NovelToon NovelToon
Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Janda / Anak Genius
Popularitas:93k
Nilai: 5
Nama Author: da alfa

Berlian yang ingin memberikan kado ulang tahun untuk suaminya malah gagal. Karna sebelum itu terjadi, Arhan sang suami menalaknya secara tiba-tiba tanpa ia ketahui alasan disebaliknya.
Lalu bagaimana jadinya ketika Arhan tahu bahwa ternyata kado itu adalah tespack kehamilan dari Berlian? Apakah dia akan menyesali perbuatannya? Atau sebaliknya, ia tak peduli.
Yuk simak selengkapnya dalam 'Cinta Yang Terbuang'.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon da alfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aurelia vs Berlian

Tak seperti dulu, kini Berlian ingin lebih perhatian kepada Cakra. Walau mareka tak ada resminya dalam sebuah ikatan, tapi tak dapat dipungkiri, mareka semakin akrab dan lebih dari sekadar kata teman.

Memang Cakra sudah pernah mengungkapkan perasaannya pada Berlian, walau Berlian menolak, namun Cakra mengerti bahwa Berlian belum siap dan memang butuh waktu untuk menyembuhkan lukanya dari yrauma pernikahan sebelumnya.

Berlian datang dengan bekal yang ada di tangannya, ia membuka pintu ruangan Cakra. Ah ia agak kurang sopan, karna tak lebih dulu permisi.

Pintu terbuka dengan menampakkan Aurelia dan Cakra yang sedang duduk berbincang-bincang hangat berdua. Cemburu? Ah, Berlian juga tidak tahu apakah ia cemburu, tapi hatinya sedikit memanas melihat pemandangan itu, mareka terlihat begitu akrab.

"Lian?" Cakra mengernyit, lalu tersenyum. "Masuk!" Seru Cakra lagi.

Aurelia yang duduk membelakangi pintu tak mengetahui siapa yang datang. Namun ketika Berlian sudah duduk di samping Cakra, ia bisa jelas mengetahui bahwa itu adalah mantan kakak iparnya dulu. Ia tak suka.

"Bawa apa?" Tanya Cakra semangat.

"Bekal buat Mas Cakra, udah makan siang belum?" Berlian seolah tak peduli dengan adanya Aurelia dalam ruangan itu. Bukankah dulu ia sudah mengatakan, jika mareka sengaja tak bertemu, anggaplah mareka tak pernah saling mengenal.

"Wah kebetulan belum makan, dan kebetulan lagi laper banget!" Kata Cakra sembari merebut bekal dari tangan Berlian.

"Kamu tahu aja ya Lian." Oceh Cakra gembira.

Berlian tersenyum, sejujurnya ia tak nyaman berada satu ruangan dengan Aurelia, si ular betina.

"Aurel, mau makan sama saya?"

Tok.. Tok...

Belum sempat Aurelia menjawab, suara ketukan pintu terdengar.

"Siapa?" Cakra setengah berteriak.

Seorang perempuan dari bagian administrasi membuka pintu. Ia berdiri di pintu. "Pak Cakra, ada tamu nyariin Bapak." Kata perempuan itu sopan.

"Siapa?"

"Kurang tahu, Tapi katanya udah buat janji sama Bapak."

"Oh iya, saya lupa." Cakra menepuk jidatnya, bagaimana bisa ia melupakan tamu penting hari ini. "Katakan saya menyusul di belakang."

"Baik pak." Perempuan itu mengundurkan diri sembari menutup pintu.

"Berlian tunggu di sini sebentar ya? Aurel, tolong temani Berlian mengobrol sebentar ya?"

"Iya Mas."

Setelah Berlian keluar dari ruangannya, kini tinggallah Berlian dan Aurelia di dalam ruangan. Ada hal yang terasa canggung, sebelumnya mareka berdua adalah keluarga.

"Gimana Mbak? Apa kabar?" Sapa Aurelia dengan seringainya.

"Seperti yang kamu lihat, aku sehat dan baik-baik saja." Jawab Berlian tegas. Sungguh, ia tak ingin terlihat lemah di depannya sekarang. Cukuplah dulu mareka menginjak-injak harga dirinya.

"Aku senang mendengar Mbak baik-baik saja." Ah itu kebalikannya sebenarnya. "Aku takut Mbak akan kecewa mendengar Mas Arhan sudah bertunangan dengan Mbak Angel. Wanita yang sedari dulu pantas untuk Mas Arhan, kastanya sama dengan kami."

"Tentu aku bahagia juga. Aku bukanlah tipe orang yang bahagia atas penderitaan orang lain. Sampaikan ucapan selamatku pada keduanya."

Aurelia berdecih remeh, seakan akan saat ini Berlian sedang berusaha untuk terlihat baik-baik saja.

"Bagaimana kabar keponakanku?" Tanya Aurelia sengaja.

"Bahkan dia belum mengenal ayahnya." Sindir Aurelia, "atau ternyata Mas Arhan bukan ayahnya, jadi Mbak Lian gak berani menampakkan batang hidung pada kami?"

"Ck!" Berlian bedecak kesal.

"Sudah pernah aku katakan, setelah keluar dari rumah itu, anggap kita tidak saling kenal. Malahan aku berharap kamu tidak akan menyapaku meski kita bertemu seperti sekarang ini. Soal anakku...," Berlian menarik napas, "siapa pun ayahnya, Mas Arhan atau bukan, aku gak peduli. Atau anggap saja, bukanlah Mas Arhan ayahnya, itu terdengar lebih baik."

