NovelToon NovelToon
MENCINTAI DENGAN TULUS

MENCINTAI DENGAN TULUS

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:93.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tr_w

Ayuti Aleyda Ravindra , gadis muda korban buli sepanjang sekolah. Tidak cantik maupun pintar. Semuanya dibawah rata-rata , ia hanya memiliki senyum yang manis. Itupun kata orang karena menurutnya ia sangat jelek. Ayuti gadis baik hati dan penyayang. Tapi yang lebih parah dari Ayuti adalah ia sangat suka halu dan selalu menghayal sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi padanya.

Berbeda dengan Yuda Kusuma Carson yang memiliki ketampanan yang di atas rata-rata. Di balik wajah tampannya , Yuda memiliki sifat keras kepala , egois , kasar dan tidak sopan. Bahkan orang tuanya saja tidak bisa mengatur putra semata wayang mereka mereka.

Bagaimana jika mereka bertemu?

Di sebuah taman kota.

''Uuuuu........Sakit sekali.'' Bagiamana tidak sakit , Keleng yang tadi itu juga sudah rusak hingga pasti sangat melukai Ayuti. Yuda sudah berfikir kalau yang kena itu adalah mata Ayuti.

''Mana yang sakit? Coba singkirkan tanganmu dulu!'' Bentak Yuda yang juga khawatir.

Penasaran dengan cerita mereka? Ayo baca terus kisahnya😊

IG; dewayutirtawardani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tr_w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Ketiga puluh empat

Sepulang sekolah , Ayuti sedang bercanda dengan Renata diiringi tawanya. Entah apa yang mereka bicarakan tapi itu membuat keduanya terlihat senang.

''Kau lihat guru tadi , kalau gak salah namanya pak Bayu. Aduuhh oppa , dia genteng banget. Itu baru oppa ku , udah ganteng , baik , dan lembut lagi ama anak kecil. Ihhh jadi gemes liatnya.'' Renata berbicara sambil terus tersenyum , Ayuti mengingat orang yang Renata ucapkan.

''Yahhhh.......... lumayan sih. Aku setuju saat kamu bilang dia lembut , kalau di lihat-lihat boleh juga. Mau aku jodohin? Biar aku juga deket gitu. Siapa tau nanti di sekolah ini tersebar berita , suamiku adalah guruku. Kan bagus kayak di novel.'' Ucap Ayuti yang mulai ngawur.

''Is , aku hanya sebatas mengagumi. Aku gak ada niat untuk sampai ke jenjang kesana. Kamu aja sana nikah sama dia.'' Canda Renata.

''Hmmmm boleh juga , di jadiin ATM berjalan aja. Kikikikiki......'' Mereka berdua terkikik bersama kala mendengar jawaban Ayuti yang Absur.

''Bee.......'' Ujar Yuda yang tiba-tiba muncul seperti hantu di depan motor Ayuti. Mereka tidak menyadari kalau sedari tadi Yuda , Edwin dan Nyzan sedang bersembunyi di depan motor Ayuti. Mungkin karna Ayuti dan Renata sibuk dengan pembicaraannya hingga tidak melihat mereka.

''Kak Yuda?'' Ujar Ayuti menatap kaget Yuda. Wajah Yuda sudah merah padam , rahangnya mengeras itu tandanya dia sangat cemburu.

''Kak yuda ngapain disana?'' Ayuti kembali bertanya karna Yuda tidak menjawab pertanyaannya tadi.

''Menurut mu , apa yang aku lakukan disini?'' Ayuti menatap sebuket bunga yang sedang di pegang oleh Yuda , lebih tepatnya sedikit diremas di ujung buketnya.

''Ohhh iya , tadi kan aku masih marah ma kamu.'' Ujar Ayuti tiba-tiba , ia sendiri lupa kalau sedang marahan sedang Yuda karna Renata mengajaknya bercanda.

''Renata , kayaknya kita pergi ke kantin itu bentar deh. Kalau bom satu ini meledak nanti kita bisa kena imbasnya.'' Ujar Edwin yang menghampiri Renata dan menariknya pergi , Nyzan juga itu ngibrit.

''Kak Yuda , ini bunga untuk aku kah?'' Ayuti meraih bunga yang masih Yuda pegang. Ia ingin menghindar dari tatapan singa satu ini.

''KAK YUDA , HEMM?'' Ujar Yuda dengan penekanan , Ayuti hanya menunduk sambil mengelus buket bunga itu. Tuhan berikan aku penyelamat dari bencana ini. Batin Ayuti , tak lama kemudian Ayuti mendapat telpon dari Fabian.

''Halo Fabian , ada apa?'' Yuda kembali melotot menatap Ayuti yang gugup.

''Halo Ayuti , kamu ada ketinggalan buku sejarah gak?'' Ayuti langsung menjawab iya , meski itu bukan bukunya tapi Ayuti menjawab iya agar menghindar dari Yuda.

