NovelToon NovelToon
Bayangan Cinta, Duda Beranak Dua

Bayangan Cinta, Duda Beranak Dua

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:537.2k
Nilai: 5
Nama Author: faiz bellzz

Seorang duda beranak dua harus menikah demi kedua anaknya.

Arbaaz Raonar nama lelaki itu, pemilik perusahaan Arbaaz Studio. Perusahaan dengan lambang elang itu bergerak di bidang animasi.

Syazani Nur Albiru atau yang sering di panggil Biru karena memiliki mata yang kebiruan. Biru seorang pendongeng dengan teknik bayangan tangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faiz bellzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Piknik

Hari yang di tunggu-tunggu Biru telah tiba, tadi malam Raon dan Biru mengantarkan Erina dan Juri ke bandara untuk pergi ke Malaysia bersama nenek dan kakeknya. Sehingga Erina dan Juri tidak dapat ikut piknik dengan papa dan mommynya.

"Apa semuanya sudah siap?" Tanya Raon pada Biru.

"Sudah pak" jawab Biru semangat. 

Pagi-pagi sekali Biru menyiapakn apa saja yang akan di bawa Biru dan Raon untuk menginap beberapa hari di tempat piknik.

Kali ini perusahaan mengadakan piknik ke beberapa tempat sehingga membutuhkan waktu yang lumayan lama.

Raon membantu memasukan koper ke dalam bagasi bersama mang Ujang.

Kali ini Raon tidak menyetir sendiri karena akan satu bus dengan karyawan sehingga meminta mang Ujang untuk mengantarkan.

Tidak hanya karyawan yang hadir, ada juga karyawan yang membawa keluarganya ikut.

Sebenarnya berangkat bersama Raon seperti ini membuat Biru was-was karena pasti saat tiba di tempat berkumpul akan banyak sepasang mata yang melihat nya.

"Kamu tidak perlu khawatir nanti kamu turun duluan di pertigaan, di sana sudah ada orang suruhan saya yang akan mengantarkanmu" terang Raon saat melihat Biru yang terlihat bingung.

"Terimakasih pak" ucap Biru senang. 

Raon mengangguk dengan bibir yang di tipiskan.

Mereka tiba di lokasi tempat berkumpul berurutan, Biru datang terlebih dahulu kemudian di susul Raon. Raon sengaja agar dapat mengawal Biru dari belakang.

"Bi akhirnya datang juga" sambut teman-teman Biru saat Biru datang.

Sedangkan saat Raon datang semua karyawan menunduk hormat.

"Semuanya sudah datang?" Tanya panitia mulai mengabsen satu persatu peserta yang ikut hadir dalam acara.

Semua peserta duduk di kursi yang sudah di tentukan panitia. Suatu kebetulan yang di sengaja membuat Biru harus duduk dengan Raon.

"Bapak sengaja?" Tanya Biru saat mereka sudah duduk di kursi masing-masing.

"Tentu" jawab Raon singkat.

Mendengar jawaban Raon yang singkat membuat Biru tidak lagi bertanya.

Di dalam bus sangat ramai dengan karyawan yang bernyanyi sambil memainkan gitar, termasuk Nafisa dan Gia yang ikut dalam keseruan itu.

"Ayo Bi nyanyi" ajak Gia pada Biru, Biru menolak tapi Nafisa membantu Gia menarik Biru membuat Biru tidak dapat menolak.

Sebelum bernyanyi Biru melirik ke arah Raon yang juga tengah melihatnya. Raon mengangguk memberi isyarat bahwa ia mengizinkan.

Raon juga ingin melihat bagaimana suara Biru saat bernyanyi. Sayang Biru malah memilih memainkan gitar yang tidak masuk nada sana sini dengan Gia dan Nafisa yang bernyanyi membuat penampilan mereka ancur tapi semua tertawa merasa terhibur dengan penampilan Biru and the geng.

Termasuk Raon yang tertawa saat melihat Biru tertawa dan bercanda.

Bus mulai sepi saat perjalanan sudah menghabiskan waktu 1 jam 30 menit, semua mulai tepar.

Untuk sampai ke tempat tujuan memang menghabiskan waktu sekitar 3 jam 30 menit.

Termasuk Biru yang sudah terlelap dengan bersandar di bahu Raon.

Tadi saat Raon melihat Biru yang tertidur terkantuk-kantuk membuat Raon tidak tega dan menyandarkan kepala Biru pada bahu nya dengan tangan yang melingkar memeluk Biru.

Terbuai dengan kenyamanan yang di rasakan karena Bisa memeluk Biru membuat Raon menyusul Biru ke alam mimpi.

🌻

Biru bangun saat bus yang ia tumpangi berhenti, Biru akan bangkit namun Raon menahannya.

"Sudah seperti ini saja, bus berhenti karena ada yang mau buang air kecil" terang Raon dengan mata terpejam.

"Saya juga kebelet pak ingin ke buang air kecil" ujar Biru masih berusaha melepaskan pelukan Raon.

"Baiklah" Raon melepaskan Biru lalu ikut berdiri mengikuti Biru dari belakang. 

Selesai dari toilet panitia kembali menghitung dan mengecek jaga-jaga takut ada yang ketinggalan.

Setelah semuanya ada, bus kembali melaju melanjutkan perjalanan.

Merasa bosan Biru mendengarkan musik dari ponselnya dengan memasang headshet agar tidak mengganggu penumpang yang lain.

"Saya juga mau dengar" ujar merebut satu headshet dan memasang di telinganya.

Biru tidak protes, kepalanya lumayan pusing karena perjalanan panjang.

"Tidurlah lagi" ujar Raon menuntun kepala Biru agar kembali bersandar di bahunya.

