seorang arkeolog wanita bernama shie tak sengaja kembali ke dinasti Qing dan masuk ke dalam tubuh putri Kasim yang di campakkan karena bodoh dan tak memiliki ke ahlinya apapun .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Ruan langsung di buat terkejut dengan ucapan selir ruwa, Awa Nya Ruan ingin bergabung dalam pembicaraan mereka tapi kenapa bisa berantakan seperti ini.
" bukan kah Nona Ruan Lulusan terbaik akademi,apa nona Ruan tidak pernah membaca buku tentang kelas atas," tambah selir Suh.
" ah, maaf hamba lupa," Ruan tertunduk begitu malu.
langsung saja para Nona mudah yang ada di sana langsung membandingkan Ruan dan shie, walaupun shie tidak berpendidikan namun dia memiliki wawasan yang lebih luas ketimbang nona Ruan yang berpendidikan tinggi.
sekarang mereka ragu kalau memang Ruan seorang wanita cerdas,hal kecil seperti ini saja tidak tahu, bagaimana dia bisa menghadapi wajah para bangsawan saat menjadi putri mahkota nanti nya.
" sudah hentikan! kita berkumpul di sini untuk mengenal satu sama lain," Ujar permaisuri dengan tegas langsung saja mereka yang bergosip langsung diam seketika
Selir wan tersenyum bangga kepada Shie, tampa bantuan dari siapapun,shie bisa melindungi dirinya sendiri, tidak hanya itu, sikap shie yang bisa langsung menyesuaikan keadaan Harem, patut di acungi jempol.
Shie yang merasakan ada seseorang yang memperhatikan nya langsung melirik ke arah selir wan yang ternyata tengah tersenyum ke arah nya, dengan senyuman manis nya shie membalas senyuman dari Selir wan, tempat duduk Shie dan Selir wan memang sedikit berjauhan, namun tidak menghalangi mereka berdua untuk melihat satu sama lain.
Di lain sisi, permaisuri Xie menahan marah karena ia seakan telah di bohongi oleh Ruan yang di gadang gadang seorang gadis yang cerdas, tapi melihat kejadian hari ini membuat Permaisuri Xie percaya itu hanya lah omong kosong belaka.
Jangan kan untuk memanfaatkan Ruan sebagai pion, bahkan Ruan sendiri tidak mengetahui hal hal kecil seperti ini, kali ini seperti nya permaisuri Xie tidak dalam kondisi beruntung.
Melihat shie yang begitu berwawasan luas membuat Permaisuri Xie kecewa kepada diri nya sendiri karena tidak memilih shie sebagai putri mahkota.
"Sebentar lagi akan di adakan pemburuan musim dingin, aku harap kalian sebagai calon istri para pangeran, ikut dalam acara ini, terutama kau shie," ucap permaisuri Xie seraya melirik tajam ke arah shie.
tatapan mata Permaisuri Xie yang begitu tajam membuat shie merasa di awasi oleh seorang elang yang siap menerkam mangsanya, dengan cepat shie menepis jauh jauh perasaan Takutnya, karena di saat ini yang terpenting adalah percaya diri dan selalu bersikap tegas kepada seluruh anggota Harem, hal ini di lakukan untuk bertujuan agar tidak ada yang meremehkan shie.
" Apa yang sebenarnya permaisuri Xie lakukan, kenapa dia menatap taja ke arah shie," Batin selir wan yang sadar akan tatapan permaisuri Xie.
"Sebuah kehormatan jika hamba bisa ikut bergabung dengan keluarga istana yang lain," Jawab shie dengan menatap balik ke arah permaisuri Xie.
"Shie, jujur saja, aku suka dengan tatapan mata mu yang begitu tajam, memang cocok menjadi istri dari pangeran Qing zua," Ujar permaisuri Xie.
"Apa yang di katakan permaisuri ada benar nya, sejak awal aku melihat shie, aku langsung tertarik akan karakter yang ia miliki, saat itu juga aku langsung ingin menjadi shie sebagai pendamping hidup pangeran Qing zua," Sahut selir agung wan.
