NovelToon NovelToon
Nikah Paksa

Nikah Paksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Single Mom
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eleanor kici kici

Mita tidak pernah meminta takdir ini. Baginya, Sam adalah kakak, pelindung, dan satu-satunya tempat bersandar setelah kedua orang tuanya tewas demi menyelamatkan keluarga Sam. Namun, sebuah pernikahan atas dasar utang budi mengubah segalanya dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eleanor kici kici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Bersiap ke Pesta

Hari yang dinantikan itu pun akhirnya tiba. Suasana di dalam kamar kos Mita sejak siang hari sudah tampak sangat ramai dan dipenuhi dengan kesibukan. Rara dan Sari sengaja datang lebih awal untuk mempersiapkan segala sesuatunya bersama-sama sebelum mereka berangkat menuju gedung pernikahan Sam dan Vanya. Kamar yang biasanya tenang itu kini berubah heboh dengan aroma parfum, perlengkapan make-up yang berserakan di atas kasur, dan gelak tawa yang tak henti-hentinya terdengar.

Tahun ini, mereka bertiga sepakat untuk mengenakan pakaian seragam dengan model yang sama, namun sengaja memilih warna yang berbeda untuk memancarkan karakter masing-masing. Gaun yang mereka kenakan mengusung potongan mermaid yang sangat elegan; membungkus indah dari bagian dada, pinggang, hingga meliuk pas di area pinggul untuk menonjolkan siluet tubuh yang proporsional. Baru setelah mencapai area paha ke bawah, potongan kainnya melebar dan mengembang dengan anggun, jatuh menyapu lantai dengan sangat menawan.

Sentuhan sedikit payet berkilau yang dijahit rapi di bagian dada memberikan kesan mewah yang pas, membuat Mita, Rara, dan Sari tampak begitu memesona layaknya barisan bridesmaid papan atas yang siap mencuri perhatian di pesta megah keluarga Baskoro.

"Teman-teman," panggil Mita tiba-tiba, menghentikan aktivitas merapikan sisa kosmetik di depannya dengan wajah sedikit bimbang. "Sebenarnya... ada satu hal lagi yang lupa aku katakan kepada kalian."

Rara dan Sari serempak menoleh, menatap Mita dengan sebelah alis terangkat.

"Aku ternyata diminta oleh Papa Baskoro untuk menginap di rumah utama keluarga Baskoro malam ini setelah pesta selesai. Jadi... gimana ya?" Mita menatap kedua sahabatnya itu dengan pandangan memohon. "Aku mau meminta kalian berdua untuk menemani aku di sana. Bisa enggak? Ayolah, kita menginap di sana bertiga malam ini. Mau ya? Mau kan?"

Rara dan Sari saling berpandangan sejenak sebelum akhirnya Sari membuka suara, "Eh? Kamar pribadi kamu yang dulu di sana masih ada enggak, Mit, di rumah Baskoro?"

"Tentu saja masih ada. Papa Baskoro sama sekali tidak mengubahnya," jawab Mita lembut.

"Wah, kalau masih ada, lebih baik kita menginap di kamar kamu saja, Mit! Kita tidur satu kamar bertiga, berdempetan sedikit juga tidak apa-apa kan? Seru pasti!" sahut Rara bersemangat, yang langsung diangguki setuju oleh Sari.

Mita mengulas senyum lega dan mengangguk ceria. "Iya, tidak apa-apa kok. Malah aku senang sekali kalau kalian mau."

"Eh, sebentar," Sari teringat sesuatu dan segera mengeluarkan ponsel dari tasnya. "Aku harus telepon Kak Eka dulu. Dia kan bekerja sebagai HRD di perusahaan tempat Mas Sam jadi CEO-nya, otomatis dia pasti diundang ke pesta pernikahan malam ini. Lebih baik kita tebeng mobilnya saja sekalian pergi ke sana."

Sari segera menekan tombol panggil dan menempelkan ponsel ke telinganya. Begitu panggilan tersambung, ia langsung berbicara dengan nada ceria. "Halo, Kak Eka? Iya, ini Sari. Kak, nanti sore berangkat ke pesta pernikahan CEO kantor Kakak jam berapa? Sari, Mita, sama Rara mau ikut dong, sekalian bareng di mobil Kakak. Terus nanti malam kita bertiga tidak usah dijemput, ya, karena kami mau langsung menginap di rumah keluarga Baskoro atas permintaan Papanya Mas Sam. Bisa, kan?"

Mendengar jawaban setuju dari sang kakak di seberang telepon, Sari langsung menutup panggilan dengan wajah sumringah.

"Beres! Kak Eka bilang bisa. Nanti sore kita langsung berangkat bareng dia," ujar Sari riang.

Mita tersenyum tulus, merasa sangat beruntung memiliki sahabat-sahabat yang selalu bisa diandalkan. Kini dengan persiapan yang matang dan gaun yang memukau, ketiga wanita itu siap melangkah menuju malam penuh kemegahan, tanpa tahu bahwa badai besar sedang menunggu mereka di balik dinding rumah keluarga Baskoro.(Jangan lupa klik tombol like di bawah ya, Kak!)

1
Emily
nyesel kan kamu Sam ...ngotot melepaskan Mitha malah dapat jalang
Emily
Vanya kena jebakan batman
Emily
lha pikir si ssm bakal tahu ada benihnya di perut Mitha gak tau malah belok belom terus
Emily
memangnya Sam dan Vanya udah menikah?
Emily
Mitha ga usah kebaikan malah ngaku janin yg di kandungnya benih pacarnya
Emily
CEO kok bego x si sam ni
Emily
ludwig kekasih mitha
Emily
Sam udah di ksih batu permata sama pak Baskoro malah mungut batu kerikil..mamam tu cinta
Emily
cinta boleh bodoh jangan ya sam...kenapa lebih pinter Mitha daripada kamu Sam padahal baru tamat SMA
Emily
Mitha bijaksana banget.,tetap seperti itu Mitha biar orang tidak merendahkan mu
Emily
rumit
Emily
cih sam..udah tau Vanya itu batu kali malah di pungut
Emily
demi harta ya sam.. preetlah
Emily
Sam bucin kepada kekasihnya padahal dia tau dan sadar klo wanitanya cuma cinta hartanya
Emily
gimana maksud cerita ini ...apakah Mitha janda
Emily
kenapa gak nolak aja Mita...kan bukan kamu yg berutang Budi kasih alasan yg masuk akal...sto jgan2 Mitha memang menyukai sam sebenarnya
Emily
mampir thor
Chenyu Wang
critanya bagus saya selalu nunggu kelanjutannya Terima kasih🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!