NovelToon NovelToon
Night Flower

Night Flower

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Namanya Bunga, gadis remaja yang hidup bergelimang harta dengan apa yang dia dapatkan. Jika kalian mengira Bunga salah satu anak dari orang kaya raya atau pesohor di tanah air, maka itu salah besar. Bunga gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA dengan segudang cerita malamnya.


Cantik dan sexy itu yang tersemat jika kalian melihat seorang Bunga. Gadis yang selalu menjadi incaran teman-teman sekolahnya. Namun tidak satupun yang bisa dekat dengannya, Bunga teralalu cuek dan penutup. Sampai pada akhirnya Bian datang dan membawa sejuta cerita untuknya, merubah Bunga secara perlahan, namun ditengah-tengah hubungan mereka masalah cukup serius datang dan membuat keduanya sama-sama saling membenci namun masih menyimpan rasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi Di Toilet

Sejak kejadian tadi bersama dengan Bian di apartemennya. Bunga terus kepikiran. Bahkan meski tubuh gadis itu kini sedang berada di atas pelanggannya. Bayangan tentang Bian tidak pudar dari ingatan Bunga.

"Ayo terus beby, Om hampir sampai," ucap salah satu pelanggannya yang sedang menikmati pijatan dari Bunga di area terlarangnya.

Bunga semakin mempercepat pijatannya. Gadis itu meliuk-liuk kan tubuhnya agar pelanggan yang berada di bawahnya cepat mencapai puncaknya. Ia berniat untuk pulang lebih awal jika semua pelanggan yang sudah mengantrinya sudah ia beri kepuasan.

"Aghh...."

Bunga tersenyum nakal ke arah pelanggannya. Akhirnya Om itu mencapai puncak kenikmatannya.

"Beby, kalau kamu bersedia Om akan memberi satu perusahaan Om untuk kamu, tapi om menjadi yang pertama menikmati ini," ucapnya seraya mengelus pelan area terlarang Bunga.

Gadis itu hanya tersenyum. Senyuman menggoda. "Om nakal," ucapnya seraya mengecup singkat bibir Om itu, sebelum akhirnya mereka terpisah dengan ciuman mesra terlebih dahulu.

Setelah mengenal Bian. Kini Bunga lebih semangat lagi untuk menjaga mahkotanya. Setidaknya nanti akan ada sesuatu yang masih ia jaga untuk orang yang ia cintai.

Pagi ini Bunga sudah berada di dalam kelasnya. Seperti biasa gadis itu menelungkupkan kepalanya untuk tertidur di bangkunya. Ia sengaja berangkat pagi untuk tidur di dalam kelas.

Semakin lama kelas mulai terdengar bising. Para siswa/i sudah berdatangan. Bunga mendongakkan kepalanya. Ia berniat untuk melanjutkan tidurnya di taman belakang setelah kelasnya sudah banyak terisi murid lain.

Karena masih setengah sadar ia tanpa sengaja menabrak seseorang yang baru saja datang. Dan sialnya orang tersebut ialah Jian dan gengnya.

"Liat-liat dong kalau jalan, nggak guna banget punya mata!" cibir Nida yang langsung mendapat tatapan tajam dari Jian.

"Eh...Bunga, sorry ya gue nggak sengaja," ucap Jian dengan senyum ramah.

Bunga menatap Jian sebentar. Sebelum akhirnya berlalu pergi, merasa tidak penting saja meladeni Jian dan gengnya.

"Uhh...dasar bunga bangkai, awas aja lo nanti," kesal Jian melihat Bunga dengan penuh amarah.

"Ngapain minta maaf sih Ji? Dia kan salah," komentar Sani.

"Suutt...kalian diem aja. Gue punya kejutan buat tuh cewek." Jian tersenyum misterius.

Bunga sampai di taman belakang. Ia duduk di kursi bawah pohon rindang yang biasa ia tempati. Gadia itu mulai mencari posisi nyamannya. Lalu menutup mata untuk melanjutkan tidurnya.

Bunga mulai terbawa ke alam bawah sadarnya. Dia lelah dengan pekerjaannya, ada rasa ingin berhenti dari gadis itu, dan itu sejak kemarin disaat ia dekat dengan Bian, Bunga ingin menjadi gadis normal pada umumnya. Tetapi ada rasa tidak percaya diri jika ia sampai berhenti dari pekerjaannya saat ini. Ia masih butuh banyak uang untuk hidupnya.

