NovelToon NovelToon
CENAYANG PALSU

CENAYANG PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Iblis
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.

Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.

Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Hantu Apartemen Pertama

Berangsur-angsur tubuh Muchen menghilang disertai kilauan cahaya terang disekitarnya lalu terdengar suaranya menggema keras.

"JIKA KAU TIDAK INGIN JIWAMU MENJADI SANTAPAN HANTU ITU MAKA BERGERAKLAH SEKARANG DAN LARILAH SEJAUH MUNGKIN, TAPI JIKA KAU INGIN BERTAHAN DISINI MAKA HADAPI DIA, DAMON!"

Sedetik kemudian gema suara tawa Muchen memenuhi seisi ruangan apartemen.

Damon tersentak kaget, ia beringsut pelan sembari mendekap kedua lututnya yang gemetaran. Ia tak tahu harus berbuat apa saat ini, hanya menunduk ketakutan yang bisa dia lakukan.

"Wushhh...!"

Tiba-tiba angin bertiup kencang, menerpa wajahnya yang pucat pias. Mendadak Damon merasa tubuhnya sulit digerakkan. Dan waktu seperti berhenti berputar singkat.

"Fuuuh...!"

Muncul wajah menyeramkan tepat di hadapan Damon, menyeringai seram dengan mata melotot tajam. Ia tersenyum sumringah, membuat Damon tersentak kaget.

"Setan!!!"

Seketika Damon berteriak kencang, menghindar cepat seraya berlari.

"Tap... Tap... Tap..."

Suara langkah kaki Damon berderap keras di lantai apartemen menuju luar. Ia hampir terjatuh karena salah langkah.

"BRAK!"

Damon bergegas pergi, ia terhuyung-huyung saat berlarian, menghindari kejaran hantu apartemen.

Hantu itu terus memburunya sehingga Damon lari terbirit-birit.

Sepanjang jalan di luar lantai atas apartemen, tampak Damon berusaha menjauhkan dirinya dari sergapan hantu apartemen yang terus memburunya.

"Enyah kau, hantu sialan!!!" teriaknya. "Jangan makan jiwaku, rasanya tidak enak kalau kau memakannya!!!!"

Damon terus berusaha menjauh dari tangkapan hantu apartemen.

Hantu seorang perempuan berambut kuning kemerahan tengah membuntuti Damon sedari tadi. Mereka ber kejar-kejaran sepajang jalan luar di lantai atas apartemen.

"Fuuuh... Fuuuh... Fuuuh... !" suara hantu apartemen berbisik seperti siulan bambu, terdengar menyeramkan serta membuat bulu kuduk Damon berdiri tegak.

"Kenapa kau mengejarku??? Sudah kubilang jiwaku tidak renyah buat kau nikmati!" ratap Damon hampir kehabisan nafas.

"Fuuuh... Fuuuh... Fuuuh... !" Hantu apartemen itu berbisik halus dengan tubuh melayang-layang ke arah Damon berlari.

"Jangan mengejar ku lagi, hantu sialan!" teriak Damon saat ia menuruni tangga luar gedung apartemen.

Nafas Damon menggis-menggis tak karuan, ia berkeringat dingin bahkan ia tak sanggup berlarian lagi. Tapi hantu apartemen tetap gigih mengejarnya, seakan ia tidak memberikan kesempatan buat Damon pergi jauh darinya.

Damon benar-benar keletihan bahkan nafasnya naik turun sehingga ia kesulitan bernafas lega.

"Se-Setan Biawak Tak Tahu Diri...! Be-berani-beraninya dia menghantuiku, apa mau dia sebenarnya...!"

Damon merasa tak sanggup lagi berlari, ia hampir menyerah.

"Apa yang harus aku perbuat sekarang ini?" tanyanya kebingungan.

Tiba-tiba ingatannya tertuju pada telur giok serta prisma miliknya, dengan sigap dan cepat, Damon meraih dua benda itu dari dalam saku celananya.

"Langit Bersatu... !" ucapnya ngos-ngosan sembari terus berlarian.

Angin kencang berhembus dingin dari arah telur giok miliknya lalu hening.

