Devanya putri Benata biasa yang di kenal Vanya putri bungsu Benata yang sekarang tumbuh menjadi gadis yang cantik , kulit yang putih, hidung yang mancung dan banyak yang bilang jika Vanya gadis yang sempurna.
Di balik kecantikan yang Vanya punya dia juga memiliki sifat bar-bar yang jarang di ketahui oleh banyak orang kecuali keluarga Benata .
Bagaimana kisah selanjutnya jangan lupa saksikan terus cerita Vanya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Anti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34 (21+)
Mendapat ciuman yang tiba-tiba Robert tidak terima dia langsung melakukan hal yang sama pada istri kanal nya dan tidak lupa memberi sedikit lumutan pada istrinya.
"Manis " ucap Robert setelah mengakhiri ciuman merek saling pandang dan entah siap yang memulai kembali kini ciuman itu kembali tertaut dan memilih memanas sempat terhenti karna mereka kehabisan oksigen dan kembali tertaut untuk memulai pada inti.
Tangan mereka mulai nakal mencari sesuatu yang menjadi penghalang keindahan tubuh masing-masing bahkan sekali-kali Robert meremas bokong Vanya yang sintal.
"Ahhhh " tanpa sadar Vanya mendesah menikmati aktivitas mereka tapi Vanya tidak mau kalah dia membuka satu persatu kancing baju suaminya yang wow sangat menggoda dada yang bidang dan setelah merasa semua terlepas Vanya langsung menyingkirkan pakaian yang menutupi tubuh polos suaminya.
Jika istrinya melepaskan pakaiannya Robert juga dengan pelan menurunkan gaun pengantin yang masih melekat di tubuh istrinya dan saat bahu putih mulus istrinya terekspos Robert langsung mendekat kan wajah mencium bahu putih menggoda tersebut Vanya hanya menikmati apa yang di lakukan oleh suaminya pada tubuhnya.
Pelan-pelan gaun itu mulai turun memperlihatkan keindahan yang tiada Tara untuk Robert bahkan dia sampai dengan susah payah menelan saliva sendiri ini pemandangan yang sangat indah menurut Robert.
"Jangan menatap ku seperti itu Robert " ucap Vanya dengan suara parau .
Robert tersenyum apa istrinya malu di tatap dengan seksama tak hanya itu gundukan sintal yang masih tertutup kaca mata hitam membuat Robert kalap pelan-pelan Robert membawa istrinya untuk berbaring di atas kasur yang banyak bunga bertaburan.
"Baiklah " ucap Robert dan saat itu dia mulai mencium kening Vanya dan turun ke bawah dan sampai ke dua gundukan yang pernah dia sentuh ternyata begini batin nya Robert melepaskan semua yang menghalangi di tubuh istrinya dan dirinya menyisakan bokser saja.
Tak hanya memperhatikan Robert mulai mencecap satu persatu gundukan yang sangat pas di tangan nya dan saat itu dan dengan nakal tangan Robert berkeliaran seperti orang yang sudah sangat mahir sedangkan Vanya hanya menikmati sentuhan tangan dan mulut dari Robert pada tubuhnya yang beraksi dengan cepat merespon sentuhan tersebut.
"Aku ingin pipis " ucap Vanya dengan lirih Robert bisa mengetahui itu saat tangan nya yang bermain-main di sana dan merasakan sesuatu .
"Keluarkan saja sayang " ucap Robert dan benar saja cairan kental yang keluar merembes di tangan Robert saat dia bermain-main di vag*na Vanya, Robert tersenyum puas saat melihat istri sudah mencapai ******* pertama nya.
"Robert mulai " ucap Vanya dia sudah tidak tahan merasakan sensasi tersebut belum di permainan inti saja Vanya sudah sangat menikmati bagaimana saat permainan inti.
"Sekarang siap " ucap Robert saat itu dia melepaskan kain yang menutupi bagian intinya, Vanya yang melihat itu bahkan sampai mengangak yakin itu bisa masuk batin nya.
"Kenapa sayang " ucap Robert yang ternyata sudah di atas tubuh Vanya kembali .
"Itu mu besar apa dia maut " ucap Vanya polos rasanya Robert tidak tahan untuk tidak mencium seluruh pipi istrinya yang sangat menggemaskan.
"Tentu saja sudah siap pada hidangan pertama " ucap Robert mendengar itu Vanya langsung mengangguk dan langsung menarik nafas dalam-dalam.
Bless...
Vanya langsung berhenti bernafas saat merasa sesak di bagian intinya melihat itu Robert menghentikan pergerakan.
"Apa sakit sayang " ucap Robert melihat tidak ada reaksi yang di tunjukkan oleh istrinya.
"Lanjutkan " ucap Vanya dan saat itu Robert mulai mengikuti keinginan istrinya menembus semua penghilang walau sangat sempit dan saat sudah sampai pada pintu utama Vanya merasakan sesuatu yang aneh.
"Kenapa " ucap Robert.
"Sakit tapi enak sampai ke sini " ucap Vanya Karan Robert bermain dengan hati-hati dia pikir istrinya akan kesakitan ternyata.
Karna Robert tidak tahan maka dia mempercepat gerakan untuk mengejar kenikmatan yang luar biasa walaupun masih terasa sedikit sakit oleh Vanya tapi dia menghiraukan itu Karan ada rasa nikmat sekaligus yang Robert berikan.
"Aku ingin pipis " ucap Vanya, Robert bisa merasakan hal itu ternyata saat bagian intinya serasa di pijit oleh v*gina istrinya berkedut.
"Sama-sama " ucap Robert dan saat itu dia langsung mempercepat panggul nya dan tidak lama terdengar lenguhan panjang mereka berdua.
"Terima kasih " ucap Robert mencium bibir Vanya sekilas dan masih belum berniat untuk melepaskan persatu diri mereka akan nanti akan menghadirkan Vanya dan Robert junior.
"Sekarang giliran aku yang memimpin " ucap Vanya dan langsung membawa suaminya berguling sekarang Vanya yang berada di atas tubuh atletis suaminya.
Dengan pergerakan kaku Vanya memulai aksinya sedangkan Robert hanya menikmati apa pun yang di lakukan istrinya.
Apa dia tidak lelah ?
Tentu saja tidak dia masih menginginkan hal itu saat pelepasan pertama mereka tapi dia tidak ingin egois bagaimana jika istrinya lelah tapi seakan mengerti dengan raut wajah nya Vanya yang meminta dan dan bahkan memimpin permainan dan sampai untuk yang ke dua kalinya mereka akan merasakan pelepasan lagi Robert membawa istrinya berguling biar dia memimpin.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk bernafas otor harap ini memuaskan 😆
apalagi aqeela gemes banget kaya ara pas waktu kecil lucu bnget ..
tetap semangat dan sukses selalu buat semua karya2 kakak yng lain nya ,,dan aku pasti mampir jga k novel KK yng lain nya .... semangat kak dan sehat selalu 💪💪
bagaimana kl gk Dadakan, mungkin ngundang satu Propinsi 😜🤣🤣🤣