NovelToon NovelToon
Hujan Ajarkan Aku Kuat

Hujan Ajarkan Aku Kuat

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Teen School/College / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:173.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: roliyah

' Hujan, ajarkan aku kuat ' Spin off dari ' Poor Child : Aisyah '

Warning : Dilarang boom like

Blurb :

Hujan, ajarkan aku kuat melawan badai....
Hujan, ajarkan aku kuat menghadapi ujian hidup ini...
Hujan, ajarkan aku melewati kesedihan ini....

Zevania, gadis cantik berusia 17 tahun, harus rela hidup sendiri karena Zevania tidak mau tinggal bersama dengan ibunya yang memiliki pekerjaan sebagai mucikari.

Hinaan dan celaan Zevania dapatkan dari lingkungan teman sekolahnya yang lama karena mengetahui kalau Zevania adalah anak dari seorang mucikari. Sampai akhirnya Zevania di keluarkan dari sekolahnya.

Marshall Prayuda, anak angkat dari Aries dan Hana. Marshall yang selalu penasaran dengan sosok Zevania yang selalu menyendiri dan tidak mau berteman dengan siapapun, membuat rasa penasarannya semakin tinggi.

Bagaimana perjalanan asmara keduanya? setelah Marshall mengetahui kalau ibunya Zevania adalah seorang mucikari.

Selamat membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta tolong

Pagi-pagi sekali, Zee sudah bangun dan kini Zee berada di dapur. Zee ingin membuat sarapan untuk ibu tersayangnya.

Seorang wanita cantik mendekati Zee yang tengah memasak. Zee menoleh dan tersenyum kepada wanita itu. Wanita itu terlihat ingin berbicara dengan Zee, akan tetapi wanita itu terlihat ragu untuk memulai pembicaraannya.

" Kenapa, Mba? Sepertinya ada sesuatu yang ingin Mba sampai sama aku," ucap Zee yang masih fokus memasak.

"Iya, aku mau meminta tolong sama kamu," ucapnya ragu.

"Memang mau minta tolong apa?" Tanya Zee lagi. Zee mematikan kompornya dan menghadap ke arah wanita itu.

"Tolong bantuin aku keluar dari sini. Saat ini ibuku tengah sakit parah dan beliau sangat membutuhkan aku di sampingnya," terangnya dan wanita itu terlihat murung.

Zee melihat kesedihan di wajah wanita itu. Hatinya Zee terenyuh mendengar perkataannya. Anak mana yang tidak khawatir dan cemas mendengar ibu yang telah melahirkan kita tengah sakit parah.

"Aku sih mau-mau aja bantu Mba. Asal mba-nya jangan balik lagi ke tempat ini dan berhenti bekerja jadi wanita penghibur. Terlepas karena apa, sampai mba berada di sini."

"Sebenarnya aku tuh di jual sama papa tiri aku, demi uang lima puluh juta. Makanya, sekarang aku berada di sini dan sekarang aku ingin keluar dari sini. Aku bingung mau minta tolong siapa? Dan katanya kalau mau keluar dari sini, kita harus bayar denda." Ungkap wanita itu. Mata wanita itu terlihat sedih.

Zee menggelengkan kepalanya. Segitu kejamnya ibunya itu.

"Baiklah, aku akan bantu Mba keluar dari sini. Aku akan coba bicara sama ibu. Sekarang yang terpenting, mba terus mendoakan ibu mba, agar cepat sembuh."

Zee mengusap bahu wanita itu, berharap wanita itu tetap bersabar.

Zee menghela nafasnya, dan Zee tidak akan membiarkan wanita itu semakin sedih. Zee akan berusaha membebaskan wanita itu dari tempat terkutuk ini. Mungkin bukan hanya untuk wanita itu saja, tapi untuk yang lainnya.

Zee berharap semua wanita yang bekerja menjadi wanita penghibur, mendapatkan hidayah dan tidak kembali ke jalan yang sesat ini.

"Terima kasih ya, kamu sudah bersedia membantu aku keluar dari sini," ucap wanita itu tulus.

"Iya, sama-sama. O ya... Namaku Zee. Nama mba nya siapa?"

"Namaku Wanda."

Zee dan Wanda saling berjabat tangan dan saling lempar senyum.

"Kalau gitu, aku pergi dulu. Sekali lagi terima kasih sudah mau membantu aku."

"Iya...."

Setelah Wanda pergi, Zee segera memindahkan masakannya ke piring.

Zee membawa hasil masakannya ke kamar ibunya. Zee tersenyum melihat ibunya sudah bangun dan tengah duduk di depan meja rias.

"Ini sarapannya, Bu."

Zee meletakkan sarapannya di nakas, lalu Zee menghampiri ibunya yang masih duduk di depan meja rias. Zee meraih sisir dan menyisir rambut ibunya itu.

Mami Janet tersenyum hangat melihat anaknya yang perhatian terhadapnya.

"Bu, aku boleh bicara sesuatu." Ucap Zee , yang kini sudah selesai menyisir rambut ibunya itu.

"Mau bicara apa?" Tanya Mami Janet.

"Ini mengenai seseorang yang ingin berbakti kepada ibunya."

"Siapa?" Mami Janet mengernyitkan dahinya.

