Sintya Eka Putri Merupakan gadis mungil, cantik dan juga lucu, Memiliki kulit bersih dan mulus, memiliki hidung tinggi, bulu mata lentik dan warna mata coklat yang begitu indah. Sinta yang belum pernah merasa kan cinta pada dirinya itu belum tau apa sebenarnya cinta. Sehingga dia bingung antara cinta yg terhadap kekasih maupun ke teman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34: PERJODOHAN
Hari sudah pagi
Pukul 07.32
Sinta baru terbangun dari tidurnya
"Ha? udah jam segini?Gumam Sinta dalam hati langsung melihat Hpnya, namun yang ia cari tidak pun ada, tidak ada sama sekali panggilan dari Fahri, "Kamu kenapa sih Fahri? kalau memang kamu udah gak cinta gak usah lagi memberi harapan ke aku" Desis nya
"Sinta udah bangun?, yaudah cepat mandi dan segera rapi rapi" Ucap bunda
"Bunda..... ini kan weekend, Sinta gak masuk kampus bund" Jawab Sinta
"Emangnya siapa yang bilang kalau bunda bangunin kamu itu suruh kamu ke kampus" Balas bunda
"Ya terus....., Sinta masih mau istrahat bunda" Jawab Sinta manja
"Gak gak gak, pokoknya sana mandi terus beres beres" Pinta bunda sekali lagi.
"Emangnya kita mau kemana sih Bun" Tanya Sinta kesal, waktu paginya yang seharusnya masih tidur nyenyak di ganggu oleh bundanya
"Hari ini tuh, kita mau kumpul keluarga lagi, di vila tante Mira" Jelas bunda
"Ohh....Gitu?" Sinta langsung paham dan mulai beranjak bangun dari tempat kediaman istirahatnya.
Setelah mandi dan berpakaian rapi Sinta ke luar kamarnya, Dia menggunakan cardingan mocca dan bawahan jeans panjang di bawah lutut dan menggunakan riasan yang natural hanya bedak bayi dan Liptin saja, namun sangat terlihat manis.
"Bunda..... Terus kita kesana naik apa? Taksi?" Tanya Sinta bingung, dan sedikit berpikir sejenak, coba saja kalau ada Fahri disini.... aku bisa ajak dia bareng dan kita bisa pergi bareng juga, Pikirnya dalam hati
"Entar Tante Mira udah di jalan" Jawab Bunda
"Ohhh" Ucap Sinta sambil Menganggukan kepalanya tanda mengerti.
PIIIIPPP... Bunyi klakson mobil, Sinta dan bunda segera keluar dan mengunci pintu rumah karena yang mereka tunggu sedari tadi sudah tiba. Tidak ada percakapan antara kedua keluarga, baik itu Tante Mira dan Cantika, ataupun Reno dan Sinta, Entahlah apa yang terjadi hanya hening tanpa ada bicara, Untungnya Reno memutarkan musik dalam mobil sehingga suasana tidak terasa tegang seperti ujian skripsi, wkwkwkwk. Akhirnya mereka pun tiba di tujuan, bunda, Sinta, Reno dan Tante Mira segera keluar dan mengambil posisi masing masing, dimana hampir seluruh keluarga berkumpul seperti weekend biasa, namun......
Kok ada Tante Desi sih? Tanya Sinta bingung, karena yang ia tahu Tante Desi itu tinggal di LN dan sangat sibuk, Masa sih hanya kumpul keluarga seperti biasa yang dilakukan Tante Desi rela rela ke Indonesia. Atau ada urusan yang penting? Entahlah, pikiran Sinta di dalam otaknya tiba tiba terhenti, karena tiba tiba ayah dari Reno yang langsung berada di tengah tengah mereka. Apa? Ayah kak Reno? Tumben ke Indonesia, ini ada apa sih? Kok semua keluarga berkumpul, cukup aneh aja sih, Gumam Sinta dalam hati
"Baiklah karena kedua pasangan yang akan kita bahas sudah tiba, mungkin bisa langsung saja ke inti dari acara kita hari ini" Ucap Faldi Sentosa Ayah Reno sambil menunjuk ke arah Sinta dan Reno secara berganti
Reno dan Sinta yang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi hanya terdiam kaku di tempat duduk mereka, yang jarak mereka tidak terlalu berjauhan. Faldi yang melihat kebingungan di wajah Sinta dan Reno pun langsung menjelaskannya kembali.
"Reno, Sinta ayo kedepan" Ajak Fadli sambil memanggil mereka dengan mengarahkan kedua tangannya
Reno dan Sinta yang masih bingung masih terdiam.
Sebenarnya maksud ayah apa sih, Gumam Reno bingung
Di tempat lain Sinta juga sangat kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi
"Ayooo maju" Teriak Tante mereka, entahlah Tante siapa itu, soalnya mereka yang belum bisa fokus.
