NovelToon NovelToon
Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:583.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: RahmaYesi.614

Kisah perjalanan seorang wanita yang pindah keyakinan demi pria yang dicintainya. Namun, setelah menikah, bukan kebahagiaan yang didapatnya. Dia kehilangan bayi yang bahkan belum sempat dilahirkannya, lalu pada hari itu juga dia di ceraikan oleh pria yang dianggapnya akan mencintai dan melindunginya.

Akankah dia tetap teguh dengan keyakinan barunya? Lalu bagaimana kelanjutan kehidupannya. Yuk, saksikan kisahnya dalam novel "Auristela (Mu'alaf cantik)"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Surga

Hampir tengah malam Al tiba di Solo bersama ibunya. Kini dia sudah berada di lobi hotel tempat Auri menginap.

"Ada yang bisa saya bantu, mas Al?" Tanya resepsionis yang ternyata penggemar Al.

"Ada kamar kosong dengan dua tempat tidur." Melirik kearah ibunya yang duduk di kursi tunggu.

"Ada mas Al. Ini kuncinya." Memberikan kunci kamar pada Al dengan terus menatap sambil tersenyum.

"Terimakasih." Ucap Al dan langsung melangkah mengajak ibunya untuk menuju lantai tempat kamar mereka.

"Rizki dimana, nak?" Tanya Maryam.

"Nanti kita akan segera berjumpa dengan Rizki buk." Mata Al menatap kamera cctv didalam lift. Dan saat mereka keluar dari lift juga ada kamera cctv. Bahkan seluruh koridor hotel dipantau dengan cctv.

"Untuk saat ini kita kekamar dulu, buk. Al akan mengurus sesuatu." Membuka pintu kamar.

Sesaat setelah tiba dikamar, Al langsung menghubungi Haris yang kini berada di hotel yang berbeda dengan mereka.

"Ris, bagaimana? Kamu sudah berhasil meretas kamera cctvnya?" Tanya Al melalui hpnya.

"Siap mas Al. Semuanya beres. Tapi, aku hanya bisa mengontrol kamera cctv sampai pukul 2 pagi." Jelas Haris.

"Ok. Aku pastikan akan selesai sebelum pukul 2 pagi." Melirik jam tangannya yang saat ini sudah menunjukkan pukul 11.50 malam. Kemudian Al menghubungi kontak lain di hpnya.

"Saya saat ini ada di kamar 205." Ucap Al melalui hpnya.

"Sebentar mas Al." Rudi melirik kearah Auri dan teman teman yang lain. Mereka sudah terlelap setelah bermain bersama Rizki, begitu juga si kecil itu, dia terlelap dalam pelukan Auri.

"Auri, bangun." Mencoba membangunkan Auri.

Mata Auri terbuka, sebentar dia mengedipkan matanya yang merasa silau karena cahaya lampu.

"Maaf membangunkan kamu. Tapi, mas Al sudah tiba di hotel ini." Penjelasan Rudi membuat Auri membuka matanya lebar lebar.

"Dimana?" Memperbaiki jilba dan cadarnya. Dia mencoba mengambil tangannya yang dijadikan bantal oleh Rizki secara perlahan.

"Di kamar 205."

"Lalu? Apa yang harus kita lakukan?" Bingung, karena dia masih setengah sadar.

"Aku akan membawa Rizki ke kamarnya. Kamu bisa tetap tidur nyeyak disini."

"Begitukah?" Melihat wajah Rizki untuk terakhir kalinya.

Tok tok tok…

"Assalamualaikum." Suara itu terdengar di luar pintu kamar mereka yang mengejutkan Auri dan Rudi.

"Siapa Rud?" Tanya Auri yang langsung menyembunyikan Rizki dibelakangnya. Sedangkan Rudi langsung membuka pintu kamar hotel.

"Waalaikumsalam, mas Al." Mempersilahkan Al dan ibunya masuk.

Segera Auri menghadap kearah Al dengan membelakangi tubuh mungil Rizki.

"Maaf jika kedatangan saya mengganggu kalian." Ucap Al merasa tidak enak. Dia melihat kondisi penghuni kamar yang menurutnya agak aneh.

"Tidak apa mas Al. Dan tolong jagan memikirkan hal lain. Hubungan kami sudah seperti keluarga. Jadi, meski kami berada di satu kamar seperti ini, sungguh Auri tidak pernah membuka hijabnya meski saat tidur." Jelas Rudi, karena takut Al memikirkan hal buruk tentang Auri, padahal memang begitu adanya, Auri tidak pernah melepas hijabnya saat akan tidur jika masih ada teman teman prianya itu.

Al mengangguk mengerti dengan apa yang dijelaskan Rudi. Kini matanya melirik pada Adit, Melki dan Digo yang tidur diatas karpet dengan berselimut sarung di sudut kamar. Sementara, Endah dan Widia tidur diranjang yang sama dengan Auri. Dan sofa dijadikan pembatas antara ranjang dengan karpet tempat para lelaki itu tidur.

