Cerita ini bermula ketika seorang lelaki yang notabene nya bersifat dingin dan cuek memiliki pacar yang baru mengenal arti kata Cinta. Namun dengan teganya ia mampu membagi cinta dan kasihnya dengan wanita lain.
Bukannya lelaki yang sifatnya dingin hanya mampu mencintai 1 wanita saja ?
Mustahil...
Lalu mengapa ia mampu membagi cintanya dengan wanita lain ketika ia hanya harus dipisahkan oleh jarak dengan kekasihnya hanya kurung waktu 2 bulan saja ??
Secepat itukah lelaki membagi kasihnya ??
Apakah lelaki di dunia ini semua sama saja ? Yang tidak mampu mengendalikan perasaan serta hawa nafsu nya dan hanya mampu membagi cintanya kesana kemari ...????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amaliah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Yang Tidak Disangka
"Fuit fuit" "ffuuuffuuutt" "fufufuft"
Terdengar suara siulan dari arah samping kanan kedua wanita ini. Saat Angel dan Sherin berbalik, nampak seorang lelaki sedang mengode dengan telunjuknya dan ditunjuk lalu di jentikkan seraya memanggil Angel. Angel pun membalas kodenya dengan menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk lalu berkata "saya" tanpa mengeluarkan suara. Lelaki itupun menganggukkan kepalanya.
"Kayaknya lo dipanggil tuh Jell"
"Iya, ada apa yah. Gue kesana dulu yah Sher"
"Buruan gih, tihati loh yah.. Nanti malah ke geb sama doi lagi" ucap Sherin menggoda Angel
"Huss.. paan sih. Itukan kak Steve, temannya kak Marco juga" ucap Angel melangkahkan kakinya ke sosok lelaki yang memanggilnya yang tak lain ialah Steve.
"Hai Senja" ucap Steve tersenyum saat mendapati Angel mendekatinya
"Hai kak, eh btw nama aku bukan Senja loh kak. Kan aku udah bilang tadi"
Steve hanya tersenyum
"Kenapa sih kak Steve manggil aku dengan nama senja ? Padahal kan nama aku Angel. Emang kak Steve mau apa potongin aku kambing lagi kalo ganti nama seenak jidat" ucap Angel cemberut
Steve terkekeh melihat wajah Angel yang tekuk lalu mengacak acak rambut Angel manja.
"Ih, kak Steve. Kita baru kenal loh tadi, kok kayak udah kenal lama sih" ucap Angel merapikan rambutnya yang berantakan
"Aku manggil kamu senja itu karena waktu aku melihat kamu sedih dilaut, maki maki laut yang tak bersalah yah pada saat Senja. Disitu aku nggak tau nama kamu, jadi aku namain aja dengan sebutan Senja" ucap Steve tersenyum lembut
"Oh, itu" ucap Angel cuek bebek tidak ingin mengulang memori sedihnya lagi.
"Kamu nangisin siapa sih waktu itu?" tanya Steve
"Ish, kok kakka kepo sih. Kita kan belum kenal"
"Kan udah tadi kenalannya"
"Iya tapi kan baru kenal hari ini, belum lama juga"
"Yah gak apa dong. Aku mau jadi teman kamu" ucap Steve to the point
"Nggak deh kak, makasih. Kakak jadi teman senior aku aja"
"Ya udah, aku bakal manggil kamu dengan nama senja lalu aku bakal ceritain ke semua teman kamu apa yang kamu bilang waktu dilaut" tantang Steve percaya diri
Angel merasa terbebani dengan ucapan Steve. Ia tidak ingin ada orang lain yang tahu akan kata kata sumpah serapahnya waktu itu dilaut
"Iya deh iya kak. Kita teman" ucap Angel membuang mukanya ke kiri cemberut
Yess.. batin Steve
Steve menjulurkan tangan kanannya lalu disambung dengan uluran tangan Angel. Mereka berdua berjabat tantan layaknya telah melakukan kesepatakan.
