Wanita mana pun pasti akan terbawa perasaan saat mendapat perlakuan yang sangat baik dari pria tampan yang menjadi idola banyak wanita.
Perhatian, kemewahan dan semua hal yang diidamkan wanita, Meisya dapatkan dari Jack. Namun ada satu yang tidak Meisya dapatkan, yaitu pengakuan cinta.
Berulang kali Meisya mengungkapkan cintanya, tetapi tak juga mendapatkan balasan dari Jack, hingga akhirnya Jack menunjukan sesuatu yang menjadi jawaban atas semua pertanyaan Meisya selama ini.
Apakah itu? Ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Pernyataan Meisya barusan memang tulus dari dalam lubuk hatinya yang terdalam, karena Meisya benar-benar merasakan kasih sayang serta cinta yang begitu tulus dari keluarganya Jack, sehingga dia belum siap dan tidak ingin kalau sampai harus menyakiti ataupun mengecewakan keluarganya Jack mengenai dirinya yang beberapa bulan terakhir berperan menjadi Meira, yang ingin dilakukan oleh Malaysia adalah tetap berharap agar Meira secepatnya sadar dan kembali memerankan dirinya seperti sebelumnya. Agar Meisya tidak perlu mengecewakan siapapun mereka yang selama ini sudah begitu baik padanya.
Hanya keinginan sederhana seperti itu yang sekarang menjadi harapan Meisya satu-satunya, sebelum dirinya benar-benar pergi dari kehidupan Jack dan juga menjauh dari mereka semua yang sempat bersikap baik dan sebagainya. Tidak ada hal yang aneh-aneh ataupun yang lainnya, sebab Meisya sudah merasa dicintai serta disayangi oleh banyak orang meski dia harus berperan sebagai orang lain. Seperti layaknya salah satu aktris yang tengah memerankan tokoh dalam sinetron tersebut, maka Meisya pun tetap harus kembali menjadi dirinya sendiri ketika perannya sudah berakhir.
"Aku tidak salah bukan, berharap seperti itu? Aku hanya memikirkan perasaan keluarganya Jack, yang selama ini begitu tulus menyayangi dan memberikan cinta untukku. Mereka tidak harus mengetahui jika selama beberapa bulan terakhir ini jack menjadikanku sebagai pengganti Meira. Sehingga saat nanti Meira sudah pulih, aku bisa kembali menjalani kehidupanku dengan tenang dan tanpa rasa bersalah sedikitpun." Meisya melihat ke samping dan matanya bertatapan dengan Richard yang tersenyum padanya.
"Tidak, sama sekali tidak salah. Itu adalah salah satu perbuatan yang sangat mulia karena kau tidak ingin melihat keluarganya Jack kecewa, maka lakukanlah apapun itu yang menurutmu baik. Aku mendukung." Perasaan bangga mengaliri hati Richard tentang keputusan Meisya yang tetap berperan baik di hadapan orang tuanya Jack Karena Wanita itu tidak ingin jika sampai mengecewakan orang-orang yang selama ini sudah begitu baik padanya.
Pernyataan Meisya membuat hati Richard perlahan rasa ada kebanggaan tersendiri untuk Meisya, tanpa disadari oleh Richard jika dia sudah mulai merasa sayang kepada Meisya melebihi sayang sebagai seorang sahabat, perasaan tersebut tumbuh dengan sendirinya seiring dengan pernyataan Meisya yang begitu mulia tanpa memperdulikan seperti apa kecewa dan sakit hatinya dia dijadikan peran pengganti Meira oleh Jack.
Keduanya kembali sama-sama terdiam, Meisya dengan keputusannya untuk tidak berkata jujur di hadapan orang tuanya Jack mengenai kebenaran Meira yang sekarang sedang terbaring koma, Karena rasa sayang Meisya kepada keluarganya Jack membuatnya tidak ingin mereka sampai kecewa jika mengetahui yang sesungguhnya.
Sementara Richard merasa bangga kepada Meisya, hingga tanpa dia inginkan timbul perasaan sayang terhadap wanita ini. Pertemuannya dengan Meisya di awal pertama mereka berjumpa tidaklah meninggalkan perasaan apapun, bahkan keduanya belum terlalu dekat hanya beberapa kali bertemu dan siang ini Richard mengajak Meisya makan siang di luar. Namun pertemuan tersebut justru meninggalkan kesan mendalam di hati tanpa sedikitpun dia berniat lebih selain menjadi temannya Meisya.
