NovelToon NovelToon
Become Mafia Family

Become Mafia Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Teen
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: nanastar

Tiba-tiba jadi keluarga mafia?!!!

Itulah yang dirasakan oleh seorang gadis cantik bernama Lily. Takdirnya secara mendadak membawanya pada dunia gelap yang tak pernah ia tahu sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanastar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kode dari Zevan

Setelah selesai diurut, Lily berjingkrak kegirangan karena kakinya telah baik-baik saja. Lain halnya dengan Zevan. Ia terus-menerus menatap gadis itu dengan sorot mata yang tajam seakan sedang menatap memangsanya. Tentu saja karena Lily telah diurut oleh seorang pemuda. Mana tampan lagi.

"Pulang!" Ucapnya dengan nada yang tidak bisa dibantah. Lily hanya menurut saja. Lagian Zevan sudah bayarin biayanya juga.

"Tadi itu anaknya yang punya tempat urut itu kak! Mamanya tiba-tiba sakit terus yang lainnya lagi sibuk ngurusin pasiennya yang lain" Jelas Lily sembari masuk mobil. Ia takut Zevan akan menghukumnya lagi seperti tadi. Zevan yang mendengarnya hanya diam saja. Apakah ia harus menciumnya lebih keras lagi? 

"Kak Zevan....Laper...." Ucapnya ketika mobil itu mulai dinyalakan. Zevan membalik menolehkan kepalanya pada sosok Lily yang sedang tersenyum lebar dan mengedip-ngedipkan matanya dengan sangat menggemaskan. Dan jujur saja, itu membuat Zevan agak risi melihatnya. Hal yang paling ia benci karena ia tak bisa menolak keinginan gadis itu jika sudah seperti itu. Dan lagi-lagi Lily bersikap biasa. Mengapa ia tidak marah? Mengapa ia tidak berterus terang membahasnya? Apa dirinya memang setidak dianggap itu oleh gadis itu?

"Mau makan apa?" Tanya Zevan to the point dengan ribuan pertanyaan yang melanda kepalanya.

"Tempat biasa aja kak" Katanya dengan wajah berseri-seri. Melihat itu pun Zevan ikut tersenyum. Ia senang jika Lily senang. Entahlah, untuk saat ini, Zefan hanya berfikir bahwa dirinya hanya mempunyai Lily. Satu-satunya orang yang benar-benar ia anggap sebagai rumahnya. Lucky? Zevan agak ragu kalo dia sebenarnya mengakui Zevan sebagai anak kandung sepenuhnya. Dan untuk saat ini, hanya Lily yang ia punya untuk bertumpu hidup. Dan ia tak ingin kehilangannya lagi untuk yang kesekian kalinya.

"Li..." Panggilnya yang langsung mendapatkan respon positif dari Lily. Dia menoleh ke arahnya dengan wajah cerianya. Membuat Zevan merasa tenang melihatnya. Sepertinya mungkin dia tidak marah karena perbuatannya tadi.

"Apa kak?" Sahutnya karena Zevan diam saja.

"Kamu suka?" Tanya Zevan yang tadinya hanya iseng memanggil.

"Waah ada banyak menu baru kak!" Kata Lily yang seakan tidak ingin membahas hal itu. Ia langsung berbinar-binar melihat menu spanduk yang terpapang didepan lestoran.

"Ayok turun" Ajak Zevan yang dibalas anggukan semangat Lily. Giliran diajak makan semangatnya minta ampun. Ia hanya menghela nafasnya dalam. Lagi-lagi dirinya yang terlalu memikirkan hal itu.

Mereka pun duduk dikursi kosong dan mulai memesan makanan. Namun, belum juga pesanan datang, ponsel Zevan bergetar. Ia pun memutuskan untuk mengangkat panggilannya dulu.

Terlihat Zevan agak menjauh dari lestoran itu. Disamping tempat Lily duduk, terdapat sebuah caffe. Mungkin tempatnya masih satu cabang dengan lestorannya. Lily melihat sekeliling caffenya. Dan lagi-lagi matanya terhenti pada sosok yang dirasa ia kenal.

"Itukan... Om-om yang udah nganterin aku ke sekolah waktu itu! Namanya siapa, yah?" Pikirnya dengan serius. Ia terus memperhatikannya dengan seksama. Sepertinya dia sedang menunggu seseorang. Yah daripada Lily gabut Kan yah jadi liatin terus si om-om deh.

"Liatin apa?"

Seperti biasanya, Zevan selalu datang tiba-tiba membuat Lily terkejut. Dan berbarengan dengan itu, seseorang datang menghampiri om-om itu dan mereka berdua pun pergi.

"Yah yah! Pergi!" Sesalnya karena tidak sempat melihat orang yang ditunggu oleh om-om itu.

"Kak Zevan sih!" Kesalnya. Lalu tak lama dari itu, pesanan mereka pun datang.

••••••

"Bagaimana? Berhasil kan?" Tanya seseorang yang bersama Roy, om-om yang tadi Lily lihat.

"Yah, sedikit! Aku gagal karena ketahuan! Untung aku bisa Kabur. Yah walaupun malah nabrak dia" Ucapnya sesal.

"It's okey. Mana?"

