NovelToon NovelToon
Cerita Mawar Suamiku Menikah Lagi

Cerita Mawar Suamiku Menikah Lagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:411.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Trisubarti

Cerita ini mengisahkan tentang Mawar. Menikah muda dengan Aditya walaupun sudah di larang oleh kedua orang tuanya.


Setelah berjuang ingin bangkit dari kemiskinan, rela berjualan kripik singkong agar suaminya bisa kuliah. Untuk menepis keraguan orang tuanya.
Namun, setelah berhasil. Apa jadinya jika sang suami malah menikah lagi?
Kita ikuti yuk kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Trisubarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Krompyang.

...Hidup memang tak hanya tentang bahagia. Namun, ada kalanya perlu luka, agar bisa menghargai bagian itu....

...Perlu perjuangan untuk mendapatkan hasil, dan perlu hal-hal yang tak sesuai yang aku minta....

...Pada awalnya orang bangga akan pilihannya. Tapi, pada akhirnya tidak semua orang setia pada pilihanya. Saat ia sadar bahwa yang di pilih tidak sesuai seperti apa yang ia impikan....

Namun, alangkah baiknya, berusaha mewujutkan impian itu. Karena besi yang keras pun akan bisa di belokan, apalagi hanya hati manusia.

...🌷Mawar Merah ⚘...

"Bapak Tadi malam naik apa?" tanya Mawar mengalihkan pembicaraan. Mawar tahu bahwa Pak Sutisna sedang menyesali perbuatannya.

"Naik bus nak" jawab Pak Sutisna.

"Kok nggak naik pesawat? kan sudah pesan sama Melati." sesal Mawar kasihan orang tuanya harus naik bus semalaman.

"Kalau naik bus kan agenya dekat dengan rumah kita"

"Terus, kalau naik pesawat harus ke Bandara dulu, jauh" sahut Bapak.

"Tidak apa-apa nak, yang penting kan Bapak sudah sampai kesini dengan selamat." pungkas Bapak.

"Iya Pak, Mawar tinggal ya? mau menyiapkan makan Mas Adit dulu"

"Bapak Istirahat di kamar atas ya"

"Gampang Maw" sahut Bapak.

Mawar bergegas ke dapur melongok bubur ternyata sudah hampir matang.

"Mel kalau sudah selesai cuci piring, antar Bapak ke kamar atas ya, aku mau menyiapkan makan, untuk Mas Adit dulu" ucap Mawar sambil mengaduk-aduk bubur.

"Iya kak" sahut Melati.

"Mel, nanti kita masak kesukaan bapak sama Ibu ya, bantuin kakak" kata Mawar sambil membuka kulkas lalu mencari-cari sayuran.

"Siap kakak"

Keduanya lalu meninggalkan dapur, Melati mengantar Bapak sama Ibu kekamar atas, kemudian Mawar kekamar tamu sambil membawa mangkok.

"Mas makan dulu" ucap Mawar kemudian duduk di ranjang samping suaminya.

"Aaa..." Mawar menyodorkan sendok menyuapi Adit.

"Perih Ma" ucap Adit setelah suapan pertama.

"Tahan, nanti kalau sudah lemas tidak sakit lagi" sahut Mawar sambil menyuapi sedikit demi sedikit.

"Sudah enakan?" Mawar menyeka mulut Adit dengan tisue.

"Sudah enakan kok Maw, Bapak sama Ibu dimana? aku ingin ngobrol dengan beliau dan minta maaf" kata Adit sudah agak lancar bicara sambil membuka tutup mulutnya agar rahangnya lemas.

"Sedang istirahat, biarkan saja dulu, nanti sore baru kita bicara" saran Mawar.

"Aku kaget Mas, bapak bisa kasar seperti tadi. Selama ini... Bapak pria yang lembut dan sabar nyaaaa... luar biasa" kata Mawar mengingat dulu, kebersamaannya dengan Pak Sutisna ketika masih kecil. Mawar di gendong tetapi bukan di badan bapak, melainkan di pundak. Kedua kakinya suka jahil di gerak-gerakan, hingga Pak Sutisna kehilangan keseimbangan, dan kedua tangannya mengacak-acak rambut Bapak. Mawar tersenyum senang.