Richard sudah sampai mengantarkan Meisya ke kantornya Jack, setelah keduanya pergi makan siang bersama di luar. Sebelum Meisya keluar dari mobilnya, Richard menggenggam tangan Meisya begitu erat dan keduanya saling bertatapan.
"Apapun yang akan terjadi padamu, aku akan selalu ada untukmu. Jadi, jangan pernah merasa sungkan padaku ataupun yang lainnya." Richard tersenyum kemudian melepaskan genggaman tangannya pada tangan Meisya.
"Terima kasih banyak karena sudah bersedia mendengarkan keluh kesahku dan juga menjadi sahabatku, Aku tidak akan mungkin melupakan hari ini karena denganmu aku bisa bercerita dan membuat perasaanku sedikit lega, terima kasih juga atas makan siangnya. Sekarang aku mau kembali bekerja lagi." Setelah mengatakan itu kepada Richard, maka Meisya pun keluar dari mobil Richard.
Jack mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya dia bisa sampai ke kantornya lebih dulu, sikap yang ditunjukkan oleh Meisya saat di restoran tadi membuatnya benar-benar marah dan juga tidak menerima melihat Meisya tertawa bersama dengan pria lain.
Jack sudah sampai di tempat parkir, dia turun dari mobilnya dan hendak berjalan masuk ke dalam kantornya lagi. Akan tetapi langkahnya terhenti ketika melihat mobil Richard yang juga berhenti di parkiran,tidak lama setelah itu keluar Meisya dari dalam mobil Richard dan pria itu pun segera meninggalkan tempat tersebut.
"Kau sudah keterlaluan, Meisya. Aku tidak akan membiarkan kau bersikap seperti ini padaku." Jack bergumam ketika melihat Meisya baru saja keluar dari mobil Richard dan Meisya sampai melambaikan tangannya ketika Richard meninggalkan tempat parkir.
Meisya segera berjalan cepat menghampiri Meisya kemudian langsung memegang tangan wanita itu dengan cukup erat, Meisya sedikit terkejut dan dia hendak melawan ataupun marah dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Jack kepadanya.
Tapi saat Meisya menyadari jika sekarang dia sudah sampai di area kantor Jack, sehingga mengurungkan niatnya untuk meluapkan kemarahan pada pria itu. Meisya bersikap senang mungkin karena yang mereka semua tahu jika Meisya adalah Meira kekasih sekaligus tunangannya aja.
"Sabar, Meisya. Tahan emosimu, Karena sekarang kau sedang berada di luar dan juga di sekitar orang-orang yang sama sekali tidak mengetahui jika dirimu sedang berperan sebagai Meira. Tahanlah kemarahanmu setidaknya sampai di ruangan kerja Jack." Meisya membatin dan membiarkan tangannya digenggam erat sedikit kencang oleh Jack.
Jack menarik tangan Meisya menuju ke ruangannya, Meisya tidak bisa berontak karena dia sadar jika sekarang sedang berada di kantor yang semua orang mengetahui jika dirinya dan juga Jack adalah sepasang kekasih. Sehingga Meisya menahan segala kemarahan dan juga emosinya sampai nanti mereka berdua tiba di ruang kerja Jack.
Jack yang begitu terbakar amarah melihat Meisya diantar oleh pria lain, membuatnya tidak sadar sudah bertingkah ataupun bersikap seolah-olah Meisya sudah melakukan kesalahan besar dengan pergi bersama pria lain, padahal Jack sama sekali tidak punya hak untuk marah kepada Meisya yang pergi makan siang bersama dengan Richard dan menolak ajakan Jack.
"Lakukan ini sepuasnya, Jack. Karena aku pun ingin melampiaskan kemarahanku atas sikapmu yang egois ini, kau menunjukkan seolah-olah tersakiti karena sikapku yang acuh dan juga cuek padamu, mengabaikan perintahmu serta permintaanmu. Sedangkan aku justru pergi bersama dengan pria lain. Tapi sesungguhnya kau yang sudah mengecewakanku dan juga menyakitiku, menipu serta mempermainkan perasaanku." Meisya membatin sambil menahan semua kemarahan di hatinya kepada pria yang sedang menarik tangannya.
Semua para pegawai Jack melihat apa yang dilakukan oleh pria itu adalah sebuah hal yang sangat romantis sekali, tanpa mereka semua ketahui jika ada peperangan di antara Jack dan juga Meisya. Peperangan serta kemarahan yang sama-sama dipendam oleh keduanya.