Aurelia kesal dengan balasan dari mantan kakak iparnya ini. Rupanya setelah keluar dari rumahnya, ia semakin berani, bahkan kata-kata yang keluar dari bibirnya terdengar begitu lancang.

"Mbak Lian gak usah terlalu percaya diri. Aku masih duduk di sini karna menghargai Mas Cakra. Kalau tidak, mana sudi aku berada satu ruangan sama Mbak, aku pasti sudah keluar begitu Mas Cakra keluar."

"Baguslah kalau begitu, itu artinya aku tidak perlu meladenimu. Anggap saja kita sama-sama menghargai Mas Cakra di sini."

"Rupanya gak salah ya Mas Arhan menceraikan Mbak Lian? Mbak angkuh dan sombong!" Cela Aurelia lagi.

"Ketahuilah Aurel, Mbak bisa begini semenjak tinggal di rumahmu. Mbak belajar dari kamu dan Mama." Sahut Berlia tegas, ia tidak ingin punya sifat menye-menye.

"Tolong jangan bawa-bawa mama ke sini ya?" Marah Aurelia.

Berlian mengedikkan bahunya acuh."Huh! Berlian menghembuskan napasnya seolah ia sangat lelah, lalu ia mengipas-ngipas diri dengan tangan. "Kalau bukan karna Mas Cakra, aku pasti sudah pulang." Kata Berlian pada dirinya sendiri tanpa peduli lagi pada Aurelia.

"Memang ada hubungan apa Mbak sama Mas Cakra?"

"Kenapa kamu sangat ingin tahu?" Balik tanya Berlian.

"Ah..., bukan begitu Mbak. Aku hanya ingin mengingatkan saja sama Mbak agar tidak bermimpi lagi. Aku kasihan jika melihat Mbak sakit hati."

"Tidak perlu memikirkan hatiku, pikirkanlah hatimu sendiri. Jangan-jangan kamu yang kepanasan melihatku."

Aurelia terdengar tertawa mengejek, "harusnya setelah Mas Arhan menceraikan Mbak, Mbak bisa berkaca. Atau jangan-jangan memang hobinya Mbak memggoda pria kaya?" Aurelia mengernyit pura-pura keheranan.

"Tidak peduli bagaimana kamu berpikir. Tapi, apakah kamu merasa tersaingi dengan adanya Mbak? Mbak tahu, kamu suka Mas Cakra kan?"

"Maaf sekali Mbak Lian, kita bukankah lawan yang seimbang untuk bersaing, dari segi apa pun." Ejek Aurelia, ia terlihat begitu bangga mengatakannya.

Ternyata sifat angkuh dan sombong yang dimiliki Aurelia masih sama seperti dulu. Ia masih tak berubah sama sekali.

"Aku seorang wanita yang berpendidikan, calon Dokter, status? Aku masihlah gadis. Berbanding terbalik dengan Mbak yang hanya lulusan SMA, juga seorang janda yang punya anak. Coba Mbak pikir-pikir lagi deh, apa pantas kita bersaing? Aku ingin mengibaratkan lomba lari, bisakah orang yang tidak punya kaki berlari?"

"Kamu ceramah panjang lebar hanya untuk menghinaku ku Rel? Apa kamu benar-benar merasa tersaingi? Jadi kamu berusaha menjatuhkan mental Mbak? Tenang saja, mental Mbak benar-benar kuat saat tinggal di rumah kalian. Kamu mau bersaing atau enggak, lihat saja nantinya, siapa yang akan menjadi nyonya Cakra?" Diiringi seringai.

1
Rahma Yuliani
innalillahi WA innalillahi rojiun..
Yang sabar ya ka Author, semoga Alloh menggantikan dengan yang lebih baik lagi. 🤲🤲

Tetap semangat ya, ka . 💪💪💪

Karya nya bagus banget, aq tunggu karya mu kembali 🤗🤗
Lili Suryani Yahya
Innalilahi,yg Sabar Mba semoga di ganti yg lebih baik lagi
Haryati Haryati
Innalilahi wa innailaihi rooji'un
Haryati Haryati
innalilahi wa innailaihi, smoga KK Thor mendapatkan ganti yg lebih baik LG ya KK, dan KK diberi ketabahan dan kesabaran serta kekuatan dlm menghadapi musibah ini, KK terus semgat dan sukses terus dlm karya2nya, 💪💪💪
da alfa: amin... terimakasih ya?
total 1 replies
indira kusuma wardani
Lumayan
indira kusuma wardani
Biasa
Lili Suryani Yahya
Nyesek n rasakan penyesalan muuu
Dewi Rukmini
turut berduka atas musibah yg menimpa author...lanjut Thor karyamu bagus sekali semangat💪
ready
good 👍
ready
Tiya:"bodo amat"
ready
buset gampang bener naik mobil orang asing
Rizky Sandy
klau ada orang kyk gini hancur sdh dunia,,, seakan dunia ini dlm gemgaman dia saja,,,,
Dian Fitriana
up
hafid nadhif
keluar dan cari kerja lainnya tia
da alfa
pantau terus ya?
Isabell Serinah
jangan bodoh Lian ikut cakap angel. pasal adikmu banyak tempat lain untuk kerja.up lagi banyak 2 plseeee 👍😭😭😭
Teguh wira admaja
nautiya hebat wanita tanggung untuk menjaga berlian
da alfa
ternyata bukan ya?
Syifaa رباني
kirain arhan mau berjuang buat balikan tp yasudh lah
da alfa
di tunggu kelanjutannya ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!