Telur giok itu tidak merespon panggilan Damon bahkan tidak menunjukkan reaksi apa-apa.

"Ke-kenapa telur ini tidak bereaksi??? Apa yang terjadi padanya???"

Damon memekik kebingungan saat benda ajaib itu tidak bereaksi sama sekali, hanya bergeming diam. Titik hitam di kedua mata Damon membulat besar, nyaris melotot keluar dari dalam matanya.

"Bereaksi lah! Kumohon! Jangan buat aku bingung!" pintanya pada telur giok.

Terdengar suara bisikan suara hantu perempuan masih memburunya tanpa henti.

"Fuuuuu... Fuuuu... Fuuuuu... Ikutlah aku...!!! " bisiknya parau.

Hantu perempuan itu menggapai-nggapai Damon yang ada di depannya, dengan Kuku-kukunya yang runcing panjang serta kemerahan, berusaha menangkap dirinya.

"Jangan lari dariku...!" bisik hantu apartemen pada Damon.

"Hiaayyya...!!! " jerit Damon ketakutan dan terus berlari. Ia melompat saat menuruni tangga di lantai kedua gedung apartemen.

"Serahkan jiwamu padaku... !!!" suara hantu perempuan terus berbisik tapi terdengar jelas. "Aku ingin dirimu. Jangan lari dariku!!!"

"Enak saja. Mana aku mau jiwaku kau ambil begitu saja. Aku tidak mau. Jangan seenaknya saja." sahut Damon.

Damon terus berlari cepat, langkah kakinya beradu dengan waktu. Pikirannya berputar keras, mencari cara bagaimana dia harus melepaskan dirinya dari kejaran hantu perempuan itu.

Ia melirik ke arah prisma di tangan kirinya, ia melihat rongga berbentuk telur yang sama ukurannya dengan telur giok miliknya. Tanpa berpikir lama, Damon segera menancapkan telur giok ke arah rongga di prisma.

Seketika buih-buih bermunculan tiada henti-hentinya disekitar Damon saat ini. Bahkan membuat seluruh jalan yang Damon lewati dipenuhi buih-buih yang berasal dari dua benda ajaib miliknya.

"Ouwh... Apa ini?" tanyanya keheranan.

Damon menoleh ke belakang, sepertinya hantu perempuan itu tidak lagi mengejarnya.

"Hantu itu berhenti mengejar ku." ucapnya terus berlari namun langkah larinya melambat saat ia tidak lagi melihat sosok hantu perempuan mengejarnya.

Damon berhenti pelan, ia mengedarkan pandangan matanya keseluruh area sekitarnya, tapi ia hanya melihat buih-buih memenuhi tempat ini.

"Kemana dia? Apa hantu itu lenyap?" tanyanya penasaran dengan sikap waspada.

Damon terus memperhatikan jalan di depannya yang ditutupi oleh buih-buih putih bercahaya terang.

"Benda apa ini, mirip buih busa sabun? Apa prisma ini yang melakukannya tadi?" tanyanya kebingungan.

Damon melirik ke arah prisma ditangannya, tampak telur giok nya bersatu menempel erat di dalam prisma.

"Telur giok itu menyatu dengan prisma ini... Ternyata cara kerja benda prisma seperti ini..." ucapnya mengerti.

"Hiyaaa aa... !!!"

Tiba-tiba suara lengkingan keras menggema dari balik buih-buih bercahaya di depan Damon.

Sebuah tangan menjulur panjang melewati barisan buih-buih, mencoba menangkap Damon yang terpaku diam.

"Sreeet... !" Tangan panjang itu menggapai Damon, mencoba meraih dirinya namun untungnya Damon segera tanggap cepat, ia berkelit menghindari sergapan tangan itu.

Rupanya hantu perempuan itu masih memburu Damon bahkan ia tidak berhenti untuk menangkap Damon.

Damon menghindari sergapan tangan panjang milik hantu perempuan, ia bergerak lincah, berpindah-pindah gesit ketika tangan hantu itu berusaha meraihnya.

"Berikan nafasmu padaku. Aku menginginkannya." bisik suara hantu perempuan. "Fuuuuu... Fuuuuu... Fuuuuu...!"

