NovelToon NovelToon
Kepala Sekolah Hantu

Kepala Sekolah Hantu

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Spiritual / Matabatin / Penyeberangan Dunia Lain / Horor / Tamat
Popularitas:157.9k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

TAHAP REVISI.
Dunia ini terlalu banyak di selubungi kejahatan. Salah satunya gangguan makhluk halus yang beredar di forum dunia pendidikan. Proses belajar mengajar terganggu dan ketakutan mencekam setiap harinya. Lorong-lorong panjang melewati ruangan kelas kosong di tengah malam membuat sekujur bulu kuduk merinding. Penampakan, suara jeritan dari dalam gedung sekolah, hingga rumor yang beredar mengabarkan kepala sekolah yang memimpin di sekolah favorit itu ternyata sosok iblis berwujud manusia. Meskipun begitu, sekolah tetap Berjaya berdiri dengan kekuasaannya yang menindas para guru, murid dan semua perangkat pekerja untuk melakukan semua kehendaknya. Tipu muslihat iblis memperdaya semua dengan senyumannya yang menyeringai. Simak kisah misterinya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia carut marut

Patung manikin terpajang di ruang seni. Ruangan itu adalah satu ruangan favorit bu Pentol. Dia hobi mengoleksi potongan tubuh patung, memutar piringan musik lebar dengan berdansa di bawah cahaya lampu merah. Murid-murid yang tidak pernah absen menyediakan semua keinginannya adalah siswa-siswi yang tersemat simbol aneh di bagian pundak.

“Dira, saya rasa harus menambah koleksi patung. Tapi tunggu, pasti lebih indah kalau terpajang sebuah karya seni patung di atas kolam air mancur.”

“Saya akan membantu semua yang ibu inginkan.”

Dira menunduk di sampingnya. Sosok Pentol menghitung-hitung manikin, ada sebuah patung yang hilang yang terpajang dekat alat musik. Dia berteriak membanting jendela, patung satu-satunya yang sengaja berbahan dasar alami terbuat dari tanah lihat yang dia buat menggunakan kekuatannya. Sosok tubuh Manikin sebagai tanda kehadiran ibunya.

“Kalian dengar suara bu Pentol?"

......................

Pecahan ingatan tahun silam.

Sosok wanita yang selalu membawa kipas di tangannya menghilang di dalam kamar. Fanden berteriak keluar rumah menyuruh para pekerja memanggil polisi. Rumah megah itu letaknya di kelilingi pohon pinus yang jaraknya jauh dari perkampungan.

Yuto menangis berlari masuk ke dalam pepohonan. Dua pekerja mengejarnya, suaranya tenggelam menerbangkan burung-burung gagak yang berterbangan di atasnya. Wilayah itu terkenal angker, banyak sosok sering mengganggu menampakkan wujudnya.

Di dalam jurang yang di tutupi patahan dahan pohon. Hufa menjerit ketakutan melihat Amora menyayat kulitnya. Dia tidak akan tinggal diam melihat selir yang berhasil merenggut harta suaminya itu bersenang-senang.

“Nee. doe het niet!” (Nee. doe het niet).

“Rasa sakit mu ini tidak ada apa-apanya Hufa. Aku masih ingat Kasiman menampar ku demi membela wanita kotor seperti mu” ucapnya.

Dia mulai memisahkan bagian organ tubuhnya. Di mulai dari bagian kaki, wanita itu menjerit sekencang-kencangnya. Rasa sakit yang tidak tertahankan. Karena terlalu berisik, mulutnya di tutup dengan telapak kakinya sendiri.

“Jangan berisik. Kau mengganggu konsentrasi ku saja”

Amora mengambil pisau lebih besar. Dia tertawa memisahkan bagian tangan yang pernah menamparnya di depan Kasiman. Wanita itu mengesot mengeluarkan darah membanjiri tanah Rasa sakit di tambah dengan siksaan terkahir.

“Argh! Akh”

Setelah berakhirnya Hufa, bukan berarti dendamnya terbayar. Ada banyak lagi wanita penggoda di luar sana yang ingin melenyapkan dan selalu menindasnya.

Sebuah wadah besar tergenang potongan-potongan tubuh Hufa. Warna darah musuh menambah rasa bahagia Amora mulai melenyapkan para wanita penggoda.

Dia mengawetkannya dengan melapisi siraman semen. Bagian potongan di jemur di dekat pepohonan yang di pasang jebakan. Penampakan yang sering di lihat orang-orang di dalam sana tidak lain ikut campur tangan Amora. Selain gangguan hantu yang terbang di antara pohon, Amora berperan menakuti oang yang masuk ke wilayahnya.

Bergantinya hari, Yuto tinggal sendiri di rumah warisan Hufa.

Sebuah kekayaan yang tidak semestinya di nikmati mereka. Amora masuk melompati jendela, dia membawa pisau yang di sembunyikan di belakang tubuhnya. Melihat Yuto terlelap, dia dengan mudah menikam dan menyeretnya keluar. Jasad Yuto berakhir sama seperti ibunya.

Patung Manikin terkadang mengeluarkan air mata darah. Terkadang berpindah tempat dan pada bagian wajah menunjukkan raut kesedihan. Di dalam ruangan seni, Pentol tersenyum puas melihat nasib akhir riwayat para patung itu.

