NovelToon NovelToon
PERJANJIAN PERNIKAHAN

PERJANJIAN PERNIKAHAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:706.2k
Nilai: 5
Nama Author: Vanzhuella annoy

Bahagiana Bahtiar adalah wanita cantik, cerdas dan kaya raya dari keluarga terpandang. Sosok yang tak pernah percaya dengan namanya cinta, kekasih, suami. Karena sesuatu terjadi pada salah satu organ tubuhnya, dia dijodohkan oleh sang Papi dengan Balin Azura, pria dewasa dan tampan dari kalangan biasa.

"Ilmu gaib apa yang kau gunakan hingga berhasil mencuci otak Papi?" bentak Bahagiana seraya berkacak pinggang, menatap tajam.

"Asal kau tahu bahwa salah satu dalam organ tubuhmu itu adalah alasan utamaku menerima PERJANJIAN PERNIKAHAN ini!" Batin Balin dengan perasaan murka karena kalimat yang dilontarkan Bahagiana.

"Tidak bisa menjawab? uang, harta dan kekayaan? selamat kau berhasil!" Teriak Bahagiana untuk kesekian kalinya.

Bagaimana kisah antara Bahagiana dengan Balin? dua sosok beda karakter, martabat yang akan hidup satu atap.

Ikuti kisahnya di karya author recehan ini yang masih banyak kesalahan dalam penulisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanzhuella annoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 34. Pagi Terindah

Cup

Spontan Balin mengecup dahi Gia dengan mata terpejam. Gia yang kaget hanya dapat membeku tanpa bisa lepas dari serangan mendadak tersebut.

Dadanya penuh karena sulit bernafas. Bukan karena sebuah penyakit tetapi karena dengan keadaan mereka saat ini.

Balin melepaskan kecupan itu, lalu membelai wajah Gia dengan lembut. Menatapnya dengan penuh rasa ah hanya dia yang tahu sebuah perasaan apa.

Gia tersipu malu, bahkan wajahnya bersemu merah tak dapat disembunyikan lagi. Jantungnya tak berhenti berpacu dengan kencangnya, seakan sedang senam jantung.

Keduanya terbuai saling tatap-tatapan. Balin semakin mendekatkan wajahnya, ingin menjangkau wajah lawan jenis.

Tok tok

Bunyi ketukan pintu membuat keduanya tersadar hingga saling melepaskan posisi berpelukan mereka sepanjang malam.

Wajah keduanya memerah, hingga tak berani saling menatap.

Tok tok

Sekali lagi pintu itu diketuk.

Balin segera beranjak bangkit, berjalan menuju pintu. Sedangkan Gia bergegas berlari kecil masuk kedalam kamar mandi sembari memegang dadanya.

KLEK

"Maaf Pak menganggu. Saya hanya ingin menyampaikan pesan Bapak karena sejak tadi Bapak menghubungi, tapi ponsel Non Gia dan Pak Balin tidak aktif," ucap Bibi merasa tidak enak hati karena sudah menganggu.

Balin mengangguk dan bertanya pesan apa yang disampaikan mertuanya. Sepertinya sangat penting hingga membangunkan mereka.

Didalam kamar mandi

Gia masih mengatur detak jantung yang tak kunjung normal. Ia memejamkan mata sesaat, menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.

"Tenang Gia, tenang!" Gumam Gia masih mengatur irama yang tak kunjung normal.

Selagi menunggu Gia membersihkan diri Balin berdiam diri di balkon. Berdiri di sana memandangi kesegaran tanaman yang terdapat di taman.

Ia memijit pelipisnya, ingatan langsung terlintas bagaimana keadaan mereka tidur saling peluk memeluk.

Balin membalikan badannya. Karena ia yakin Gia sudah selesai mandi, iapun bergegas masuk kembali ke kamar.

Rupanya dugaannya salah. Pintu kamar mandi masih tertutup rapat. "Kenapa dia lama sekali? sudah jam berapa ini?" gumam Balin seraya mondar-mandir tak jelas.

KLEK

Pintu kamar mandi yang sejak tadi ditunggu-tunggu, akhirnya terbuka juga. Gia keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian kerjanya.

Seketika matanya melebar mendapati Balin bertelanjang dada. Di sana ia dapat sekilas melihat dada bidang tersebut. Tentu saja membuat ia kembali senam jantung.

"Tunggu aku di meja makan, kita akan berangkat sama-sama," ujar Balin seraya memperhatikan Gia yang sudah tampil rapi, walaupun rambutnya belum disisir dan juga memakai polesan makeup, tapi tak mengurangi paras cantik tersebut.

Gia mengangguk dengan wajah menunduk, pura-pura sibuk mengelap wajahnya. Balin masuk kedalam kamar mandi, sedangkan ia beranjak menuju meja rias.

*

*

Di kantor

Waktunya jam makan siang Balin bergegas ke ruangan Gia. Ia akan membawa Gia untuk makan siang ditempat yang biasa mereka kunjungi.

KLEK

Hmm

Ketika pintu dibuka Balin berdehem tepat di ambang pintu, dimana ia mendapati sosok sang istri masih bergelut dengan laptop di atas meja kerja.