"Terima kasih untuk pujian permaisuri Xie dan Selir agung wan, hamba tidak mengira mata yang selama ini hamba anggap sebagai kekurangan hamba, bisa menjadi kelebihan hamba di mata orang lain," Ucap shie yang berpura-pura merendah diri.
Ruan begitu iri melihat seluruh penghuni Harem memuji kecantikan shie Tampa ada yang meperdulikan nya, rasanya Ruan ingin menghancurkan wajah cantik shie, karena shie telah merebut semu perhatian penghuni Harem yang seharusnya menjadi milik nya.
Shie yang menyadari bahwa Ruan tengah di bakar api cemburu, hanya bisa tersenyum sini ke arah Ruan.
kepalan tangan ruang begitu kuat, tatapan mata ruang semakin tajam hingga membuat siapapun akan langsung gemetar melihat tatapan mata Ruan yang begitu tajam nya.
Bukan nya takut, shie semakin menjadi bahagia saat melihat Ruan yang seakan akan segera mati karena terbakar api cemburu, awal nya shie tidak menduga bahwa Ruan akan begitu marah kepada diri nya, karena telah mencuri perhatian semua orang.
Andai saja di sini ada anak kecil, bisa di pastikan anak tersebut akan langsung berlari pergi karena takut melihat wajah Ruan yang begitu menakutkan.
"Apa kalian semua ingat, saat pemburuan tahun lalu, pangeran Qing zua mendapatkan hasil buruan paling banyak di antara semua pangeran," Ujar selir Suh.
"Pasti lah aku ingat, pangeran Qing zua mendapatkan hadiah besar dari kaisa," Jelas Selir nian.
"ohhhh, selir wan kau benar-benar begitu beruntung bisa melahirkan anak yang begitu luar biasa," Ucap selir Suh.
"Tidak hanya aku saja yang beruntung, namun semua kalian wanita di Harem begitu beruntung bisa melahirkan seorang pangeran yang akan meneruskan masa depan kekaisaran ini," Jawab Selir wan seraya tersenyum hangat.
Mendengar pujian yang di dapatkan oleh Selir wan dan pangeran Qing zua membuat permaisuri Xie hanya bisa meremas pakaian,ada rasa kebencian di hati permaisuri Xie saat melihat Selir wan begitu di sanjung oleh Selir lain.
"Kenapa selalu wanita jalan itu yang mendapat perhatian, harus aku lan yang mendapatkan semua perhatian dari kaisar dan sanjungan dari para selir," Batin permaisuri Xie seraya memandang benci ke Selir wan yang tangah tertawa lepas.
Ruan yang sadar akan tatapan berbeda dari permaisuri Xie, mengikuti arah pandangan Permaisuri Xie, dan tatapan mata Permaisuri Xie jatuh kepada Selir wan yang tengah mengobrol.
Sekarang Ruan percaya akan rumor yang mengatakan bahwa permaisuri Xie membenci Selir agung wan, dengan mata kepala sendiri Ruan menyaksikan bagaimana kebencian permaisuri Xie kepada Selir agung wan.
"Seperti nya calon ibu mertua ku begitu membenci Selir agung wan," Batin Ruan.
"Kita bisa kembali ke istana masing-masing untuk berisi, karena jamua untuk hari ini telah berakhir,"Ucap permaisuri Xie yang membuat semua selir begitu terkejut, pasal nya baru beberapa saat mereka bisa berbincang namun sekarang Permaisuri Xie langsung mengakhiri jamuan teh.
"Permaisuri Xie, mengapa mengakhiri jamuan yang baru saja di mulai?"tanya selir wan.
"hari sudah semakin dingin, para Nona mudah juga harus pulang," jawab Permaisuri Xie yang langsung pergi meninggalkan tempat acara.
Semua selir hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap semena mena, tidak pertama kali permaisuri Xie membubarkan jamuan teh secara tiba-tiba.
Yang hanya bisa mereka lakukan hanya diam dan kembali ke kediaman mereka masing-masing, saat baru keluar dari tempat acara ia melihat Selir wan yang tengah menunggu nya.
" Hormat hamba kepada Selir agung wan," ucap shie sembari menundukkan badannya seratus delapan puluh derajat.