Dira kerasukan sosok lain bagai seekor kerbau yang di tusuk hidungnya. Di dalam ruangan kepala sekolah, dia meminta nek Eda dan Hayatun membantunya membawa peti dan bahan-bahan pembuatan semen.

“Untuk apa? Bu Pentol tidak memberi perintah apapun” ucap nek Eda.

“Aku akan menghadiahkannya sesuai keinginan bu Pentol. Aku yakin dapat bangkit kembali.”

Keyakinan Dira yang mempercayai iblis berujung kematian pada dirinya. Semen di aduk merata, dia menelentangkan tubuh di atas peti. Nek Eda mulai menyiram siraman semen, di mulai dari bawah kaki sampai atas kepala. Kemunculan Pentol tersenyum melihatnya, Dira tidak dapa berkata apapun. Tangannya menyatu melipat dada.

“Hahah, sebuah karya seni yang luar biasa. Aku akan memajangnya di kolam mancur depan pintu gerbang sekolah.”

“Bu, pesan terakhirnya ingin bangkit kembali.”

“Biar dia tenang disana. Dia mengorbankan diri atas dasar keinginannya sendiri.”

Putaran di sekolah favorit.

Pada kolam air mancur yang diberi nama seni jeritan tanpa suara itu berdiri patung seorang perempuan bertubuh kurus seukuran tubuh siswa-siswi yang bersekolah di gedung SMP favorit. Patung tersebut menggenggam melipat tangan di depan dada dengan raut wajah berteriak. Pentol berdiri memandangi hasil karya yang di tunggunya sejak lama.

Dia menyuruh pekerja kebun membentuk taman kecil di bawahnya. Selain itu, keanehan lainnya memajang potongan-potongan tubuh patung lainnya di bagian jalur sepanjang jalan sampai menuju ke labirin. Siswa-siswi, para guru dan orang-orang yang ada di gedung hanya melihat patung itu tampak biasa.

Yumi melihat air mancur mengalir berganti darah, potongan tubuh yang bergerak sendiri dan penampakan arwah-arwah bergentayangan. Dia berlari menuju ke ruang olahraga, Petrok mengikuti memperhatikannya mengeluarkan buku setan.

“Apa yang terjadi? Kenapa kau membukanya tanpa kami?”

“Aku melihat patung itu seperti hidup. Pasti tertulis di lembar lainnya.”

Suara aneh yang keluar ketika membuka lembar bagian tanda simbol. Yumi melihat ada nama Pentol di bagian sudut halaman. Suara air yang berisik dari kolam mengejutkan mereka, seperti ada saja gangguan dan rintangan saat akan membuka buku.

“Nanti sore aja Yum, kita hari ini kumpulin jejak lainnya” ucap Petrok.

Mereka melewati kolam tanpa memperdulikan makhluk yang keluar di atas permukaan air. Petrok dan Yumi masuk ke kelas masing-masing. Hari ini bu Pentol memberi instruksi menyuruh murid kelas 8 B mengaduk semen. Dia tidak sabar membayangkan mereka menjadi patung. Siswa pilihan yang dia incar adalah Teti.

“Loh si Teti mau pergi kemana?” Tanya Senti.

“Mungkin dia lagi di suruh bu kepsek. Untuk apa sih semen sebanyak ini. Memangnya kita mau buat rumah-rumahan?”

Manik mulai mengeluh sambil membasuh keringatnya. Berdiri di balik gedung, Teti yang terhipnotis dengan kekuatan Pentol mula menyiram dirinya sendiri dengan semen. Dia mongering di bawah terik matahari. Pentol menyuruh nek Eda memindahkan patung itu di dekat patung yang ada di kolam air mancur.

“Wah patungnya mirip nyata ya."

“Lihat, bentuknya detail. Dia pakai seragam seperti kita”

“Bagus ya patungnya.”

Perkataan para murid yang mengelilingi sampai menyentuhnya. Nek Eda menyuruh mereka berjaga jarak agar menghindari supaya patung tidak rusak.

Di tempat lain, kamar 102 di hebohkan mencari Dira yang belum kembali setelah kelas seni. Senti berlari melaporkan ke pak Sesem, guru lain yang mendengarnya mulai berpendapat siswi lain pasti kembali menghilang atau kerasukan.

1
👑Keluarga author
💝
Mr.Cho
mengambil alih dunia alam lain
31
setan alas si nenek tua
Jasmine
lanjut jangan mandek
Univ. MD
nenek licik
sigma
nek kamu manusia atau setan?
Libra ♎ Tetangga ujung
nek eda masih aman sentosa ini
Al azhar
like
Tanah Karo
nek 😤
Mihrab
ikut senang maknya Ririn sehat
Mihrab
kalau gini si penyusup kepo denger sekolah viral. weekkk
Mihrab
neraka ya. bawaan lahir 🤣
💝Spoiled
pasukan julit gak suka sama tingkat rinal. tu lambe turah yak🤣
Berry
lanjut penasaran
♥Kumna
huuu
♥Kumna
keren 😎👍👍👍👍 ku suka
Kapsul🐴Grup D
awal bab w pikir pentol 100 % wedok
Kapsul🐴Grup D
resep bikin topi buatan seperti pentol ada nggak???? ngakak tambah geli topi cahaya hijau
Hijau Daun 🍃
makan apa ya 😬😬😬
Emak Linda🌹
bocann
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!