sebuah kisah perjalanan seorang bocah menuju puncak kultivasi, demi membalaskan dendam kedua orang tuanya,
namun berakhir dengan penyesalan dihatinya,
dia pun mulai menjelajahi dunia dan membantu semua orang yang tertindas, dan demi menjalankan amanat terakhir ayah dan ibunya
#karya novel pertama ku, jadi mohon maaf kalau banyak typo, alur nya acak2 an, dan lain sebagainya,🙏🙏
sebisa mungkin aku akan berusaha memperbaikinya, maka dari itu komen kalian semua dibutuhkan untuk menjadikan novel ku lebih berkualitas,
tapi mohon komennya yang bagus², jangan asal²an, karena thor orangnya baperan🤭😵😅🥺🥺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F⁴&d¹, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.PENGHIANATAN
Hampir semua sekte kecil dan menengah aliran putih mendapat misi yang sama yaitu mencari keberadaan markas perampok elang darah, atas permintaan Fa San yang menjanjikan hadiah besar jika bisa menemukan markas tersebut, namun sampai saat ini masih tidak ada kabar tentang markas elang darah,
akan sulit jika hanya mengandalkan kemampuan dari sekte kecil maupun menengah, karena memang letak markas elang darah sangatlah tersembunyi dan hanya bisa dicapai melalui jalan rahasia, yang hanya anggotanya saja yang mengetahui rutenya.
"apa masih belum ada kabar paman..?" tanya Fa San terhadap Ju Lian yang dia tugaskan untuk mencari informasi,
"maaf tuan muda..! kami belum menemukannya..!" jawab Ju Lian
"hah... semoga saja Yang Kai bisa bertahan..!" ucap Fa San menghela nafas berat
Fa San pun hanya bisa berdoa agar Yang Kai baik-baik saja, karena memang sulitnya mencari markas elang darah yang sangat tersembunyi itu.
...•••••*****•••••...
satu minggu berlalu...
"ketua Hao keluarlah..!," teriak Ao Kang lantang,
"apa yang kau lakukan Ao Kang..?" bentak Kulun yang keluar karena mendengar teriakan Ao Kang
"kau jangan ikut campur Kulun,.!, jika kau ingin selamat dan hidup dengan tenang..!"
"apa maksudmu..?"
"aku ingin ketua Hao turun dari posisi ketua,.!, cepat panggil ketua Hao, aku tidak ada urusan denganmu..!"
"lancang..!" Kulun sangat marah mendengar perkataan Ao Kang
"hentikan Kulun,..!" ucap Hao Sang yang keluar dan berdiri disamping Kulun,
"ketua..!" Kulun menyapa hormat, meskipun mereka teman namun didepan anggota lainnya hubungan mereka menjadi seorang bawahan dan atasannya,
"hoho.. akhirnya kau keluar juga tua bangka..!" ucap Ao Kang tidak lagi menghormati Hao Sang
"kau..!, dasar tidak tahu diri..!" teriak Kulun yang hilang kendali, dia tidak habis pikir jika Ao Kang menjadi begitu tidak tahu diri terhadap ketuanya, pasalnya yang selama ini menyelamatkan Ao Kang adalah Hao Sang, jika bukan karena Hao Sang sudah lama dia mati, namun saat ini dia malah memberontak dan bahkan menarik bawahan Hao Sang untuk memihak dirinya,
Hao Sang memberi tanda agar Kulun tidak bertindak lebih jauh,
"apa yang kau inginkan Ao Kang...?" tanya Hao Sang tenang
"serahkan jabatan ketua padaku, dan terima kematian mu,..!" jawab Ao Kang tersenyum sinis
"Lancang..! kau sudah sangat keterlaluan Ao Kang..!" emosi Kulun kembali memuncak mendengar perkataan Ao Kang, dia pun bersiap melesat menyerang Ao Kang namun kembali dihentikan Hao Sang,
"apa kau ingin bertarung denganku..?" tanya Hao Sang masih tenang
"bukan dia yang akan melawanmu, tapi aku yang akan melawanmu dan mengambil nyawamu..!" ucap suara yang tiba-tiba menjawab pertanyaan Hao Sang,
Hao Sang Yang mendengar suara itu pun mengerutkan kening karena sangat mengenal suara siapa itu..?, dia pun menoleh kearah suara itu dan benar saja dugaannya, suara itu merupakan suara sosok yang membantu Ao Kang yang tidak lain adalah salah satu tetua di sekte Pedang putih yang terus mengejarnya, pria itu muncul dengan didampingi 5 orang pendekar raja akhir,
"kau..!, bagaimana kau bisa menemukanku..?" ucap Hao Sang sedikit panik,
"hahaha... mudah saja..!," jawab pria itu sambil menoleh kearah Ao Kang,
Hao Sang yang melihat arah tatapan pria itu pun mengerti, kini dia tahu bahwa yang membawa pria itu tidak lain adalah bawahannya sendiri yaitu Ao Kang,
"tapi ku akui kau sangat hebat dalam hal bersembunyi..!, aku sampai membutuhkan waktu 10 tahun hanya untuk mencari mu,.!, namun kali ini kau tidak akan aku biarkan lolos lagi..!" lanjut pria itu, lalu tanpa banyak bicara lagi dia pun melesat menyerang Hao Sang,
dan akhirnya pertempuran antara pendekar kaisar awal dan kaisar akhir pun terjadi di markas elang darah tersebut,
BAMMM...
