NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lusiana Anwar

Menjadi istri kedua tidak semudah mengucapkannya. Pada kenyataannya istri kedua harus punya kesabaran dan ketekunan lebih untuk menghadapi dunia.

Begitu pula dengan Winda, terlebih dengan status janda yang disandangnya tak luput dari sorot kebencian. Sebutan pelakor dan perusak rumah tangga orang seolah melekat pada dirinya, sejak ia memutuskan menikah dengan Detta, laki-laki yang telah beristri.

Namun Winda harus tetap bertahan demi anak yang didapat dari pernikahannya dengan Detta. Tetapi jika cacian dan cemoohan berpengaruh pada tubuh kembang anaknya, apa yang harus Winda lakukan? Haruskah ia bertahan? Ataukah ia justru menyerah dan mengakhiri semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusiana Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Panggil saja Mama

Setelah kepergian Mesya.

Kini kediaman anak-anak Detta bersama Mesya menjadi rumah kedua bagi Winda. Ia harus bolak-balik dari rumahnya ke rumah Detta untuk menjenguk dan memasukkan kebutuhan ke-tiga anak Detta terpenuhi dan tidak kekurangan satu apapun.

Di akhir pekan, ini Winda membawa semua anak-anak Detta untuk bermalam di rumahnya. Hal itu langsung di setujui oleh Detta, pasalnya ia juga merasa kerepotan karena tidak ada yang membantu dalam menemani ke-dua anaknya bermain. Sementara Zean, sudah sibuk dengan kuliahnya. Membuatnya lebih sering berada di kost an dari dan jarang pula.

Rumah Winda, yang semula sepi, mendadak ramai karena tawa dari anak-anak. Dan Zara, yang paling tidak menyukai suasana ramai memilih mengunci diri di dalam kamar.

"Kenapa nggak mau pindah kerumah...(menyebutkan alamat rumah yang ditempatinya bersama Mesya dulu). Biar nggak repot harus bolak-balik." Sudah berulang kali Detta memaksa Winda untuk tinggal bersamanya.

Namun, jawaban Winda tetap sama. "Aku lebih nyaman tinggal di sini. Yah ... walaupun tidak sebesar rumah kamu. Dan aku juga tidak yakin Zara akan setuju pindah rumah."

"Kamu nggak kasihan sama aku? Aku capek banget urus mereka sendirian." Detta mengeluh, pasalnya selama ini ia tidak tahu menahu tentang mengurus anak. Selalu memasrahkan semua urusan anak-anak. Sekarang begitu Mesya pergi, Detta baru merasa sangat kuwalahan menghadapi anak-anak.

"Bukan kamu juga kan, yang ngurus mereka. Adi bibi dan Mba. Lagian aku juga setiap pagi nengok ke sana. Jadi, dimana kuwalahan kamu?" dahi Winda berkerut bingung.

"Ya ... maksudnya, biar ada yang urus aku di rumah. Aku juga cepek Win, kalau harus bolak-balik seperti ini. Aku juga butuh kamu."

Winda, menghela napas panjang, kemudian menatap Detta sembari tersenyum. "Baiklah, malam ini kalian menginap di sini saja."

Detta tersenyum kemudian menggenggam tangan Winda, lalu mengecup punggung tangannya.

Dan mulai hari itu, setiap akhir pekan Zoya dan Zetra, bermalam di rumah Winda. Namun, Winda tak melupakan kebiasaannya setiap pagi. Menengok anak-anak dan memastikan keperluan anak-anak tidak ada yang tertinggal.

Namun pagi ini ada yang berbeda, ketika Winda masuk ke kamar Zoya, ia justru mendapati Zoya, meringkuk di balik selimut.

"Zoya, kok belum bangun? Memang nggak takut telat sekolah?" Winda mendekati Zoya, dan menyibakkan selimut yang menutupi lehernya.

Namun, jawaban Zoya hanya bergumam sambil menggerakkan ringan tubuhnya. Kemudian kembali tenang. membuat Winda menghela napas panjang kemudian membalikkan badan Zoya menjadi terlentang.

"Zoya, ayo bangun, kamu harus sekolah. Zoya anak pintar, dan akan menjadi orang yang sukses dimasa depan. Dan kalau Zoya, bisa menjadi orang yang suka, papa Detta pasti bangga."

Namun, Zoya justru menatap Winda dengan pandangan kosong. Sejurus kemudian, seluruh wajahnya memerah dan mata berkaca-kaca.

Dengan gerakan cepat, Winda meraih Zoya kedalam pelukannya. Tangis Zoya langsung pecah begitu Winda memeluknya.

"Zoya, kangen sama Mama?" Winda bertanya pelan, sambil menepuk-nepuk punggung Zoya pelan untuk menenangkannya.

Zoya langsung mengangguk dalam dekapan Winda. Semakin lama, isakan Zoya semakin terdengar keras.

"Menangis lah, Tante Winda akan tetap di sini. Katakan pada Tante apa yang Zoya inginkan jika mama berada di sini."

