakaknya dengan berkaca-kaca.
Tanpa yang lainnya sadari, diam-diam Aruna yang sebenarnya telah sampai ditempat itu dan masuk melalui pintu belakang sebelum Juna dan kakaknya tiba, ia melangkah pelan kearah sebuah balok kayu yang bersandar di dinding. Setelah mengambil balok itu Aruna bergerak maju dari arah belakang Jack untuk melumpuhkannya dengan balok itu.
Sambil melangkah Aruna mengangkat balok yang di bawanya itu tinggi-tinggi, dan...
Bugh...
Satu kali hantaman, Aruna berhasil memukul bagian pundak Jack sehingga p!sau yang ditikam kan ke leher Jane terlepas, pun dengan Jane yang akhir nya terlepas dari dekapan Jack. Dengan cepat Jane pun langsung saja berlari ke arah kakaknya. Juna memeluk adiknya itu dengan erat.
Di samping itu dengan sigap doker Adam pun menghampiri Jane untuk memeriksa luka dilehernya. Dokter Adam bernafas lega karena luka sayatan itu tidak terlalu mengkhawatirkan.
Namun, ini belum berakhir, pukulan Aruna tak sepenuh nya melumpuhkan Jack. Kini Aruna lah yang berada dalam bahaya.
Dengan menahan sakit di bagian pundak nya, Jack bergerak cepat mengambil p!sau nya yang terjatuh, dan dengan cepat berlari ke arah Aruna dan menjadikan wanita hamil itu sebagai tawanannya.
"Aruna... Jack, lepaskan Adikku!" Teriak Farhan. Terlepas dari Juna, kini Farhan lah yang dikuasai amarah melihat adiknya yang ditawan.
Mendengar teriakan Farhan, Juna pun baru menyadari keberadaan Aruna.
"Dokter Adam, tolong bawa Jane keluar dari sini dan obati luka nya."
Dokter Adam mengangguk, kemudian bergegas membawa Jane keluar dari rumah itu. Ia akan mengobati luka Jane dengan peralatan seadanya yang selalu ia bawa didalam mobilnya.
Sementara itu, Juna pun menghampiri Farhan. Kedua laki-laki itu akan bersatu untuk menghadapi Jack yang ternyata selama ini adalah musuh dalam selimut.
Namun, tentu Jack tidak takut menghadapi dua lawannya itu. Justru inilah yang diinginkannya, melihat Farhan dan Juna hancur secara bersamaan. Jika ia tidak berhasil melenyapkan Jane, maka ia akan melenyapkan Aruna yang merupakan adik kesayangan Farhan dan wanita yang dicintai Juna.
"Kalian berdua pasti tidak menyangka jika aku adalah orang yang selama ini kalian cari." Ujar Jack sambil tertawa.
"Kau benar-benar brengsek, Jack! " Juna mengepalkan tangannya dengan erat sehingga terlihat buku tangannya yang memutih.
Berbeda dengan Farhan yang tetap diam, namun sorot matanya bagai mata p!sau yang lebih tajam daripada p!sau lipat milik Jack.
"Yah, aku memang brengsek dan asal kalian tahu aku begini karena kalian berdua!" Jack menunjuk Juna dan Farhan bergantian menggunakan p!sau lipatnya.
"Katakan, apa kesalahan kami berdua?" Farhan bertanya dengan nada yang datar.
"Pertanyaan yang bagus, baiklah akan aku katakan apa kesalahan kalian berdua." Jack mengarahkan tatapannya pada Farhan.
"Apa kau ingat? Dulu aku pernah mengatakan padamu bahwa aku menyukai Aruna. Dan jawaban apa yang kau berikan padaku, hum? Kau mengatakan bahwa kau tidak ingin melihat Adik kesayanganmu ini hidup susah dengan laki-laki yang berasal dari keluarga kelas bawah sepertiku." Ujar Jack sambil memainkan p!sau lipatnya itu di wajah Aruna.
Bukan hanya Aruna yang terkejut mendengar penuturan Jack, Juna pun tidak menyangka bahwa sahabatnya itu ternyata pernah menyukai istrinya.
"Tapi apa yang kau dapat? Justru Adik kesayanganmu ini malah hidup menderita ditangan Juna." Lanjutnya lalu tertawa.