DUARRR...
tidak ada yang membantu Hao Sang kecuali Kulun, karena memang bawahan Hao Sang sudah diambil alih Ao Kang atas saran dari tetua sekte pedang putih tersebut, Kulun yang membantu Hao Sang pun harus berakhir melawan 5 orang pendekar raja akhir, meskipun berada di tingkat yang sama, namun untuk mengalahkan 5 orang sekaligus sangatlah sulit bagi Kulun,
pertarungan antara Hao Sang dan tetua pedang putih terus berlanjut hingga satu jam telah berlalu, dan berakhir dengan kematian Hao Sang, karena memang jarak kekuatan mereka sangatlah jauh, sedangkan Kulun terluka cukup parah dan berakhir menjadi tawanan oleh kelompoknya sendiri,
"sesuai perjanjian kita, kau bisa menikmati kekuasaan disini,.! aku akan membiarkan kelompok mu asalkan tidak mengganggu murid kami..!" ucap tetua pedang putih itu terhadap Ao Kang,
sesuai janji yang mereka sepakati sebagai imbalan atas bantuan Ao Kang karena membantunya menemukan Hao Sang, tetua pedang putih itu menjanjikan apa pun yang diinginkan Ao Kang selama masih berada dalam kemampuannya, karena dia sudah terlalu lama untuk menemukan keberadaan Hao Sang dia pun setuju dengan persyaratan yang diberikan oleh Ao Kang yang meminta kekuasaan dan sumber daya, dan tetua itu pun berjanji untuk memenuhinya.
Yang Kai yang sedang rebahan didalam penjara, tiba-tiba terbangun karena mendengar suara pertempuran yang sangat dahsyat, sekilas dia berpikir mungkin para pendekar aliran putih telah menemukan markas elang darah dan mulai memburu mereka, namun setelah menunggu sampai 2 jam dia tidak melihat seorang pun yang menyelamatkannya, dan hanya melihat Kulun yang terluka dan kehilangan ilmu beladiri nya, dan sedang dibawa dengan paksa oleh rekannya lalu dimasukkan kedalam penjara disamping Yang Kai,
"apa yang terjadi paman..?" tanya Yang Kai setelah para pendekar yang membawa Kulun telah pergi,
"penghianatan..!" Kulun hanya menjawab singkat,
terlihat diwajahnya amat sangat sedih sekaligus kecewa kepada rekan-rekannya yang dia dan Hao Sang percayai telah mengkhianati mereka berdua yang telah menolong orang-orang itu dulu, kini dia pun harus kembali mengalami penghianatan yang paling sangat dia benci, bahkan dia harus kehilangan teman baik yang sudah dia anggap saudaranya sendiri yang tidak lain adalah Hao Sang,
Yang Kai yang melihat raut wajah Kulun tidak lagi melanjutkan pertanyaannya, dia memilih diam untuk sementara dan menunggu Kulun lebih tenang,
berselang beberapa jam akhirnya Kulun menceritakan semuanya, Yang Kai yang mendengarnya pun terlihat begitu marah dengan orang-orang itu, meskipun dia mengenal Kulun dan Hao Sang sangat singkat, namun dia sudah mempercayai mereka. Yang Kai sungguh tidak habis pikir ada orang yang sudah dibantu namun menikam dari belakang.
...***...
waktu terus berjalan sampai tanpa terasa telah 1 tahun lamanya Yang Kai berada dipenjara, kini Yang Kai tidak hanya dipenjara namun setiap hari dia harus menjalani kerja paksa yang wajib dilakukan oleh setiap tahanan, dan bahkan hampir setiap hari para tahanan mengalami penyiksaan oleh para perampok tersebut, dan mereka pun hanya mendapat jatah makan satu kali dalam sehari, itu pun hanya dalam porsi yang sangat sedikit bahkan terkadang hanya makanan sisa yang harus Yang Kai dan para tahanan lain dapatkan, semua peraturan telah diubah oleh Ao Sang setelah kematian Hao Sang, tindakan Ao Sang sangatlah tidak manusiawi dan lebih kejam dari Seekor binatang.
