Setelah malam-malam itu berlalu, rindu dan temu tak lagi bersatu, cinta dan kisah tak lagi berkasih, hanya sebatas ingatan untuk kemudian pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Vicky Nihalani Bisri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH - 34 : Ada Yang Tertinggal Di Pusat Kota
"Benar ya Ma, besok diceritakan ke Sena." ucap Sena kepada Mamanya dengan wajah cemberut nya yang sangat menggemaskan itu
"Iya, sayang. Tidur dulu sekarang, ya." ucap Sena kepada Mamanya
"Iya, Ma." ucap Sena sembari berjalan menuju kamarnya, dan Mama Sena pun mulai berjalan menuju kamarnya juga
Sesampainya di dalam kamar, ia pun menelepon Sanda.
*Dari sisi Sanda
Sanda yang kini tengah menikmati malam dari jendela kamarnya, tiba-tiba mendengar ponselnya berbunyi, menandakan ada panggilan masuk dari seseorang, dan sudah pasti itu adalah Sena. Sanda pun berjalan ke ponselnya dan mengambil ponsel itu, seraya mengangkat telepon dari Sena.
"Halo, sudah di rumah?" tanya Sanda langsung ketika mengangkat telepon Sena itu
"Sudah, baru beberapa menit tadi aku sampai." jawab Sena kepada Sanda
"Mama tidak marah?" tanya Sanda kepada Sena
"Tidak, cuma mengingatkan, jangan malam-malam lagi pulangnya." ucap Sena kepada Sanda
"Oh, bagus lah." ucap Sanda kepada Sena
Sanda pun mulai mengingat sesuatu.
"Oh ya, buku catatan kecil ku ada di kamu kan?" tanya Sanda kepada Sena
Mendengar pertanyaan Sanda, Sena pun langsung mengecek ke tas nya.
"Sebentar." ucap Sena sembari pergi ke tasnya
Ia mencari-cari buku catatan kecil milik Sanda itu, dia tidak menemukan buku catatan kecil itu. Ia mulai membongkar isi tas nya.
"Bagaimana? Ketemu?" tanya Sanda
"Belum, sebentar." ucap Sena sedikit panik, karena tidak menemukan buku itu dari tas nya
"Memangnya kenapa kau menanyakan buku catatan kecil itu malam ini?" tanya Sena
"Salisa, dia tadi menanyakan buku itu kepada ku, aku bilang ketinggalan dengan mu." ucap Sanda
Dengan sedikit berat Sena memberitahu Sanda.
"Ya ampun, Sanda. Sepertinya buku itu ketinggalan di perpustakaan tua." ucap Sena dengan tidak enak hati kepada Sanda
"Astaga, maaf aku pelupa sekali." ucap Sena
Sanda pun menjawab.
"Tidak apa-apa Sena." jawab Sanda
"Besok aku akan ke sana lagi, biar aku cari sampai ketemu. Ini salah ku, aku lupa memasukkannya ke dalam tas waktu kita mau pergi tadi." ucap Sena kepada Sanda
"Jangan sendiri, biar aku temankan besok ke sana." ucap Sanda kepada Sena
"Tapi Sanda, perpustakaan tua itu jauh dari rumah kita, aku tidak mau merepotkan mu karena kesalahan ku." ucap Sena kepada Sanda
"Siapa yang merasa kerepotan, Sena? Tidak ada, aku tidak merasa direpotkan oleh mu. Biar besok kita cari sama-sama." ucap Sanda kepada Sena
Sena pun membaringkan badannya di kasur sembari memegang kepala nya.
"Maafkan aku, gara-gara aku Salisa jadi tidak bisa membaca tulisan-tulisan dari Abangnya." ucap Sena dengan sedikit frustrasi, dia merasa bersalah kepada Adik Sanda
"Tidak, apa kata kau barusan Sena. Jangan berpikir seperti itu, tidak apa-apa." ucap Sanda kepada Sena
Sena pun terus meminta maaf kepada Sanda.
"Tidak apa-apa, sayang ku. Besok kita cari sama-sama, ini bukan sepenuhnya salah mu. Salah ku juga tidak mengingatkan dirimu tadi." ucap Sanda
Sena yang mulai kelelahan pun, mulai mengantuk dan seperti setengah sadar ketika berbicara dengan Sanda.
"Sanda, maaf sekali lagi." ucap Sena
"Iya." jawab Sanda
"Sekarang tidur lah, hari sudah malam, takutnya besok kau kesiangan." ucap Sanda kepada Sena
"Besok aku cari bukunya, ya." ucap Sena dengan sedikit melantur nada nya, karena dia sudah ngantuk sekali malam itu
"Iya, aku temankan." ucap Sanda kepada Sena
Tak lama dari pembicaraan itu, Sena pun terlelap dalam tidurnya. Sanda yang tidak lagi mendengar ucapan Sena pun, mulai memanggil-manggil Sena.
