This Rain adalah karya pertama ku yang menceritakan tentang seorang CEO yang mempunyai banyak musuh dari kalangan perusahaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OrThoChie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30
"Kau tidurlah, pasti Di Indonesia sudah larut sekarang. Jangan lupa kirimi aku foto calon menantuku. hehehe"
Aku tersipu saat Baba mengantarkan calon menantunya, Aku tau Baba itu orang yang sangat menghargai pilihan ku. Tapi.. apakah Anne akan bersikap sama seperti Baba? Ah, aku pusing memikirkannya.
Beberapa Minggu berlalu, hari ini Delio akan melaksanakan Ijab Qobul disebuah hotel berbintang, Ia sengaja memilih di hotel, sebab memiliki ruang yang sangat luas. Dan akan mampu menampung semua tamu.
Tamu-tamu tersebut kebanyakan dari para pegawai di perusahaan Delio. Ada juga sebagian lagi dari teman sekolah hingga teman kuliah Key tak lupa para tetangga Ibu angkatnya.
Key tampak anggun dengan kebaya yang melekat pas ditubuhnya, kebaya tersebut berwarna putih gading dengan aksen Swarovski melingkari leher kebaya yang berbentuk oval memanjang dari ujung bahu.
Gadis itu juga tampak lebih tinggi dengan heels 25 cm. Key yang hari ini bak putri raja dibimbing anggun ke pelaminan. Disana sudah menunggu Delio dengan stelan jas berwarna senada dengan calon istrinya. Didepan Delio yang dipisahkan oleh sebuah meja sudah ada Pak Penghulu dan Nata sebagai saksi dari Delio berada di sebelah kanannya.
Setengah jam kemudian, Delio dan Key resmi menjadi sepasang suami-isteri saat para tamu dan saksi serempak mengucapkan kata Sah.
Saat ini mereka sedang berdiri menyambut para tamu yang antusias ingin memberi mereka selamat. Wajah Key yang baby face membuat Delio tak bisa berpaling.
Key saat ini sedang duduk disebuah kursi tamu bersama teman-teman nya,
"Selamat ya Key, udah jadi IRT hahaha"
"Apa tuh?" tanya seorang gadis yang duduk disebelah Key.
"Ibu Rumah Tangga, dodol!" balas pemuda yang memakai kemeja hitam.
Gelak tawa menghiasi meja mereka, mereka bercanda sambil memakan suguhan yang sudah disediakan pihak hotel.
Langit kota Jakarta sudah tampak berwarna jingga, acara akan dilanjutkan sampai malam. Key dan Delio saat ini sudah berada didalam sebuah kamar yang sudah disulap menjadi kamar pengantin oleh pihak hotel.
Sebelum MUA datang, Key punya kesempatan untuk membersihkan diri. Awalnya ia masih risih saat Delio ikut masuk kedalam kamar yang sama. Tapi kenyataan menyadarkan Key jika saat ini dirinya dan laki-laki tampan ini adalah sepasang suami-isteri.
Malam ini acara resepsi pernikahan Delio dan Key. Semua keluarga dan para kerabat langsung ke wedding venue sebab acara sebentar lagi akan dimulai. Delio dan Key pun sudah tampak berada di ballroom hotel. Para tamu duduk di kursi yang mengelilingi meja bundar yang sudah terpasang nama masing-masing tamu undangan.
Malam ini acara sedikit privat, hanya keluarga inti dan tamu dari kalangan petinggi perusahaan saja yang hadir. Ceo perusahan tekstil itu terlihat sangat begitu gagah dan tampan dalam balutan Tuksedo. Begitu juga dengan Key, wanita cantik pilihan hati Delio itu juga terlihat begitu memukau dan anggun bak seorang princess. Mereka berdua begitu sangat serasi dan mempesona mata para tamu.
"Kamu udah makan? " tanya ibu mertuanya yang duduk di sebelah kanannya.
"Belum, Bund. " Jawab Delio sembari menggeleng pelan.
"Makan dulu, sana. Sekalian ajak istrimu. Sedari tadi dia juga belum makan. Manja banget pengen di ambilkan." Goda Bu Nar sembari melirik putri kesayangannya.
Key mengerucutkan bibirnya saat sang ibu menggodanya. Pipi putihnya bersemu merah menahan malu. Delio tersenyum gemas melihat sang istri.
