Brisena Cyrille Kinsley atau kerap dipanggil Sena adalah artis pemula yang mendapat banyak hujatan di sosial media dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Setelah mengalami kematian dia akhirnya melihat bahwa keberuntungan dirinya telah di curi oleh adik angkat nya. Ia sangat menyesal memilih untuk bunuh diri
"Apakah anda ingin berenkarnasi dan melupakan kenangan kehidupan sebelumnya atau anda ingin mengulang kehidupan anda sebelumnya dengan melaksanakan misi sistem?" Sebuah suara yang mengaku sebagai sistem kehidupan bertanya kepada Sena
Sena akhirnya memilih untuk mengulang kehidupan sebelumnya dan melakukan misi berkeliling antar dunia untuk menolong dirinya yang juga di curi keberuntungannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nefaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Saat ini keheningan terjadi di antara mereka. Ibu Sena tidak habis pikir dengan pemikiran mertua nya ini. Padahal Sena sudah jelas adalah cucu kandung nya tapi ia selalu lebih memihak ke Aurel daripada Sena.
"Bu, masalah di keluarkannya Aurel dari sekolah adalah karena kesalahannya sendiri. Apa hubungannya dengan Sena?" Ayah Sena masih berusaha menahan emosi nya. Bagaimana pun orang yang di hadapannya ini adalah ibu nya sendiri
"Tapi Aurel di fitnah! Dia bahkan sudah membuktikan jika ia tidak curang tapi Sena malah menyuap guru sekolah dan membuat Aurel menjadi tersangka!" mendengar ini membuat Sena semakin tidak menyukai nenek nya ini. Ia tidak habis pikir dengan pikiran orang tua itu
"Nenek yang menyewa guru adalah Aurel! Kau bisa bertanya kepada seluruh siswa dan guru di sekolah. Dan kau Aurel! Bisa-bisa nya kau membuat kebohongan seperti itu. Tidakkah kau malu dengan dirimu sendiri?" Lisya menatap sinis ke arah Aurel
"Kau! Apa hak mu untuk berbicara di keluargaku. Kau bukan bagian dari keluarga Kinsley! Aku tidak mau tahu. Jika Aurel di keluarkan dari sekolah jangan harap aku menganggapmu sebagai anak ku lagi" mendengar perkataan nenek Sena, Lisya akhirnya diam. Ia awalnya ingin membalas ucapan nenek itu tapi ia sadar, ini adalah urusan keluarga Sena dan lebih baik jika ia tak ikut campur
"Bu! Apakah ada yang salah dengan pikiranmu? Jelas-jelas Aurel sudah mencuri soal bahkan menyuap guru dan temannya untuk menipu satu sekolah. Dan sekarang kau bilang Sena yang menyuap guru? Benar kata Lisya gadis licik di sebelahmu itu sangat tidak tahu malu. Kau kira aku tidak mengetahui kejadian itu? Aku bahkan sudah menyiapkan bukti" Ayah Sena menatap Aurel dengan ekspresi marah. Ia semakin tidak menyukai gadis licik itu. Ia harus segera mengusirnya dari rumah karena jika dibiarkan seperti ini keluarga Kinsley bisa saja hancur di buatnya.
"Bu, perkataan suami ku benar. Kami sudah menyiapkan bukti terkait kecurangan Aurel, aku akan mengirimkan bukti itu padamu"
"Nenek" Aurel memegang tangan nenek Sena dan memeluk tangan itu. Melihat ini nenek Sena mengingat perkataan Aurel tentang orang tua Sena yang pasti akan membantu Sena dan membuat bukti palsu terkait Aurel.
"Kau bohong! Aku sudah mencari kebenaran itu. Kau membantu Sena dan menyiapkan bukti palsu kan. Benar kata Aurel, kau semakin bodoh sejak Sena kembali. Jika saja gadis itu tidak kembali keluarga kita akan tetap harmonis!"
"Nenek! Bisakah kau berhenti sekarang? Aku sudah menahan amarahku mengingat kebaikan nenek kepadaku. Sena adalah cucu kandungmu tapi mengapa kau sangat memihak gadis licik itu"
"Aku memihak yang benar! Dan perkataan Aurel kembali benar, kau Brian sebelumnya tidak pernah berteriak seperti ini kepada nenek, tapi sekarang kau bahkan berani membentak nenek. Kau benar-benar berubah karena gadis buruk itu. Sudahlah, kalian semua orang bodoh. Tunggu saja gadis desa itu akan membuat keluarga kita hancur! Intinya aku tidak mau tahu Aurel harus tetap berada di sekolah itu. Jika kau tidak membantu Aurel jangan salahkan aku jika aku juga tidak menganggapmu anak lagi" setelah mengatakan itu nenek di dampingi oleh Aurel berjalan keluar tanpa berbalik lagi.