"Ada apa kak manggil aku ? Kirain aku kak Steve udah balik" tanya Angel
"Hmm, gak apa sih. Cuma pengen nyapa aja. Nggak boleh?" tanya Steve
"Hehe boleh sih kak. Tapi aku takut kalo kak Marco atau yang lainnya ngeliat kita bicara berdua kayak gini diluar villa, nanti malah mikir yang tidak tidak" ucap Angel takut ketahuan
"Marco ? Emang Marco siapa kamu?" tanya Steve yang menangkap nama Marco yang disebut Angel
"Hmm, ituu ii ituu pacar aku kak" ucap Angel terbata karena salah sebut nama
"Oh,, jadi yang kamu tangisin waktu senja itu Marco" ucap Steve manggut manggut
Angel hanya diam tak menjawab
"Lalu, cewek selingkuhan dia siapa?" tanya Steve memaksa Angel cerita
"Apa selingkuhannya itu cewek yang ada didekatnya tadi?" tanya Steve
"Dia nggak selingkuh kak. Dia hanya khilaf melakukan kesalahan" bela Angel
"Kalo dia nggak khilaf tapi segaja gimana dong??" tanya Steve seperti sedang memancing emosi Angel
Angel masih diam tak bergeming. Dia enggan menjawabnya, karena menurutnya masalah itu tidak perlu di ungkit lagi
"Kamu nggak mau cerita nih?? Aku siap kok jadi bahu sandaran kamu" ucap Steve
"Makasih kak, tapi nggak usah hehe. Biarkan itu menjadi masa lalu. Aku nggak mau membuka luka lama. Luka itu udah aku kubur dalam dalam. Aku nggak mau tersakiti lagi oleh kenangan yang udah aku kubur dalam" ucap Angel panjang lebar
Steve manggut manggut "kapanpun kamu mau cerita, aku siap kok dengerin setiap masalah kamu" ucap Steve
"Kok kak Steve peduli sih sama aku?? Padahal kita hanya dua orang asing yang tidak sengaja saling pandang di situasi yang tidak mengenakkan. Lalu dipertemukan kembali disuasana saling mengenal karena adanya ikatan dengan senior aku" ucap Angel serasa Mario Teguh😅😅
"Kamu itu udah kayak adik aku. Kamu mirip dengan adikku. Dan aku rindu dengan adikku" ucap Steve yang awalnya suaranya semangat lalu turun menjadi kurang semangat
"Kenapa kak Steve sedih ?? Emang adik kakak dimana ? kalo kak Steve rindu, kan bisa di telfon"
"Adik aku ada disana, dia sudah bahagia" ucap Steve menunjuk langit
Angel yang tahu arti dari tunjukan Steve, diam tidak tahu harus berkata apa
"Aku boleh minta nomor kamu?"
"Aku bakal ngasih kak Steve nomor aku, kalo kita bertemu untuk ketiga kalinya tanpa sengaja"
"Dan itu terhitung mulai dari kemarin??" tanya Steve
"Hmmm, bolehlah" ucap Anngel manggut manggut
"Oke kalo gitu, aku terima. Jadi hari ini kita teman kan ?? Lalu kamu bakal ngasih aku nomor hp kamu kalo kita sudah 3 kali bertemu tanpa disengaja" ucap Steve menjulurkan tangan kanannya dan disambut oleh tangan kanan Angel.
Steve pun pamit kembali ke Villa nya sendiri.
Kamu periang, dan aku suka. Batin Steve
Angel kembali masuk ke dalam villa menuju kamarnya karena sudah tidak mendapati Sherin di halaman belakang.
Kok, gue bisa yah akrab kayak gitu sama orang yang baru kenal. Batin Angel bertanya tanya tanpa sadar senyum sendiri
Dari jauh saat Steve dan Angel berbincang, Marco melihat itu. Dia merasa cemburu Angel bisa bercengkrama lancar sama orang yang baru dikenal, padahal ia belum bisa berbicara banyak dengan Angel akibat masalah waktu itu.
Saat mendapati Angel telah hilang masuk kedalam villa, Marco pun masuk kedalam dengan pintu yang berbeda dengan Angel
Marco jalan terus masuk kedalam mempercepat langkahnya dengan kasar, seperti melampiaskan rasa cemburunya dengan angin. Ada sosok Vio mendatangi Marco yang melihat raut wajah seniornya itu merah.
"Kak, kak Marco kenapa" ucap Vio memegang lengan Marco seraya memberhentikan langkah Marco.
Marco hanya menatap Vio dengan tatapan sinisnya
"Lepas" ucap Marco menghempaskan dekapan tangan Vio dilengannya. lalu berjalan kembali masuk tanpa memperdulikan Vio
Kenapa ? Kenapa kak Marco secepat itu berubahnya ?? Padahal kita waktu itu sangat adem. Kita berdua menikmatinya. Kita berdua pada malam itu begitu mesra. Tapi kenapa sekarang kak Marco menjadikanku seperti tidak pernah ada ??
.
.
.
.
.
Kira kira apa yang mereka perbuat pada malam itu ???
.
.
.
.
.
.
.
Penasarannn ??? 🤸♀️🤸♀️🤸♀️😬😬
Sama akuu jugaa😄😄🙈🙈
Cari tau yukk gaiisss
.
.
.
.
.
Stayytuneee teruss yahhh💚💚💚
Jangan lupa tinggalin jejak kalian..
Kalian boleh berkomentar dibawah jika ada yang kalian tidak suka atau suka👀👀
Like, komen, rate and vote yahhh💚💚😬😬
Terima kasih💚💚💚
.
.
.
Jangan lupa like dan komen setiap episode yang kalian baca yah💚💚
.
.
Vote dan rate juga kalo kalian suka🥰💚
.
.
.
malah laura di salahkan..dia dlm keadaan sadar. marco pengaruh obat.
Pst dulu thor lulusan matematika 😂😂😂