Bahkan kedatangan seseorang tidak menyadarkannya. Bunga masih terlelap dengan tidurnya.

Cekrek

Suara dari kamera membuat Bunga mengerjap. Ia melihat Bian yang sedang tersenyum melihat hasil jepretannya di kamera yang ia bawa.

"Lo...ngapain?" tanya Bunga membenarkan posisi duduknya tadi.

"Foto bidadari," jawab Bian membuat Bunga menoleh ke kanan dan kiri.

Melihat tidak ada siapa-siapa di sana terkecuali dirinya dan Bian membuat Bunga mengernyit. Tidak lama setelah itu bel masuk terdengar berbunyi. Bunga beranjak dari duduknya berniat untuk kembali ke kelasnya. Tetapi belum sempat melangkah kan kakinya. Tangan Bian sudah lebih dulu mencekalnya.

"Udah bel masuk kan?" tanya Bunga dan diangguki oleh Bian.

Cup

Entah sejak kapan Bian mendekatkan wajahnya sampai berhasil mencium bibir Bunga. Tetapi yang ia sadari ketika Bian sudah melakukannya.

"Masuk gih," ucapnya dengan senyum tampan yang tulus.

Bunga tidak menjawab. Dia tersenyum tipis lalu meninggalkan Bian yang masih di berada di tempatnya.

Bibir yang baru saja dikecup Bian ia raba. Seketika senyum itu terpatri di bibirnya. Ia sangat menikmati setiap sentuhan lembut dari Bian sekarang. Bahkan tidak ada lagi penolakan dari dirinya.

Hari ini kelas Bunga sedang berolahraga. Kebanyakan siswa/i sedang bermain di lapangan. Para siswa yang bermain futsal. Sementara siswi bermain volly.

Bunga duduk di tepi lapangan. Ia sedang meluruskan kakinya.

"Una!" panggil Deni menghampiri Bunga.

Cowok lemah gemulai itu menyerahkan minuman untuk Bunga.

"Eh..bencis ngapain lo? Bolos?" tanya Sani yang tidak ditanggapi oleh Deni.

Cowok lemah gemulai itu mencebik ke arah Jian dan gangnya. Membuat Bunga yang berada di sebelahnya tertawa ringan.

"Modus ke toilet nih pasti," komentar Bunga melihat Deni bisa menghampirinya.

"Sembarangan ye... Eike tadi emang dari toilet, tapi tadi ketemu Ian," jelas Deni dengan senyum mansinya.

Bunga melirik ke arah Deni. "Ngapain senyum-senyum?" Bunga menatap curiga ke arah Deni. Gadis itu baru saja meneguk minuman yang diberikan oleh Deni.

Sementara Deni menggeleng sebagai jawabnya. "Enak ya Na?" tanya Deni membuat Bunga mengernyit.

"Itu minuman dari Bian, tadi dia nyuruh eike ngasih ke ye..." bisik Deni lalu beranjak.

Ia mengira Bunga akan marah, tetapi Bunga malah terdiam dengan senyum. Gadis itu mengamati minuman yang diberikan oleh Bian.

"Bekas bibir lo lebih enak kayaknya," gumam Bunga menggeleng.

Selesai dengan olahraga. Bunga berniat untuk mengganti bajunya. Ia masuk ke dalam toilet paling ujung, karena memang yang sedang kosong hanya toilet yang kini sudah dimasuki oleh Bunga.

Setelah selesai. Gadis itu keluar dari toilet. Baru saja ia akan keluar. Seseorang sudah lebih dulu datang dengan sengaja menabraknya.

Bruk

Reflek tubuh Bunga kembali ke dalam toilet. Ia melotot menyadari seseorang bertopeng yang baru saja menabarkanya dengan sengaja.

"Bang**t" Bunga tanpa menunggu lama langsung menampar orang tersebut.

Ia marah karena cowok itu sengaja menabraknya dibagian dada.

Bunga tidak tahu jika kejadian ini disebabkan oleh Jian.Tentu saja cowok tersebut datang ke toilet dengan bantuan dari Jian. Gadis itu yang merencanakan itu semua. Ia ingin membuat nama Bunga jelek di mata teman-teman sekolahnya.

Cowok bertopeng itu menatap Bunga dengan begitu tajam. Bahkan dengan sengaja ia sudah semakin mendesak Bunga untuk mundur.

"Sok jual mahal," decihnya seraya memegang bekas tamparan dari Bunga. Dapat Bunga lihat tatapan tajam di balik topeng hitam itu.

