NovelToon NovelToon
Loving You

Loving You

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:683.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: nenah adja

Revisi dari novel yang lama judulnya 'Maid make me crazy'
.
.
Annastasya Arrabella

Kebangkrutan keluarganya mengharuskannya mencari uang sendiri untuk kuliahnya, dirinya terpaksa menjadi seorang maid, karena hanya itu tawaran yang datang padanya.


"Bagaimana mau tidak jadi maid?"

"Apa? Maid...?"

"Baiklah tak ada pilihan lain"

__________

Roland Zain Abraham.

Ceo, tampan,dan mapan juga seorang Casanova penakluk wanita,dirinya harus menahan hasratnya pada seorang maid yang dianggapnya bukan levelnya.

"Maid itu? haha..tidak dia bukan level ku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 32- Menang

Anna duduk diatas jet skinya dengan semangat membara, jika dia bisa menang maka dia akan mendapat 3000 dolar sekaligus.

Ah, tidak sepertinya 4000 dolar karena Anna melihat Caroline juga ikut menaiki satu Jet ski.

Anna tak tahu kenapa tatapan Caroline padanya seolah melihat Anna sebagai musuh, padahal Anna sebelumnya merasa tak pernah menyinggungnya sama sekali, tapi terserah, Anna tak peduli.. yang ada di fikirannya saat ini bagaimana caranya dia bisa menang dalam taruhannya ini, karena jika tidak maka Anna harus membayar 1000 dolar, sedangkan dia tak punya uang sebanyak itu.

Dan akhirnya persiapan lomba dadakan pun di adakan, saat semua sudah bersiap di posisi masing- masing, seseorang meniup peluit tanda dimulainya permainan.

Mereka semua melaju dengan cepat saling menyalip, dan mendahului namun ada sesuatu yang aneh, Roland tertegun sesaat melihat Anna dengan lihai mengendarai jetski nya.

Bahkan Anna melaju dengan sangat kencang hingga mengubah fokus Roland dan kini juga mempercepat lajunya untuk mengejar Anna, melihat Anna yang melaju begitu cepat entah mengapa dia begitu khawatir Anna terjatuh, meski mereka diikuti pengawas tetap saja Roland mengikuti hatinya untuk memperhatikan Anna.

Anna sudah sampai diujung diikuti Ben lalu Roland, dengan cepat Anna memutar arah dan kembali ke pantai, Anna hampir terkejar Roland namun Anna berhasil tiba lebih dulu di pantai.

Anna turun dari jetski nya lalu berjingkrak karena dia sudah menang dan tiba lebih dulu, Airin memberi selamat dan memeluk Anna mereka berpelukan sambil terus melompat- lompat, Anna begitu senang hingga tak menyadari semua orang sudah menepi di pantai.

"Kau keren sekali Anna" pujinya.

"Tentu saja"

Alden dan Ben menghampiri Anna yang masih tersenyum cerah.

"Wah, kau sungguh luar biasa.."

"Hm aku juga mengaku kalah.."

Anna menengadahkan tangannya "Mana seribu dolarku"

Ben dan Alden terkekeh "Kami akan mentransfermu, tapi Anna darimana kau bisa mengendarai jet ski, kami kira seandainya menyewa pun harga sewanya cukup besar, dan untuk keahlianmu aku rasa bukan hanya satu kali kau mengendarainya."

Bukan hanya Anna yang tertegun, tapi juga Roland. Benar itu juga yang dia fikirkan sejak tadi, jadi Roland memperhatikan Anna akan menjawab apa.

Anna mengerjap beberapa kali, dia begitu senang saat akan menaiki jet ski, tapi dia lupa bahwa sekarang dia hanya seorang Maid.

"Aku.. sering di ajak majikan ku.. berlibur jadi aku tau caranya.. iya hee begitu.."

Alden dan Ben mengangguk,mereka tak lagi bicara, lagipula itu bukan urusan mereka, lain halnya dengan Roland dia memicingkan matanya seolah tak percaya apalagi melihat Anna tengah tersenyum meringis.

Roland mendekat pada Anna, dan mencopot rompinya,setelah Alden dan Ben pergi menjauh "Kau membuatku khawatir"

"Eh..?"

"Bagaimana jika kau jatuh tadi" Roland memandang Anna dengan tatapan yang sulit Anna artikan, sejenak Anna meremang, merasakan tangan Roland yang bergerak melepaskan rompinya.

"Kau sungguh ingin menang?"

"Tentu saja, jika kalah aku harus membayar 1000 dolar, dan aku tak punya uang sebanyak itu" Roland mengulurkan tangannya pada pelayan yang membawakan handuk "Tapi tak sia-sia tuan, aku menang.. aku punya 4000 dolar sekarang, jangan lupa kau juga harus membayarnya" Anna tersenyum senang dan Roland masih terus mengeringkan rambut Anna, Roland tak tahu jika bagi Anna uang sangat berarti sekarang ini, bahkan bagi dia dan kedua temannya uang segitu tidak ada apa-apanya, dan Anna pun tahu itu, dia juga pernah berada di titik dimana uang ia hamburkan hanya untuk belanja dan berlibur merasa itu tak berharga, tapi Anna yang sekarang berbeda, dia butuh banyak uang.