CTARR...
"apa yang kau lakukan bocah..?, cepatlah bekerja..!" bentak penjaga yang mengawasi para pekerja paksa dengan mencambuk Yang Kai,
Yang Kai tidak menjawab dan hanya menatap tajam penjaga itu, hal itu membuat dia kembali mendapat beberapa cambukan dari penjaga itu,
"apa kau mau membangkang hah..?" bentak penjaga itu,
"hentikan..!, kami akan kembali bekerja..!" ucap Kulun yang melihat Yang Kai dalam masalah dan dia pun segera mendatangi Yang Kai,
"haha.. ternyata kau senior..?!, baguslah jika senior lebih mengerti, dari pada bocah bodoh ini..!, cepat bawa bocah bodoh itu pergi, sebelum aku berubah pikiran..!" ucap penjaga itu mengejek Kulun yang pernah menjadi seniornya,
Kulun tidak menjawab dan langsung membawa Yang Kai pergi dari tempat itu, mereka berdua terlihat sangat kurus dan tidak bertenaga, jangankan untuk melawan, untuk berlari pun mereka kesulitan karena pergerakan kaki dan tangan mereka dibatasi oleh rantai yang membelenggu para tahanan,
"kenapa kau begitu bodoh nak..?" ucap Kulun yang memarahi tindakan Yang Kai yang bisa membahayakan nyawanya,
Yang Kai hanya menunduk mendengarkan ocehan Kulun, seperti halnya seorang anak yang sedang dimarahi orang tuanya, Yang Kai sadar tindakannya memang ceroboh, namun dia hanya mencoba untuk melawan karena sudah terlalu lama menderita ditempat itu, dan kenyataannya masihlah sulit untuk lepas dari para perampok biadab tersebut,
"paman apa kita tidak bisa melakukan sesuatu...?" tanya Yang Kai setelah Kulun puas mengomelinya,
"kita tidak mungkin terus begini kan..?, situasi ini sama saja kita dibunuh secara perlahan,..!" lanjut Yang Kai
"aku mengerti apa maksudmu..!, tapi kita juga harus mempunyai rencana yang matang untuk bisa lolos dari tempat ini..!" jawab Kulun
"apa paman punya rencana..?"
"aku belum memikirkannya, tapi aku tahu sesuatu...?"
Kulun pun menceritakan jika di markas itu ada jalur rahasia yang hanya diketahui oleh Hao Sang dan dia sendiri, jalur itu sengaja mereka buat saat pertama kali membangun markas tersebut, dan jalan itu akhirnya menjadi rahasia mereka berdua, bahkan sampai sekarang tidak ada yang tahu tentang jalan itu,
setelah Yang Kai mendengar penjelasan Kulun, akhirnya dia pun merencanakan pelarian lewat jalan itu,
"semua itu tidak akan mudah..!" Kulun menggeleng pelan, lalu melihat penjagaan yang begitu ketat dan ditambah rantai yang membatasi pergerakan mereka,
"paman tenang saja aku yang akan memikirkannya..!, hanya masalah waktu sampai kita bisa lolos dari tempat ini..!" ucap Yang Kai menenangkan Kulun yang putus asa karena merasa mustahil untuk bisa pergi dari tempat itu,
hari-hari terus mereka lewati dengan sabar, menunggu waktu yang tepat untuk bisa menjalankan rangkaian rencana yang telah Yang Kai susun rapi,
dan tibalah saat 5 bulan setelah mereka merencanakan pelarian, waktu yang sangat lama hanya untuk mempersiapkan sebuah pelarian, namun bagi Yang Kai semua itu sebanding dengan tingkat keberhasilannya, dia telah berusaha semaksimal mungkin agar pelariannya berjalan mulus tanpa halangan sedikit pun,
"saat aku memulai rencananya, paman pergilah ketempat yang sudah kita tentukan,..! aku akan menemui paman disana..!" ucap Yang Kai memberi arahan
"baiklah..! berhati-hatilah dan jaga dirimu nak...!" jawab Kulun sedikit khawatir
Yang Kai hanya mengganguk, dia pun berjalan ketempat awal rencananya, dimana waktu saat itu menjelang siang hari, karena saat malam mereka dikurung dipenjara, Yang Kai pun akhirnya memutuskan untuk menjalankan rencananya disiang hari, Yang Kai telah menyelidiki saat terbaik untuk beraksi, dan akhirnya dia menemukan waktu dimana saat penjagaan sedikit melonggar yaitu saat para penjaga sedang beristirahat.
...•••••°####°•••••...
...| |...
...| |...
...| |...
...###°¥°###...
untuk Yin Mei...