Akhirnya karena kebingungan mereka dan sorak teriak dari saudara saudara mereka yang ikut berteriak seperti menggoda mereka berduapun maju ke depan bersama pak faldi
Mereka berdua sudah berdiri berdampingan
"Hari ini saya akan menjadi saksi bersama keluarga semua yang telah bergabung, bahwa hari ini anak saya Reno Fernandito dan anak dari Cantika Putri Sintya Eka Putri Resmi akan kami jodohkan." Ucap Faldi dengan tegas membuat seluruh keluarga mereka berteriak senang dan mengucapkan Alhamdulillah
"Ha?" Teriak kaget Reno dan Sinta serentak membuat seluruh keluarga yang melihat sontak malah ketawa melihat reaksi mereka berdua
"Kenapa? kalian keberatan?" Tanya Faldi kepada mereka
"Maaf yah, Reno tau dan Reno sudah paham kalau dalam agama Islam kita di larang pacaran, dan sah sah saja kalau kita menikah dengan sepupu kita, tapi Reno gak cinta yah sama Sinta" Jawab Reno tegas
Tante Mira yang mendengar pengakuan Reno barusan langsunh berdiri dari duduk nya.
"Kenapa lagi nak? Kau masih cinta sama Nadya?" Tanya Mira kecewa dengan keputusan Reno yang seharusnya tidak terburu buru.
Sinta dan Reno memang sejak kecil sudah ingin di jodohkan, itu adalah kesepakatan ayah Reno dan ayah Sinta sebelum ayah Sinta meninggal. Namun perjanjian antara mereka berdua juga tidak ingin memaksakan jika anak mereka sudah mencintai seseorang dalam hidup mereka kelak.Sebenarnya mereka bersepakat jika Sinta sudah selesai SMA, Namun perjanjian itu kurung terjadi, karena memikirkan Sinta yang masih terlalu kecil dan Cantika belum rela, Namun sekarang setelah melihat kondisi Reno yang di khianati dan Nadya dan Sinta yang di tinggalkan Fahri, akhirnya melalui persetujuan Cantika, perjodohan ini terjadi kembali, karena Cantika berfikir kalau Fahri sudah meninggalkannya, namun tanpa Cantika kira semalam Sinta memberi kabar kepadanya bahwa Fahri telah menghubunginya kembali, dan berniat untuk membatalkannya, tetapi lagi lagi Cantika ragu, dimana Fahri tidak menelponnya semalam, padahal Sinta berkata padanya bahwa Fahri akan menelponnya malam itu. Tidak ingin anaknya terus berlarut larut dalam kesedihan Cantika lanjutkan perjodohan ini dan sampailah pada titik ini.
"Maksud mama apa sih? Tanya kesal Reno tidak mengerti dengan situasi ini, Sedangkan Sinta masih terdiam kaku, masih memilah maksud ayah Reno tadi, Astagaaaa dasar Sinta, akhirnya Sinta paham dan......
"Bunda apa apaan sih? Tanya kesal pada bundanya yang sudah dari tadi menenangkannya.
"Maafin bunda nak, maksud bunda ingin membahagiakanmu" Jawab bunda
"Tapi.... bunda..... bunda kan tau Sinta cintanya sama Fahri, dan Fahri udah janji bakal ke Indonesia akan lamar Sinta" Jawab Sinta sambil mengingat janji Fahri padanya
"Sinta.... kamu harus dengarin bunda" Balas bunda lagi.
"Pokoknya Sinta gak mau Bun" Jawab Sinta tegas langsung berlari ke luar vila.
"Maksud mama biar kamu jauh sama Nadya, Reno" Balas Tante Mira pada anaknya.
"Reno tetap tidak mau ma" Balas Reno lagi.
"Sinta" Teriak bunda sambil mengejar Sinta
Tante Mira yang melihat cantika mengejar Sinta berlari keluar, langsung meminta Reno untuk mengejarnya
"Nak, Nak.... kejar Sinta sekarang" Ucap tegas Mira pada anaknya
"Untuk apa ma?" Jawab ketus Reno
"Reno! Cepat kejar Sinta, kamu tega buat bunda mengejarnya seperti itu" Ucap mama lagi
Reno langsung berlari ke Sinta dan langsung mendapati bunda di belakangnya karena langkah kaki Reno yang besar membuat nya mudah mengejar bunda
"Bun, biar Reno yang kejar Sinta" Ucap Reno setelah mendapatkan pergelangan bunda
"Makasih Reno" Ucap Cantika
.
.
.
Jeng jeng apa yang terjadi yah?
Jangan lupa untuk like nya yah, dan komen juga.
Terima kasih
padahal seru banget
dikit lagi🤨