18+ 18+ 18+
bijaklah dalam membaca dan BEBAS PROMOSI !!
Berawal dari ide gila Kakek Suryo yang ingin menikahkan kedua cucunya yang bernama Nayura (cucu kandungnya) dan Gema (cucu angkatnya), sehingga Suryo membuat sebuah rencana jebakan untuk mereka yang tidak saling kenal sebelumnya.
Hal itu dia lakukan karena keluarganya tidak pernah diberikan kesempatan untuk kenal ataupun bertemu dengan Nayura yang berprofesi sebagai model akibat kesalahpahaman puluhan tahun lalu. Ditambah lagi, sifat Nayura dan Gema sama-sama keras kepala jadi tidak mungkin mereka mau menikah kecuali dengan sebuah siasat yang mampu memaksa mereka.
Gema sudah memiliki seorang kekasih, kekasih yang tak pernah mendapat restu dari keluarganya. Dia juga sangat membenci profesi model dan merasa jijik dengan seorang model karena sebuah pengalaman buruk.
Sedangkan Nayura, dia juga sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai. kekasihnya itu merupakan cinta pertamanya.
Gema, lelaki tampan dan kaya disukai banyak wanita, Nayura model cantik dan sexy dikagumi banyak lelaki.
Setelah rencana penjebakan Kakek Suryo berhasil menikahkan kedua cucunya, akankah mereka mampu mempertahankan rumah tangganya atau justru saling melepaskan?
Ini adalah karya pertama, mohon dukungannya untuk like dan kasih masukan melalui komentar ya reader 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nonawidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar Suamiku
Mentari kini telah menampakkan sinarnya, menembus gorden berwarna gold. Dua insan masih tertidur lelap akibat kelelahan. Bukan kelelahan setelah bertempur menghabiskan malam pertama, melainkan kelelahan akibat adu mulut.
Gema merenggangkan tubuhnya, sebuah tangan melingkar di pinggang kekarnya. Mata Gema mulai dibuka perlahan. Bukan kali pertama wanita ini memeluknya, melainkan sudah kedua kalinya sebab yang pertama adalah malam laknat dirinya dan wanita tersebut dijebak sehingga terpaksa menikah.
Gema memandang wajah polos tanpa make up tersebut, kulit putih dan halus. Bibir mungil warna merah tanpa lipstik dan hidung mancung yang terlihat indah dengan bulu mata yang sangat lentik.
Terkena sorot sinar matahari pagi dari balik gorden, Naya mulai bergerak tanda akan bangun dari tidur nyenyaknya dengan segera Gema kembali menutup mata.
Naya mencoba membuka matanya, dia berusaha mengumpulkan kesadarannya. Cukup membuatnya terkejut ketika menyadari tangannya melingkar di pinggang suaminya dan wajahnya sembunyi di dada kekar suaminya yang sangat menggoda. Naya segera mengangkat tangannya dan melihat wajah Gema,
"Huh.. untung belum bangun. Bisa jatuh harga diriku kalau aku yang memeluknya." Gerutu Naya yang masih terdengar oleh Gema yang pura-pura tidur.
"Kalau dilihat-lihat sedang terlelap gini, kamu cukup tampan dan menggemaskan. Tapi sayang.. ketika kamu sudah mulai bicara ucapanmu lebih pedas dari cabe setan!" Decak Naya tanpa memalingkan pandangannya dari wajah Gema.
"Akhirnya kau mengakui juga kalau diriku ini tampan. Bagaimana ekspresinya kalau gue bangun ya.." Batin Gema.
Satu...
Dua...
Tiga...
"Ngapain lu lihat gue dari tadi?" Tanya Gema dengan nada ketus dan melotot ke arah Naya yang posisinya sangat dekat dengannya.
"Se... sejak kapan lu bangun?" Tanya Naya kaget.
"Sejak lu menarik tangan lu yang udah berani meluk gue. Jadi ngapain lu tadi liatin gue terus?" Jawab Gema santai.
"A.. a.. ak.. siapa yang liatin lu? kepedean banget lu jadi manusia!"
"Udah deh ngaku aja.." Goda Gema.
"Najis!" Naya segera beranjak dari tempat tidurnya dan berlari ke kamar mandi dengan wajah yang sudah merah seperti tomat.