"Pengecut! Siapa lo?" tanya Bunga membuat seringai terlihat dari bibir cowok bertopeng itu.

"Lo tanya siapa gue? Ha..ha..ha... Gue yang akan buat lo ngerasain surga dunia sayang," ucapnya membuat Bunga merasa jijik.

"Siapapun tolong gue hhmmmppp!" dengan kasar dan paksa cowok itu membekap mulut Bunga.

"Nurut napa sih sama gue? Lo akan enak!" bisiknya.

Sebenarnya cowok bertopeng tersebut termasuk cowok yang mengagumi Bunga. Tetapi sejak dulu Bunga sangat susah untuk dia dekati. Jangankan mendekati, Bunga hanya berbaur dengan kedua sahabatnya saja.

Di luar toilet. Jian dan kedua temannya sedang tersenyum miring. Ada perasaan puas dengan rencananya kali ini. Meski belum sepenuhnya berjalan dengan lancar.

"Nanti kalau tuh cowok udah mulai *****-*****...kalian dobrak pintunya, gua langsung ambil gambarnya," jelas Jian yang diacungi jempol oleh Nida.

"Tapi..Ji, aman nggak nih?" tanya Sani melihat ke sekeliling.

"Tenang aja...nggak akan ada yang masuk," jawabnya dengan seringai.

Ceklek.

Seseorang keluar dari dalam toilet. Jian dan kedua temannya terkejut. Mendapati Seyna yang ternyata sedari tadi berada di salah satu toilet dekat Jian dan kedua temannya berdiri sekarang. Jelas gadis itu pasti sudah mendengar rencana Jian. Meski tidak tahu pasti. Tapi Seyna yakin Jian merencanakan sesuatu yang tidak baik. Apa lagi tadi samar-samar Seyna juga mendengar suara cowok.

Tapi siapa yang menjadi korban Jian? Seyna tidak tahu.

"Hey n*rd." Jian menatap tajam ke arah Seyna.

"A-aku mau ke kantin," jawab Seyna gugup.

Ia sedikit takut jika menghadapi Jian di tempat sepi. Apa lagi 1 banding 3. Jelas Seyna akan kalah dalam hal apapun.

"Lo nguping?" tanya Jian mengintimidasi.

Bahkan cewek itu sudah mencengkram dagu Seyna. Membuat Seyna meringis sakit dan takut.

Kalau saja tidak berada di tempat seperti ini Seyna pasti akan melawan Jian.

"Aku nggak akan bicara sama siapa-siapa," jelas Seyna pada akhirnya.

Ia tidak mungkin mengatakan tidak. Karena Jian dan teman-temannya pasti tidak akan percaya.

"Bagus! Awas kalau lo berani ngomong, gue nggak segan-segan bikin Bian benci sama lo!" setelah mengancam Seyna. Jian melepaskan cengkramannya pada dagu gadis itu.

Seyna dengan rasa ketakutan mendalam kembali menuju ke kelasnya. Niatnya tadi untuk ke kantin ia urungkan. Rasa laparnya hilang begitu saja.

Pikirannya berkecamuk. Antara Ia harus meminta bantuan untuk menolong gadis itu atau membiarkan saja. Tetapi jika Ia membiarkan saja, Seyna merasa kalau dirinya tidak jauh berbeda dengan Jian.

Tangannya terkepal. Ia menghela napas lalu berjalan mencari keberadaan seseorang.

"Ian!" panggil Seyna melihat Bian dan teman-temannya sedang bermain gitar di pinggir lapangan.

"Eh....Seyna cantik," sapa Roni.

Seyna menatap Bian yang berekspresi datar. Ia melangkah mendekati Bian, menatap cowok itu dengan penuh harap. Ini bukan untuknya, tetapi untuk gadis yang sedang dalam bahaya karena rencana jahat dari Jian.

"Aku butuh bantuan kamu Ian," jelas seyna membuat Bian akhirnya menatap Seyna.

"Lupakan tentang kejadian waktu itu. Ada seseorang yang lagi butuh bantuan di toilet," jelas Seyna membuat Bian dan teman-temannya mengernyit.

"Sey..maksud lo apaan sih?" tanya Oki tidak mengerti.

Seyna ini berbicara seperti ratu drama saja.

"Ian... Lihat Una nggak?" tanya Deni yang tiba-tiba datang bersama dengan Rasel.

"Kenapa Bunga?" tanya Andre tampak penasaran.

