Sheira tak pernah menyangka jika cintanya dengan sang kekasih 'Andra' harus berakhir. Dia pun harus merelakan Andra untuk sahabatnya.
Demi menjaga hubungannya denga Reina, Sheira memutuskan untuk mengalah dan menyembunyikan hubungannya dengan Andra. Dia memilih untuk pergi dan menjauh dari mereka. Bagi Sheira persahabatan adalah segalanya.
Tetapi pada akhirnya kebohongannya pun diketahui oleh Reina. Terbongkarnya kebenaran itu membuat hubungan persahabatan mereka diujung tanduk.
Akankah persahabatan mereka terus berlanjut?
Atau justru persahabatan mereka akan hancur?
Dapatkah Sheira menemukan cintanya?
Penasaran dengan kisah persahabatan mereka, mari baca cerita selangkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Wida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 Rencana Mecca
Satu masalah Sheira telah selesai. Namun semuanya belum berakhir. Kini Sheira harus mencari cara untuk bisa meyakinkan mama dan adiknya. Membuat mereka untuk bisa memaafkan kesalahan papa. Meski akan sangat sulit. Tetapi Sheira harus mencoba dan mencari caranya.
Sheira sangat tahu jika mama dan adiknya sangat membenci papa. Terutama Mecca dia bahkan menganggap papa sudah tiada. Itu adalah hal yang wajar menurut Sheira. Waktu itu Mecca masih sangat kecil saat papa memutuskan untuk meninggalkan mereka. Bahkan masih segar diingatan Sheira saat Mecca kecil memohon pada papanya untuk tidak pergi. Namun papa mengabaikan semua permohon Macca. Papa tetap pergi meninggalkan Mecca yang terus menangis.
Dalam perjalanan menuju kantor. Sheira selalu memikirkan cara terbaik. Namun sepertinya saat ini otaknya tidak mau diajak berfikir. Hingga suara ponsel membuyarkan semua lamunannya.
“Halo Assalamualaikum. Ada apa dek?” tanya Sheira pada Mecca yang menghubunginya melalui panggilan telefon.
“Waalaikum salam. Kakak dimana sih kok tidak terlihat dikantor. Padahal tadi Mecca lihat kakak sudah berangkat sejak pagi.” Kata Mecca mencari tahu keberadaan Sheira.
“Kakak masih dijalan dek. Ini sudah menuju kantor. Tadi ada urusan sedikit diluar kantor.” Jawab Sheira tidak menjelaskan semuanya.
“Ya sudah kalau begitu Macca tunggu dikantor ya. Ada hal penting yang ingin Mecca katakan.” Lanjut Mecca.
“Hal penting apa sih dek? Katakan saja sekarang.” Ucap Sheira mendesak Mecca.
“Tidak bisa kak, akan lebih enak dan jelas kalau bertatap muka langsung.” Kata Mecca menolak.
“Ya sudah baiklah. Sebentar lagi kakak sampai kau tunggu saja dilobi.” Kata Sheira kemudian.
“Siap kakakku. Ya sudah kalau begitu, Assalamualaikum.” Lanjut Mecca terdengar gembira.
“Waalaikum salam.” Sahut Sheira yang langsung mematikan panggilannya.
Entah apa yang direncanakan Mecca kali ini. Namun Sheira sudah mencium bau-bau kejahilan adiknya itu. Mecca memang sering sekali melakukan hal yang menurut Sheira sangat konyol. Salah satunya adalah saat Mecca berusaha membuat Sheira untuk mencoba menerima Bryant. Bahkan dia sangat pandai sekali membuat kata-kata untuk membuat dirinya merasa bersalah dengan sikapnya selama ini.
Sesampainya dikantor Sheira langsung menghampiri Mecca yang sudah menunggunya dilobi. Dia menyentuh lembut lengan Mecca. Seolah memberikan kode pada Mecca untuk mengikuti langkahnya. Sheira sengaja melakukan itu karena sampai saat ini belum ada yang mengetahui hubungan yang sebenarnya antara dia dan Mecca.
Mecca terus mengikuti langkah Sheira. Tak lupa dia memberi sedikit jarak agar tidak ada yang curiga. Hingga langkah Sheira membawanya kesalah satu ruang meeting yang terlihat kosong. Setelah mereka masuk dan memastikan tidak ada yang melihat. Sheira langsung mengunci ruangan tersebut.“
"Cepat katakan ada masalah apa?” tanya Sheira sangat serius.
“Eemm… itu kak nanti malam aku ada janji makan malam dengan temanku.” Jawab Mecca tersenyum manis.
“Lalu, apa hubungannya dengan kakak?” tanya Sheira tak mengerti kenapa Mecca mengatakan itu padanya.