"Kenapa senyum-senyum begitu?" Adit memperhatikan wajah istrinya yang sedang berbinar ia senang. "Sini bobo'an" Adit tergeser lalu menepuk kasur di sebelah. Mawar pun menurut setelah meletakkan mangkok.

"Andai bisa, aku ingin kembali kecil lagi Mas" hehehe. Mawar menatap langit-langit. "Nggak pernah ada masalah, semua orang menyukaiku, setiap di gendong Bapak atau Ibu, pipiku di toel-toel" hehehe. "Terus aku suka manja, setiap di ajak kemana-mana kalau nggak di gendong, aku pura-pura lemas, dan duduk di tengah jalan" hehehe.

Mawar terus berceloteh, sementara Adit mendengarkan sambil mengusap-usap kepala istrinya.

Adit menghela nafas, dalam hatinya ia merutuki diri sendiri. Aditpun pikiranya flashback, dulu ketika masih sekolah Mawar gadis periang.

Selama tiga tahun pacaran tidak pernah bertengkar. Keduanya saling menyanyangi, menerima kekurang dan kelebihan pasangannya. Namun, setelah menikah masalah datang menghampiri karena orang tua Ibu Adit yang selalu mencampuri urusan rumah tangga mereka.

"Oh iya Mas, aku kan janjian sama Melati mau masak, ya ampuun... sampai lupa" Mawar tepuk jidat segera bangun, dan melangkah cepat meninggalkan kamar.

Adit menatap kepergian Mawar hingga menghilang di balik pintu.

"Hehehe... Sorry, aku lupa tadi" ucap Mawar ketika sampai di dapur melihat Melati sudah menunggu.

"Nggak apa-apa kak, ini sayuran mau di sayur asam kan?" Melati menunjuk sayur Asam yang sudah di potong-potong.

"Betul" sahut Mawar kemudian membubuhi ikan mas dengan garam, kemudian membuat bumbu pepes, dan dan sayur asam.

"Mau bikin pepes juga ya kak?" tanya Melati sambil meletakkan panci yang sudah di isi air kemudian menutupnya.

"Kak" panggil Melati, sambill mengaduk-aduk sayur asam.

"Apa?" tanya Mawar, seraya menyemat pepes dengan lidi.

"Kakak sudah pernah melihat madu kakak?" tanya Melati hati-hati khawatir menyinggung.

"Sudah... tiga kali malah"

"Terus reaksinya bagaimana kak?"

"Ya nggak bagaimana-bagaima? kan Mbak Silfi saja, masih di ruang ICU" Sahut Mawar.

"Bukan kak, maksud aku tuh, ketemu terus ngobrol gitu? kalau itu sih namanya melihat doang" Melati cemberut.

"Nah, nah. Kamu tadi kan nanyanya sudah pernah melihat belum? bukanya sudah pernah menyapa belum?" Mawar nggak mau kalah.

"Iya juga ya kak" sahut Melati terkekeh. Sambil berbincang-bincang masakan pun matang mereka menata di meja makan. Setelah selesai Mawar mengajak adiknya berjalan di sekitar perumahan.

*****

Ditempat yang berbeda, Ibu Reny mondar mandir bingung entah mau melakukan apa. Diah sedang pergi dengan teman kampusnya. Sedangkan dirumah sangat sepi, kalau di kampung biasa jam segini ngrobrol sama tetangga di bawah pohon rambutan.

"Jalan-jalan saja lah..." monolok Bu Reny. Bu Reny keluar rumah menyusuri jalanan kira-kira 500 meter sampai di depan Mall.

"Waaah... itu pasar kok gede banget, masuk, ah" gumamnya. Bu Reny masuk kedalam tanpa ragu.

"Waah...enak banget di Jakarta, ternyata pasarnya nggak becek to? ubin nya marmer mengkilap, dingin lagi" Ibu terus berguman hingga terdengar orang-orang yang sedang memilih-milih baju, mereka pun menoleh.

