Malam itu, Alya mendapat pesan dari pacarnya yang memberitahukan jika ayahnya mabuk.
Sebagai Seorang anak, Alya berniat untuk pergi menjemput Ayahnya, tapi siapa sangka di balik itu semua, pacar yang begitu ia percaya dan sangat dia cintai ternyata membohonginya.
Dia di jebak sampai tak sadarkan diri, rupanya Alya di bawa ke sebuah hotel, disana dia kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.
Dan yang lebih sialnya lagi, sadar ia sudah sadar, laki-laki yang bersamanya semalam sudah menghilang entah kemana.
Beberapa bulan kemudian Alya di nyatakan positif hamil, ada dua janin di dalam perutnya, hal itu membuat Alya harus menanggung gunjingan dari orang-orang Sekitar karena kehamilannya.
Bagaimana kisah selanjutnya? akankah Alya bahagia dengan anak kembarnya? lalu siapa ayah dari kedua anaknya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon israningsa 08., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu Daniel
Alya tidak menyangka Daniel melalui banyak hal saat kepergiannya, dia fikir Daniel hanya bisa terus membawa wanita yang berbeda di setiap bulannya untuk melayani dia.
Sungguh diluar dugaan, ia menjalaninya seorang diri, tanpa keluarga ataupun kerabatnya.
"Ku lihat kau sangat baik pada Daniel, sepertinya hubungan kalian bukan hanya sekedar persahabatan saja!" Alya curiga.
"Matamu memang jeli sekali yah! Aku dan Daniel memang memiliki hubungan keluarga tapi keluarga jauhlah.... Aku dan Daniel sudah kenal saat kecil, tumbuh bersama sampai sekarang! Orangtuanya juga pernah membantu ayahku di perusahaannya! Bisa di bilang aku sudah menganggap Daniel itu keluargaku sendiri!" ucap Dion.
"Memangnya kamu bisa tahan berteman dengan Dion? Dia itu sangat kasar, ucapannya terkadang membuat sakit hati dan juga dia selalu bermain-main dengan wanita!" Tutur Alya berterus terang.
"Ehh sebenarnya aku tidak enak mengatakan hal itu sama kamu! Apalagi itu adalah privasi Daniel sendiri!"
"Apa? Ayolah Dion! Katakan saja padaku! Aku janji tidak akan Mengatakkannya pada Daniel!" pintanya memohon.
"Kamu janji yah!" Alya mengangguk-anggukan kepalanya mencoba meyakinkan Dion, "menurutku Daniel sangat baik, dia hanya berkata kasar ketika sedang kesal saja!"
"Ohh begitu yah! Terus kalau soal wanita, itu bagaimana?" Alya belum puas mendengar cerita Dion ia malah sangat penasaran awal mula Daniel bersikap playboy.
"Kenapa kau sangat ingin tau? Apa Jangan-jangan kamu ada rasa dengan Daniel?"
"Jangan sembarangan bicara, cepat ceritakan saja padaku!" Tekan Alya
"Tidak bisa! Kalau kau ingin tau, tanyakan langsung pada Daniel!"
"Kau lihat sendiri kalau dia tidak sadar! Bagaimana aku bisa menanyakannya!"
"Maksudku kalau dia sadar!"
"Kamu saja yang ceritakan! Aku sangat penasaran sekarang! Cepatlah... Kalau tidak saat Daniel sadar nanti aku akan memberitahunya kalau kau menceritakan soal kecelakaan yang pernah dia alami!" ancam Dion.
Terlihat rauk wajah penyesalan terlukis jelas diwajahnya, "Ya ampun! Sepertinya aku sudah salah mengobrol dengan wanita ini!"
"Tapi aku benar-benar tidak bisa, Daniel akan marah besar padaku!"
"Tenang saja! Rahasiamu aman padaku!" Kembali Alya meyakinkan dia dengan mendekatkan wajahnya ke Dion.
"Ayo ceritakanlah cepat" Alya semakin mendesak.
"Baiklah-baik... Aku akan ceritakan!" Seketika Alya begitu bersemangat bak anak kecil yang di beri permen, mengemutnya dan siap untuk mendengarkan cerita Daniel dari Dion.
"Saat SMA dulu, Daniel adalah orang yang paling keren, dia menjadi ketua osis, cowok paling tampan, mengikuti Olympide matematika mewakili sekolah dan menjadi juara umum 1, Yah... Daniel sangat membanggakan bagi sekolah!"
"Tunggu! Aku tidak memintamu menceritakan masa sekolahnya! Aku hanya ingin mendengar cerita Daniel bersama dengan wanita-wanita!" Alya memotong ucapan Dion.
"Sabar Alya! Aku baru mau menceritakannya! Oke aku langsung lanjutkan, waktu itu ada banyak siswi yang mengejar Daniel, tapi Daniel bersikap dingin, sama sekali tidak perduli dengan siswi-siswi yang mengejarnya! Tapi ada satu orang yang sangat tergila-gila pada Daniel melebihi siswi lainnya!"
"Wow separah itu?" Alya kembali menyela.
"Kamu mau aku melanjutkannya atau tidak!" Dion berucap dengan muka datar.
