(Sekuel) Sang Pewaris
Kenzo Alvaro Aditama pria tampan yang merupakan calon CEO yang terkenal begitu sangat Arogan dan kejam.Ia tak segan segan mengeksekusi orang yang berniat berbuat curang padanya.
Dalam masalah percintaan pria itu tak tersentuh.Tak ada gadis maupun wanita yang berhasil menaklukkan hatinya.Lain halnya dengan saudari kembarnya yang begitu humbel dan murah senyum.
Namun seorang gadis yang merupakan OB di kantornya begitu mengagumi ketampanan pria itu dan selalu berusaha untuk bisa berdekatan dengan Kenzo.Dia Andini Putri yang akrab di sapa Andin itu harus bekerja keras untuk mendapatkan hati sang pujaan.
Bagaimanakah kisah mereka?, Apakah Andini bisa menaklukkan hati sang Tuan muda, yuk simak!
Yang ingin tau Kenzo masa kecil silahkan mampir di novel Author yang berjudul Sang Pewaris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
"Uncle...",gumam Darren yang terkejut karena tiba tiba saja Kevin sudah ada dihadapannya.
Darren melepaskan genggamannya ditangan Kanza.Pria itu terlihat begitu gugup sekali karena Kevin menatapnya tajam.
"Dad...maaf aku sedikit terlambat",ujar Kanza namun Kevin tak mengalihkan tatapannya dari Darren yang berani menyentuh putrinya.
"Darren temui Uncle nanti setelah acara ini selesai di rooftop hotel ini",ujar Kevin lalu menarik pergelangan tangan putrinya dan membawanya pergi dari hadapan Darren.
Darren menghembuskan nafas beratnya,karena sepertinya hubungannya dengan Kanza tak akan berjalan mulus.Ia tau arti tatapan Kevin tadi padanya.
"Daddy... memang seperti itu.Kami memang begitu menjaga Kanza.Daddy tak ingin apa yang terjadi pada Mommy dulu terjadi juga pada Kanza.Jadi berjuanglah untuk mendapatkan restu darinya",ujar Kenzo yang menggandeng Andin.
"Ya...", jawab Darren.
"Dia..."
"Dia milikku...",jawab Kenzo datar.
Darren tersenyum seraya mengangguk pelan menatap Andin yang tampak serasi dengan sepupunya itu.
Tak lama acara yang ditunggu tunggu pun datang,Kevin menyampaikan beberapa kata motivasi untuk karyawannya.Dan juga memberikan beberapa penghargaan untuk karyawan yang berprestasi dan membuat perusahaan makin maju.
Andin duduk disebelah Kenzo, tepatnya dibagian depan.Sejajar dengan para petinggi perusahaan.
Gadis itu merasa insecuer berada di deretan orang orang yang berpengaruh.Karena tak hanya petinggi perusahaan tapi juga para relasi dari perusahaan milik ADM Grup.
"Rileks aja baby", bisik Kenzo merasakan Andin tampak canggung dan tegang.
"Ya Mas...", lirih Andin tersenyum tipis.
"Cantik...", gumam Kenzo.
"Kamu mengucapkan sesuatu Mas?",tanya Andin.
"Ah tidak...",jawab Kenzo.
Acara dilanjutkan seperti pesta pada umumnya.Kenzo tampak berbincang dengan sahabatnya Daniel sedangkan Andin menemui sahabatnya Anita.
"Ya ampun Ndin, pangling aku sama kamu sekarang",ujar Anita memuji penampilan Andin.
"Biasa aja kok Nit,kamu datang sama siapa?",tanya Andin.
"Ya sendirilah,sama siapa lagi.Kamu kan udah nempel terus sama Pak Kenzo semenjak menjadi sekretarisnya",jawab Anita.
"Maafkan aku sudah tak bisa lagi kayak dulu", sesal Andin.
"Tak apa apa Andin.Oh ya aku tadi lihat kak Alea, kayaknya dia juga datang deh",ujar Anita.
"Ya jelas datanglah Nit, perusahaaan juga mengundang relasinya.Bisa jadi perusahaaan tempat Kak Alea kerja relasi ADM Grup",jawab Andin.
"Cari minuman yuk,haus nih",ujar Anita.
"Kamu aja ya,aku gak minum",jawab Andin karena ia sudah di wanti wanti Kenzo agar tak sembarangan minum ditempat seperti ini.
Kenzo tetap memantau Andin dari jauh saat ia berbicara dengan sahabatnya.Meski pria itu telah meletakkan orang-orang di tengah-tengah pesta ini untuk mengawasi Andin dan adiknya Kanza namun pria itu tetap mengawasinya dari jauh.
Brugh
"Aw...", ringis Andin saat seseorang menabrak tubuhnya.
"Anda baik baik saja Nona",ujar seorang pria yang tak sengaja menabrak wanita itu.
"Aku baik baik saja",jawab Andin mengangkat tangan memberikan kode jika ia baik baik saja saat pria itu akan menyentuhnya.
"Oh aku tak sengaja, sungguh",ujar pria itu.
Andin hanya tersenyum tipis lalu mengangguk pelan.