Saat Roland mengeringkan tangan Anna, barulah Anna tersadar "Tuan kau berlebihan, aku bisa melakukannya sendiri" Diperlakukan seperti itu membuatnya canggung, Anna hendak mengambil handuk nya, namun Roland mencegahnya.

"Diamlah!" tubuh Anna menegang dia diam saat Roland menyampirkan handuk ke bahunya, kenapa Roland harus melakukan itu, bukankah itu perhatian yang terlalu berlebihan, Anna bahkan sudah tak melihat Alden dan Ben, bukankah Roland tak perlu bersandiwara lagi "Cepat mandi" Roland mendorong Anna pergi kearah Vila.

"Tuan, aku masih ingin main di pantai.."

Roland mendorong Anna lebih keras "Tidak, sudah cukup!"

"Ish.." Anna menghentakkan kakinya lalu pergi kearah vila.

Anna sudah selesai mandi dan belum mendapati siapapun di Vila mungkin mereka semua masih ada di pantai, jadi Anna memutuskan untuk kembali ke pantai, namun Anna salah rupanya Roland sudah ada dan masuk ke kamar yang lain, dengan handuk menyampir di bahunya, mungkin dia akan mandi disana.

Anna hendak menyusul Roland, namun kaki nya berhenti saat melihat Caroline juga masuk ke kamar yang tadi di masuki Roland.

Degh..

Anna mengabaikan jantungnya yang berdebar kencang, ia memilih berjalan mendekat kearah kamar tersebut, dan melihat sedikit celah Anna memutuskan untuk mengintip.

Beberapa kali Anna menelan sa livanya, saat mendengar de sah an dari dalam kamar, dari celah pintu Anna melihat Roland tengah mengungkung Caroline.

Anna tertegun sesaat lalu berbalik pergi.

Anna melangkah cepat hingga tak menyadari dia sudah berada diluar Vila.

Anna terus berjalan sambil merasakan jantungnya yang masih berdentum dengan kuat, "Breng sek apa yang dia bilang kemarin, tak akan melakukannya lagi dengan wanita lain saat denganku.. Cih.. breng sek tetap saja breng sek" Anna menepis air mata di pipinya "Tapi kenapa aku menangis"

"Padahal sudah jelas kami hanya bersandiwara"

"Tapi kenapa dia ingkar janji.."

"Benar ini hanya karena harga diriku, yang lagi-lagi di rendahkan.. bukankah sudah aku bilang jangan lakukan jika ada aku.."

"Roland, breng sek.. baji ngan.. tidak tahu diri"

Anna tak menyadari dia sudah jauh dari vila, Anna memutuskan duduk di bawah pohon untuk menenangkan amarahnya, Anna sendiri bingung mengapa dia harus marah, melihat Roland dengan Caroline harusnya terserah saja mau mereka melakukan apa pun, bukan urusannya.

Anna mende sah "Tapi kan dia sudah berjanji, apa dia akan mati jika tidak ber cinta satu bulan saja".

"TERSERAH KAU, DASAR ROLAND BRENGGGSEEEK!!" Anna berteriak, dia kira disana cukup aman, dan tak akan ada yang mendengar bukan.

.

.

Roland berusaha melepaskan cengkraman Caroline di kerahnya hingga ia tak bisa bangun, Caroline menggeram marah, saat Roland menyentak tangannya.

"Ja lang sialan, apa kau sangat kelaparan hingga sudah tak punya malu!" Roland berteriak marah.

Roland keluar dan membanting pintu niatnya masuk ke kamar itu untuk mandi, dia tak mungkin menggunakan kamar mandi nya sedangkan Anna sedang mandi di sana, tapi Caroline malah menyusup masuk dan menariknya jatuh ke arah ranjang dengan posisi dirinya berada di atas.

Mendengar keributan itu Ben, dan Alden segera menghampiri "Ada apa Land..?"

"Beri makan ja lang mu itu, dia terus saja menggangguku, sialan.."

.

.

.

🌹🌹🌹🌹🌹

1
Patrish
waduh....pasti nih..pastiiii
Patrish
hahahahahhaaaaaa.....Caroline...kalian semua.,..salah lawan..🤣🤣🤣🤣
Patrish
dan ada dewa OTHOR yang mengatur nasib setiap tokoh...🤣🤣🤣
Ra~~~~~
kisah don juan semua 🤣
Ra~~~~~
keren ceritanya
Ra~~~~~
bagus ceritanya
Ra~~~~~
Suka banget sm novel yg ini 😍
Yuna¹⁰
banyak juga gaji nya, gas deh annaa
Yuna¹⁰
bener-bener mencari nyoya rumah kalau gitu🤭
Yuna¹⁰
kisah orang tua Calvin?
Erni Fitriana
ssmua letakkan semua disini thorrrr
Erni Fitriana
lanjuttttttt ke kinara
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣kebanyakan celap celup jadi bodoh rolan rambut
Erni Fitriana
klo orang biasa udah keburu nikah itu anaaaa🤣🤣
Erni Fitriana
tanda bahaya nih tuan bele...cepat bil keputusan tyan bule
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣😌😌
Erni Fitriana
nah loh naaaa...make dikasih tau kudu ke polisi
Erni Fitriana
jrengggggggggg
Erni Fitriana
aku anaaaaaaaaa😁😁😁😁😁
Erni Fitriana
😄😄😄😄mom..menantu mu ituuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!