Masih tahap Revisi. Karya ini tamat namun ingin aku buka lagi agar bisa on going. Karena masih banyak permintaan update.
Jasson termangu saat menatap tubuh sang istri terpental jauh diatas mobil lalu di hempaskan ke jalan dengan darah yang sudah mengalir memenuhi jalan.
Ia menatap nanar dan bersumpah akan membalas setetes darah yang mengalir dari tubuh sang istri tercinta.
Nathalie terpental dan menyelamatkan sang suami Jasson.
Bagaimana kisah Nathalie dan Jasson
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Hahahahahah, tawa Flora membuat Alex terkejut, Bahkan Alex langsung berdiri dari duduknya.
''Flora, kau kenapa, Apakaah kau belum minum obat, Sial.... aku ternyataa bicara dengan orang gila dari tadi,'' ucap Alex saat melihat Flora yang sudah Senyum-senyum sendiri.
Alex pun meninggal kan kamar Flora, Namun... saat ia sampai di pintu kamar, Ia merasakan pusing, serta berkeringat dingin di seluruh tubuh.
''Santi... Santi... !" teriak Alex pada Santi seraya memegan kepalanya.
dengan berlari kecil, Santi mendatangi Alex.
"Iya tuan, ada yang bisa saya lakukan, ?" tanya Santi
"Bawa aku ke kamar dan carikan aku obat demam, "ucap Alex Seraya memegang tangan Santi untuk di bawanya ke kamarnya.
Dengan tergopoh Santi membantu Alex menuju ke kamarnya dan segera mencarikan Alex obat demam. Alex menggigil namun badannya panas. Santi menyelimuti Alex stelah memeberi nya obat.
"Alex kenapa, San?" tanya Mamanya Flora
"Tidak tahu, Nyonya. tadi tuan bicara dengan Nona Flora, saya tinggal kan mereka, pas saat tuan keluar... tuan meraskan pusing dan menggigil begini, Nyonya. Saya susah memberikan obat untuk tuan, semoga ada hasilnya nanti," ucap Santi
"Apakah kau salah makan, Lex?" tanya Mamanya
"Tidak Ma, Alex hanya makan masakan disini tadi," ucao Alex dengan tubuh menggigil dibawah selimut. AC pun dimatikan, agar Alex tidak. merasakan menggigil.
"Biar Mama panggilkan dokter, kau tunggulah, " ucap Mamanya Flora yang langsung menghubungi dokter keluarganya.
...----------------...
"Sayang, Kau makanlah, biar Emir aku yang gendong, " ucap Jasson. pada Nathalie
"Aku sudah makan, Mas. masih kenyang ini, " ucap Nathalie
"Itu tadi pagi sayang, kau masih harus minum obat, apa kau. mau. masuk rumah sakit lagi, ?" tanya Jasson seraya mengambil Emir.
"Bi, letakkan saja makanan disini, dan bawa Emir main, biar aku yang urus nyonya makan, " ucap Jasson pada pembantu nya.
"Baik tuan, " ucap Sang Bibi yang langsung meletakkan nampan yang berisi makanan untuk Nathalie, lalu mengambil Baby Emir dan membawa nya keluar.
"Mama bilang, dia yang akan mengasuh Emir, Agar kau cepat pulih, " ucap Jasson seraya menyuapi Nathalie.
"Aku sudah sembuh, Mas. Kau dan Mama aja yang telalu mencemas kan aku, Mmm... Vero dan Dinda kapan akh dengar mereka sudah menentukan tanggal nya, ?" tanya Nathalie seraya membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Jasson.
"Mungkin dia minggu lagi, Makanya kaj harus cepat sehat, agar bisa menikmati momen persiapan mereka menikah, Bukankah kau yang paling antusias untuk melihat mereka menikah," ucap Jasson yang kini terus menyuapi Nathalie.
"Tapi aku harap... kita punya anak lagi sebelum. Vero punya, " goda Jasson pada Nathalie.
"Kalau begitu kita buat sekarang, mas. mumpung aku lagi pingin, " ucap Nathalie membalas godaan Jason. tentu Jasson terkejut dengan ucapan Nathalie.
Nathalie mengambil piring yang di pegang Jasson, lalu meletakkan nya diatas nakas kembali. Nathalie memajukan wajahnya, membuat hidungnya menyentuh hidung Jason.
"Mas pulang demi membuat ku makan siang, aku sudah makan, Mas. sekarang giliran Mas yang makan, " ucap Nathalie seraya menyapu bibir Jason dengan lembut, membuat Jason memejamkan matanya, menikmati sentuhan demi sentuhan dari sang istri tercinta.
"Kau yang meminta nya sayang, jangan salahkan aku jika akh tidak berhenti, " bisik Jason.Yang kini membalas semua gerakan Nathalie dengan lembut namun memabukkan.
...----------------...
"Apa yang terjadi pada menantu saya, dok?" tanya Mamanya Flora.
"Untuk saat ini, saya tidak bisa memastikan, Nyonya. Ini saya kasih obat untuk menurunkan demamnya, dan saya rasa... Tuan Alex mengalami ruam di tangannya, kita lihat reaksi obat ini, jika tidak ada perkembangan, barulah kita akan melakukan tindakan lanjutan, " ucap dokter keluarga pak pramono.
sayangnya terputus-putus .. mesti mengingat kembali bagian akhir yg dibaca
utk penulis ... diupayakan tuntas yaaah dalam menuangkan ide cerita .. Insya Allah akan lebih banyak lagi penggemar
semangat yaaa