''Ohhh iya , sekarang aku ambil kesana.'' Ayuti hendak melangkah pergi , dengan kasar Yuda menarik tangan Ayuti dan memeluk Ayuti dengan sangat erat , bahkan Ayuti seperti susah bernafas karna terlalu erat. Yuda menutup matanya sebentar agar merendam kecemburuan di hatinya.

''Bee......Tanganku sakit.'' Ayuti meringis karna tadi tangannya di tarik dengan kasar hingga membuatnya kesakitan. Yuda melepas pelukannya dan menatap Ayuti yang cemberut sambil memegang tangannya.

''Jadi di belakang aku , kamu selalu berdoa agar pria lain jadi suami kamu gitu? Kamu gak mau berdoa biar aku jadi suami kamu? Kenapa ayuti? Kenapa kamu malah berharap orang lain jadi suami kamu sedangkan pacar kamu itu aku? Terus kamu menganggap hubungan ini apa? Kamu hanya bercanda dengan hubungan ini? Kalau sampai kamu becanda , aku akan cari kamu sampai ke ujung dunia. Kalau kamu sampai beneran nikah sama yang lain , aku akan nyulik kamu di pelaminan dan maksa kamu nikah sama aku. Paham!!!'' Ujar Yuda panjang lebar dengan wajah yang semakin memerah , Ayuti ingin tertawa mendengar ucapan Yuda. Bukan meremehkan tapi wajah Yuda benar-benar sangat menggemaskan saat ini.

''Iya sayang , aku paham. Kamu lucu deh kalau marah gini , tapi aku juga takut kamu marah. Sini , sini , aku peluk bentar.'' Ayuti ingin meraih tangan Yuda tapi Yuda menghindar seakan tidak mau di sentuh.

''Iya maaf sayang , tadi itu aku cuma becanda sama Renata. Kamu jangan semua ucapanku itu di seriusin. Tadi aku sama Renata cuma becanda, gak ada dari kami yang serius dengan itu.''

''Tapi , kata-kata adalah doa bukan? Jika di dengar oleh tuhan , bukankah itu sangat menyakitkan?'' Ayuti berfikir sejenak lalu mengangguk menyetujui ucapan Yuda.

''Baiklah , tuhan aku menarik kata-kata ku tadi. Aku menginginkan Yuda Kusuma Carson untuk menjadi suamiku kelak.'' Ujar Ayuti dengan spontan. Yuda mulai menampilkan senyum tipisnya.

''Aku ingin Yuda Kusuma Carson untuk jadi Kepala rumah tangga ku nanti dan menjadi ayah anak-anak ku nanti.'' Ayuti tersenyum sendiri mendengar ucapannya. Jika ada yang mendengar mungkin di kira dia terlalu berharap. Tapi memang benar dia berharap seperti itu.

Yuda tersenyum lalu memeluk manja Ayuti , karna Ayuti yang sedikit lebih pendek dari Yuda jadi Yuda sedikit menundukkan badannya. Ayuti Memiliki tinggi 164 , dan Yuda 170 yah kalian bisa bayangkan sendiri.

''Jangan marah lagi ya bee , aku beri alasan ya kenapa aku waktu itu gak mau kamu berfikir sampai jenjang itu. Karna semua yang kamu pikirkan hari ini kadang tidak akan sesuai realita kedepannya. Tapi aku berharap ucapanku tadi memang jadi nyata dan tuhan tidak membuatku kecewa.'' Yuda semakin mengeratkan pelukannya.

''Tidak akan , aku akan terus sama kamu dan jadi suami kamu meski takdir tak menyetujui. Akan aku buat takdir menyetujui hubungan kita.'' Ayuti kini terkekeh.

''Bukankah kita terlalu dini untuk membicarakan itu? Kau bahkan belum sempat untuk kuliah dan aku belum tamat SMA? Bukankah ini lucu?'' Yuda melepas pelukannya dan masih mengalungkan tangannya di pinggang Ayuti.

''Gimana kalau kita buat yang lebih lucu dan menikah? Dan wujudkan keinginan mu barusan.'' Ayuti mengernyitkan keningnya , Yuda tersenyum devil dengan mengedipkan sebelah matanya.

''Yakk!!! Kau ingin ku pukul?!!'' Ujar Ayuti yang mengerti ucapan Yuda.

''Hahaha......Becanda bee , aku cuma mau ngegoda kamu aja. Ayo ke kosan aku bentar?'' Ayuti menggeleng.

''Maaf bee , aku gak di izinin untuk keluyuran sepulang sekolah.'' Yuda mengangguk mengerti.

''Ya udah , kita ngobrol disini aja gimana?'' Ayuti mengangguk lalu duduk di tempat biasanya anak nongkrong. Yuda memberikan bunga tadi meski sedikit berantakan , Yuda juga ternyata sudah menyiapkan sekotak makanan dan beberapa cemilan untuk Ayuti. Mereka menikmati makanan sambil bicara.

''Apa yang kamu impikan bee? Setelah SMA , apa yang ingin kau lakukan?'' Tanya Yuda setelah beberapa menit makanan mereka habis , Yuda menggenggam tangan Ayuti dan bersandar pada bahu Ayuti.

