Lin Tian sadar dari tidur panjangnya selama 200 tahun dan mendapati tubuhnya masih seperti pemuda 18 tahun. Satu hal yang paling mengganjal: di istana ratu ular, semua makhluk memiliki tubuh ular, tapi ia berkaki dua sempurna. Siapa ayahnya? Siapa sebenarnya Kakek Han yang begitu ia rindukan? Ibunya, Ratu Medusa, mengurungnya berabad lamanya hanya untuk menyembunyikan sesuatu. Kini Lin Tian pergi ke dunia manusia. Bukan untuk bertualang, tapi untuk menggali satu rahasia yang ibunya lebih memilih membekukannya daripada mengakuinya. Rahasia terbesar tentang siapa dirinya yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ajakan Zhuxuan
Para kultivator di atas tembok kota tertegun. Mereka saling berpandangan, tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Seorang pemuda berjubah putih dengan usia yang terlihat sangat muda baru saja menyelamatkan seluruh kota sendirian, tanpa bantuan siapa pun.
Dua orang kultivator Inti Emas terbang mendekati Lin Tian, lalu keduanya menangkupkan tangan dengan hormat sambil membungkuk dalam-dalam. Yang pertama adalah pria tua berjanggut putih dengan mata sipit dan senyum ramah. Yang kedua adalah wanita paruh baya berambut pendek dengan wajah tegas.
"Senior, terima kasih sudah menolong kota kami," ucap pria tua itu dengan suara sedikit bergetar karena masih terkejut. "Kami tidak tahu bagaimana membalas kebaikan senior. Jika ada yang bisa kami bantu, silakan senior katakan."
Lin Tian menggelengkan kepalanya lalu menjawab dengan nada santai, "Tidak perlu sopan, Paman. Saya kebetulan lewat dan melihat kota ini dalam kesulitan. Tidak mungkin saya hanya diam saja."
Kedua kultivator Inti Emas itu tertegun. Mereka mengamati Lin Tian dari ujung rambut hingga ujung kaki, menganalisis struktur tulang, aliran Qi, dan aura yang terpancar dari tubuhnya. Semua petunjuk menunjukkan bahwa pemuda ini berusia sekitar delapan belas tahun. Namun kekuatannya... tidak terukur. Tekanan spiritual yang ia pancarkan bahkan lebih besar dari para tetua sekte besar yang pernah mereka temui.
"Je... jenius..." bisik wanita paruh baya itu dengan mata berbinar-binar. "Senior ini adalah jenius muda yang luar biasa. Di usia delapan belas tahun sudah memiliki kekuatan yang bahkan tidak bisa kami ukur!"
Kultivator lain di bawah yang tadinya masih sibuk membersihkan sisa-sisa makhluk kegelapan, segera melesat ke udara begitu mendengar kata "jenius".
Mereka berkerumun di sekitar Lin Tian seperti semut yang mengerubungi gula, wajah wajah mereka penuh kekaguman dan rasa penasaran.
Seorang pemuda dengan jubah hijau berteriak. "Senior, dari sekte mana senior berasal?"
Seorang wanita berjubah merah bertanya, "Senior, teknik apa yang senior gunakan tadi? Bisa mengajarkan saya?"
Seorang pria botak berlutut di udara. "Senior, terima kasih sudah menyelamatkan anak buah saya yang terluka parah. Jika tidak ada senior, dia pasti sudah mati."
Lin Tian merasa tidak nyaman. Ia tidak terbiasa menjadi pusat perhatian, apalagi dipuji-puji seperti ini. Wajahnya yang biasanya tenan mulai memerah karena malu. Ia menggaruk kepalanya lalu menangkupkan kedua tangannya ke segala arah.
"Maaf, saya harus pergi sekarang. Ada urusan mendadak," ucap Lin Tian cepat.
Ia kemudian melesat ke udara dengan kecepatan tinggi, meninggalkan kerumunan kultivator yang masih menangkupkan tangan sambil mengucapkan terima kasih berulang kali. Beberapa dari mereka bahkan menangis haru.
Lin Tian melambaikan tangannya ke belakang tanpa menoleh.
---
Satu jam kemudian.
Setelah terbang cukup jauh, Lin Tian sampai wilayah yang semakin sepi, kemudian mulai mengurangi kecepatannya. Pikirannya kembali ke kejadian tadi, dan ia tersenyum kecil mengingat betapa hebohnya para kultivator itu hanya karena melihat seorang pemuda yang bisa menembak ribuan pedang cahaya.
"Sepertinya... aku harus menekan kultivasiku," gumam Lin Tian pada dirinya sendiri. "Tidak baik bagi pemuda berusia delapan belas tahun memiliki kultivasi Nascent Soul tahap akhir. Itu akan memancing perhatian yang tidak perlu. Orang orang akan bertanya, akan curiga, dan pada akhirnya orang orang akan datang mencari masalah."
Sahutan terdengar.
"Benar sekali."
Suara pria yang tenang terdengar dari balik awan di atas Lin Tian. Lin Tian langsung menghentikan laju pedang terbangnya, matanya menyipit tajam ke arah sumber suara. Dari balik gumpalan awan putih, seorang pria berjubah hitam melangkah keluar. Wajahnya tampan dengan tulang pipi tinggi, rambut panjang diikat ke belakang dengan tali kain hitam, dan di pinggangnya terselip pedang pendek berukir awan.
Zhuxuan.
Lin Tian merasakan tekanan spiritual yang sangat kuat dari pria ini. Jauh lebih kuat dari keempat tetua yang ia hadapi semalam. Aura membunuh Lin Tian langsung keluar sangat pekat karena ia merasa ancaman besar. Ia bersiap menyerang kapan saja.