"Dia adalah seorang anak yang ingin berbakti kepada ibunya yang saat ini tengah sakit parah, dan hanya dia satu-satunya orang yang harus berada di sisi ibunya itu. Tapi sayangnya, dia tidak bisa merawat ibunya itu, karena dia saat ini tengah terpenjara di lubang penuh dosa."

Mami Janet semakin mengernyitkan dahinya, ia masih bingung dengan perkataan anaknya. Siapa yang di maksud anaknya itu?.

"Maksud kamu apa? Siapa yang kamu maksud dia," kata Mami Janet yang masih bingung.

"Siapa yang di maksud dia. Dia adalah Wanda. Seorang anak yang telah di jual oleh papa tirinya, hanya karena demi uang. Papanya tega menjual anak tirinya. "

"Wanda...?"

"Iya, Wanda. Bu, aku mohon bebaskan dia dari sini. Biarkan dia merawat ibunya yang sakit parah. Sekarang coba, seandainya ibu berada di posisi ibunya Wanda. Apa yang ibu rasakan ketika ibu tengah sakit lalu jauh dari anak ibu."

Mami Janet terdiam, ia juga baru saja sakit dan ia merasa sedih ketika ia sakit tapi Zee tidak ada di dekatnya. Tapi saat Zee sudah berada di dekatnya, seketika hatinya senang bisa di rawat oleh anak tersayangnya.

"Bu... Aku mohon dengan sangat. Bebaskan Wanda dari sini. Saat ini hanya Wanda yang menjadi harapan ibunya."

Zee memohon penuh harap agar ibunya mau membebaskan Wanda begitu saja, tanpa ada embel-embel denda.

"Tapi Zee... Wanda itu kembangnya indehoy. Banyak lelaki yang menginginkan tubuhnya dan Wanda itu mahal. Ibu nggak bisa bebaskan dia dari sini."

Zee mendengus geram dengan ibunya. Apa yang ada di otak Ibunya itu, sungguh Zee tidak mengerti jalan pikiran ibunya itu. Begitu picik hati ibunya itu.

"Bu...! Apa ibu nggak punya hati. Ibunya Wanda itu tengah sakit P A R A H. Dimana hati nurani ibu! Padahal ibu adalah seorang ibu yang sama-sama memiliki seorang anak."

"Ya... mau gimana lagi. Ibu nggak bisa lepaskan Wanda. Itu sangat di sayangkan, bila ibu melepaskan dia dari sini."

Zee mengusap wajahnya.

"Baiklah. Jika ibu nggak bisa melepaskan Wanda dari sini, aku akan melakukan hal nekat."

Zee melangkah keluar dan membuka pintunya kasar. Mami Janet yang khawatir dengan ucapan Zee, segera mengikuti langkah anaknya itu.

Mami Janet tahu, watak anaknya itu. Jika dia sudah nekat maka akan susah di cegahnya dan dirinya tidak akan membiarkan itu terjadi.

Zee sudah berdiri di lantai bawah, lalu Zee menggeser sofa-sofa menjadi satu. Zee melangkah cepat ke arah tirai dan menarik tirai tersebut.

Mami Janet yang melihat itu, semakin gelisah melihat anaknya itu tengah mengumpulkan kain gorden.

"Zee, apa yang kamu lakukan!"

"Ibu mau tahu apa yang akan aku lakukan!" Berang Zee yang semakin emosi.

Mami Janet membulatkan matanya, melihat Zee mengeluarkan korek api dan Zee meraih kain gorden itu dan akan membakar kain gorden itu, yang artinya Zee akan membakar isi rumah ini.

"Stop! Jangan di bakar! Oke... Ibu akan membebaskannya," cegah Mami Janet dan ia tidak mau rumahnya yang selama ini menjadi tempat bernaungnya harus di bakar oleh anaknya sendiri.

"Aku nggak percaya dengan ucapan ibu!"

"Ibu... Ibu serius dengan ucapan ibu."

Zee menyipitkan matanya melihat ibunya yang terlihat ketakutan kehilangan rumahnya, yang selama ini menjadi tempat ATM-nya mendapatkan uang.

Zee tersenyum tipis, nyaris tak terlihat. Ini adalah cara satu-satunya mengancam ibunya dan ia berhasil memperdaya ibunya itu.

\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ \*\*\*\*\* \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_

Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍

To be continued....

1
kurnia rahayu
Luar biasa
Nur Lizza
lnjut
Nur Lizza
kasihan sm ais
Nur Lizza
smg ais cpt sembuh
Nur Lizza
ais sakit apa y.
smg persalinan ze berjalan lancr
Nur Lizza
akhirny tamat
Nur Lizza
aiy tau aja y baju faporit para suami
Nur Lizza
visualny gk ada y thor
Nur Lizza
selamt y zee dn marshal ats pernikahan mu smg bahgia sll sm ke jannah ny allah.aamiin
Nur Lizza
lnajut
Nur Lizza
selamat ya zee
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
ciee dpt restu niye
Nur Lizza
ok
Nur Lizza
begitu cerita ayh haris dn aries.
trus marshall ank sp
Nur Lizza
semoga marshal bs lwati ms kritis
Nur Lizza
mudh2n marsall tdk trluka para
Nur Lizza
semoga marshal dpt menolong zee tpt waktu
Nur Lizza
benarkn axel yg culik zee
Nur Lizza
padti axel si gila yg menculik zee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!