“Aku ingin mengajak serta kakak. Kakak kenal mama kan pasti mama tidak akan mengizinkanku pergi malam-malam seorang diri.” Jawab Mecca sembari menunjukkan wajah memelasnya.
“Ih… kau ini, kau yang punya janji kenapa pula kakak dibawa-bawa.” Sahut Sheira tak setuju dengan ide Mecca.
“Ayolah kak tolong Mecca ya, please… nanti Mecca deh yang traktir. Bantuin Mecca ya.” Lanjut Mecca semakin memohon sembari menangkupkan kedua tangannya.
“Ok baiklah tapi hanya sampai jam delapan malam. Setelah itu kita langsung pulang.” Ucap Sheira yang merasa tidak tega melihat adiknya. Akhirnya dia menyetujuinya.
“Yes… terimakasih kak. Kakak memang yang terbaik." Sahut Mecca dengan girang.
“Ya sudah kembali ke ruanganmu. Kakak juga harus menemui kak Zia sekarang.” Lanjut Sheira sembari berjalan menuju pintu. Kemudian mereka keluar dari ruangan tersebut setelah Sheira membuka kuncinya.
Mecca merasa sangat senang karena kakaknya menyetujuinya. Itu artinya rencananya malam ini akan berhasil. Sebenarnya dia memiliki sebuah rencana dengan Bryant. Apa rencananya itu tak ada yang tahu selain Mecca, Bryant, dan author pastinya heheh. Yang jelas ini merupakan salah satu rencana untuk semakin mendekatkan kakaknya itu dengan Bryant.
“Aku sudah menyelesaikan tugas pertamaku. Sekarang giliran kakak menyelesaikan tugas kakak. Nanti malam kita langsung bertemu ditempat sesuai kesepakatan kita tadi.” Mecca memberi intuksi pada Bryant melalui pesan singkat.
“Sip penguntit kecilku, kerja bagus. Ternyata kau sangat bisa diandalkan.” Balas Bryant. Mecca sedikit tersenyum membaca balasan dari Bryant.
“Tentu saja siapa dulu Mecca. Jangan remehkan diriku.” Balas Mecca lagi dengan sombongnya.
“Iya aku tahu kamu memang yang terhebat.” Balas Bryant lagi. Lagi-lagi balasan Bryant mempu membuat Mecca tersenyum.
Memang setelah gosip yang sempat beredar tentang Mecca dan Bryant. Kini mereka terlihat jarang bersama ketika dikantor. Mereka hanya berkomunikasi melalui pesan singkat atau pun melalui chat. Mereka melakukan ini untuk meredam gosip yang tak jelas itu.
Sementara itu Sheira yang sudah berada didalam ruangannya. Langsung membereskan beberapa berkas yang sempat tertunda. Zia belum terlihat diruangannya. Mungkin hari ini Zia akan datang sedikit siang atau bahkan tidak akan datang kekantor. Jadi mau tidak mau Sheira harus mengerjakan semua pekerjaan seorang diri.
Benar saja belum lama dia berkutat dengan tumpukan berkas. Terdengar sebuah pesan masuk kedalam ponselnya. Diraihnya ponsel yang masih tersimpan didalam tasnya. Terlihat sebuah pesan dari Zia. Dia memberi tahu jika hari ini dia tidak bisa pergi kekantor. Tetapi Zia tetap akan bekerja meski dari rumah. Sehingga Zia meminta Sheira untuk mengirim beberapa berkas yang harus ditanganinya melaui email.
Ditengah-tengah pekerjaannya Sheira kembali teringat pada papanya. Terutama pada cerita dokter Hafis. Sejenak hati Sheira merasa sedih. Selama ini dia selalu hidup senang. Sedangkan papanya hidup dalam kesukaran. Meski tak dipungkiri banyak juga kepahitan yang harus dilalui Sheira untuk bisa sampai pada tahap ini. Sejenak Sheira memejamkan matanya. Berusaha menepis semua ketakutannya. Kali ini Sheira harus benar-benar bisa membujuk mama dan adiknya.
Namun Sheira tak pernah sedikitpun mengeluh. Bukan Sheira namanya jika tak mampu menaklukkan masalah. Selama ini sudah banyak masalah yang sili berganti menghampirinya. Namun Sheira selalu bisa melewatinya dengan tenang. Begitupun dengan masalahnya kali ini. Dia sangat yakin jika Allah akan membimbingnya untuk menemukan cara yang terbaik. Pasti akan ada jalan keluar yang terbaik pula.
Kira-kira Mecca punya rencana apa ya?? 🤔🤔
Ayo kira-kira siapa yang tahu??? ☝☝
Please beri Like dan komennya ya readers.... 😉😉😍
ikutin jg bukalah hatimu untukku
mudah mudahan feelingQ sala ya thor