Biru tidak protes karena rasa pusingnya sedikit hilang dengan bersandar di bahu Raon, apalagi saat Raon kembali memeluk Biru membuat Biru merasa nyaman.

Biru tidak lagi memikirkan orang-orang akan melihatnya karena rasa pusing mengalahkan semuanya.

Tidak terasa mereka sudah sampai di hotel tempat mereka akan bermalam. 

Saat turun dari bus Gani membantu Biru membawakan koper milik Biru membuat Raon yang melihatnya merasa kalah star padahal ia suami Biru.

"Mas saya bisa kok sendiri" Biru merasa tidak enak.

"Gak apa-apa kok Bi" 

"Makasih ya mas" ucap Biru.

Mereka masuk ke dalam lobi hotel dimana panitia sedang memberi arahan. Satu kamar di isi dengan 3 orang, itu membuat Biru, Gia dan Nafisa girang karena mereka bisa satu kamar. Biru melupakan sang suami yang tidur sendiri di kamar presiden stuit.

"Ah lelahnya" ujar Gia dan Nafisa bersamaan merebahkan tubuhnya di kasur.

Biru memilih Salat terlebih dahulu sebelum merebahkan tubuhnya.

"Geser mba" ujar Biru yang memilih tiduran di tengah-tengah membuat Gia dan Nafisa menggeser ke sisi yang kosong.

"Masih luas juga" keluh Gia dengan tingkah Biru.

"Hehe maaf mba kebiasaan kalau lagi di Bandung saya suka seseleket sama kaka-kaka saya" Biru menjelaskan. Memang benar jika Biru sedang berkumpul dengan Adib dan Addar Biru selalu memilih di tengah.

Gia dan Nafisa tidak mempermasalahkan itu.

Mereka rebahan sambil bergosip ria membicarakan tentang Mahavir Alister yang baru putus dengan pacar sesama artis.

Biru merasa senang karena pacar Alister terlihat sombong, ia menginginkan Alister mendapatkan perempuan yang baik. 

Setelah menikah Biru sudah tidak berani lagi berkhayal menikah dengan Alister. Paling ia mengikuti berita dan scroll akun Alister di Instagram.

"Ke bawah yuk laper, jam makan siang udah mau lewat" ujar Gia mengingatkan.

Asyik berbincang dan bercanda membuat 3 sekawan itu lupa waktu.

Untuk hari ini tidak ada kegiatan, panitia memberikan waktu untuk peserta istirahat.

Saat masuk lift tanpa sengaja mereka bertemu dengan Raon yang sedang bersama Jeni. Perempuan yang pernah Biru lihat saat makan siang bersama Erina di kantor.

Perempuan itu terlihat menempel pada Raon membuat Biru merasa tidak nyaman. Apalagi saat melihat Raon yang tidak menghindar saat Jeni merangkul tangannya.

"Bi" bisik Gia sambil melirik ke arah Jeni dan Raon.

Biru tidak menjawab. Ia memilih berdiri di depan agar tidak dapat melihat pemandangan yang menyakitkan baginya.

Samar-samar terdengar Jeni memanggil Raon dengan sebutan sayang membuat Biru bingung dan ingin cepat-cepat keluar dari lift.

🌻

Terimakasih sudah mampir.. jangan lupa tinggalkan jejak

1
Suhartono Aji
maaf ya 🙏🙏saya jadi gak mood nerusin bacanya karena kebanyakan dialog daerahnya
Suhartono Aji
jangan kebanyakan bahasa Sunda atuuhhh, ane kagak ngerti
sum mia
mampir sini dulu kayaknya ceritanya seru... salam kenal kak , moga sehat n sukses selalu.
sum mia: salam kenal balik kak...🥰🥰🥰
total 2 replies
The Lovely
Dasar Biru lo istri gak tau diri udh miskin belagu lgi loh
The Lovely
Biru lo jdi istri egois bngt gk mau pnya anak dri suami lo trs lo mau dihamilin sma cwok lain gitu selain suami lo itu namanya wanita murahan
Isna mansur
seru ceritanya Thor...aku suka...
Flo aja
bagus bikin penasaran
nisa
mksih kk ok critanya
dewi patmawati
mampir
Ratna Dewi
pusing ahh.. biru...sama suami nya ini....apa mau nya
nanasstroberiiii.ೃ࿐
sangat menarik
Akbar Risky
jangan. banyak " bahasa. sundah nya. atu. thourrr. aq mah. orang. sidoaarjooo. golek seng. gampang. mawon. moco ee😀😅😇🤓
Lista Agam
aq jengkel melihat sifat biru yg ngak mau jujur pd suaminya, sehingga terjadi salah paham
Miss GH
nambah bonus up nya kak
delissaa
lucu namanya 🤗 udh aq siram ya kembang nya 😊
faiz bellzz: terima kasih Kaka 🌻🌻
total 1 replies
SyaSyi
mampir aku kak
faiz bellzz: terimakasih ka,
total 1 replies
Sulfia
suka kesel kalo org sakit dok sehat, udah parah br jujur pengen nabok jdnya😡😡😡
faiz bellzz: hash tabok online aja ka
total 1 replies
Sulfia
sama2 edan, yg 1 mudah berorasangka, yg 1 lg g mw jujur pasti hancur kalo kyk gn kmn pun psti curiga🤦🤦🤦🤦🙄🙄🙄
faiz bellzz: nah iya ka, kejujuran nomor satu dalam hubungan 😀
total 1 replies
Sulfia
ngajak nikah kyk mw ngajak k mall, pk meremehkan fisik lg🤔🤔🤔😏😏😏
faiz bellzz: bapak duda mah suka gitu 😞
total 1 replies
Rini Haryati
ceritanya bagus,
keren thor
sukses
semangat
mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!