"Apa itu Rizki?" Ibu bertanya saat matanya menatap tubuh Rizki berada di dekat Auri yang sengaja menyembunyikannya karena khawatir yang datang adalah dari pihak pesantren.

"Iya, buk. Ini Rizki. Maaf membuat ibu jauh jauh datang ke mari." Auri menggendong Rizki dan memberikan pada Maryam yang sudah melangkah mendekat padanya.

"Cucuku, ya Allah terimaksih akhirnya aku bisa melihatnya lagi." Maryam memeluk erat tubuh Rizki dalam gendongannya.

Auri tersenyum haru melihat Maryam menciumi pipi cucunya. Sedangkan Al menatap sebentar pada Auri, lalu melirik pada buah hatinya.

"Buk, biar Al saja yang menggendong Rizki." Mengambil alih Rizki dari gendongan ibunya.

"Terimakasih, Auri." Ucap Al yang sudah melangkah keluar dari kamar itu. Sedangkan Maryam masih berdiri didepan Auri.

"Kamu Auristela si mualaf cantik?" Menyentuh kedua belah pipi Auri yang tertutup kain cadar. "Kamu benar benar cantik, nak. Allah selalu memberkatimu. Setiap langkahmu selalu disertai malaikat malaikat yang mendoakanmu. Kamu wanita yang dirindukan surga. Boleh ibu mencium keningmu? Ibu sangat ingin mencium bau surga." Ucapnya yang membuat Auri tidak bisa berkata apa apa. Dan tampa persetujuan Auri, Maryam mengecup keningnya.

Entah mengapa air mata Auri menetes merasakan kecupan penuh cinta dari seorang ibu. Tampa sadar, Auri memeluk erat tubuh Maryam. Dia menangis sambil membenamkan wajahnya di pundak Maryam.

"Menangislah, nak. Menangislah, buang semua air mata kesedihanmu." Menepuk nepuk pelan punggung Auri yang mulai menangis terisak.

Suara tangisan Auri membuat langkah Al terhenti. Dia menoleh kebelakang dan dilihatnya Auri menangis dalam pelukan ibunya.

"Rudi, tolong antarkan ibu ke kamarku. Aku akan lebih dulu membawa Rizki keluar dari hotel ini." Bisik Al.

"Baik mas Al."

Al pun akhirnya keluar membawa Rizki dari hotel tampa sepengetahuan siapapun. Kamera cctv sudah diretas oleh Haris. Sehingga dia bisa keluar masuk hotel tampa tertangkap kamera cctv.

1
Haida Royana
lho kog ngono ,bpkne Auri
Endang Sulistia
y udah rud...latihan dari sekarang ya 🤭😄😄😄
Endang Sulistia
jodohnya aurel
Endang Sulistia
kampret kau vin
Mama Gezkara
Luar biasa
Mama Gezkara
kak othor.... aku suka sekali dengan ceritanya... semangat yaaa
❣@Sha_Putrie❣
kurang pas sih Thor menurutku nama Calvin untuk putra pemilik pondok pesantren he..he..
Lilik Setyorini
Luar biasa, mangkin seru ceritanya, penuh inspiratif
Susanti Liau
Biasa
Susanti Liau
Buruk
Ika
bagus banget ceritanya
Neulis Saja
kayanya pas Al sama auri utk merajut mahligai rumah tangga karena keduanya sama2 tersakiti oleh org yg dicintainya. okay lah i agree 👌
Neulis Saja
kalau mau bunuh diri udah lanjutkan saja kenapa malah berharap ada yg nolong hah?
Neulis Saja
it's better to get a divorce
Neulis Saja
ehm kalau lakinya yg setia,istrinya yg selingkuh atau sebaiknya suami yg selingkuh istrinya yg setia ah dunia hanya memperdaya manusia saja bagi yg tipis iman mungkin setipis tisu
Neulis Saja
menyimak dari pembicaraan Al Fatih dan gio kayanya yg selingkuh adalah marsya masa iya anak masih kecil ikut dgn bapaknya yg hrs ninggalin karena kerja, hrsnya dan lebih deket dgn ibunya ini malah lebih deket dgn bapaknya, dari sini jadi curiga ?
Neulis Saja
ehm suri, you have to be patient because Allah is with those who are patient
Neulis Saja
auri, don't cry show that you are strong and you are not a weak woman 💪
Neulis Saja
tdk mengerti dgn Kelvin ko menyalahkan auri dia terjatuh di kamar mandi kenapa bawa2 tdk patuh sama suami keluar rumah, hai kau Kelvin Jaka sembung lho! suami macam apa kau menyalahkan yg kecelakaan yg tdk disengaja yg nama terpeleset bisa siapa saja dan bisa kapan aja tahu agama tapi gemblung lho 😲
Neulis Saja
auri, if you are in doubt leave, and if you are sure you must Istiqomah to your religion ☝️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!