Hana dijodohkan dengan Rendra, kakaknya. Hana pikir dia akan baik - baik saja namun ternyata dia salah. Satu per satu kejadian datang dan menggoreskan luka di hatinya. Dia juga merasa menyesal karena sudah memutuskan Andra, pacarnya. Apakah Hana bisa mempertahankan pernikahannya? Atau dia akan kembali pada Andra yang dia anggap sebagai jodohnya?
Ingin tahu kelanjutannya? Baca cerita ini ya. Semoga menghibur!!!
Cover by Pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febri Siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 34
Beberapa minggu kemudian....
Tok tok tok
Rafa yang sedang menonton tv pun beranjak dan membuka pintu. Tampaklah sesosok lelaki disana. Bukannya mempersilakan tamunya masuk, Rafa justru mengunci pintu rumahnya.
"Siapa sayang?" tanya Bunda.
"Bukan siapa - siapa Bun."
"Ah serius? Tadi Ayah dengar ada yang ketuk pintu." Ayah duduk di sofa.
Rafa menggeleng lalu ikut duduk di sofa.
Tok tok tok
"Itu pintunya di ketuk. Coba lihat siapa yang datang."
"Biar Hana yang lihat Yah," kata Hana yang baru keluar dari kamarnya. Dia membuka pintu dan....
"Kak Ren!" teriak Hana.
Ayah dan Bunda terkejut. "Jadi yang mengetuk pintu tadi Rendra?" tanya Bunda yang di sambut anggukan Rafa.
"Suruh dia masuk!" perintah Ayah. Rendra pun masuk dan duduk di hadapan Ayah.
"Mau apa lagi kamu kesini?" tanya Ayah.
"Saya mau minta maaf pada Ayah, Bunda, Hana dan Rafa."
Bunda menghela napas. "Ayah, Rafa, maafkan Rendra. Bagaimana pun juga Rendra itu bagian dari keluarga kita."
"Apa kamu menyesali perbuatan mu?"
Rendra mengangguk. "Saya sudah tahu semuanya. David adalah sepupu Ella, pemilik VaLa grup. Dia ingin menghancurkan saya karena saya mengkhianatinya dengan menikahi Hana."
Mereka tampak terkejut.
"Hana, bagaimana dengan kamu?" tanya Ayah. Karena yang paling di sakiti oleh Rendra adalah Hana.
"Hana sudah memaafkan Kak Ren."
"Rafa?" Ayah menoleh pada anak bungsunya.
"Ya sudah di maafkan. Tapi Rafa gak setuju kalau Kak Hana rujuk kembali dengan Kak Ren."
"Tentu saja tidak. Biarkan Hana menemukan jodohnya sendiri."
Akhirnya Rendra kembali menjadi anggota keluarga Pratama.
\=\=\=\=\=\=\=
Sudah 8 bulan berlalu, Rendra menjual rumahnya dan kembali tinggal bersama keluarganya, sekarang dia menjabat sebagai wakil direktur di perusahaan Ayah. Hana sudah membuka toko roti miliknya setelah lulus s2 2 bulan yang lalu. Sementara Rafa saat ini menjadi mahasiswa jurusan teknik arsitektur.
"Ayah, Hana pergi bareng dong. Ban motor Hana kempes," kata Hana yang baru saja keluar dari garasi.
"Ya sudah ayo. Rafa mau bareng juga tidak?" tanya Ayah.
Rafa menggeleng. "Rafa masuk siang Yah."
Ayah mengangguk. "Kami berangkat dulu ya."
"Hati - hati Yah," kata Bunda.
Mobil pun melaju menuju toko kue Hana.
"Semangat kerjanya!" Rendra menyemangati Hana yang sudah turun dari mobil.
"Kakak juga semangat." Hana tersenyum. Hubungan Hana dan Rendra sudah kembali harmonis seperti dulu. Sepertinya mereka memang lebih cocok menjadi kakak adik daripada suami istri.
Hana melangkahkan kakinya masuk ke dalam toko setelah mobil Ayah nya pergi. Hana bekerja dengan 3 orang pegawai. 1 orang sebagai kasir dan 2 orang sebagai front counter (orang yang melayani pembeli). Sementara dirinya menjadi koki yang membuat segala jenis roti dan kue yang dia jual.