Namun, Zoya justru menggeleng.

"Jadi, kenapa kamu menangis?" Winda menghentikan tepukan tangan di punggung Zoya kemudian menatapnya heran.

"Mama sudah pergi, Zoya tahu itu. Tapi apa aku tidak boleh memanggil Tante Mama," Zoya langsung menunduk tak berani menatap Winda.

Sementara Winda, menatap Zoya dengan mata yang berkaca-kaca. Kemudian langsung meraih kembali Zoya kedalam pelukannya dan mengecup puncak kepala Zoya.

"Boleh Sayang, jika kamu ingin kamu bisa memanggil menganggap Tante sebagai ibu kamu. Tante akan sangat senang."

***

Sejak saat itu, Winda menjadi ibu bagi ketiga anak Detta bersama Mesya. Namun Winda tetap menolak untuk pindah kerumah Detta. Alasannya, Winda tak ingin menghancurkan kenangan Mesya didalam rumah itu. Biarlah rumah itu menjadi sakit pertumbuhan anak-anak bersama Mesya.

Berdasarkan alasan Winda, Detta memutuskan untuk membeli rumah untuk ditinggalinya bersama Winda dan semua anak-anaknya.

Winda langsung setuju, dengan mereka menempati rumah itu dengan pancaran kebahagiaan seperti sebagai mana mestinya.

Meski sindiran dan cemoohan kerap menghampiri. Winda tak lagi peduli dengan semua itu. Baginya kebahagiaan bersama keluarga lebih penting dari pada meladeni orang-orang mengusik ketenangan keluarganya.

Kurang lebih dua tahun Winda kembali berhenti dari pekerjaannya. Memilih mengabdikan diri untuk keluarga. Apa lagi kini ia telah dikaruniai calon anak ketiga.

Tak ada lagi yang Winda inginkan kecuali hidup bahagia bersama suami dan semua anak-anaknya. Menyaksikan mereka tumbuh dalam kesuksesan.

Tepat di bulan Mei, saat Zara dan Zean wisuda, Winda melahirkan anak ketiganya. Kebahagiaan semakin bertambah saat Zean dinyatakan sebagai lulus dengan nilai tertinggi. Sementara Zara, langsung diterima bekerja di sebuah kantor milik pemerintah.

Namun sayangnya, Baik Detta maupun Winda tidak bisa menghadiri acara wisuda kedua anaknya. Karena saat ini Winda masih dalam kondisi pemulihan pasca operasi Caesar. Sementara Detta masih berada di luar negeri untuk menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan luar negeri.

"Mama, bangga sama kalian. Maaf mama tidak bisa hadir di acara paling membahagiakan ini." Winda menatap Zara dan Zean, dengan penuh penyesalan.

"nggak pa-pa Ma, kami bisa mengerti." Zara tersenyum kemudian memeluk ibunya.

"Jadi, sekarang kamu tidak akan mengurung diri lagi." Winda manatap Zara, menggodanya.

Sementara Zara, langsung memalingkan wajahnya dengan bibir mengerucut. Hal itu sontak membuat Winda dan Zean tertawa terbahak.

Harta memang tujuan utama orang melangkah, tetapi harta bukan tujuan uta dalam kebahagiaan. Berkumpul bersama keluarga lah yang paling ditunggu oleh seluruh anggota keluarga.

Kalau ditanya apa yang paling berharga? Ya keluarga.

End.

1
Dwi Kusmarini
bgs
Anonim
kenapa dinovel2 selalu pelakor yg menang..istri sah wajar jahat krn perbuatan suaminya..ah .sdhlahh
Pisces97
kasian nasip Mesya akhirnya dia kalah dengan istri kedua.
dimana² menang 😂
Ratna js
sekrang aku sdang di posisi mu Winda... kehamilan ku baru menginjak 2 bulan tapi rasa nya begitu sesak ketika harus banyak bersabar dan ikhlas dg segala ketidak adilan. dan mas deta persis suami ku dia selalu menjaga perasaan istri pertamanya tanpa memikirkan perasaanku. baca novel ini seperti baca kisah hidup ku
Anonim: Memang mbaknya ngerti perasaan istri pertama ketika suami menikah lagi?
total 2 replies
Mega
haiss sbnrnya aku males komen kl masalah pelakor,yg intinya tidak akan ada yg mau terima di madu,,, tp di sini munafix bgt msh mau menerima walau pun udh kesakitan dan mau meniggl,pdhl awal udh benci bgt,tp mkn karna halu jg shi jg bisa menerima,dlm dunia nyata hanya 1 banding 1000 yg mau menerima,,,
Erlinda
Winda juga egois sebagai seorang ibu. ga mengerti klo karena ulah nya yg terus bertahan demi detta anak nya di bully dan disiksa ..mulai malas aq membacanya
Erlinda
ternyata detta pengecut
Enis Sudrajat
Semangat Mak!❤️🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!