Dan kali ini Farhan sudah terlihat geram, perlahan kedua tangannya terkepal dan rahangnya mulai mengeras.
"Dan kau, Juna!" Jack berpindah menatap Juna. "Bagaimana rasanya melihat Adik kesayanganmu setiap hari histeris bahkan hampir gila? Ck ck ck, pasti rasanya sakit sekali bukan?"
"Jack, kau bukan hanya brengsek tapi kau bahkan sudah tidak waras!"
"Shut... Tunggu dulu jangan menyela, aku belum selesai berbicara!'' Ujar Jack sembari meletakkan ujung mata p!sau lipatnya itu dibibir.
"Aku beri tahu satu hal lagi. Gudangmu yang terbakar itu, aku yang membakarnya. Bagaimana rasanya kehilangan perusahaan yang selama ini selalu kau bangga-banggakan? Ouhh pasti sedih sekali, ck ck ck hidupmu itu benar-benar miris sekali Juna. Bahkan kau itu adalah manusia terbodoh, karena tidak menyadari bahwa selama ini orang yang sudah membuat hidupmu berantakan adalah sahabatmu sendiri, aku Jack!" Ujarnya lalu tawanya menggema didalam rumah kosong itu.
"Jack, kau benar-benar brengsek!"
"Yah, aku memang brengsek dan itu karena perbuatanmu sendiri!" Jack berteriak marah. Ia menatap Juna dengan tajam, sementara Aruna yang berada dalam dekapannya tampak gemetaran dengan tubuh yang sudah dibasahi peluh.
"Karena kau, kakakku sampai mengakhiri hidupnya sendiri!"
"Arumi?" Ujar Juna dengan pelan, namun masih dapat didengar oleh Jack.
"Yah, Kak Arumi. Dia mengakhiri hidupnya karena kau sudah menolak cintanya! Kau bukan hanya menghancurkan perasaannya tapi kau juga sudah menghancurkan hatinya dengan kau mengatakan telah mencintai wanita lain, dan wanita itu adalah Aruna!" Jack menempel p!sau lipatnya di wajah Aruna sehingga membuatnya merintih ketakutan. Namun, mengingat kalimat terakhir Jack ia seakan terbuai dan melupakan kalau dirinya sedang dalam bahaya.
'Kak Juna, apa benar dia juga mencintai aku? Jadi selama ini bukan hanya aku yang mencintainya.' Gumam Aruna dalam hatinya.
Sementara itu Juna terdiam mencerna semua perkataan Jack, dan didetik berikut ia tertawa pelan sambil menggeleng-geleng pelan kepalanya.
"Oh, jadi kau ingin balas dendam atas kematian kakakmu? Ck ck ck, bahkan kau lebih bodoh daripada aku, Jack!" Juna menatap Jack dengan remeh.
"Kau tahu bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan, tapi kau..." Juna menjeda kalimatnya, kali ini ia tidak bisa menahan emosinya lagi. Keduanya tangannya terkepal erat lalu dengan perlahan ia melangkah maju. Apa yang dilakukan Jack pada hidupnya sudah sangat keterlaluan, balasannya itu sangat tidak setimpal hanya karena dirinya menolak perasaan Arumi kala itu.
"Aku peringatkan diam di tempatmu atau kau akan melihat Aruna meregang nyawa seperti Kakakku!"
Namun, Juna tidak mendengarkan, ia terus melangkah maju dengan kelihatan kemarahan dimatanya.
Disamping itu, Farhan pun mengambil tindakan untuk mengecoh Jack selagi perhatian laki-laki brengsek itu terfokuskan pada Juna.
Dari arah yang tidak terjangkau oleh penglihatan Jack, Farhan bergerak maju, setelah mengambil balok kayu yang sebelumnya dipakai Aruna untuk memukul Jack.
Dan berhasil...
Farhan berhasil memukul Jack dengan cukup keras, dan Aruna pun bergegas lari setelah terlepas dari dekapan Jack.
Namun, bukan Jack namanya jika ia tidak bisa membalaskan dendam atas kematian kakaknya.
Dengan kekuatan yang ada, Jack berlari dengan tertatih kearah Juna sembari menggenggam erat p!sau lipatnya. Dan...
"Kak Juna...
"Juna...
ato aruna?