Hubungan persahabatan Hana dengan Momo dan Gita juga membaik setelah Gita datang ke rumah Momo untuk meminta maaf sekaligus memberitahu bahwa dia dan Satria sudah membatalkan perjodohan mereka. Kini Hana tinggal menunggu kabar bahagia dari Momo yang sedang mempersiapkan pernikahannya. Sementara Andra, entahlah Hana tidak tahu bagaimana kabarnya. Karena sejak 7 bulan lalu Andra berhenti dari program pascasarjananya. Tidak ada yang tahu keberadaan Andra termasuk kedua orang tua dan kakaknya. Andra hanya bilang kalau dia akan pergi untuk sementara waktu.
Pagi ini, Hana tampak sibuk. Dia mendapatkan pesanan kue yang berjumlah 900 kue. Jadilah dia harus bekerja ekstra.
"Mbak Hana, orang yang mau mengambil pesanan kuenya sudah datang." Lala, datang ke dapur dan memberitahu Hana.
Hana melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 2. Itu artinya sudah 7 jam dia membuat kue itu. Bahkan dia belum makan siang. Untung saja dia dibantu salah seorang karyawannya. Kalau tidak mungkin pesanan itu tidak akan siap.
"Ya sudah kamu bantu bawa ini ke depan." Hana mengangkat beberapa kotak kue di bantu Lala.
"Ini pesanannya. Semuanya 900 kue." Hana meletakkan kotak kue itu di atas meja.
Lelaki itu mengangguk kemudian memberi sejumlah uang seratus ribu pada Hana.
"Uangnya kelebihan." Hana menyerahkan beberapa lembar seratus ribu setelah dia menghitungnya.
"Tidak apa - apa. Bos kami yang memerintahkannya. Jadi tolong di terima." Lelaki itu menyuruh 2 orang temannya untuk membawa kue ke dalam mobil.
"Katakan pada bos anda, saya tidak bisa menerimanya."
"Maaf Nona, tapi saya tidak bisa menolak perintah bos saya. Anggap saja itu rezeki anda. Saya permisi." Lelaki itu berjalan keluar dan memasuki mobil dan mobil pun melaju pergi meninggalkan toko kue.
"Lala."
"Iya mbak." Lala menghampiri Hana.
"Apa kamu tahu siapa yang memesan kue tadi?" tanya Hana.
"Mereka hanya bilang kalau mereka sedang mengadakan acara di perusahaan."
Hana tampak berpikir. "Ya sudah kamu boleh pergi."
"Kota ini memiliki banyak perusahaan yang berkembang tapi perusahaan besar hanya ada 4. HR Grup milik Ayahnya, PT Foody milik keluarga Andra, Twins Grup milik keluarga Momo dan VaLa Grup ya walau pun sudah bangkrut."
"HR Grup dan VaLa Grup tidak mungkin. Twins Grup juga tidak mungkin karena Momo pasti memberitahunya. Hanya tinggal PT Foody dan yang dia tahu Papi Andra masih menjabat sebagai direktur utama."
"Gak tahu ahh. Yang penting hari ini aku untung besar." Hana tersenyum.
\=\=\=\=\=\=\=
"Bagaimana toko kuenya? Apa baik - baik saja?"
Lelaki itu tersenyum. "Bos mengkhawatirkan toko kuenya atau pemiliknya?"
"Dua - duanya. Bagaimana?"
"Baik - baik saja bos. Bahkan sangat lancar. Kue buatan nya memang terkenal enak, pelayanannya juga sangat ramah. Tapi kenapa bos tidak menemuinya langsung?"
"Karena dia terus saja menolakku. Aku takut kali ini dia akan melakukan hal yang sama."
"Coba saja bos, siapa tahu kali ini berhasil."
"Kalau aku di tolak lagi bagaimana?"
"Ya tinggal terima dengan lapang dada bos." Lelaki itu tertawa.
"Dasar! Aku potong gaji kamu ya."
"Eh, jangan dong bos. Tapi saran saya, lebih baik bos coba lagi."
"Kamu kira ini undian pakai acara coba lagi. Emm.....mungkin aku akan mengikuti saran mu. Semoga kali ini dia bisa menerimaku lagi."
#bersambung
ada ekstra part nya kah?
Semangat thor, ceritanya bagus.
Sekalian mau izin promosi thor. Yuk mampir ke cerita aku..
-Kebahagiaan Dari Negeri Gingseng
-Hidup Kembali Menjadi Gadis SMA.
Ditunggu ya....
happy ever after yaa💖
Krna suka Bgt sa ceritax, tetap mnjadi pembaca setia dong... 😍😍