****
Pesta meriah itupun telah usai, sepasang pengantin baru itu kini berada didalam kamar pengantin yang terlihat seperti layaknya kamar seorang putri raja. Key yang tampak lelah memilih duduk didepan meja rias, Delio tidak tega jika harus meminta jatah malam pertama mereka malam ini.
"Kamu lelah banget ya? " Delio duduk di tepi ranjang, Ia memandang istrinya dari pantulan cermin. "Sini, Aku bantu. " Seraya bangkit dan membantu Key membuka aksesoris dari kepalanya. Delio juga membantu merapikan rambut Key yang sedikit berantakan.
Tanpa Delio ketahui, degup jantung Key yang tadi baik-baik saja menjadi begitu kencang. Tangan dan kakinya serasa dingin. Ia tidak ingin Delio mengetahuinya, ia pura-pura tenang lalu berlalu masuk kedalam kamar mandi.
Didalam ruang mandi itu, Key tidak langsung membuka pakaiannya. Gadis berumur 23 tahun itu memegang dadanya. "Gugup banget" lirihnya. Mencoba membuka gaun yang ia pakai tetapi sangat susah ia lakukan sendiri. Ia butuh seseorang untuk menolongnya, tapi siapa? Sang ibu berada di kamar lain. Disini cuma ada Delio dan dirinya saja. Haruskah ia meminta suaminya itu menolongnya?
Key pusing memikirkan gaun yang tidak bisa ia buka, Ia memutuskan keluar dari ruang lembab itu. Saat ia membuka pintu, terlihat Delio telah bertelanjang dada dan berbaring terlentang diatas ranjang pengantin mereka.
Key terpaku sesaat, gadis itu terpesona melihat pemandangan indah didepannya. Otot perut Delio yang berbentuk sixpack begitu bagus. Gadis itu tersadar dari kekagumannya detik berikutnya dan hendak berbalik masuk kedalam kamar mandi. Akan tetapi langkahnya terhenti saat suara berat milik Delio memanggilnya.
Dirinya hendak berbalik tapi ia malu. Sebab Delio belum memakai baju. Berbeda dengan Key, Delio bangkit dari berbaring dan beranjak kearah Sang istri.
"Kok, masih pake gaun, sayang" ucapnya lembut. dan memeluk Key dari belakang.
Bagai disengat listrik, Key terdiam dan menahan nafasnya. Ia terkejut, sebab belum pernah merasakan pelukan dari seorang laki-laki dewasa. Delio yang sengaja mengerjai Key, tampak menahan senyuman melihat rina merah dikedua pipi gadis yang sudah sah ia nikahi.
"Ma.. ma..af, " Key berusaha keluar dari situasi yang membuatnya sulit bernafas ini. Ia merasakan panas dikedua pipinya. Ia begitu malu saat ini. Andai bisa menghilang, ia ingin secepat ny menghilang saja.
Delio memutar tubuh Key menjadi menghadap kearahnya. Delio masih ingin mengerjai gadis cantik didepannya ini. Sebab itu ia menempelkan kening mereka berdua.
Harum maskulin dari tubuh Delio membuat Key merasa hanyut. Reflek ia pun memicingkan kedua matanya. Sedang Delio meraih pengait dibelakang baju sang istri dan membukanya. Sebenarnya sejak tadi Delio sudah paham apa yang sedang Key alami. Ia hanya berpura-pura tidur.
"Udah, kamu bisa membersihkan diri, sekarang." ucap Delio di telinga gadis yang masih menutup matanya itu.
Sontak Key tersadar, ia baru paham jika sejak tadi Delio hanya menggodanya saja. Gadis itu mengerucutkan bibir yang masih memakai lipstik. Panas dikedua pipinya tidak bisa lagi ia sembunyikan. Sudah pasti rona merah disana terlihat jelas dimata Delio.
Sebelum berbalik, Key memukul dada bidang suaminya dan secara kilat menghilang kedalam kamar mandi.
"Huh, huh. Jantungku" dirabanya kembali dadanya yang sedang berdegup kencang. "Akh, malu banget. Liat aja, akan aku balas. " ia pura-pura marah, sebuah senyuman terlihat dari bibirnya yang mungil.
**Bersambung**
ane kagak bisa ngakak macam othor...
telenovelaa...
😮💨😮💨
suasana tenang...adem...
literally me.../Grin//Grin/
nama mu sekarang adalah Panji
Key, sekarang km Puy abang ketemu gede 🤭jangan ngintip2 nanti bintitan Key😅