''Kau ingin tau apa yang aku impikan? Yang bahkan tidak pernah aku katakan pada Renata sekalipun?'' Yuda mengangguk ,'' Aku ingin jadi wanita karir , aku ingin bekerja di perusahaan dan menjadi karyawan tetap. Meski aku tau itu akan sulit.'' Ayuti tersenyum getir. Yuda menatap Ayuti.

''Kenapa susah?'' Ayuti tersenyum menatap Yuda.

'' Bagaimana seorang tamatan SMA bisa menjadi karyawan di perusahaan sedangkan yang di butuhkan perusahaan adalah orang yang tamatan sarjana. Tapi aku akan mencoba untuk pergi kesana meski 1% kemungkinan aku di terima.'' Ayuti membatin agar Yuda tidak mendengarnya.

''Entah lah , aku hanya masih bingung.'' Jawab Ayuti.

''Aku akan jadi pemilik perusahaan itu hingga kau bisa bekerja disana dan aku juga pasti tidak akan kewalahan kalau aku merindukanmu. Baiklah aku memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis. Akhirnya aku mengetahui apa yang aku inginkan. Aku akan mengirim beberapa berkas untuk formulir pendaftaran.'' Ucap Yuda antusias.

''Memangnya kamu gak punya impian gitu?'' Yuda menggeleng.

''Dulu tidak punya tapi sekarang aku punya. Aku juga berencana buat satu kafe nanti biar bisa buat kamu datang kesana dan belajar bersama , biar kamu gak keluyuran gak jelas dan dengan alasan yang gak pasti.'' Ayuti mencubit lengan Yuda.

''Itu mah kamu , aku kan gak pernah keluyuran.'' Ujar Ayuti , Yuda hanya tersenyum menatap Ayuti.

''Bagus sih , jadi ada tunjangan buat kamu sekolah. Biar gak balapan lagi kan?'' Yuda mengangguk.

''Biar kamu juga gak bohong sama aku kalau kamu itu gak setuju.'' Ucap Yuda dengan mencubit hidung Ayuti. Ayuti hanya menatap sebal.

''Ayuti!!! Ada berita terkini dan ter hot!!!'' teriak Renata sambil berlari ke arah Ayuti dan Yuda. Tak hanya Renata , Edwin dan Nyzan juga ikut berlari meski tidak tau menahu tentang ucapan Renata.

''Ada apa Re? Siapa yang jadi artis sekolah hari ini dan beritanya se hot apa?'' Jiwa kepo Ayuti kini mulai bangkit , Renata masih mengatur nafasnya sejenak sebelum bicara.

''Kau tau Ayuti , lihat! Anak dari Tante girang di kampung , hamil dan besok katanya mau nikah. Dan kau tau berita apa selanjutnya? Lihat di grup.'' Ayuti membuka layar ponselnya dan masuk ke grup , Yuda yang penasaran langsung ikut melirik ke ponsel Ayuti. Baru membuka saja Ayuti membuka Vidio itu , Ayuti langsung menutup layar ponselnya.

''Kenapa gak di tonton?'' Tanya Yuda penasaran.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hay........Guys apa kabar , terima kasih sudah membaca novel author jangan lupa :

Like 👍

komen✍️

vote💌

jadikan favorit kalian💕

Beri juga bintangnya ya🌟

1
Ruzita Ismail
Luar biasa
Rachmawati Hasanah
lanjut....
atang maulana
semoga bahagia selalu ayuti dan Yuda,❤️👍👍
atang maulana
romantis banget sih
atang maulana
bagus Thor, 👍
atang maulana
semangat KK 👍
atang maulana
punya warna kulit yang sama kayak ayuti
atang maulana
semangat KK 👍, ceritanya sama kayak kisah ku
Mentari Cerah Berawan
Terlalu sering Yuda yang ngalah yah.
Padahal dia juga capek kerja, kasian.
Well Yuda, sabar itu emang ngga berbatas. Kamu hebat.
Mentari Cerah Berawan: Bangetttt thor 😍
total 2 replies
Mentari Cerah Berawan
Emang sih, ibu hamil itu sensitif, tapi aku kok kurang suka sama sikap ayuti yg TERLALU EGOIS, bahkan sebelum tau kalo dia hamil.
Mentari Cerah Berawan: makasiiihhh 🙏🙏😂😘
total 6 replies
Khaerita Putri
pelan pelan tak pahami cerita nya semoga tambah bikin penasaran
halutiaphari
terima kasih sudah mampir
deck
Halo DIANGRANTARA mampir nih
Halo author hemm ceritanya bagus dan aq suka, maaf juga baru mampir sekarang tapi gapapa semuanya aq suka hehehe
Si Bungsu
mampir kembali ke salah haluan kak
rini
ceritanya bgs Thor beda dr yg lain.semangat buat novel yg baru
halutiaphari: iya makasi , jangan lupa mampir ya😉
total 1 replies
Fa Rel
bgusss bgt
Fa Rel
lom halal eoy 😂🙄
Fa Rel
np like dkit pdhl bgus
Fa Rel
q ksih bunga deh thor
Fa Rel
yudha sweet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!