"Kamu gak apa apa kan Ndin?", tanya Anita menghampiri sahabatnya itu setelah mengambil segelas jus.
"Gak apa apa kok,yuk kita--
"Tunggu... kenalkan aku Fablo",ujar pria itu.
"Andini...",ujar Kenzo tiba tiba.
"Ya Mas...",jawab Andin tersenyum lebar saat melihat pria itu menghampirinya.
"Kamu baik-baik saja?", tanya Kenzo menatap Andin dengan raut wajah kuawatir.
"Ya...",jawab Andin.
Kenzo menatap tajam pria bernama Fablo itu,ia tau pria itu sengaja menabrakkan dirinya pada Andin.Pergerakan pria itu sudah terbaca oleh Kenzo.Ia ingin membuat Andin jatuh dalam pesona.Tapi gadisnya tak semudah itu tergoda karena ia jauh lebih dari pria itu.
Anita yang melihat betapa Kenzo mengkuawatirkan sahabatnya dibuat melongo.Untuk pertama kalinya ia melihat pria tampan itu dari jarak dekat.
"Pak Kenzo ternyata memang tampan",batin Anita.
Kenzo membawa Andin menjauh dari pria itu dengan menarik lembut pergelangan tangan gadis itu.
"Aku pergi dulu",ujar Andin pada sahabatnya diangguki oleh Anita yang masih shock dengan apa yang ia lihat.
Kenzo membawa Andin ke suatu tempat dimana hanya ada mereka berdua.
"Mas..."
"Dia menyentuhmu?", tanya Kenzo menatap tajam Andin.
Andin menggeleng pelan.", Ti-tidak Mas...dia hanya menabrakku",jawab Andin.
"Huffhhh syukurlah",desah Kenzo lalu membawa Andin kedalam pelukannya.
"Mas..."
"Hmmmm"
"Aku sesak",jawab Andin karena Kenzo memeluknya dengan begitu erat.
"Maafkan aku",ujar Kenzo melepaskan pelukannya.
"Ya...",jawab Andin.
"Ikut aku...!",ujar Kenzo.
Kemana Mas?",tanya Andin mengikuti langkah Kenzo yang menggenggam tangannya.
"Nanti kamu juga tau",jawab Kenzo membawa Andin ke suatu ruangan yang tampak begitu indah.
"Mas... ini--
Andin menghentikan ucapannya saat melihat kehadiran kedua orangtua Kenzo juga adiknya dan seorang pria yang Andini tau bernama Daniel.
Kenzo sudah bertekuk lutut dihadapan gadis itu dengan mengeluarkan sebuah cincin dari saku jasnya.
"Aku tau ini terlalu cepat tapi aku tak ingin pacaran,tapi aku ingin menjadikan kamu istriku.Will you marry me?",ujar Kenzo.
Andin tampak terkejut,ia tak menyangka jika akan dilamar pria itu malam ini.Gadis itu menatap satu persatu orang disana yang tampak mengangguk pelan.
Andin tau ini terlalu cepat untuk hubungannya dengan Kenzo.Tapi ia sadar pacaran terlalu lama tidaklah baik.
"Bismillahirrahmanirrahim.I Will",jawab Andin.
Kenzo tersenyum lebar lalu menyematkan cincin bermatakan berlian itu ke jari manis Andin.
"Selamat ya sayang",ujar Ara memeluk Andin.
"Iya Aunty",jawab Andin membalas pelukan Ara.
"Hai...kamu cantik sekali,pantas saja Kakakku langsung tertarik padamu.Karena selama ini tak ada gadis yang bisa menaklukkan pria kutub itu",Kanza menghampiri Andin.
"Kamu juga cantik...",puji Andin jujur.
"Ya...aku Kanza.Kenzo sangat curang tak pernah mengenalkan kamu padaku",ujar Kanza melirik saudara kembarnya itu.
"Andini, cukup panggil Andin saja",jawab Andin.
"Aturlah kapan kalian akan melangsungkan pernikahan kalian",ujar Kevin.
"Maaf Uncle dan semuanya.Bisakah pernikahannya dilaksanakan dua atau tiga bulan lagi?.Aku ingin kenal Mas Kenzo lebih baik lagi sebelum kejenjang pernikahan",jawab Andin.
"Sayang jangan--
"Jika itu yang kamu mau, baiklah.Anggap hari ini adalah pertunangan kalian",jawab Kevin.
"Tapi Dad--
"Kenzo...ini terlalu cepat untuk Andin,kalian baru beberapa hari dekat",jawab Kevin.
"Mom..."
"Kenzo...yakinkan Andini dengan sikap kamu dan keseriusan kamu.Siapa tau dia berubah pikiran dalam waktu dekat ini",jawab Ara.
"Hahaha Kenzo kamu sepertinya sudah kebelet nikah",ejek Kanza.
Kenzo mengabaikan adiknya itu dan tersenyum pilu pada sang kekasih.
"Diam Kanza...!.kamu dan Darren ikut Daddy ke rooftop sekarang!",ujar Kevin melangkah lebih dulu.
"Rasakan kamu", bisik Kenzo.
Deg
...****************...
siiplah yaaa