Sampai di dalam, Ibu Reny melihat-lihat sesekali terngaga yakni, harga pakaian 300 ribu ke atas. "Ah daster saja kok 500 ribu! kalau di belikan di pasar dapat tujuh" "cek" gerutu Ibu Reny.

Bu Reny mendekati pajangan kristal ukiran berbentuk pohon bunga-bunga. "Ini apa... lagi! cuma seperti gelas saja kok harganya 1. 250.000" gerutunya kemudian berbalik badan. Tidak sengaja ujung baju atasan yang ia kenakan tersangkut di pajangan.

"Krompyang..."

Pajangan pun jatuh hancur berantakan. Ibu Reny melongok keheranan, kemudian datang dua security.

"Ibu memecahkan pajangan ya?" tanya security.

"Saya ndak sengaja kok" sahutnya enteng.

"Sengaja maupun tidak, jika Ibu memecahkan barang disini berarti Ibu sama saja membeli, jadi Ibu harus bayar" terang scurity.

"Iya, saya bayar... tapi ndak sekarang ya" Ibu memberi penawaran. "Anak saya orang kaya loh, cuma harga segini mah kecil..." Ibu Reny menunjukkan jempol dan telunjuk yang bertautan.

"Tidak bisa begitu Bu, ibu tetap harus bayar sekarang"

"Kok ndak pecaya amat! sih? tenang

saja... besok saya bayar!" kekeh Bu Reny.

Beliau tidak membawa uang banyak di dompet hanya ada uang seratus ribu. Sebab, uang pemberian Adit di pegang oleh Diah.

"Kalau begitu ibu ikut saya kekantor" kata satpam menggiring Ibu Reny masuk kedalam kantor.

1
Lita Yunata
Kecewa
Lita Yunata
Buruk
YouTrie: EGP cari saja bacaan yang sesuai
total 1 replies
falea sezi
karma johan mana nih masak adem ayem aja
falea sezi
bapak egois ne johan
falea sezi
cerai aja lah mawar biar Adit ma istri penyakitan
falea sezi
cerai aja mawar
Endang Supriati
saya 3 x melahirkan dgn cesar, tdk masalah. malah bagus tempat utk junior suami utuhh! tdk utk buat jalan lahir. kata suammi saya rasanya masih kaya perawan walau tdk berdarah. beda yg lahir normal kaya goa terawan. serapat rapatnya buat lewat kepsla bayi. yg jekas longgarrrrrr.
Endang Supriati
mana ada laki2 dipaksa menikah, yg ucap ijab kabul itu laki2
Sri Watigustami
thor,,kasih saran aja ya tlg jadikan mawar wanita yg tegas,mna ada cerita wanita mau dimadu apapun itu alasannya
Sri Watigustami
mana ada wanita kayak mawar,selain dijaman nabi .. jd malas bacanya thor.
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak dear Handana
Nenieedesu
sudah aq like, 5 bintang dan sudah aq favoritkan juga kak
Nenieedesu
AQ kasih lima bintang
Aninda Peto
aku mampir budhe, dukung karyaku juga yah.... judulnya Dark Romance. karya baruku heheheh
Aninda Peto: gagal gimana?
total 5 replies
amalia gati subagio
so ratu kenong ngerayu raja halu agar ttp bertahta, uchhh fasilitas bok.... silau men 😁rumah baru, tabungan, yg urusan dgn du n du aman terkendali, poligami dgn 1/2 zasat.... jual miralis ya war demiiii.... kian 😜
amalia gati subagio
mawar sok iyes, 11 12 lakinya, serakah!!! sok yg paling tersakiti utk level The one and only one 🤗🤗🤗🤗keyen!!! kere sudra dadi raja n raju lenong 👍
amalia gati subagio
pernyataan termunafik dari pembual pejinah
Helen Apriyanti
smngttt sll budhe .. buln sll sabar ...
R.F
ljt kk
Nur Hidayah
Lanjut Rembulan dan Tara nya Budhe😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!