"Dicariin dari tadi ggak ada. Di taman belakang juga nggak ada," jelas Rasel khawatir.

Seketika Bian menatap ke arah Seyna.

"Bunga," gumamnya langsung beranjak dari duduknya.

"Ian kemana woy?" teriak Oki.

Sementara di dalam toilet. Bunga tersenyum miring setelah berhasil menendang bagian kelemahan dari seorang cowok.

Bugh

Suara itu terdengar lagi sampai membuat Jian dan beberapa temannya yang berada di luar meringis.

"Cabut gaes..ini nggak aman." Jian dan teman-temannya pergi meninggalkan lorong toilet.

1
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah..Waah udah SAH aja. Semoga Bian dan Bunga bahagia till jannah ya..🤲🤲
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku malah ini lebih bagus..
Qaisaa Nazarudin
BEGITU LAH EGOIS NYA ORANG2 YG BERDUIT,SETELAH ITU MENGANCAM..SEAKAN MEREKA YG TERSAKITI DAN YG MENJADI KORBAN NYA.. HUJUNG2 NYA DI MAAFIN DAN HIDUP BAHAGIA,Selalu begitu Alurnya di mana2 novel,udah biasa aku baca..
Qaisaa Nazarudin
Nunggu lulus katanya?? Kalo keburu Bunga Hamil gimana kek?
Qaisaa Nazarudin
Biasanya yg kita baca perselingkuhan antara sahabat,sodara tiri atau sodara angkat,atau sodara kandung sendiri kan,Nah ini anak dengan bapak e..😂
Qaisaa Nazarudin
Biarkan mereka BAHAGIA,Kamu juga gak seriuskan dengan Bunga,Hanya utk bersenang2 doang,Sampai kapan Bunga akan bergumul dengan lembah dosa..Sebelum hadirnya Bian,Bunga hanya menyebut nama mu om,kamu lah pahlawan bagi Bunga,Tapi kamu hanya menganggap Bunga hanya sebagai wanita penghibur mu doang..Jadi tindakan Bian itu udah paling benar menurut ku..
Qaisaa Nazarudin
TAPI MENURUT KU KALO OM PRAJA EMANG SUKA DAN CINTA AMA BUNGA,KENAPA BELIAU MEMBIARKAN BUNGA MASIH BEKERJA DISITU,DAN MASIH MEMBIARKAN HUBUNGAN DOSA MEREKA BERLANJUT..HARUSNYA OM PRAJA BISA KAN NIKAHIN BUNGA,DAN MEMBUAT BUNGA BERHENTI DARI DUNIA MALAMNYA..
Qaisaa Nazarudin
Bagus, Selesai kan masalah sekarang juga,Apapun keputusannya Bian,Bunga,om Praja harus ikhlas..Dan menerima takdir masing-masing..
Qaisaa Nazarudin
BIAN..OMG GIMANA CARANYA DIA MASUK??
Qaisaa Nazarudin
Astaga Sel..gitu amat lo🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Betul Bunga,Masalah itu di hadapi bukan nya melarikan diri dari masalah..
Qaisaa Nazarudin
Ku bilang juga apa,Nyesel kan kamu.Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Aku juga tdk berharap,Bunga sudah biasa merasakan hidup yg pahit,penuh pancaroba ,Bunga udah gede juga,Udah tsk memerlukan perhatian lagi,Kalo emang Naura ibu yg baik,Harusnya dia tdk meninggalkan anaknya,atau dia akan mencari anaknya,Tapi ini malah milih anak tiri dari anak kandungnya..
Qaisaa Nazarudin
Kalo ibu nya masih hidup,Kenapa gak mencari Bunga??
Qaisaa Nazarudin
OMG kok bisa?
Qaisaa Nazarudin
Nah itu kamu tau kalo ayah mu kek gitu,Terus kenapa nyalahin Bunga..
Qaisaa Nazarudin
Tapi cara kamu itu salah Bodoh..Yang ada Bunga tambah membenci kamu..
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor..😭😭
Qaisaa Nazarudin
Bagus Bunga,Biarkan Bian hidup dgn penyesalannya,Dan biarkan dia Mulai Berjuang lagi dari awal,untuk mendapatkan maaf dari mu..
Qaisaa Nazarudin
Semoga aja hidup mu penuh dengan penyesalan Bian..Harusnya kamu tanyakan ke ayah kamu,Pasti ada alasan nya dia berselingkuh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!