Dewa Abraham. CEO tampan dan juga fosessive. Pria yang sangat mencintai Bunga dan sekarang mereka telah bertunangan. Namun dibalik sifat Dewa yang penyayang, ia sangatlah egois.
Indah, perempuan yang berstatus menjadi sahabat Dewa dari sekolah menengah pertama selalu melakukan berbagai cara untuk merebut Dewa dari Bunga. Kejahatan demi kejahatan yang dilakukan oleh Indah tanpa sepengetahuan Dewa.
"Jujur sama aku Dewa!! kamu sayang sama Indah??" tanya Bunga dengan wajah sendunya.
"Iya. Indah sahabat aku sayang. Apalagi sekarang dia lagi sakit. Kamu ngertiin posisi aku sayang!! aku ngak bisa menjauh dari Indah."
"Tega kamu Wa. Kamu selalu ada waktu sama dia ketimbang sama aku. Dia emangnya ngak punya orang tua ahh?? Kenapa harus kamu selalu ajha kamu??"
"Sayang!!"
"Terserah. Kalau kamu pergi! kita putus."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34 // Jangan Ganggu Milikku
"Beneran kamu tidak ingin ikut dengan saya?" tanya Rian melihat ke arah Bunga.
"Ngak deh pak, soalnya sudah ada yang jemput."
"Siapa yang akan menjemput kamu?" tanya Rian penasaran.
"Tunangan saya. Jadi bapak mending cepetan pergi ya, nanti tunangan saya marah loh," ujar Bunga menakuti, soalnya Rian dari tadi tidak beranjak sedikitpun dari posisinya.
Dewa juga mana sih, batin Bunga merasa risih menjadi tontonan mahasiswa kampus, karena berdiri di dekat dosen tampan seantero kampus katanya, dosen muda yang sukses dan jangan lupakan wajahnya yang gantengnya seperti oppa-oppa korea, makanya Bunga yakin nih dosen operasi plastik.
"Bapak jujur ya sama saya!"
"Jujur kenapa?" tanya Rian bingung.
"Bapak operasi plastik kan? iya kan?" mungkin tidak sopan bertanya seperti itu, tapi Bunga hanya ingin bercanda saja, semoga saja dosennya ini tidak marah, kalau marah berarti beneran kan ya.
"Saya tidak pernah operasi plastik. Ini asli dari lahir. Kamu kagum ya sama wajah saya?"
"Siapa bilang? bagi tips suksesnya dong pak? biar wajah terlihat glowing?"
"Saya bukan dokter kecantikan!"
"Sama saja kayaknya."
"Kamu mau saja kenalkan ke dokter kecantikan? kebetulan dia teman saya?" tawar Rian, semoga saja Bunga mau, dia kan bisa mengambil kesempatan berdua jalan-jalan.
"Tidak perlu bapak dosen yang terhormat, karena tunangan saya tidak butuh hal itu."
Mereka berdua berbalik, terlihat raut wajah seorang pria yang menatap mereka berdua dengan tatapan sulit di artikan.
Rahang Dewa mengeras lalu memeluk pinggang Bunga dengan fossessive, "Anda seorang yang berpendidikan bukan? kalau ia jangan belajar menjadi seorang Pembinor."
"Karena dia menarik," ujar Rian tersenyum licik. Seakan menantang Dewa.
"Dia juga bukan istri anda tuan Dewa yang terhormat."
"Dia milikku."
"Dia bukan barang dan berhak menentukan pilihan nya sendiri."
"Apapun pilihan nya, dia tetap milikku."
Rian terkekeh, "Jadi di sini siapa yang tidak berpendidikan?" ujar Rian bertanya balik.
Merasakan hawa tidak enak, Bunga langsung menengkan Dewa, bisa gawat nanti kalau Dewa nekad memukul dosennya itu.
"Bapak mending pergi ya!" usir Bunga halus.
Rian tersenyum manis melihat ke arah Bunga, dan tersenyum mengejek melihat ke arah Dewa.
Setelah Rian pergi, Bunga bernapas lega, tapi ia mempunyai Singa di dekatnya.
"Masuk!!" perintah Dewa tegas.
Bunga langsung masuk dan duduk ketakutan. Entah apa yang akan Dewa perbuat sekarang.
Dewa menyetir mobil mewahnya dengan kecepatan tinggi, "Wa!! pelan-pelan! aku takut."
"Kamu suka sama dia?"
"Kan ada kamu."
"PEMBOHONG!!" Bentak Dewa, membuat Bunga ketakutan setengah mati.
"Kamu bentak aku?" lirih Bunga sedih.
"Iya dan kamu keberatan ahh?"
Bunga melihat ke depan, ini bukan arah rumahnya tapi ke arah rumah Dewa. Rumah Dewa dan dirinya nanti, yang telah Dewa siapkan.
"Aku ngak mau ke sini! aku mau pulang!!"
"Diam!! aku mau kasih hukuman sama kamu!!"
****
"Dewa!!" cicit Bunga, Dewa benar-benar keterlaluan, ia mengunci kamar dan memojokkan ke tembok. Seperti sekarang ini.
"Berapa kali aku harus kasih peringatan sayang!"
Di mulai Dewa mencium aroma vanilla di leher Bunga. Bunga sangat risih diperlakukan seperti ini.
"Jangan!!" larang Bunga ketika Dewa hendak memberikan tanda di sana.
"Kenapa? kamu milik aku Bunga!!"
"Iya aku milik kamu. Puas!!"
"Puas sayang. Sekarang kita melepaskan rindu ya?"
"Ngak mau."
"Kamu ngantuk kan?" tanya Dewa mencium bibir manis itu.
Bunga mengangguk. Lalu Dewa memapah Bunga untuk tidur di ranjang bersamanya.
Dewa memeluk gadisnya dengan erat, mengusap surai Bunga dengan lembut, "Tidur yang nyenyak baby!!"
Dewa tidak akan merusak gadisnya, karena ia sangat menyayangi Bunga. Tapi kalau Bunga menolak menikah dengannya, maka Dewa akan membawa gadis itu pergi ke pulau yang telah ia siapkan untuk bulan madu esok, dan memaksa menikah di sana. Sungguh romantis bukan? walaupun harus memaksa pihak wanita.
ga mau di php in ni cerita ak udh bca judulnya udh ok Lit komen2 nya jga kyana seru tpi liat part traktir kpn jdi diem di t4 ak jg dia smpe mna ni cerita di lnjut
maaf ya thor