"Nenek, paman adalah orang baik sebelumnya. Aku ingat ia sangat mendengarkan perkataanmu, tapi sekarang ia malah berani membentakmu. Kak Brian juga seperti itu. Aku sangat sedih melihat nenek di bentak seperti itu" Aurel memasang ekspresi sedihnya dan itu membuat nenek Sena semakin menyukai Aurel
"Kau jangan sedih. Nenek akan membuat mu kembali kerumah itu. Kau adalah cucu kesayangan nenek" Aurel mengangguk mendengar perkataan nenek Sena. Untungnya ia telah menyuap asisten dari nenek Sena, karena itu bukti yang di dapatkan nenek Sena tentu saja berbeda dengan kenyataan. Nenek Sena juga beberapa kali mendapat informasi soal Sena yang menganggu Aurel dan ini membuatnya semakin tidak menyukai Sena.
"Untung saja nenek ini tua dan bodoh! Aku tidak boleh melakukan kesalahan seperti sebelumnya. Orang tua ini adalah satu-satunya pendukungku saat ini. Jadi aku harus menggenggam nya dengan baik" Aurel berbicara sambil tertawa dengan nenek Sena, beberapa kali ia memuji nenek Sena dan itu membuat nenek itu semakin senang. Ia tidak tahu jika sebenarnya Aurel menghina nenek di dalam pikirannya
Di sisi lain, saat nenek Sena dan Aurel pergi meninggalkan kediaman keluarga Kinsley, ayah Sena menghela napas kasar menatap kepergian ibu nya. Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran ibunya. Ia tahu jika ibunya sangat menyukai Aurel sejak kecil tapi ia tak habis pikir dengan kasih sayangnya yang berlebihan itu. Bagaimanapun Sena adalah cucu kandungnya. Tapi ia lebih memihak Aurel daripada Sena.
"Sena apakah kau baik-baik saja? Tidak usah pikirkan perkataan nenekmu. Otaknya sedang bermasalah" Ayah Sena melihat putri nya yang baik dan cantik. Jelas Sena lebih unggul dalam segala aspek daripada Aurel. Kenapa ibunya lebih menyukai gadis licik itu
"Aku tidak apa-apa ayah, aku hanya sedikit terkejut karena nenek ternyata menyukai Aurel sebanyak itu"
"Pasti dia sudah melakukan sesuatu hingga nenek sangat percaya padanya, nenek sudah tua dan mudah untuk menipu nya. Kau tenang saja Sena, kakak akan mencari bukti tentang keburukan Aurel dan mengirimkannya ke nenek"
"Kakakmu benar Sena, kita akan mencari bukti keburukan Aurel" Ibu Sena mengelus kepala putri nya
"Terima kasih ayah, ibu, kakak. Tapi kurasa tidak usah mengirimkan bukti-bukti seperti itu kepada nenek. Nenek sendiri tadi mengatakan jika ia sudah mengetahui kebenaran dan menolak bukti yang kita berikan. Aku curiga jika Aurel yang telah mengganti informasi yang seharusnya nenek terima sehingga ia semakin tidak menyukai ku dan mulai mengganggu keluarga kita" mendengar perkataan Sena membuat mereka tersadar dengan perkataan nenek Sena sebelumnya. Sudah pasti nenek Sena benar-benar lebih dulu mendapatkan informasi yang salah. Tapi pertanyaannya adalah bagaimana Aurel menukar informasi tersebut.
"Ayah akan menyelidiki orang-orang yang bekerja di rumah nenekmu"
"Aku sarankan ayah melakukannya secara rahasia, terutama jangan sampai ketahuan oleh Aurel dan juga berhati-hati lah karena Aurel memiliki seorang hacker di belakangnya. Jangan sampai mereka mengetahui apa yang ayah lakukan dan malah membuat masalah semakin rumit"
"Baiklah ayah akan berhati-hati. Dan mulai sekarang jika kita membahas hal penting lebih baik kita membahasnya secara langsung, jika melalui telepon ataupun pesan, bisa saja ponsel kita telah di sadap sebelumya" mendengar perkataan ayah Sena mereka semua mengangguk. Mereka kembali ke ruang keluarga dan berbincang seperti biasa. Sena sendiri sedang memikirkan siapa orang yang selalu membantu Aurel, akan lebih baik jika ia berhasil menangkap orang itu.