"Halo, sayang, halo? Sudah tidur?" tanya Sanda
Sena diam saja, karena dia sudah tertidur.
"Aku matikan ya, selamat malam, mimpi yang indah malam ini, kekasih ku yang manis." ucap Sanda kemudian mematikan panggilan telepon itu
*Keesokan pagi nya
Di sekolahan, kini sudah mulai jam siang, di hari ini, Sanda dan Sena tidak terlambat datang ke sekolahan. Mereka datang cukup tepat waktu, walau tadi malam mereka pulang sedikit larut.
Tetapi sedikit berbeda cerita dari Farisa di hari ini.
*Dari sisi Farisa
Kini, Farisa tengah berada di depan kelas, dia dihukum tidak boleh masuk jam pelajaran karena terlambat 30 menit, padahal dari tadi sudah istirahat, ia tidak segera kembali ke kelas ketika bel di bunyikan, tetapi masih berada di luar kelas.
Farisa yang kini tengah duduk di teras kelas nya pun, dihampiri oleh Akira yang baru saja izin untuk ke kamar mandi dari kelas nya.
"Farisa." ucap Akira kemudian duduk di sebelah Farisa
Farisa yang mendengar suara Akira memanggilnya pun langsung menoleh ke arah Akira yang kini mulai duduk di sebelahnya.
"Kenapa?" tanya Farisa kepada Akira
"Maafkan aku." ucap Akira kepada Farisa
"Minta maaf karena apa? Kau tidak salah apa-apa." ucap Farisa kepada Akira
"Ya, karena ku, keadaan mu semakin buruk seperti ini, maaf." ucap Akira kepada Farisa
"Tidak apa-apa, tidak ada yang lebih buruk." ucap Farisa kepada Akira
"Sebenarnya, kemarin aku mengajak kau ke acara festival itu, karena ingin mengenalkan mu kepada teman pria ku. Eh tapi, malah dia yang tidak bisa hadir. Sudah dia tidak bisa hadir, malah bertemu Sanda dan Sena." ucap Akira
Farisa diam saja, mendengarkan ucapan Akira. Akira masih melanjutkan pembicaraannya.
"Tapi, Sena itu baik juga ya. Aku merasa tidak enak pernah kesal dengannya." ucap Akira
"Dia baik, Akira. Aku yang jahat." ucap Farisa sembari menatap kosong ke arah depan
"Aku jahat sekali, Akira." ucap Farisa lagi, tapi tanpa sadar kini air matanya jatuh ke bumi
"Aku tega mencintai seseorang yang sudah menjadi kepunyaan orang lain. Padahal kekasih dari seseorang yang ku cintai itu, sebaik itu dengan ku. Aku perempuan yang jahat, Akira, aku perempuan yang tidak bisa mengerti perasaan perempuan lainnya." ucap Farisa sedikit terisak, karena tanpa sadar air matanya mengalir jatuh
Akira yang melihat Farisa menangis pun, langsung menghapus air mata sahabatnya itu.
"Farisa, sudah, jangan menangis. Ini bukan semuanya salah mu, sahabat ku. Sudah lah, hentikan tangisnya. Malu nanti dilihat banyak orang." ucap Akira sembari menyeka air mata Farisa itu
Farisa pun mulai menghapus air matanya sendiri, karena ia baru menyadari bahwa ia sedari tadi bercerita ternyata sambil meneteskan air mata.
"Kenapa tadi telat masuk kelas? Dari mana kau?" tanya Akira setelah menyeka air mata Farisa
"Aku di lab." jawab Farisa
"Bukannya lab di kunci?" tanya Akira
"Kan kunci lab ada dengan ku, Akira." jawab Farisa
"Oh iya, astaga aku lupa, kau kan anak kesayangan guru lab." ucap jail Akira kepada Farisa
Farisa pun mencubit lengan Akira.
"Sembarangan kalau ngomong." ucap Farisa
"Ah, ampun, iya-iya maaf." ucap Akira
Farisa pun melepas cubitannya.
"Jangan telat lagi masuk kelas, atau biar saja setiap istirahat aku harus ada di dekat mu sekarang, biar kau tidak menghilang lagi sampai-sampai telat masuk kelas." ucap Akira
menikah dengan mantan napi
sekarang saya gantian mampir dsini..
tetap semangat 🙏
kenapa baru up lagi !!!
kelass thorrr 🔥