"Lanjut!"
"Kalau begitu kamu bisa diam kan?"
"Bisa! Lanjutkan Cepat!" suruhnya.
Hufhh... Dion hanua bisa menghela nafasnya, "Siswi itu berulang kali mengungkapkan perasaannya pada Daniel, tapi langsung di tolak, Daniel fikir setelah ia menolaknya bisa membuat siswi itu menyerah ternyata tidak sama sekali, siswi itu malah semakin tergila-gila mengejar cinta Daniel, ia membuat bekal untuknya, dan terus mengirim pesan untuk Daniel, lama-lama Daniel muak, hingga dia memblokir siswi itu ehh tapi ternyata Siswi itu mengancam akan bunuh diri, dia bahkan sudah berdiri di lantai paling atas gedung sekolah untuk melompat!" papar Dion.
"Jadi apa siswi itu benar-benar bunuh diri?" Alya semakin penasaran.
"Tidak! Daniel mencegahnya saat itu, dia di paksa oleh kepala sekolah untuk menerima siswi itu sebagai pacarnya awalnya Daniel menolak keras, tapi ujung-ujungnya dia menerimanya! Alhasil siswi itu berpacaran dengan Daniel beberapa tahun! Dan akhirnya Daniel jatuh cinta juga! Tapi saat benih-benih cinta itu muncul, pacar Daniel malah selingkuh! Dan Daniel sangat-sangat marah padanya!"
"Jadi maksudmu, dia di selingkuhi? Padahal siswi itu yang semula mengejar cinta Daniel?" tanya Alya.
"Iya, dan yang lebih parahnya lagi, siswi itu malah meminta putus dan berkata kalau dia sudah tidak menyukai Daniel, dia malah memilih selingkuhannya! Daniel tidak bisa menerima kenyataan itu, dia segera menghajar laki-laki yang di pilih pacarnya sampai babak belur dan di larikan kerumah sakit! Daniel juga mendapat tamparan dari pacarnya! Dan Daniel di bawah ke ruang BK saat itu, dia dihukum tidak boleh masuk sekolah sampai siswa yang ia hajar sadar. Orangtua Daniel saat itu juga sangat marah sampai-sampai Daniel mendapat kekerasan dari ayahnya!"
Tanpa sadar kedua mata Alya berkaca-kaca, ia begitu sedih membayangkan bagaimana jika dia berada di posisi Daniel, disaat ia mulai mencintai tapi saat itulah ia di hancurkan oleh cintanya.
"Karena kejadian itu, Daniel menjadi tidak fokus dengan prestasinya, jabatannya sebagai osis di cabut, dia sering membolos! Dan berubah menjadi pria dengan banyak pacar!" ungkapnya.
"Tapi kenapa dia bisa lulus SMA?"
"Itu berkat nasehat ibunya, dia adalah anak yang selalu mendengarkan ibunya, jadi ketika hampir mendekati ujian sekolah, Ibunya Daniel terus mengawasi sekaligus menemaninya belajar, jadi perlahan-lahan Daniel sudah bisa berkonsentrasi belajar lagi, dan dia berhasil lulus dan di terima di universitas ternama di luar negeri!"
Wow... Prok prokk prok...
Alya kagum, dia sampai bertepuk tangan setelah Dion mengatakannya.
"Kalau soal orangtuanya meninggal?"
"Soal itu maaf sekali aku tidak bisa memberitahumu! Yang tadi saja aku ragu jadi maaf! Kalau kau sangat penasaran tanyakan langsung padanya saat sadar nanti.
"Baiklah, Terimakasih sudah menceritakannya padaku! Tapi bagaimana keadaan wanita itu sekarang?"
"Aku juga tidak tau! Daniel sudah tidak pernah menceritakannya! Yang kutau, sejak kuliah bersamanya di luar negeri kebiasaan buruk Daniel terjadi lagi, seperti yang kau katakan tadi dia masih sering menggonta-ganti pasangan! Mungkin karena pelampiasan dia atas kekecawaannya dengan pacarnya dulu!"
"Aku tau! Aku bisa mengerti perasaannya! Kalau begitu aku akan pergi sekarang!"
"Iya! Jangan lupa jaga jaga rahasiaku!"
"Kamu tenang saja!" Alya berdiri dari duduknya, berjalan keluar dengan mata yang masih tertuju pada Daniel.
"Jadi itu alasanmu bersikap seperti pria brengs*k? Daniel... Aku tidak menyangka kau bisa memiliki kisah sepahit itu!" lirihnya dalam hati merasa iba pada Daniel.
nggak sanggup beli peredam suara 🤣🤣🤣🤣
tapi Lo*** atau Pe**c**
pemuas dahaga situan besar..
kayak sprite.. ilangin dahaga tapi bikin candu 🤣🤣🤣
emang perempuan yang tidak memakai cincin emas itu pasti belum nikah ya?🤣🤣🤣
ada korban, pelaku nggak langsung di tangkap dan beri pertolongan pertama kepada korban.. malah dialog panjang n pergi tanpa berikan pertolongan 🤣🤣🤣
😁
👕👍Great!
👖
melapor dulu dgn kirim pesan ini malah bantu maling