Gia mendongak, sedikit kaget dengan kedatangan Balin yang ia tak sadari saking fokusnya.

"Pekerjaanmu masih banyak?" tanya Balin hanya sekedar basa-basi saja karena ia tahu bahwa hari ini Gia memeriksa laporan perkembangan perusahaan.

Huh....

Gia menghela nafas panjang, lalu meregangkan otot-otot jarinya yang sedikit kram. "Iya masih setengahnya," sahut Gia.

Balin melangkah lalu mendaratkan bokongnya di kursi putar depan meja kerja.

"Waktunya makan siang. Aku ingin membawamu ketempat biasa," tutur Balin.

Gia mengangguk seraya tersenyum tipis. Ia pun membereskan laporan itu, dan bersiap-siap.

"Ayo," ucapnya seraya beranjak bangkit.

Mereka berjalan saling beriringan, bahkan sekali-kali tangan keduanya saling bersentuhan. Tiba di mobil Balin membukakan pintu mobil untuk Gia.

Didalam mobil hanya ada keheningan. Gia maupun Balin sibuk dengan pikiran masing-masing. Rasa canggung masih membekas di hati mereka akibat kejadian tersebut.

Tepat di lampu mereka seorang pengemis yang dapat di pastikan seorang wanita paruh baya sedang mengendong cucu atau anaknya sendiri mengetuk jendela mobil tepat di sebelah Gia.

Gia merogoh tas jinjing ingin mengambil dompet. Ia meraih uang pecahan seratus ribu 3 lembar, karena itu uang tunai yang tersisa dalam dompetnya.

Di bukanya kaca jendela sampai setengah, ia menyodorkan uang tersebut.

"Terima kasih, terima kasih. Semoga anda diberi berkat yang melimpah," ucap sang pengemis setengah membungkuk.

Gia mengangguk sembari tersenyum lepas. Hal itu tak lepas dari perhatian Balin. Seketika hatinya terenyuh melihat rasa kepedulian istrinya itu.

"Kamu adalah wanita baik dan berhati mulia," batin Balin.

Hanya butuh 5 menit dari lampu merah kini mobil itu masuk kedalam parkiran restoran. Cukup ramai pengunjung, sangat terlihat dari kendaraan roda empat dan dua terparkir di sana.

Sama halnya Balin juga membukakan pintu untuk Gia, sungguh perlakuan manis tersebut membuat Gia tersentuh.

Mereka masuk kedalam restoran dan sengaja duduk cukup jauh dari keramaian. Mereka memesan makanan masing-masing.

Tidak butuh lama pesanan mereka kini terhidang di atas meja.

"Hmm aku sampai lupa jika Papi menyuruh kita besok menyusul ke kota x," ujar Balin disela-sela suapannya.

Gia berpikir sejenak mendengar perkataan Balin. Untuk apa Papinya menyuruh mereka ke sana? sedangkan pekerjaan kantor masih menumpuk.

"Ada masalah?" tanya Gia dengan raut wajah heran. "Apa pentingnya ke sana? sedangkan pekerjaan kantor menumpuk," imbuhnya tidak setuju dengan permintaan sang Papi.

"Entahlah, tiba di kantor nanti aku akan hubungi Papi," pungkas Balin.

Gia mengangguk

Bersambung....

🌹🌹🌹

Jangan lupa tinggalkan like vote favorit hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi

1
Amin Srgfoo
bagus ceritanya
Aldi Suwarta
balin lebay, jadikan masa lalu untuk cerita kita sendiri tataplah masa depan jangan naif hidup harus tetap berlanjut bro, semua sudah ada yg mengatur kita sebagai manusia tinggal menjalani berfikir rasional aja,
Aldi Suwarta
balin bener2 tolol
Rusawandi Wandi
sangat bagus
Xyna Rvca
semangat Thor hehhee
Xyna Rvca
woww
teh_ineur
selamat gia & balin... bahagiaaaa
Mystique
aku mampir><
jangan lupa juga yaaa kak mampir vote dan likenya cmiww💐
Purwanti San
buat bucin Thor
Purwanti San
up
Purwanti San
lanjut Thor
Purwanti San
baru mengikuti keliatannya ceritanya menarik semangat Thor
Mariaangelina Yuliana
aku jadi terharu, tapi kok malah Rika yang hamil kasian yah Thor
Mariaangelina Yuliana
God job putra aku menyayangi mu😀🤭🤭🤭
Mariaangelina Yuliana
Gia gitu lho jangan kan orang asing papi nya aja susah buat dekat Ama dia🤔😂
Mariaangelina Yuliana
asoy d geboy perlu kah di Pontianak kita ada kan acara syukuran merayakan pertemuan 2 pasutri yang udah lama berpisah🤗🤗🤗 kebayang gak sih berat Nya rindu sampai gak bisa d timbang🤣🤣🤣
Mariaangelina Yuliana
jodoh mu Rika sudah mendekat🤗🤭
Mariaangelina Yuliana
ketemu dong jangan lama2
Mariaangelina Yuliana
karna ego mu gia kalian jadi sama2 tersiksa,😥
Mariaangelina Yuliana
sangat suka dan buat Rika dan mami Maya kemewahan tinggal kenangan makanya tau diri dan bisa bersyukur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!