Didalam kamar mandi Naya terus mengumpat dirinya sendiri karena sempat terpesona dengan ketampanan Gema.
Malu? Ya jangan ditanya lagi. Rasanya Naya ingin hilang ditelan bumi daripada keluar kamar mandi dan bertemu Gema.
Suara tawa Gema yang menggelegar hingga terdengar oleh Naya didalam kamar mandi membuat nyali Naya makin ciut untuk bertemu dengan Gema.
🌵
30 menit berlalu, Gema merasa sudah tak tahan lagi menunggu Naya dalam kamar mandi yang tak kunjung keluar.
"Nay.. cepet keluar!" Teriak Gema namun tak mendapat jawaban dari Naya.
"Nay kalau lu gak keluar, gue dobrak nih! Gue udah kelebet banget pengen kencing Nay." Tetap juga tak ada jawaban dari Naya.
"Oke.. gue dobrak ya!"
"Satu.."
"Dua..."
Ceklet
Pintu kamar mandi terbuka, Naya berlahan keluar dengan bath robes yang sangat pendek. Naya menundukkan wajahnya karena masih malu mengingat kejadian sebelum dia ke kamar mandi.
"Cepet minggir! gue udah kebelet." Tanpa menunggu jawaban Naya, Gema langsung masuk dan menutup pintu kamar mandi.
Tok..
Tok..
Tok..
Suara ketukan pintu terdengar sangat jelas dari luar. Naya mencoba mengintip siapa dibalik pintu tersebut, ternyata seorang lelaki sehingga dia mengurungkan niatnya untuk membuka pintu.
Sebelumnya, Mama Intan sudah memberi tahu bahwa akan ada orang yang akan mengantarkan baju untuknya karena didalam koper Gema hanya ada lingerie.
"Gema.. masih lama gak?"
"Kenapa?" Tanyanya dari dalam kamar mandi.
"Tolong bukain pintu. Ada yang ngetuk pontu tadi."
"Kenapa gak lu aja sih?" Tanya Gema lagi keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililit ke pinggangnya.
"Gak mungkin lah gue buka pintu dengan pakaian seperti ini." Jawab Naya.
Gema langsung menuju pintu dan membukanya, seorang lelaki dengan beberapa paper bag setia menunggu dibalik pintu. Kemudian lelaki tersebut memberikan paper bag kepada Gema.
Sudah mendapatkan pakaian yang layak membuat Naya bahagia. Akhirnya penyiksaan dari mertuanya telah berakhir.
🌵
Dengan berpakaian santai, Gema dan Naya keluar dari kamar pengantin yang laknat tersebut. Gema mendorong koper kecilnya dan berjalan di belakang istrinya. Mereka berjalan menuju restoran hotel untuk breakfast setelah itu mereka akan segera ke rumah Naya untuk mengambil barang-barang Naya yang dibutuhkan.
Sesampainya restoran hotel, mereka menyantap makanan dengan keheningan padahal duduk mereka saling berhadapan. Tak ada yang mau memulai untuk membuka suara terlebih dahulu.
Hingga seorang wanita berpakaian formal dengan blazer warna hitam juga high heels yang tidak terlalu tinggi menghampiri meja Gema dan Naya.
"Baby.. sedang apa kamu disini?" Tanya Wanita itu yang tak lain adalah Talia.
Melihat kehadiran Talia yang secara tiba-tiba membuat Gema terkejut dan gelegapan.
"Emm. ngapain kamu disini?" Tanya Gema balik tanpa menjawab pertanyaan kekasihnya.
"Aku ada acara kantor disini. Terus kamu? ini siapa baby?" Tanya Talia curiga melirik Naya yang duduk didepan kekasihnya. Sadar bahwa dirinya yang dimaksud, Naya berinisiatif untuk memperkenalkan diri.
"Hey kak.. kenalin aku Ayura, sepupunya kak Gema." Sapa Naya ramah.
"Sepupu?" Talia menatap Gema penuh curiga.
"Iya kak, jadi Papi aku tuh kakaknya mamanya kak Gema. Ehmm, gini deh.. Mamanya kak Gema itu Tante aku kak. Aku baru pulang dari Jerman." Jelas Naya.
"Tante angkat aku sekaligus mama mertua aku!" Tambah Naya dalam hati.