"Ini" Roy pun menyerahkan sesuatu yang kecil padanya. Sesuatu yang berharga dan cukup membuat hal besar.

"Bagus. Ini bayaranmu!" Ia pun pergi meninggalkan Roy. Roy masih berdiam ditempat itu, belum berniat meninggalkannya. Ia malah menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya disana.

•••••

"Jadi, Lily boleh kuliah pa?!" Tanyanya dengan wajah menahan kegirangan.

"Iya sayang. Daftar aja di universitas mana kamu pengen kuliah ya!"

"Asiiiik!! Yeeeey!! Makasi pa!! Yaudah, Lily tutup ya telepon nya!"

"Iya, jangan lupa makan! Maaf, papa belum bisa pulang"

"Iya pa, gapapa. Dadaaah!" Sontak saat itu juga Lily melompat-lompat dengan senang. Sesekali ia membuat gerakan dance ala-ala K-Pop yang tak sengaja ia tonton dahulu.

"Ngapain?" Tanya Zevan yang entah dari kapan datangnya. Ia menatapnya lurus sembari minum kopi.

"Minum sambil duduk! Kayak bebek aja!" Cibir Lily yang tak suka diganggu tiba-tiba olehnya. Lagian kebiasaan banget orang itu suka nongol tiba-tiba kayak hantu.

"Ha?" Heran Zevan lalu secara tak sadar langsung duduk disofa ruang tengah.

"Kenapa kayak seneng gitu?" Tanyanya.

Lily lantas mendengus. "Papa ijinin aku kuliah!" Jawabnya dengan bangga. Zevan membisu.

"Gak usah! Ngerepotin ntar! Sruupp" Dengan tampang masa bodonya ia mengatakan itu. Apakah ia tidak bisa menyaring dulu mulutnya?!

"Dih! Kak Zevan siapa ngelarang-larang aku huh?!"

"Lo kan.... Pokoknya lo gak boleh bantah gue" Entah kenapa, Lily merasa mulai tidak nyaman dengan Zevan yang seperti itu.

"Seorang kakak itu pengganti orang tua, harusnya kak Zevan ngurusin aku! Bukan ngatur hidup aku! Emangnya aku istri kak Zevan diatur-atur!" Ketusnya lalu ikut duduk disampingnya.

"Emangnya mau?" Zevan mencondongkan tubuhnya pada Lily yang sedang duduk disampingnya.

"Ngaco! Masa kak Zevan mau nikah sama adek sendiri! Gak estetik banget tau gak!" Lily Masih menganggap itu semua hanya lelucon. Walaupun sebenarnya ia merasa bingung juga karena mereka berdua telah berciuman dua kali, atau tiga? Hal yang biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih yang saling mencintai.

"Emang gak boleh ya nikah sama adik sendiri? Kita juga kan udah pernah ciuman..." Tanya Zevan dengan tampang polos minta ditampol. Ini Lily jadi bingung mau jawab apa.

"Kak Zevan gak tau atau pura-pura gak tau sih? Kok nanya begituan sama aku" Gumamnya agak keras lalu beranjak dari duduknya.

"Emang lo mau nikah sama siapa?" Tanya Zevan yang membuat Lily melongo. Nikah?! Lily belum terpikirkan hal itu.

"Yang pastinya, seorang pangeran yang lebih ganteng dari kak Zevan!" Jawabnya dengan mantap.

"Makasih" Tiba-tiba Zevan tersenyum bangga.

"Hah?"

"Berarti selama ini belum ada ya cowok yang gantengnya ngalahin..." Belum juga selesai ngomong, Lily sudah lebih dulu pergi dari sana. Membuat Zevan agak kesal. Entahlah sejak kapan ia menjadi se pede dan se narsis itu. Tapi melihat reaksi malu dari Lily membuatnya tersenyum senang.

•••••

Didalam kamar, Lily terus-menerus merenung. Kenapa alur ceritanya semakin berubah? Apa karena dia yang merubahnya? Apakah keputusannya salah dalam merubah? Lily jadi kalut sendiri terhanyut dalam perasaan bimbangnya. 

Entah Lily sebenarnya hanya kege'eran, atau Zevan memang terlihat berbeda padanya. Ia jadi sangat protective, atau posesif? Terkadang Lily juga merasakan ayahnya seperti terobsesi padanya. Kedua orang itu selalu mengurungnya di rumah yang terkadang terasa penjara ini.

Sejauh ini, Lily hanya bersyukur karena masih hidup. Dan masa kematiannya sudah terlewati. Lily sebenarnya ingin sekali menyaksikan aksi-aksi para tokoh utama novelnya. Apalagi dia ngefans sekali kepada Seyra dan Andra. Ngomong-ngomong soal mereka, kira-kira mereka diuniversitas mana ya? Pikirnya.

• • •

BERSAMBUNG

1
falea sezi
kakak kandung apa kk angkat
nanastar: kakak angkatt soalnya mereka bkn saudara kandung bkn juga saudara sebapak ataupun seibuuu :D
total 1 replies
Rubi Saruby.
aku paham sekarang . kak ada kata kata yang typo seperti "lestoran"
nanastar: wahh iyaaa terimakasii koreksinyaa😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!