Estelle Gabrielle, Vampir berusia 2500 tahun bangkit kembali dari tidur panjangnya di tahun 2022. Ia terbangun karena janjinya untuk menemukan kembali kekasihnya, saat ia bangun peradaban sudah berubah, tidak hanya ia kebingungan ia juga kesulitan untuk bertahan hidup di dunia modern.
Ia kebingungan karena di dunia yang sudah modern ini berbeda jauh dengan jaman dulu saat ia masih berjaya. Ia bahkan tidak tahu apa itu uang, karena jaman dulu ia membayar sesuatu dengan emas. Ia terus sembunyi di lorong kereta api bawah tanah setelah bangun dari tidur panjangnya. Ia hanya akan keluar mencari makan saat hari sudah gelap.
Beruntungnya sebelum ia tertidur panjang, ia membawa serta beberapa barang berharganya, seperti emas dan perhiasan juga sebuah kalung berharga pemberian kekasihnya dulu yang lebih dulu tertidur panjang. Akankah ia menemukan kekasihnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 34. PERANG 2.
Estelle memejamkan matanya dan memanggil bantuan para kelelawar.
" Cari.. penyihir yang mengendalikan mereka." Ujar Estelle, dan sebagian kelelawar itu pun pergi dari sana.
Sebagian kelelawar itu menyerang para Vampir baru yang sedang beusaha menggigit manusia namun pada dasarnya mereka tidak sekuat Estelle, jadi hanya bisa mengganggu.
" Kau tidak akan menang.." Ucap sebuah suara uang Estelle kenali dari masalalu.
" Dawson.. Kau juga masih hidup?" Tanya Estelle.
Dawson adalah sepupu Estelle, dia adalah vampir murni keturunan kerajaan juga. Dawson juga adalah salah satu vampir yang menyukai Estelle pada masa itu.
" Hm.. Tapi aku tidak berada di pihakmu, Estelle." Ujar Dawson.
" Kenapa kalian membuat kekacauan ini? Tidak bisakah kita hidup berdampingan?? " Ujar Estelle.
" Itu karena dirimu mengambil Estter dari Viviane." Ujar Dawson.
" Dimana Viviana??" Tanya Estelle.
" Mungkin sedang menghabisi manusia yang tinggal seatap denganmu." Ujar Dawson.
' Oniel...' Batin Estelle.
" Jika kau pergi, Estter dan yang lainnya akan mati. Jika kau tetap disini, maka manusia itu yang akan mati. Kau pilih mana Estelle.." Ujar Dawson dengan senyum smirknya.
Estelle tidak memiliki pilihan yang bagus, semuanya sedang dalam bahaya. Ia hendak melesat menyerang Vampir yang menggigit manusia, tapi Dawson menghalanginya. Estelle pun akhirnya bertarung bersama Dawson.
BLEDAM!!!
Dawson di hempas hingga menabrak dinding dan dinding itu retak. Dengan cepat Dawson bangkit dan kembali menyerang Estelle yang berbalik dan pergi. Estelle yang lengah tidak menydari Dawson sudah berada tepat di belakangnya.
Dawson menarik Estelle, dan membantingnya ke tanah hingga aspal jalanan itu retak. Dawson kemudian hendak kembali menyerang Estelle, namun Estelle bangkit dengan cepat menghindari serangan Dawson, dan justru Dawson yang mendapat serangan mendadak dari Estelle.
BRUGH!! BRAK!!
Estelle melempar Dawson hingga menabrak pohon, dan pohon itu langsung tumbang. Dawson marah, dan hendak menyerang Estelle namun..
' Berlutut! ' Batin Estelle sambil menatap mata Dawson.
SRUGH!!
Dan seketika Dawson langsung berlutut. Dawson terkejut karena kekuatan Estelle rupanya sudah kembali, padahal jika Vampir yang baru bangun dari tidur panjangnya membutuhkan waktu untuk memulihkan kekauatannya.
" Apakah kau ingin mati sekarang Dawson? Kau saudaraku tapi kau memihak Viviane." Ujar Estelle.
" Jika kau membunuhku, yang lain akan datang kemari untuk menyerangmu." Ujar Dawson.
" Jika aku tidak membumuhmu pun, mereka akan tetap menyerangku. Jadi, lebih baik kau mati saja." Ujar Estelle, dan menempelkan jarinya di kening Dawson.
" Kenapa kau tidak pernah melihat kearahku, Stelle.. Apa kurang nya aku dari manusia setengah Vampir itu? Kau bahkan tahu betapa aku menyayangimu, tapi kau lebih memilih tidur panjang dari pada menikah denganku." Ucap Dawson.
" Karena cintaku hanya untuk Estter. Apakah ada yang lain yang ingin kau ucapkan?" Ujar Estelle..
" Bunuhlah aku, tidak apa apa.. Aku sudah melakukan kesalahan dengan mengikuti Viviane. Aku menunggu untuk hari ini Estelle.." Ujar Dawson.
Setelah Estelle mengucapkan kalimatnya, Dawson perlahan terbakar menjadi debu. Namun tatapannya begitu menyendu ke arah Estelle yang berdiri di hadapannya.
" Ayahmu masih hidup Estelle, dan dia berada di tangan Viviane. Aku mencintaimu selamat tinggal.." Ujar Dawson, dan dia hilang sepenuhnya.
" Ayahku masih hidup? Tapi kenapa peti matiku berada di lautan lepas.." Gumam Estelle.
