NovelToon NovelToon
DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:869
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.

Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.

Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.

Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—

God Rank, ranah sang Dewa Perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Kekalahan Kedua

Matahari musim semi baru saja terbit, memancarkan pendaran cahaya keemasan yang menembus kubah pelindung transparan di atas lapangan latihan tempur utama Elegrand Royal Academy. Namun, kehangatan pagi itu sama sekali tidak mampu mencairkan atmosfer ketegangan yang luar biasa pekat di sekitar arena. Tribun penonton melingkar telah dipadati oleh ratusan murid tahun pertama yang datang dengan rasa penasaran yang membubung tinggi, ingin menyaksikan pembuktian dari tantangan terbuka yang dilontarkan di kelas sejarah kemarin.

Di tepi area marmer, Elena Aurelius, Sylvia Frost, dan Gideon Valentine berdiri berdampingan dengan raut wajah yang dipenuhi kecemasan. Elena beberapa kali meremas gagang rapiernya, sementara Sylvia diam-diam memanjatkan doa sembari menatap cemas ke arah tengah lapangan.

Sander Duster berdiri dengan posisi tegap di sisi utara garis tanding, mengenakan pakaian kain kelabu sederhananya. Di tangan kanannya, ia menggenggam sebilah pedang besi latihan yang tumpul. Di atas pembatas batu arena, Behemoth duduk dengan sepasang mata emas yang menyala redup, mengunci pandangannya pada sosok pemuda bertubuh tinggi yang kini melangkah masuk dari sisi berlawanan.

Damian von Drake berjalan memasuki arena dengan seulas seringai kejam yang menghiasi wajahnya. Permukaan kulitnya langsung memancarkan gelombang hawa panas berwarna merah kehitaman yang membakar udara, melepaskan Life Energy tingkat puncak Bronze Rank miliknya secara penuh untuk mengintimidasi.

"Aku mengagumi keberanianmu untuk menyerahkan dirimu kembali di hadapan pedangku, Sander Duster," ucap Damian sembari mengangkat pedang besinya, membiarkan lidah-lidah api kegelapan menjalar hebat melapisi permukaan logam tersebut. "Namun, di dunia ini, keberanian tanpa adanya energi pertahanan tidak lebih dari sekadar lelucon yang mengantarkanmu menuju kehancuran!"

Sander tidak membalas sepatah kata pun. Ia menurunkan pusat gravitasinya, mengambil posisi kuda-kuda dasar klan Duster yang kokoh, dan mulai mengalirkan sirkulasi internalnya secara terbalik seperti yang ia latih bersama Behemoth dua malam lalu. Denyut energi hitam keperakan yang sangat tipis berputar lambat di dalam pembuluh darahnya, mencoba melapisi struktur otot tegapnya secara rahasia.

"Pertandingan resmi, dimulai!" teriak instruktur tempur penengah dengan lantang.

Benturan pertama langsung meledak dalam sekejap mata. Damian melesat maju dengan kecepatan penuh, mengayunkan pedangnya dalam sebuah tebasan vertikal yang membawa kobaran api kegelapan yang meledak-ledak.

Sander menghentakkan kakinya ke atas lantai marmer, menggunakan dorongan fisik murninya untuk menyambut hantaman tersebut. Pedang besi mereka berbenturan keras di tengah udara kosong, menciptakan bunyi dentuman logam yang memekakkan telinga. Berkat denyut energi hitam keperakan Behemoth yang melapisi ototnya, Sander kali ini berhasil menahan tekanan fisik murni Damian dengan jauh lebih stabil.

Namun, Damian segera memutar gagang pedangnya, melepaskan rentetan serangan kombinasi tebasan horizontal yang sangat beringas. Lidah-lidah api kegelapan merembes konstan melewati sela-sela tangkisan pedang Sander, menghantam bahu dan lengan kiri pemuda Duster itu secara bertubi-tubi.

Meskipun energi hitam keperakan di dalam tubuh Sander bekerja telaten menyerap dan menahan sebagian besar dampak kerusakan sel, kapasitas energinya yang baru bangkit dan belum stabil di tingkat awal membuatnya tidak mampu menahan isolasi elemental dalam jangka waktu yang lama. Hawa panas yang ekstrem dan tekanan magis dari api kegelapan Damian mulai membakar pakaian latihannya, menembus pertahanan luar dan menimbulkan rasa sakit yang tajam di dada Sander.

Sander mencoba melepaskan satu tebasan balasan yang mengincar lambung Damian, namun sirkulasi energinya yang mendadak berantakan akibat benturan elemen membuat pergerakannya melambat satu persekian detik.

Damian yang memiliki pengalaman bertarung dengan Life Energy tradisional kelas unggulan langsung membaca celah tersebut dengan sangat tajam. Ia menggeser tubuhnya secara luwes ke sisi kanan, menghindari mata pedang Sander, lalu mengalirkan seluruh sisa energinya ke kaki kanannya. Sebuah tendangan samping yang dilapisi ledakan api kegelapan menghantam telak rusuk kiri Sander dengan kecepatan tinggi.

Benturan keras membuat tubuh Sander terlempar mundur sejauh beberapa meter, terseret di atas permukaan marmer sebelum akhirnya jatuh berlutut dengan satu tangan menahan lantai. Pedang besi latihannya terlepas, berdenting nyaring beberapa langkah di depannya. Napasnya memburu, dan dadanya terasa sangat sesak akibat sisa riak sihir api kegelapan yang membakar sirkulasinya.

Sebelum Sander sempat bangkit menegakkan punggungnya, Damian sudah melesat maju dan menodongkan ujung pedangnya tepat di depan urat leher Sander, mengunci seluruh pergerakan tanding pemuda Utara tersebut.

"Pertandingan selesai! Pemenang, Damian von Drake!" pengawas tempur mengumumkan hasilnya dengan suara lantang.

Sorak-sorai kepuasan kembali bergemuruh kencang dari arah barisan murid bangsawan faksi selatan di tribun, merayakan kekalahan kedua dari anak Grand Duke yang gagal menyandang ranah kekuatan ksatria tradisional. Damian menarik kembali pedangnya dengan seringai sombong yang luar biasa tebal, menatap rendah ke arah Sander yang masih berlutut.

"Tantangan yang sangat tidak berguna, Sander Duster. Kau tetaplah manusia tanpa energi yang tidak pantas berada di tempat ini," desis Damian kejam sebelum membalikkan badannya melangkah meninggalkan arena.

Sander berdiri secara perlahan, membersihkan sisa debu marmer di pakaian kain kelabunya. Ia menatap telapak tangannya yang dipenuhi sisa memar kebiruan dan luka bakar tipis dengan pandangan mata hitam yang melamun.

Kekalahan kedua ini terasa jauh lebih memukul batinnya dibanding pertandingan pertama. Meskipun ia sudah mencoba menggunakan denyut energi rahasia dari Behemoth, sirkulasi tubuhnya yang unik tetap dinilai tidak cukup baik dan belum stabil untuk menghadapi teknik matang dari seorang pengguna Life Energy tradisional. Rasa frustrasi yang besar dan keraguan mengenai kelayakan dirinya mulai merayap naik, membebani lubuk hatinya yang paling dalam saat ia melangkah meninggalkan lapangan latihan di bawah tatapan cemooh seisi akademi.

1
Manusia Ikan 🫪
bagus bagus, aku kasih nawar untuk kamu/Chuckle//Rose/

folback aku yah ehehe
Argo Sujendro: termakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!