"Oh begitu.. maaf aku sempet berpikir yang tidak-tidak Ayura. Oh ya kenalin aku Talia, Pacarnya Gema." Talia tersenyum manis pada Naya yang dia anggap akan menjadi adik iparnya setelah dia menikah dengan Gema.
"Untung ini bocah peka dan mau menjelaskan, kalau gak bisa-bisa Talia curiga dan ngamuk disini." Batin Gema.
"Santai aja kak, wajar kalau kakak berpikir yang tidak-tidak soalnya kita kan belum pernah ketemu. Kakak panggil aku Yura aja ya.. temen-temen aku biasa memanggil aku Yura." Ucap Naya yang masih dengan santainya melahap makanan.
"Kamu mending gabung sama kita ikut sarapan deh Tal nanti lambung kamu kambuh." Ajak Gema pada kekasihnya.
"Cih sok perhatian sama kekasihnya." Gerutu Naya dalam hati.
"Maaf baby.. aku harus segera pergi, sebab acaranya akan segera dimulai 15 menit lagi. Next time kita meet up ya baby.. kamu jangan terlalu sibuk." Jawab Naya.
"Yura, kakak pamit dulu.. senang bertemu denganmu dan semoga kapan-kapan kita bisa bertemu lagi." Pamit Talia.
"Oh iya kak. Senang juga bertemu denganmu." Jawab Naya.
"Baby aku cabut dulu ya.. nanti aku telfon.. okey?"
"Oke." Jawab Gema singkat pada Talia.
Setelah Talia meninggalkan mereka, Gema bisa bernafas lega. Tatapan tajam Naya tak berpindah dari wajah tampan Gema seakan meminta penjelasan.
"Nay, thank ya.. udah nolongin gue!" Ucap Gema.
"Santai gak ada yang gratis kok! Nanti lu harus bayar. Oke?" Jawab Naya santai sambil menahan tawanya.
"Kenapa lu nahan ketawa?" Tanya Gema.
"Nggak.. gue hanya gak habis pikir aja! Ternyata Presdir Bramantya Corp. Yang terkenal tampan dan tajir seleranya begitu doang Hahahahaha!" Tawa Naya sudah tak tahan lagi melihat wajah Gema yang sudah merah padam.
"Jaga ucapanmu Nay!' Suara Gema yang tidak keras namun penuh penekanan itu sedikit membuat Naya ngeri.
"Setidaknya, dia adalah gadis baik-baik dan masih suci. Berbeda denganmu yang selalu memamerkan tubuhmu yang bisa dijamah banyak orang."
"Cih! emang lu tahu siapa gue sesungguhnya sampai lu berani bandingin gue dengan pacar lu yang gak seberapa itu?"
"Jaga ucapanmu Nayura!" Tegas Gema.
"Bagaimana ya nanti kalau aku cerita pada Mama Intan, kalau aku habis bertemu dengan Pacar suamiku?" Goda Naya.
🌵🌵🌵🌵
**Jangan lupa tinggalkan like dan komen ya kak...
Terima kasih 🖤**
tp kasian jg k naya kek cinta dia d permainkan kakeknya
gabisa sedewasa naya
mana sukanya diem klo marah
mending ceplas ceplos kek naya
dikira tuhan bisa tau isi hatimu
sumpah yg ga aku suka sm cowo kek gema tu gitu
emang dia bucin care meratukan pasangan tp klo udah jealous tiba² diem pen nampol komuknya sumpah
Masa iya gabisa cinta ke rachel si kn udah bobol gawangnya
sisil itu bener² gatau malu ya
masih aja disitu abis merong² gajelas
muka tembok😌
btw mama intan adalah mertua idaman semua umat
posisi rachel abis d perkaos dan trauma berat
mana ortunya di jerman
pasti lah naya dilema
dilain sisi dia juga berat gabisa ikut gema
ya pasti lah naya berat di rachel dg kondisi dia yg kek gitu
jd ga kebanyakan mendem👍🏿
pas udah berpawang bawaannya pen maen mulu dah
nyambungnya ke situ mulu🤣🤣🤣
btw suka bgt sm naya
ni dewasa dan bijak
maksudnya dia tu ga gampang tantrum
paling banter tiba² netes air mata doang
ga yg uring²an gajelas klo lg ada masalah
mending cerai aja dah
balik ma ardi nayanya
naya kemakan omongannya sendiri kekekkekekke
keluarga trllu goblok