Cerita ini adalah sekuel dari novel yang berjudul "Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya" yang menceritakan tentang perjodohan kedua putra putri Bara Abraham bersama dengan Mario Fernandez,
Apa jadi nya jika dimasa SMA ternyata kedua mama mereka malah memberi tahu soal perjodohan yang sudah di atur sejak kecil itu?
Apakah mereka berdua akan merasa bahagia? atau malah sebaliknya?
Ikuti terus kisah kedua pasangan tersebut yang tak lain adalah Flora Abraham Sanjaya bersama Leandro Fernandez 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilham risa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lean yang perhatian
"Flora..... ! " teriak Lean yang baru saja tiba di depan gerbang sekolah
Lean langsung berlari ketika menyaksikan Flora terjatuh dengan keadaan terduduk di atas rerumputan itu,
"Kenapa bisa jatuh, kamu sebenarnya lagi kejar kejaran sama siapa? " tanya Lean membantu Flora untuk berdiri,
"Sakit? "
"Enggak, aku gak apa apa Lean, tadi cuma kesandung aja, " jelas Flora sambil membersihkan bagian rok seragam nya,
Hingga tak lama terdengar suara seorang pria yang mendekati Flora dengan memasang wajah panik..
"Kamu gak apa apa kan Flora? " tanya Pria itu menubruk lengan Lean hingga Lean harus bergeser kearah depan
Lean merasa sangat geram, siapa orang yang sudah berani mengambil posisi nya yang sedang berbicara dengan Flora..
"Hei kau.....! " teriak Lean sambil melihat kearah belakang,
Sungguh betapa terkejut nya Lean saat melihat Axel lah yang ternyata telah mendorong tubuh nya ketika sedang mendekati Flora
"Brengsek.....! apa maksud mu mendorong ku Axel! kau benar-benar mencari masalah dengan ku"Lean langsung menarik baju Axel dan menjauh kan dia dari Flora.
Flora terkejut menyaksikan hal tersebut, dia benar-benar tidak mau jika mereka berdua ribut karena dirinya..
" Cukup Lean, ini bukan salah Axel, sekarang ayo kita ke UKS" ajak Flora menahan tubuh Lean yang akan menyerang Axel
Lean langsung menghentikan gerakan nya, sambil menatap lekat kedua mata Flora..
"Apakah kau terluka? " tanya Lean panik
"Iya, dengkul ku terasa perih, sepertinya terluka Lean"
"Apa.! ya sudah ayo aku antar kau keruang UKS" ajak Lean langsung menggendong tubuh Flora menggunakan kedua tangannya..
Dengan gerakan cepat Lean sedikit berlari agar cepat tiba ke ruangan UKS,sedangkan Axel yang melihat kepergian Lean yang menggendong tubuh Flora pun merasa sangat kesal, dia meninju kearah angin dengan emosi yang membuncah
"Sial, kenapa aku selalu kalah dengan dia, lagi lagi dia yang menjadi dewa penolong untuk Flora, tidak aku tidak boleh kalah dari Lean, Flora harus menjadi milikku " ucap Axel meremas rambutnya
Dan tak lama datanglah seorang wanita yang tak lain adalah Mischa, dia tersenyum sambil melipat kedua tangannya keatas dada..
"Jangan kalah Axel, kau tidak kalah tampan dengan Lean, aku yakin Flora akan segera jatuh hati kepada mu, jika kau mau terus berjuang untuk mendapatkan dirinya" ucap wanita itu membuat Axel langsung mengalihkan pandangannya kearah Samping..
"Kau.....! apakah sedari tadi kau menyaksikan apa yang terjadi? " tanya Axel menatap tajam
"Tentu saja, aku juga lihat bagaimana caramu berusaha mendekati Flora, bahkan kau rela berlarian seperti anak anak agar bisa meluluhkan hati seorang Flora, tapi menurut yang aku lihat, sepertinya Flora sudah mulai jatuh hati kepada mu Axel, tinggal sedikit lagi, maka Flora akan jatuh ke dalam pelukan mu" Mischa tersenyum menyeringai, dia sangat suka kalau sampai Axel berhasil mendapatkan Flora, karena itu artinya Mischa mempunyai kesempatan untuk mendekati Lean..
"Kau benar Mischa, aku juga merasa seperti itu,tatapan mata Flora saat melihat ku sangat berbeda disaat dulu kami bertemu, aku rasa Flora telah jatuh hati kepada ku" ucap Axel tersenyum senang....
****
Sedangkan diruangan UKS, saat ini Lean sedang sibuk mengobati luka yang ada dibetis Flora, Flora yang sedang di obati Lean menggunakan alkohol pun meringis kesakitan, dan tanpa sadar dia sudah mencengkram kuat lengan baju Lean menggunakan tangannya..
"Aaakhh...... " Flora memejamkan mata merasakan perih di kaki nya
Lean menatap wajah Flora yang tampak kesakitan, dengan sayang dia meniup luka itu agar tidak terasa perih..
"Apakah sakit sekali? " tanya Lean menatap lama
"Iya, apakah sudah selesai"
"Sudah, luka nya lumayan besar, jadi akan terasa perih dan juga keram, sekarang bagaimana, apakah kau masih mau mengikuti pelajaran dikelas? " tanya Lean mendekat kan wajahnya menatap Flora..
Flora tersenyum, dia sangat suka melihat Lean yang perhatian kepada nya,
"Aku ingin ke kelas saja Lean, dan mengikuti pelajaran, Lean terimakasih ya karena kau selalu perhatian kepada ku"
"Tentu saja, karena kau adalah calon istri ku, ya itu sih kalau kau mau, " goda Lean tersenyum'
"Ya sudah, ayo kita ke kelas, aku akan menggendong mu kembali" ajak Lean menggendong tubuh Flora menggunakan kedua tangan nya....
lanjut lagi cerita ya