Tangan panjang itu meliuk-liuk, berputar cepat saat ia hendak menangkap Damon.

"Aku tidak akan pernah memberikan diriku begitu saja padamu jika kau mau hadapi aku sekarang." sahut Damon.

Mendadak saja, Prisma di tangan Damon bergetar pelan, mengalihkan perhatian Damon ke arah benda itu.

Sedetik kemudian...

Prisma itu bercahaya terang lalu berubah menjadi senjata panjang.

Damon segera mengibaskan senjata ditangannya ke arah tangan panjang milik hantu apartemen. Benda itu menebas tajam hingga memotong tangan panjang hantu perempuan menjadi berbagai bagian.

"Sret... Sret... Sret..."

Teriakan histeris dari hantu perempuan menggema keras lalu menghilang.

Perlahan-lahan kumpulan buih-buih berbentuk busa itu turut memudar dari pandangan Damon. Dan pemandangan di depan Damon mulai tampak jelas serta terang. Tidak terlihat lagi sosok menyeramkan dari sosok hantu apartemen di hadapan Damon.

Semua terlihat terang benderang disertai sinar hangat merambat masuk, menerpa wajah Damon yang keletihan.

"Berakhir sudah... Hantu itu lenyap..." gumamnya pelan.

Damon melirik ke arah senjata tajam yang mempunyai dua ujung lancip ditangannya yang berasap halus.

Ia menarik nafas panjang seraya tersenyum tipis.

"Prisma itu bekerja, dan berubah menjadi senjata pamungkas sekarang." ucapnya puas.

"Kling... Kling... Kling..."

Bersamaan itu pula muncul sebuah telur kuning kemerahan dengan gambar sosok hantu perempuan yang dilihatnya tadi.

Telur itu bergerak turun menuju telapak tangan Damon.

"Satu telur lagi aku dapatkan dari perkelahian ini. Harus aku apakan benda ajaib ini?"

Damon mengamati telur kuning kemerahan bergambar sosok hantu perempuan di telapak tangannya, dengan seksama.

"Aku menangkap hantu. Dan aku berhasil melakukan tugas pertamaku, tapi hantu itu bukan Succubus yang aku cari." bisiknya serius.

Damon teringat pada telur giok miliknya, ia perhatikan senjata yang berasal dari prisma itu.

"Kemana telur giok itu, mungkinkah ia menyatu dengan senjata ini." ucapnya.

Tiba-tiba muncul dari arah telur kuning kemerahan, asap putih menggumpal bergerak terbang ke atas.

Sosok hantu perempuan tersenyum lembut pada Damon seraya berkata pelan.

"Terimakasih telah membebaskan jiwaku yang gentayangan di kamar apartemen itu. Saatnya aku kembali pulang ke alam baka seharusnya arwahku tenang disana..."

"Semoga kau tidur tenang..." bisik Damon.

"Terimakasih... Orang baik..." ucap sosok perempuan berwajah manis itu yang tak lagi menjadi hantu gentayangan apartemen lalu lenyap menghilang dari pandangan Damon yang disertai kelap-kelip sinar pelangi berwarna cerah.

Suasana kembali tenang serta hening semula disekitar Damon berada saat ini.

1
Katarina Samuel
gak bisa ngalahin nih 👍
Katarina Samuel
pil obat penyembuh jiwa aja damon aku saranin ke psikiater atau ke pemuka agama disana biar hantunya keusir dari hidupmu
Katarina Samuel
ini paling ditakutin ketemu dewa beneran gak sih
Katarina Samuel
damono damono
Katarina Samuel
dah megap megap kalau aku mimpi kayak gini damon
Katarina Samuel
kasihan juga jadi damon kalau aku sih bisa pindah alam
Katarina Samuel
lebih nyebelin dari kaisar
Katarina Samuel
sulit bayangin tinggal dihunian seseram ini
Katarina Samuel
👍
Katarina Samuel
hantu paling ngeselin
Katarina Samuel
apes dah si damon
Katarina Samuel
🤣🤣🤣 ya aelah damon damon
Katarina Samuel
konyol sih
Katarina Samuel
serem juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!