Estelle tidak mau memikirkan hal itu, ia pun berbalik dan membantu yang lain nya. Rupanya semakin banyak saja vampir yang menyerang. Kali ini kaum vampir benar benar terpecah belah, mereka hanya mendengar perintah Viviane.
Tiba tiba, dari arah lain muncul sekawanan serigala. Serigala itu melihat tuan mereka, yaitu Oliver dan mereka langsung membantu Oliver melawan para Vampir.
Serigala serigala murni itu menggigit kepala para Vampir hingga terpisah dari tubuhnya. Oliver merasa senang, karena akhirnya ada bala bantuan yang bisa membanti merek menghalau vampir.
" Aku harus kembali ke kediaman Oniel, Viviane disana." Ucap Estelle.
" Pergilah, biar disini kami yang tangani. Bawa Estter bersamamu." Ucap Oliver, dan Estelle mengangguk.
Estelle dan Estter pun melesat pergi dari sana. Saat di tengah jalan mereka melihat begitu banyaknya jasad manusia. Bisa dipastikan besok seluruh kota akn heboh.
Tak lama, Estelle dan Estter pun sampai di kediaman Oniel. Ia masuk dan melihat Viviane yang sedang meminum darah di gelas. Tidak tahu itu darah siapa, tapi Estelle menjadi begitu khawatir.
" Oh, rupanya pasukanku disana tidak begitu kuat untuk melawanmu Estelle.." Ujar Viviane.
" Apa maumu? Kenapa kau mengejar Oniel." Ucap Estelle.
" Hhhmmmm... coba tebak." Ujar Viviane.
" Aku tidak punya waktu untuk bermain tebak tebakan denganmu. Dimana Oniel?" Ucap Estelle.
" Hmmmm... ini, adalah darahnya, cukup enak." Ujar Viviane.
Estelle menjadi murka, Oniel adalah manusia yang sudah berbaik hati memberinya tempat tinggal dan perlindungan. Tatapan Estelle menjadi sangat di penuhi amarah saat ini. Matanya berubah menjadi merah darah.
Viviane yang melihat itu pun sedikit takut. Jika Estelle sudah berubah begitu, tandanya ia sangat murka dan tidak akan mudah mengalahkan Estelle.
SET!!
Estelle melesat dengan cepat.
" Uggh!! " Suara Viviane yang kesakitan
Estelle mencekik leher Viviane begitu kuatnya.
" Estelle, kendalikan dirimu.. apa kau mau memanggil kegelapan?" Ujar Viviane.
" Estelle.." Ucap Oniel. Oniel muncul dari dalam kamarnya, dan terkejut melihat betapa merah gelap nya mata Estelle saat ini.
Estelle yang melihat Oniel baik baik saja, pun perlahan kembali normal. Namun hal itu di manfaatkan oleh Viviane. Viviane menyerang Estelle yang lengah.
BRAK!!!
Estelle terlempar dengan kuat hingga dinding rumah Oniel hancur.
Saat Viviane hendak maju, Estter pun menghalaunya. Estter dengan kekuatan setengah vampirnya menarik Viviane, dan Viviane terhempas hingga menghancurkan meja biliard milik Oniel.
" Kau melemparku Estter?" Ujar Viviane.
" Ya, kau menyakiti kekasihku." Ujar Estter.
Oniel melihat celah, ia perlahan maju dan menggenggam erat belati perak itu, ia berencana menikam Viviane.
" Estter, aku sudah menguasai ras Vampir. Kau tahu apa yang akan terjadi bukan? Aku adalah pemimpin saat ini. Meski Estelle masih hidup, tapi kaum Vampir lebih memilihku menjadi pemimpin mereka. Apakah kau pikir kau akan bisa hidup dengan tenang?" Ujar Viviane.
" Tenang atau tidak, aku tidak mencintaimu. Aku hanya mencintai Estelle terlepas apakah dia adalah pemimpin atau bukan." Ujar Estter.
" Bagus!! Kau berkata demikian, aku putuskan hari ini.. kau! Adalah musuhku Estter." Ujar Viviane.
Viviane melesat maju hendak menyerang Estter, namun Estelle melesat dengan cepat dan menghajar Viviane berulang kali hingga kepala Viviane terbenam di lantai marmer.
" Aku Estelle, adalah putri raja Vampir terdahulu. Jika pun kau ingin memimpin, maka kau harus melangkahi mayatku terlebih dahulu. Mereka yang mengikutimu, adalah penghianat dan penghianat harus di musnahkan." Ucap Estelle.
Estelle hendak mencabut jantung Viviane dengan tangannya, namun tiba tiba..
BLAARR!!!
Tembok rumah Oniel di tabrak sesuatu yang besar, rupanya itu adalah Oliver yang di lemparkan oleh Vampir yang mengikuti Viviane. Viviane yang melihat celah pun langsung mendorong Estelle dan melesat pergi keluar.
"Oliver!!" Teriak Samuel dan Marco.
" Lemah.." Ujar Viviane dan langsung pergi bersama semua kawanan nya.
" Oliver, apa yang terjadi? " Ujar Estelle.
" Aku tidak bisa mengalahkan mereka, semua kaum serigala yang berhasil aku panggil, tidak menerimaku karena aku setengah Vampir." Ujar Oliver, sambil merasakan kesakitan di dadanya.
" Kita sudah aman, sebentar lagi mata hari akan terbit." Ujar Estelle.
Benar, matahari sudah hampir menyingsing. Vampir vampir di luaran sana saat ini masti sedang mencari tempat sembunyi.
" Dan ini, adalah saatnya kita membalas mereka." Ujar Oniel.
TO BE CONTINUED...
bagus semua nya