Zhuxuan mengangkat kedua tangannya dengan telapak terbuka, menunjukkan bahwa ia tidak membawa senjata. Ia kemudian menangkupkan kedua tangan dengan sopan.
"Saya Zhuxuan, komandan Faksi Kebenaran di wilayah selatan Lingzhou ini. Menemuimu bukan untuk bertarung, jadi jangan buat gerakan yang membuat keadaan menjadi buruk. Aku hanya ingin bicara."
Lin Tian masih belum menurunkan kewaspadaannya, tapi ia tidak lagi bersiap untuk menyerang. "Faksi Kebenaran? Apa itu buah atau sejenis makanan? Aku belum pernah mendengar namanya sebelumnya."
Bibir Zhuxuan berkedut. Ia menghela napas panjang lalu menjawab dengan sabar.
"Faksi Kebenaran adalah sebuah kelompok baru, yang dibentuk empat bulan yang lalu, tepat saat kemunculan makhluk kegelapan pertama kali di wilayah selatan ini. Faksi kebenaran bertugas untuk melindungi warga biasa, memerangi makhluk kegelapan, dan menyelidiki siapa pun yang terindikasi memiliki hubungan dengan musuh."
Lin Tian mengangguk. "Itu kelompok yang bagus. Tapi untuk apa komandan dari kelompok kebenaran bertemu dengan saya? Saya hanyalah seorang pengembara yang kebetulan lewat di wilayah ini."
Zhuxuan mengaktifkan giok proyeksi di telapak tangannya. Sebuah gambar tiga dimensi muncul di udara, memperlihatkan Lin Tian dengan aura merah menyala dan naga raksasa di belakangnya. Gambar itu bergerak, memperlihatkan bagaimana Lin Tian menebas tubuh tetua Sekte Pedang Abadi menjadi dua bagian dalam satu tebasan.
Lin Tian menyipitkan matanya. Ia menatap proyeksi itu dengan ekspresi datar, tidak menunjukkan rasa takut atau bersalah.
"Mereka yang salah saat itu karena tidak mau mendengarkan saya," ucap Lin Tian dengan suara tenang. "Teman saya Bai Feng mati di Kota Naga Patah. Tubuhnya tinggal tulang. Saya sangat terpukul dan sangat marah karena kehilangan sahabat satu satunya. Tapi tiba tiba saja keempat orang itu datang, dan menuduh saya sebagai bagian dari makhluk kegelapan, lalu hendak mengeksekusi saya tanpa bukti."
Lin Tian menghela napas lalu melanjutkan, "Sebagai perlindungan diri, saya membunuh salah satu dari mereka untuk memberikan contoh pada yang lain. Saya ingin mereka tahu bahwa tindakan ceroboh punya konsekuensi. Setelah itu tiga lainnya saya biarkan hidup."
Zhuxuan menghilangkan proyeksi di tangannya lalu mengangguk pelan. Matanya yang tajam mengamati Lin Tian dengan seksama, mencari tanda tanda kebohongan atau kepalsuan. Tidak ada yang ia temukan.
"Kau sangat bijak di usia delapan belas tahun ini," ucap Zhuxuan dengan nada kagum yang tulus. "Membunuh satu untuk memperingati yang lain adalah langkah seorang pemikir, bukan langkah emosi semata. Banyak kultivator di usiamu akan bertindak gegabah, dan membunuh semuanya dalam amarah. Tapi kau tidak, aku sangat kagum."
Lin Tian tidak menjawab. Ia hanya menatap Zhuxuan dengan waspada.
Zhuxuan kemudian menatap Lin Tian dalam-dalam. Sorot matanya berubah menjadi lebih serius.
"Karena itu, aku ingin mengajakmu untu pergi ke pengadilan faksi di wilayah tengah benua. Kau harus menjalani sidang untuk membuktikan apakah tindakanmu benar atau salah, karena bagaimanapun juga orang yang kau bunuh adalah anggota tingkat Perak Faksi Kebenaran. Statusnya adalah anggota senior yang memiliki hak menyelidiki siapa pun yang terindikasi berbahaya. Jadi kau wajib membuktikan dirimu di ruang sidang."
Lin Tian menghela napas panjang. "Baru terbentuk empat bulan saja... kalian sudah menyusahkan orang biasa. Bagaimana nanti jika kalian sudah berdiri lama? Mungkin akan lebih menyusahkan lagi."
Bibir Zhuxuan berkedut lagi. Ia terlihat sedikit kesal tapi berusaha menahan diri karena mengingat bahwa Lin Tian masih anak muda. "Itu adalah prosedur standar, bukan niat untuk menyusahkan siapa pun."
"Baiklah," ucap Lin Tian setelah berpikir sejenak. "Kebetulan saya memang sedang menuju ke wilayah tengah benua untuk bertemu dengan seseorang. Jadi saya akan ikut denganmu ke pengadilan itu. Tapi jangan harap saya akan diam, jika perlakuan kalian tidak adil."
Zhuxuan terkejut. Ia tidak menyangka bahwa Lin Tian akan semudah ini menyetujui ajakannya. Pria muda ini terlihat sangat tenang, padahal ia jelas memiliki kekuatan untuk melarikan diri atau bahkan melawan.
"Baguslah," ucap Zhuxuan sambil tersenyum. "Kalau begitu ayo ikuti aku. Kita akan menggunakan formasi teleportasi di markasku, agar perjalanan ke wilayah tengah bisa lebih cepat. Perjalanan udara akan memakan waktu berbulan bulan, sementara formasi teleportasi hanya butuh beberapa jam."
Lin Tian mengangguk. "Bagus. Aku tidak sabar untuk segera sampai di wilayah tengah."
Mereka berdua kemudian melesat ke arah selatan, menuju markas Faksi Kebenaran yang tersembunyi di antara dua gunung.